Nihlyi Si Gadis Mungil

Nihlyi Si Gadis Mungil
Nihlyi menghindar


__ADS_3

Dari kantin Lursl langsung berjalan menuju kelas X1 guna mencari Nihlyi.saat tiba di kelas X1 Lursl tak menemukan keberadaan Nihlyi hingga matanya tertuju pada sosok gadis yang tengah tertawa bersama dua sahabatnya dibawah pohon pinggir taman sekolah Lursl merasa bersalah karena dua bulan terakhir dirinya tak pernah ada untuk Nihlyi dengan berjalan pelan Lursl mengahampiri Nihlyi.


"Ekhem," karena terkejut Nihlyi langsung menoleh dan mendapati Lursl berada tepat di belakangnya Chen dan juga Yuzu yang mengerti langsung pergi meninggalkan mereka berdua saja.


"Kucing kecil," ucapnya duduk di sebelah ku tak ku hiraukan aku berdiri dan ingin pergi namun lenganku di pegang Lursl hingga langkah ku terhenti


"Kucing kecil apa kau marah padaku?"


"Maaf saya harus ke kelas,"


Deg


Seolah orang lain Nihlyi memisahkan jarak yang sangat besar di antara ke duanya mendengar Nihlyi berbicara padanya menggunakan bahasa formal.


"Yi maaf karen_" belum sempat Lursl melanjutkan omongannya aku sudah pergi meninggalkannya malas rasanya berbicara pada seseorang seperti dirinya itu namun bukannya menyerah dia terus saja mengejar ku sontak aku jadi pusat perhatian siswa-siswi tak ku hiraukan aku pura-pura tak melihat mereka semua dan terus berjalan menuju kelas hingga sampai aku duduk Lursl tetap saja mengikuti ku.


"Kucing kecil ayolah dirimu ini tak pernah bisa marah pada ku lama iya kan," ucapnya membelai wajahku sontak ku tepis kasar aku tak suka dia memegang ku di saat aku tak ingin melihatnya.


"Jangan pegang-pegang saya jika tidak ada yang penting sebaiknya anda pergi saya ingin belajar!"


"Yi ak_"


"Saya minta tolong jangan ganggu saya lagi saya benci anda saya tidak ingin melihat anda di depan saya!"


"Pergiiiiiiii!"teriak ku membuat seisi kelas melongo menatapku mungkin karena aku sudah berani berteriak di depan ketua Alrasthor.


"Kalau anda tidak mau pergi saya yang akan pergi," ucapku beranjak ingin pergi namun tangan ku di tahannya aku melihat sudut matanya yang berembun menahan tangis.


"Iya Kakak pergi kamu di sini aja belajar," ucapnya mengecup keningku sebelum berlalu


"Kurang ajar mati saja kau dasar pria brengsek mesum!" teriak ku saat dia keluar pasti Lursl masih dapat mendengar makian ku Chen dan juga Yuzu yang melihat kejadian barusan tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata.


"Udah diem!"


"Iya-iya cantik diem kok hahah,"


"Udah ya diem aku ga suka di giniin hiks hiks,"


"Yi udah jangan nangis kita minta maaf,"


"Aku mau pindah aja ke sekolah lain Che ga mau di sini hiks hiks," ucapku memeluk Chen dan menangis Yuzu juga ikutan meluk entah aku ingin sekali menangis.Setelah pulang sekolah aku langsung ke parkiran cari pak Sizi mungkin dia udah lama juga sampai setelah melihat keberadaan pak Sizi aku gegas menghampiri nya.


"Ayo Che Zuu pulang bareng aku aja,"


"Siap cantik," ucap mereka serentak


"Pak Sizi udah lama?"


"Ga non baru saja tapi,"


"Tapi apa pak?"


"Mobilnya mogok non ga tahu kenapa,"


"Sebelum ke sini bapak ga periksa dulu?"


"Ga sempat non maaf," ucapnya sembari menunduk


"Ya gapapa pak,"


"Terus gimana nih cantik aku udah laper pengen makan,"


"Hm kita jalan kaki aja sekalian tuh makan di depan katanya sih enak," ajakku


"Yi yakin mau jalan jauh loh,"


"Ya gapapa nanti pas udah selesai makan kita kan bisa naik bus pulang udah lama banget aku pengen naik bus,"


"Ya udah ayo,"


"Pak Yi jalan aja ya sekalian makan di depan bapak langsung pulang aja gapapa,"


"Iya non,"


"Bahagia banget ya kalo jalan gini,"


"Seneng banget ya cantik?"


"Seneng Zuu,"


"Eh Che kalo nanti aku pindah kalian juga pindah ya aku ga mau jauh sama kalian berdua,"


"Ga Yi mana punya uang pasti ibu ga bakal ngizinin,"


"Ya suruh aja papi lagi pula aku masih punya uang kok dari uang jajan aku buat biaya kita bertiga pindah sekolah pasti cukup,"


"Yi denger deh bukannya kita ga mau tapi masalahnya kita itu beda kamu ngerti kan,"


"Maaf ya Che Zuu aku ga pernah ngertiin kalian,"


"Udah jangan minta maaf kamu ga salah ya udah ayo makan nih udah laper,".Setelah makan kami berjalan ke halte bus tapi udah satu jam nunggu masih aja belum ada yang lewat.


"Lama juga ya nunggu bus,"


"Ya gini Yi harus sabar tapi ga biasanya deh ga ada yang lewat,"


Tin tin tin


"Yuzu kamu belum pulang?"


"Eh paman Suu iya belum kita lagi nunggu bus,"


"Ini udah sore mungkin ga ada bus yang bakal lewat ini juga udah mau hujan,"


"Udah Zuu pulang aja bareng paman Suu,"


"Nihlyi udah gede ya sekarang makin cantik aja,"


"Paman bisa aja paman juga makin tampan deh,"


"Udah ayo Zuu pulang aja aku sama Yi nanti mah gampang,"


"Yakin?"


"Iya gapapa duluan aja Zuu,"


"Udah aku duluan ya," setelah Yuzu pulang aku dan Chen masih saja menunggu bus lewat hanya saja tidak ada yang lewat mana sedikit lagi hujan.


"Yi lihat itu bukan nya anak-anak Al kita minta tolong sama mereka aja ya kali aja ada yang mau bantu,"


"Ga usah Che aku telepon mami aja," ucapku mengeluarkan ponsel namun sayang baterai nya habis hingga mengurungkan niatku.


"Udah aku panggil aja ya,"


"Che tolong banget ngertiin aku,"


"Ya tapi ini udah sore udah mau hujan lagi kamu dong yang harusnya ngertiin aku,"

__ADS_1


"Ya udah iya,"


"Heiii sini siiiiini," teriak Che memanggil anak-anak Al hingga sebagian di antara mereka melihat ke arah kami karena suara Che begitu nyaring cukup lama hingga akhirnya mereka menghampiri kami berdua malas rasanya melihat Lusrl namun untuk kali ini mau tak mau aku harus meminta bantuannya untuk pulang.


"Kenapa?"


"Eh itu Kak kita kan mau pulang terus tunggu bus tapi ga ada yang lewat jad_"


"Langsung aja mau apa,"


"Tolong antar kita berdua pulang ya Kak ini kan udah sore terus mau hujan lagi," aku hanya diam memperhatikan Chen seolah tak kenal malu meminta bantuan pada mereka ku perhatikan Lursl hanya diam dan membiarkan Luii sedari tadi berbicara.


"Udah lah Che kita jalan kaki aja," ajak ku menarik tanganya pelan namun Che bergeming dia hanya diam tak bergerak hingga aku jengkel di buatnya.


"Yi ini udah sore loh rumah kita masih jauh yakin mau jalan?"


"Kalau kamu ga mau ya gapapa biar aku sendiri aja gapapa kok," ucapku melepas tangannya dan langsung berjalan sembari mencari bus atau apalah itu yang bisa pulang.


"Yiiiiiiii tungguuu aku," teriak Che tak ku hiraukan terus saja aku berjalan


"Tunggu Yi,"


"Ini udah sore Che kamu minta tolong aja sana sama anak-anak Al aku ga enak nanti kalo kamu kena marah ibu,"


"Ga Yi kalo kamu jalan kaki aku juga harus jalan," inilah yang aku suka dengan sosok sahabat ku ini pengertian dan juga tak pernah meninggalkan ku di saat apa pun.


"Maaf ya Che karena aku kamu susah gini," ucapku memeluknya


"Udah ga usah minta maaf segala aku juga salah ga ngertiin kamu,"


"Ayo pulang udah sore mau kemana lagi kamu kucing kecil," ucap Lursl menarik tangan ku


"Tolong jangan pegang-pegang saya," ucapku melepas pegangan nya ditangan ku


"Jangan keras kepala ayo pulang," ucapnya menarik kembali tanganku


"Stop saya minta sama anda tolong jangan pegang-pegang saya!" maki ku menghempaskan tangannya kasar


"Kak Luii aku minta tolong antar Chen pulang ya,"


"Eh Yi ga usah aku pulang bareng kamu aja,"


"Gapapa Che kamu pulang duluan aja kasihan nanti ibu khawatir sama kamu biar nanti aku pulang naik apa aja yang bisa buat aku pulang," ucapku menyakinkan Chen jujur aku ga tau mau pulang pake apa karena di sini sangat sepi.


"Ya udah Kak Luii aku minta tolong anter Chen ya,"


"Terus kamu gimana Yi?"


"Ga usah mikirin aku Kak nanti aku bisa pulang sendiri oh atau kamu aja yang antar aku pulang ya," ucapku menunjuk salah satu anak-anak Al


"Gimana Luu boleh?" ucapnya meminta izin Lursl aku di buat bingung kenapa mereka sangat patuh dengan manusia iblis ini tanpa menjawab Lursl beranjak pergi meninggalkan kami berempat.


"Alrasthor," teriaknya sebelum menaiki mobilnya berlalu dan di ikuti anak-anak Al yang lain.


"Ayo pulang,"


"Eh iya Kak," saat di perjalanan aku hanya diam karena aku ga kenal sama dia yang antar aku pulang hingga dia membuka bicara.


"Ekhem Nihlyi,"


"Eh iya Kak kenapa?"


"Kamu kenapa sama Lursl?"


"Aku sama dia?"


"Gapapa,"


"Kamu tau Lursl luka?"


"Luka?"


"Iya luka setiap kali kamu ga bicara sama dia Lusrl selalu nyakitin dirinya sendiri dengan memukul tembok hingga ngancurin barang-barang yang ada di deket dia," aku hanya diam tak menjawab kenapa dia sampai melakukan itu membuat ku bingung.Saat sampai di rumah aku langsung turun di depan gerbang saat aku menoleh ku dapati Lusrl dan semua anak-anak Al ternyata mengikuti ku yang entah sejak kapan aku tak menyadarinya.


"Makasih banyak ya Kak," ucapku


"Baru pulang sayang kemana aja dari tadi," tanya mami yang juga baru pulang


"Eh itu mi tadi main dulu sama Che juga Zuu,"


"Bibi Lursl pamit,"


"Iya hati-hati son makasih udah nganter anak bibi," ku lihat dia hanya mengangguk sebelum berlalu di ikuti anggota Al.


Setelah makan malam aku langsung ke atas untuk istirahat tapi aku masih memikirkan kata pria yang mengantar aku pulang yang entah siapa namanya aku tak tau.


"Kenapa Kak Luu bisa gitu bukannya dia cinta banget ya sama Fanyu buktinya sampe tunangan," mengingat hal itu aku kembali merasa sesak di dada


"Ah udahlah ga penting mending aku tidur," karena besok weekend aku kepikiran untuk ke rumah Chen juga Yuzu ingin sekali aku menghampiri bibi juga paman.


"Mi aku mau kerumah Chen boleh?"


"Boleh tapi perginya sama Lursl ya,"


"Mi kok sama dia aku ga mau,"


"Ya udah kalo ga mau ga usah pergi,"


"Pi udah deh ga usah ikut-ikutan mami,"


"Iya kalo mau pergi sama Lursl aja princes,"


"Ini juga Kakak ikut-ikutan aja,"


"Kak Doof ku yang paling ganteng antar Yi ya nanti Yi ajak mbak Sii nginep,"


"Pergi aja sama pangeran kamu itu Yi apa susahnya hahaha,"


"Ya udah aku pergi sendiri aja aku bisa," ucapku naik ke atas untuk bersiap.Dengan mengunakan Mini dres biru dongker ketat bermotif bunga mawar hitam tangan sejari Rambut di kepang dua dan juga sendal hitam dasar kaca aku turun kebawah sembari memainkan ponselku hingga tak sadar Lursl sudah ada di bawah.


"Yi mau kemana nak?"


"Eh bibiku sayang aku mau pergi kerumah Chen,"


"Mbak Luxu boleh ikut ga?Luxu bosen dirumah terus,"


"Boleh ayo pergi,"


"Bibiku yang cantik aku pergi ya sama Luxu paipaaaiii,"


"Udah siap?"


"Ayo pergi," mataku melotot seketika saat mengetahui Lusrl ada di rumah sejak kapan.


"Bi aku pergi ya ayo Luxu kita pergi kerumah mbak Chen sama Kak Yuzu," ucapku menarik tangan Luxu pelan tak ku hiraukan Lursl yang sedari tadi mengikuti ku dari belakang.


"Pak sizi ayo aku udah siap,"

__ADS_1


"Maaf non mobilnya masih rusak terus mobil yang lain di pakai semua,"


"Gapapa pak aku sama Luxu naik bus aja ayoo Xuu,"


"Ayo mbak," aku dan Luxu berjalan melewati perkaranggan rumah namun tiba-tiba mobil Lamborghini Lusrl menghalangi jalan hingga langkah ku terhenti aku lihat dia turun mengitari mobil nya menghampiri aku juga Luxu yang masih tak beranjak.


"Pergi sama Kakak ya Luxu ayo,"


"Siap Kak," aku jengkel bagaimana tidak Luxu meninggalkan ku naik mobil Lursl


"Ayo mau pergi ga kalo ga mau kami duluan," tak ada pilihan lain aku pun ikut masuk ke mobil Lursl


"Mbak Luxu mau duduk sama mbak boleh?"


"Iya sini duduk,"


"Mbak cantik deh Luxu jadi suka sama mbak,"


"Kecil-kecil udah bisa ngerayu ya kamu,"


"Harus dong mbak kata ibu aku nanti harus jadi kayak Kakek yang keren hebat terus banyak uang,"


"Iya makanya Luxu harus pinter belajarnya ya biar nanti kalo udah gede ga nyusahin ibu,"


"Iya mbak," ucapnya memeluk ku aku sangat sayang pada Luxu dia sudah ku anggap adik sendiri


"Kita ke tempat main nya Kakak mau ga?"


"Mau Kak Luxu mau,"


"Saya mau ke rumah Chen bukan mau ikut anda," ucapku menatapnya jengkel namun dia hanya tersenyum sampai matanya yang sipit itu semakin tak terlihat membuatnya semakin tampan.


"Udah ikut aja ya," ucapnya mengelus pucuk kepalaku lembut namun segera ku tepis


"Mbak kenapa marah sama Kak Lursl dia baik banget sama Luxu,"


"Iya Xuu diem ya mbak capek,"


"Mbak capek kenapa?"


"Ga mbak gapapa," cukup lama hingga akhirnya kami sampai di tempat yang sejuk saat turun aku melihat seluruh anggota Alrasthor aku yakin ini basecamp Lursl dan anggotanya aku juga melihat Chen juga Yuzu yang tengah meminum entah apa itu aku tak tau.


"Yi sini," ajaknya melambaikan tangannya kearah ku


"Ayo Xuu mbak gendong," Luxu masih ber umur tiga tahun jadi masih lucu-lucu nya gegas ku hampiri Chen juga Yuzu semua pasang mata anggota Al melihat ke arahku bukan hanya anggota Al saja mereka mengajak pacar atau teman mereka yang perempuan jadi tempat ini semakin di buat ramai.


"Lursl makin lama makin tampan aja ya,"


"Iya Lusrl makin tampan sayang dia udah punya pacar tapi gapapa deh aku jadi yang kedua aja,"


"Aku yang ketiga deh," apa-apaan mereka ini rela jadi nomor dua bahkan tiga segitu minatnya mereka sama pria brengsek mesum kayak dia.


"Mbak Luxu mau minum haus,"


"Ini ni kalo mau minum," ucap Chen memberi segelas kopi dingin untuk Luxu


"Che Zuu gimana bisa jadi gini?"


"Oh itu Yi kita berdua diajak aja sama mereka jadi kesini deh kapan lagi iya kan Zuu,"


"Iya cantik kapan lagi kumpul bareng mereka," aku di buat malas dengan alasan mereka bisa-bisanya mereka mau di ajak kesini.


"Cokelat panas jangan terlalu banyak susu," ucap Lursl meminta barista membuat minuman baru ku sadari ternyata tempat ini kafe yang indah dan juga sejuk adem rasanya disini tak salah Lursl mengajak ku kesini.


"Minum sayang," ucap Lursl mencium pipiku lembut lalu memberikan cokelat panas ke arahku sontak aku terkejut karena kelakuannya ini.


"Ga usah pegang-pegang!" ucapku menatapnya jengkel


"Mbak Luxu juga boleh cium mbak kayak Kak Luu?"


"Udah Luxu diem kalo udah gede nanti ga usah tiru kelakuan dia," ucapku menunjuk ke arah Lursl yang sedari tadi tertawa


"Diem kamu berisik tau ga!"


"Cie udah aku kamu aja," ucapnya di sambut gelak tawa semua orang aku semakin di buat jengkel karena ulahnya itu.


"Mbak kenapa mbak nangis?"


"Ga mbak ga nangis kok," ucapku menyeka air mataku yang mengalir begitu saja mungkin karena rasa malu sontak semua mengehentikan tertawa mereka dan melihat kearahku begitu juga Lursl yang langsung menghampiri ku dan menghapus air mata di pipiku.


"Maaf ya,"


"Che aku mau pulang," ucapku melepas tangan Lursl yang masih saja menghapus air mata ku


"Yi kita ka_"


"Luxu ayo kita pulang mbak capek pengen istirahat," ucapku mengendong tubuh mungil Luxu lalu beranjak pergi namun tiba-tiba ada segerombolan pria yang menurutku juga geng sama seperti Alrasthor yang langsung menyerang Lursl dan juga anggota nya aku semakin mendekap tubuh mungil Luxu tak apalah pikirku jika aku yang di sakiti asal jangan Luxu.


"Arbragost berani kalian!" teriak Lusrl langsung menghajar mereka cukup lama terjadi perkelahian di antara mereka hingga akhirnya anggota Arbragost kalah dan memilih pergi ku lihat Lursl berlari pelan kerahku dan memeluk tubuhku dan juga Luxu yang masih di dalam gendonganku.


"Kamu gapapa kan sayang?"


"Ada yang luka?"


"Ga saya gapapa udah lepas ga usah pegang-pegang saya,saya mau pulang jadi tolong jauh-jauh dari saya," ucapku melepas pelukannya dan berlalu meninggalkan kafe tempat dimana kejadian beberapa menit lalu yang masih membuatku ketakutan.


"Mbak kita pulang naik apa?"


"Kita cari kendaraan apa aja Luxu mau ga kalo kita naik bus?"


"Mau mbak Luxu mau naik apa aja asal sama mbak ku yang cantik,"


"Udah makin pinter ya sekarang ya udah mau tetap mbak gendong atau jalan kaki aja,"


"Jalan aja mbak Luxu kan berat pasti mbak capek," cukup lama berjalan namun belum juga kami menemukan halte bus atau mungkin di sini tidak ada bus.


"Mbak itu Kak Lusrl jalan di belakang kita,"


"Udah biar aja,"


"Tapi kan mbak kasihan Kakak,"


"Luxu pinter diem ya ga usah lihat dia,"


"Iya mbak maaf,"


"Iya gapapa," namun semakin jauh berjalan bukannya dapat halte bus malah sekarang kami berjalan di jalanan yang sepi aku takut tapi ku tahan karena aku tau pasti Lursl menjaga kami hingga saat aku menoleh tak ku temukan Lursl lalu kemana dia.


"Luxu takut mbak,"


"Ga usah takut disini kan ada mbak,"


"Terus kita dimana mbak kok sepi?"


"Ga sayang sebentar lagi kita pasti dapet bus nya percaya deh sama mbak," saat berjalan aku melihat segerombolan pria yang ku yakin itu anggota Arbragost karena terlihat dari jaket yang mereka pakai sontak aku melangkah mundur semoga saja mereka tak melihat ke arahku gegas ku gendong Luxu dan berlari menjauh namun tiba-tiba salah satu di antara mereka melihat ku dan langsung berteriak.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys

__ADS_1


__ADS_2