
Saat di pasar malam aku hanya selfie juga makan makanan manis juga membeli beberapa barang yang menurutku lucu.
"Dingin mana bentar lagi mau turun hujan," ucapku sembari memeluk tubuhku sembari menggosok-gosokkan guna mencari kehangatan,namun lagi-lagi mataku melihat Lusrl juga Fanyu yang ternyata berada di sini,tak terasa hujan sudah mulai turun dan aku masih mencari tempat berteduh hingga akhirnya aku berteduh di halte bus dan semoga saja masih ada bus yang lewat untuk aku pulang, tiba-tiba ponsel ku berdering
"Haaalo,"
"Kamu sekarang dimana?"
"Suara ini suara Lursl apa mungkin dia salah sambung," batinku mematikan sambungan telepon dan kembali menunggu bus namun lagi-lagi ponsel ku berdering
"Kenapa dia menelepon ku?" ucapku mengangkat telpon darinya
"Nihlyi kamu sekarang dimana!" teriak nya tak ku hiraukan suara nya yang semakin naik oktaf hingga akhirnya diputuskan sepihak olehnya,cukup lama aku menunggu hingga akhirnya bus ada yang lewat saat tiba di persimpangan jalan aku diturunkan karena rute bus tak memasuki persimpangan rumahku,gegas aku turun dan langsung berjalan ku abaikan angin malam yang semakin lama semakin dingin,hingga tiba di depan rumah aku melihat mobil Lursl yang terparkir.
"Dek dari mana aja itu baju kamu kenapa jadi basah gini?"
"Gapapa Kak Nihlyi tadi kehujanan,ya udah Kak Nihlyi pamit mau bersih-bersih," ucapku berlalu belum sempat melangkah tiba-tiba kepalaku pusing yang amat sangat luar biasa detik berikutnya tubuhku ambruk tak sadarkan diri saat tersadar aku sudah di kamar ku dan ku lihat semua pakaian ku sudah berganti.
"Sayang udah bangun?"
"Haus," ucapku
"Ini sayang," ucap mami sembari membantu aku minum
"Mami yang nolong Nihlyi ganti baju?"
"Yah iya lah sayang mau siapa lagi?"
"Iya mi heheh,"
"Yi mami ga mau lagi lihat kamu sakit sayang,"
"Iya mi Nihlyi juga ga mau sakit lagi,"
"Ya udah kamu istirahat aja mami mau keluar,".Esok harinya aku berangkat kesekolah karena hari ini sudah mulai ulangan kenaikan kelas.
"Nihlyi keruangan bapak sekarang,"
"Iya pak," jawabku berjalan kearah kantor guru
"Nihlyi lingLinyi bapak bisa minta tolong?"
"Iya pak kenapa ya?"
"Tolong kamu bawakan ini ke perpustakaan,"
"Oh iya pak,"
"Iya habis dari perpustakaan langsung saja kembali ke kelas,"
"Iya pak," ucapku berlalu ke arah perpustakaan saat sampai aku segera menyusun buku cukup lama hingga akhirnya selesai saat aku ingin keluar perpustakaan tiba-tiba Fanyu datang mengahampiri juga Lun dan Lin.
"Nihlyi berani banget ya kamu!" teriaknya menjambak rambut ku
"Berani kenapa!" balas ku mendorong tubuh nya
"Kamu tu ya dasar cewek penyakitan sok cantik belagu banget!"
"Iya tuh penyakitan haha,"
"Ini maksudnya apa?"
"Lun Lin tutup pintunya," ucapnya mendekat kearahku dan tiba-tiba dia mengeluarkan pisau hingga aku merinding
"Ah iya kamu cantik hahahah," ucapnya tertawa jahat sembari terus mendekat sontak aku mundur
__ADS_1
"Maa-mau apa ka-kamu?" tanya ku terbata
"Kenapa takut hahaha," ucapnya menempelkan pisau di leherku namun entah tiba-tiba Fanyu menusukkan pisau itu ke perut nya sendiri sontak aku terkejut namun belum sempat aku berlari Lin juga Lun sudah membawa beberapa orang yakni kepala sekolah ketua yayasan dan tak sedikit siswa-siswi berkerumun memenuhi perpustakaan.
"To-tolongg dia mau bunuh sa-saya," tunjuk Fanyu kearah ku aku semakin terkejut karena pengakuannya itu.
"Ayo cepat panggil ambulance!" teriak pak Ru sembari mengangkat Fanyu sedangkan aku ikut di seret ke ruang yayasan untuk di interogasi juga Lun dan Lin sebagai saksi saat melewati lorong sekolah banyak siswa-siswi yang meneriaki aku dengan sebutan pembunuh.
"Dasar pembunuh cihhh!"
"Muka aja yang sok polos haha!"
"Nyesel gua dulu pernah naruh hati sama cewek kayak dia,"
"Iya bro bener hhah,"
"Aku bukan pembunuh!" teriaku tak terima atas tuduhan yang mereka lontarkan tiba-tiba tatapan ku tertuju pada Lursl yang tengah melihat kearah ku dengan tatapan jijik sebelum beberapa anak-anak Alrasthor mencaci maki ku.
"Beruntung Lursl ga jadi pacaran sama cewek itu hahaha!"
"Iya bener bisa hancur sekolah kita kalo Lursl pacaran sama dia hahhah!".Di sepanjang jalan mereka meneriaki kata-kata buruk dan sumpah serapah padaku padahal mereka belum tau kebenaran nya seperti apa.
"Nihlyi duduk dulu nak,"
"Iya," ucapku menghapus buliran air mata yang terbuang percuma
"Kenapa kamu melukai Fanyu kamu punya dendam?"
"Ga pak saya ga pernah dendam sama mbak Fanyu,"
"Bohong dia pak hiks,"
"Iya pak dia bohong hiks kita lihat sendiri tadi Nihlyi nusuk Fanyu pake pisau hiks hiks,"
"Diaaaamm!"
"Pak Ru panggil Tn.Andre ke sekolah dia harus tau kejadian ini,"
"Iya pak panggil aja orang tuanya kesini," cukup lama semua menunggu hingga akhirnya papi datang bersama mami.
"Sayang," ucap mami mengahampiri ku sontak aku memeluk erat tubuh wanita yang melahirkan ku ini sembari terus menangis
"Yi ga pernah mau ngelakuin hal itu mi,mami percaya kan sama Nihlyi,"
"Iya sayang mami percaya mana ada kamu mau ngelakuin hal itu,"
"Maaf Tn.Andre kita harus berbicara,"
"Iya silahkan,tapi saya yakin anak saya tidak akan mungkin melakukan hal semacam ini karena sedari dulu Nihlyi takut dengan darah,"
"Iya tuan kami sendiri terkejut saat mendegar berita ini tapi saya harus tegas jika memang benar Nihlyi melakukan hal ini saya akan melaporkan ini ke pihak yang berwajib,"
"Saya sendiri yang akan menyerahkan putri saya ke pihak berwajib jika memang benar Nihlyi melakukan itu tapi sebelum adanya bukti biarkan saya membawa putri saya pulang,"
"Iya silahkan saja tuan,"
"Baiklah terimakasih kami permisi," saat keluar ruangan banyak mata melihat kearahku dengan pandangan merendahkan juga jijik seakan melihat kotoran.
"Nihlyi,kamu ga mungkin lakuin ini," ucap Chen menangis sembari memeluk ku erat
"Kamu percaya kan sama aku?"
"Iya aku percaya sama kamu pasti mereka yang ngejebak kamu Yi,"
"Che aku mau pulang,"
__ADS_1
"Iya nanti tas kamu biar aku yang anter pas pulang sekolah,"
"Makasih ya,"
"Chen makasih ya cantik udah percaya sama Nihlyi,"
"Bi aku sama Nihlyi udah kayak saudara masa aku ga percaya sama saudara aku sendiri,"
"Ya udah aku duluan ya bi," ucapnya berlari ke kelas.Sesampai nya di rumah dengan langkah gontai aku berjalan menuju lantai atas
"Ganti baju dulu Yi habis itu makan,"
"Iya mi,"
"Tuhan salah apa aku kenapa Fanyu begitu tidak sukanya terhadap ku dan sebegitu besarnya rasa cintanya terhadap Lursl sampai-sampai dia rela menusuk dirinya sendiri," batinku
"Nilhyi,"
"Iya pi,"
"Papi marah sama Nihlyi?" tanya ku sembari memeluk erat tubuh pahlawan ku
"Mana pernah papi marah sama princes papi ini," jawab papi terkekeh sembari mencubit hidung ku gemas
"Nihlyi ga pernah jahat sama siapa pun pi,Nihlyi juga ga pernah ada niat buat jahat sama mbak Fanyu hiks hiks,"
"Iya sayang papi percaya sama Nihlyi tapi kamu harus kuat ya kamu harus bisa terus juga kamu ga usah takut di sini masih ada papi," ucap papi mengecup keningku
"Makasih pi makasih udah sayang sama Nihlyi,"
"Iya sayang,"
"Sama mami ga sayang ni?" tanya mami di ambang pintu dan berjalan mengahampiri aku juga papi
"Sama mami juga sayang," ucapku memeluk mami
"Mi Nihlyi ga mau sekolah lagi di sana,"
"Iya sayang kamu sekolah di Jepang aja biar nanti disana tinggal bareng Kakak Deey mau?"
"Iya mi Nihlyi mau,"
"Yang pinter sekolah disana ya sayang,"
"Terus Chen gimana pi?"
"Chen kan ga bisa jauh dari ibu nya jadi Chen terus sekolah disini,"
"Papi harus janji sama Yi buat jaga Chen terus juga bantu biaya sekolahnya,"
"Iya sayang nanti papi urus,"
"Ya udah ayo makan dulu sayang,"
"Terus gimana sama kejadian di sekolah tadi pi,"
"Kamu tenang aja ya sayang masalah itu biar jadi urusan papi," ucap papi beranjak sembari mengeluarkan ponselnya.
"Mi Nihlyi papi mau keluar,"
"Papi mau kemana?"
"Ada urusan penting nanti papi kabari,"ucap papi berlalu keluar kamar yang entah akan kemana.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys
__ADS_1