
Saat ini di sekolah siswa-siswi tengah berlarian kesana kemari mencari tempat perlindungan akibat ulah anak-anak Arbragost yang melempari batu dan memukul petugas keamanan secara membabi buta hingga aku bergidik di buatnya dan ku lihat petugas keamanan tak mampu menghentikan aksi mereka hingga akhirnya anak-anak Alrasthor datang terlihat jelas anak-anak Arbragost sangat senang ketika Lursl juga sahabatnya datang menghampiri mereka.
"Wah-wah adik ku," ucap Ludrel tersenyum kearah Lursl
"Hah adik,"
"Mungkin Lursl juga itu tuh sama dia bersaudara," ucap Chen menunjuk kearah Ludrel yang tengah tertawa berbicara dengan Lursl.
"Ga tau aku Che,"
"Masa sih cantik kamu ga tau,"
"Iya Zuu bener aku ga tau,"
"Aku kebelet pengen pipis kalian berdua tunggu di sini ya cantik," ucap Yuzu berlalu ke arah toilet
"Hati-hati Zuu," teriak ku saat melihat nya berlari melewati segerombolan siswa-siswi yang tengah melihat ke arah Lursl juga Ludrel
"Arbragost cari yang bisa dihancurkan bunuh seseorang bila perlu!" ucap Ludrel langsung menyerang Lursl
"Pak kasih tau semua anak-anak jangan ada yang keluar dari kelas!" teriak Lursl saat ia mulai berkelahi dengan Ludrel
"Alrasthor jaga yang bisa di jaga!"
"Baik ketuaa," jawab mereka serentak dan mulai berkelahi saat situasi semakin tak terkendali Yuzu baru keluar dari toilet sambil berlari kecil menuju kelas namun sayang sebelum berlari Yuzu dihadang salah satu anggota Arbragost detik berikutnya Yuzu babak belur karena di pukuli dan tiba-tiba salah satu diantara mereka mengeluarkan pisau lalu menusuk Yuzu hingga jatuh pingsan dengan tubuh di penuhi darah aku yang melihat itu sontak berlari kearah Yuzu di ikuti Chen.
"Yuzuuuuuuuu," teriak ku mengehentikan aksi anggota Arbragost yang masih saja menusuk tubuh Yuzu yang sudah terkulai lemas
"Yuzuu bangun Zuu bangun," ucapku memeluk tubuhnya yang penuh darah
__ADS_1
"Zuu bangun Zuu hiks hiks,"
"Yi Yuzu Yi Yuzu hiks hiks,"
"Dasar brengsek!" maki ku memukul pipi anggota Arbragost itu hingga memerah dia tak bergeming seolah tak merasakan apa-apa dia hanya diam menerima semua pukulan ku yang semakin lama semakin membabi buta.
"Puaaas kalian ha puas hiks hiks!" teriak ku kembali memeluk tubuh Yuzu yang semakin dingin karena terus menerus mengeluarkan darah.
"Telepon ambulance telepon!"
"Jika terjadi sesuatu sama Yuzu aku tidak akan pernah memaafkan kalian semua tidak akan! ucapku berlalu mengikuti petugas yang membawa Yuzu ke ambulance
"Cantik maaf Kakak ga tau itu temen kamu anak-anak salah sasaran mereka kira itu anggota Alrasthor,"
Plak
"Anda kira kata maaf yang anda ucapkan ini bisa buat Yuzu bangun!"
"Berhenti jangan pernah sentuh saya!"
"Sayang ay_"
"Anda juga tolong jangan sentuh saya!"
"Saya ga butuh kalian berdua jika saja kebodohan yang kalian lakukan ini bukan di sekolah Yuzu ga akan kayak gini hiks hiks!"
"Yi ayo kita ikut,"
"Iya Che," diperjalanan menuju rumah sakit aku juga Che terus saja menangis melihat keaadan Yuzu yang begitu parah saat sampai dirumah sakit Yuzu langsung masuk ICU cukup lama kami berdua menunggu hingga akhirnya dokter keluar dan bagai tersambar petir tubuhku langsung jatuh terhempas kelantai rumah sakit setelah mendengar dokter mengatakan bahwa Yuzu sudah tidak ada lagi.
__ADS_1
"Maaf kan kami teman nona sudah tak tertolong karena semua organ dalam tubuhnya sudah hancur akibat tusukan pisau,"
"Ga mungkiinnnn!" teriak ku
"Maaf kan kami nona saya permisi,"
"Yuzuuuuuuuu!" teriak ku berlari masuk ke dalam ruangan di ikuti Chen yang sama seperti ku
"Zuu bangun Zuu bangun hiks hiks,"
"Yuzu bangunnn," ucapku menggoyang lengannya namun Yuzu tak bergeming
"Zuu bagun siapa yang akan jaga aku sama Nihlyi kalo kamu ga ada Zuu siapa hiks hiks," cukup lama kami dirumah sakit sampai keluarga Yuzu datang dan langsung membawa Yuzu pulang.Di sini di rumah Yuzu aku dan keluargaku berserta Chen dan keluarganya masih setia mendampingi jenazah Yuzu yang sebentar lagi akan di makamkan.
"Dek jangan sedih terus kasihan ibu sama ayahnya Yuzu kalo kalian berdua nangis terus," ucap Kak Aldof menenangkan aku dan Chen yang masih saja menangis tak lama ku lihat Lursl dan anggota Alrasthor juga ikut datang.
"Pergii kalian pergi karena kalian anak saya meninggal!" teriak bibi Zuly pada mereka
"Tenang bu tenang kita harus sabar ini semua sudah ketentuan Tuhan," ucap paman Huii menenangkan sang istri
"Maaf bi kami ke sini hanya untuk membantu prosesi pemakaman Yuzu sampai selesai hanya itu saja selebihnya kami akan pergi," ucap Luii saat Yuzu selesai di makamkan aku juga Chen kembali ke rumah Yuzu namun saat sampai aku melihat Lursl datang menghampiri begitu juga Luii yang datang mengahampiri Chen dan menariknya entah kemana.
"Yi ak_"
"Apa apa yang akan anda sampaikan!"
"Sudah cukup sahabat saya yang jadi korban atas ulah geng berandalan anda ini sudah cukup jadi tolong jangan lagi dekat-dekat saya,saya tidak mau kedepannya akibat ulah anda dan teman-teman anda itu membuat saya dan juga yang lainnya ikut terkena masalah jika sudah selesai tinggalkan kami! teriak ku sebelum berlalu masuk.Setelah menerima makian dari Nihlyi Lursl juga anggota nya pergi meninggalkan rumah Yuzu sementara di sisi lain Ludrel menyaksikan teman nya yang mendekam di penjara akibat ulah mereka sendiri.
"Arghhhhhhhhhh Lursl awas saja kamu karena kamu Nihlyi jadi membenci ku!" teriak Ludrel menghancurkan semua benda yang berada di markas mereka
__ADS_1
"Jika aku di benci Nihlyi kamu juga harus dibencinya!". Sementara Lursl kini tengah duduk di bangku pinggir danau untuk menenangkan diri dan memikirkan kedepannya bagaimana nasib hubungan antara dia dan Nihlyi yang baru saja membaik.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys