
"Halo mi kalian dimana?ini Adief udah di depan rumah sakit,"
"Iya son lantai tiga ruang VIP nomor satu,"
"Oke mi Adief kesana sekarang,"
Tut tut tut.Setelah menelpon Adief langsung berlari kecil menuju ruang rawat adiknya namun langkah terhenti saat mendengar teriakkan di belakangnya sontak Adief menoleh.
"Kakak tunggu,"
"Huh huh huh cepet amat larinya?"
"Doof kamu juga baru sampai?"
"Iya Kak pas dapat kabar aku langsung kesini Kakak sendiri?"
"Iya sama ya udah ayo,".A2 langsung mengambil langkah cepat agar cepat-cepat sampai diruang rawat adiknya.
Ceklek pintu terbuka hal pertama yang di lihat A2 adalah sosok adiknya yang terbaring lemah dengan tubuh yang semakin lama semakin kurus.
"Dek cantiknya Kakak gimana udah mendingan?"
"Kakak Yi rindu banget sama Kakak,"
"Kakak juga sayang,"
"Sama Mami ga nih?"
"Rindu juga Mi,".Selesai melepas rindu A2 mulai sibuk memperhatikan adiknya mulai dari jam istirahat sampai makanan apa yang harus dikonsumsi.
"Dek udah tidur udah malem nanti sakit lagi,"
"Ga Kak aku udah sehat sekarang,"
"Yi kamu mau nurut atau ga?"
"Iya Kak iya,".Inilah sosok A2 yang selalu mengutamakan adiknya dari apapun karena mereka tahu adiknya itu adalah sosok yang sangat rentan dan lemah dimata mereka.
"Eh Kak kata mami dia ngelihat mbak Seyeil juga dirumah sakit ini," ucap Nihlyi mendegar ucapan sang adik Adief langsung menoleh begitu pun Aldof.
"Seyeil?"
"Iya Kak mbak Seyeil,"
"Dirumah sakit emang kenapa dia?"
"Mi emang Seyeil kenapa?"
"Ga tahu Deey mami ga tahu yang jelas mami melihatnya kemarin di sini,"
"Perasaan Seyeil ga sakit apa-apa deh Kak,"
__ADS_1
"Bener Doof kamu ga tahu?"
"Iya Kak aku ga tahu dari dulu Seyeil ga pernah sakit apa-apa beda sama Seira,"
"Hm mungkin Seyeil ke sini buat Seira,"
"Jangan ngaco Kak jangan ngomong yang engga-engga,".Seira adalah keponakan nya Seyeul.Seyeil sendiri adalah cinta pertama Adief sedangkan Seira adalah sahabatnya Aldof yang juga cinta pertamanya cinta itu tumbuh di saat mereka SMA karena sering menemani Seyeil dan juga Adief ketemu tumbuhlah perasaan itu setelah lima tahun lamanya mereka tidak pernah ketemu lagi entah apa yang terjadi hingga Seyeil berada dirumah sakit
"Kak menurut Yi cari aja deh aku juga udah kangen banget sama mbak Sye dan juga mbak Sii,"
"Iya dek nanti Kakak cari tahu,"
Sedangkan di Jepang Reio sendiri tengah gusar sehabis menerima panggilan dari Aldof yang mengatakan bahwa Nihlyi kembali masuk rumah sakit.
"Aku harus kembali bagaimana mungkin kucing kecil ku itu menderita seorang diri,"
"Tunggu aku baby," lanjutnya
Disisi lain seorang yang masih mengenakan seragam SMA itu tengah menanyakan dimana ruang rawat pujaan hatinya berada.
"Sus saya mau tanya ruang rawat Nihlyi lingLinyi dimana?"
"Oh sebentar ya,"
"Lantai tiga kamar VIP satu," ucapnya tersenyum
"Makasih sus," ucapnya berlari kecil.Dia adalah Lursl Liturgi seorang yang amat sangat mencintai Nihlyi.
"Permisi bibi paman,"
"Baru saja bibi,"
"Belum menyerah juga rupanya badut jelek ini Kak," ucap Aldof melirik ke arah Adief yang sedari tadi menemani Nihlyi tidur.
"Jiwa pantang menyerah kayak dia mana mau di suruh berhenti," jawab Adief berdiri dan merangkul Lursl
"Menyerah enak aja Kak orang dari dulu mau banget kok di suruh nyerah,"
"Waduh gayanya semakin lama semakin menjengkelkan saja,"
"Udah diam berisik," ucap Tn.Andre menghentikan candaan mereka
"Kak Luu sendiri?"
"Iya kucing nakal Kakak sendiri,"
"Kucing nakal katanya Dief," sela Aldof menjahili
"Udah Doof kamu ini kenapa sih ganggu Lursl terus ga bosan apa?"
"Maaf Mi habisnya lucu sih," jawabnya terkekeh geli
__ADS_1
"Iya Kak Yi gapapa ini malah tambah sehat," ucapku tersenyum
"Kalau ada yang sakit kasih tau Kakak ya jangan diem aja,"
"Waduh nantangin nih anak orang ada gua yang ngejaga princes main serobot aja," ucap Aldof ngeselin
"Udahlah berisik tau ga dari tadi ngoceh ga jelas," balas Lursl tak kalah ngeselin
"Udah dong Kak berisik kayak mau demo aja," timpal ku
"Eh eh maaf dek habisnya sih dia ini ga tahu diri banget,"
"Iya emang ga tahu diri mau apa Lo ha!"
"Stoppp udah ya Kak berisik tau ga diem pada diemm bisa?"
"Udah dong son berantem nya kuping mami sampe sakit ni,"
"Dief kita keluar aja ayo," ajak papi
"Ya udah ayo Pi ga guna juga disini ngelihat setan,"
"Setan kok ganteng gini Kak?" tanya Lursl tertawa pelan
"Ganteng si ganteng tapi ga ada yang mau hahhaah," ucap Aldof
"Udah semuanya kami pamit mau keluar cari makan laper," ucap Adief sebelum beranjak keluar.
"Ya udah mami juga ikut pi,"
"Aldof juga ikut deh lumayan makan gratis,"
"Ih maunya gratisan mulu," ucapku terkekeh geli melihat tingkah Kakak ku yang satu ini.
"Lursl titip princes nya bibi sebentar ya nak,"
"Iya bi,".Setelah semua orang pergi Lursl berjalan mendekat kearahku dia terlihat murung dan beberapa kali menyeka air matanya.
"Kakak Luu kenapa?"
"Ga sayang Kakak gapapa,"
"Terus kenapa mukanya gitu?"
"Oh ini Kakak cuma capek,"
"Kak udah ya ga usah sedih Yi gapapa kok bener,"
"Kamu harus sehat ya Yi kamu harus cepat sembuh nanti kalau udah sembuh di ajak jalan sama Reio," ucapnya sendu menyembunyikan rasa sakit yang luar biasa bagaimana tidak sakit kita harus menguatkan cinta kita untuk bertahan hidup demi laki-laki lain pernah terlintas Lursl ingin memiliki Nihlyi seutuhnya namun ia tak melakukannya karena Lursl tahu cinta Nihlyi hanya untuk Reio.
"Iya Kak Yi harus kuat,"
__ADS_1
"Jika kita mencintai seseorang yang mencintai orang lain maka ikhlaskan karena jika memang benar kita mencintai nya kita akan sangat bahagia melihatnya bahagia," Lursl Liturgi.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys