
Setelah dari rumah sakit Reio kembali kerumahnya untuk menemui orang tuanya.
"Bunda,"
"Nak kapan kau datang?sudah jenguk Nihlyi belum?"
"Sore tadi,sudah bunda sendiri udah kesana?"
"Rencananya sih mau habis ini pergi berhubung ayah kamu ada rapat mendadak ya bunda kira besok aja,"
"Bunda Reio mau ngomong bisa?"
"Iya sayang ngomong aja kenapa?"
"Jika nanti aku meninggal tolong donorkan jantung ku untuk kucing kecilku itu,"
"Kamu tau apa yang kamu bicarakan ini Reio ini bukan main-main kamu tau itu!"
"Iya bunda Reio tahu tapi Reio minta tolong sama bunda kalau Reio meninggal tolong donorkan jantung Reio untuk Nihlyi karena Reio akan sangat bahagia jika Nihlyi hidup lebih lama lagi,"
"Iya tapi bagaimana dengan perasaan Nihlyi jika dia tau kalau kamu yang mendonorkan jantung untuknya pasti dia akan sangat sedih,"
"Bunda entah kenapa Reio rasa hidup Reio udah ga lama jadi biarkan aku saja yang meninggalkan nya asal jangan dia yang meninggalkan ku,"
Sementara disisi lain Lursl sedang merenung sehabis menerima laporan dari Luii bahwa Reio telah kembali ke China beberapa jam yang lalu dan sudah menemui pujaan hatinya.
"Aku harus ikut bahagia jika Nihlyi bahagia aku tidak boleh egois mementingkan perasaan ku sendiri,"
"Aku harus menjauh dari Nihlyi aku ga mau dia mengetahui bahwa aku mencintainya,tapi jika nanti Nihlyi menangis karena Reio aku akan mengambilnya bagaimanapun caranya,"
"Untuk saat ini aku hanya bisa menjaganya seperti tahun-tahun sebelumnya,". Lursl menjaga Nihlyi dari semenjak 6 tahun terakhir pada saat itu Nihlyi berumur 10 tahun sedangkan Lursl berumur 12 tahun dulu memang Lursl menganggap Nihlyi sebagai adiknya sendiri namun saat Nihlyi beranjak dewasa ia mulai menyimpan rasa hingga sekarang Lursl tidak pernah mencintai gadis manapun kecuali Nihlyi.Adief dan Aldof juga mengetahui jika Lusrl mencintai adiknya namun Lursl meminta untuk tidak memberi tahu Nihlyi sampai dia sendiri yang akan mengakui nya.
"Son kenapa?masih kepikiran soal Nihlyi ya?"
"Iya bunda Lursl takut jika suatu saat Nihlyi pergi ninggalin Lursl,"
"Son dengerin bunda jika nanti atau kapan pun itu Nihlyi lebih memilih Reio kamu harus tetap semangat hidup kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu cinta sama Nihlyi kamu harus bisa lihat dia bahagia walau bukan sama kamu iya kan?"
"Dan ya kamu harus belajar buka hati kamu untuk gadis lain percaya sama bunda masih ada gadis di luar sana yang baik juga cantik,"
"Iya bunda Lursl ingat itu,"
"Tapi apa Lursl sanggup melihat Nihlyi sama Reio nantinya bunda,"
"Harus kamu harus bisa sayang jika kamu lemah apa kata Adief sama Aldof kamu mau mereka ngejek kamu terus," ucap Ny.Miru
"Iya bunda heheh,"
Sementara dirumah sakit Nihlyi tengah merengek minta pada sang ayah untuk mengajaknya ke ruang rawat Seira.
"Ya pi boleh ya?"
"Mami bilang sama papi Yi mau ketemu mbak Sii sama mbak Sye," ucapku menangis
"Udah sayang ga usah nangis,"
"Pi udalah kasih aja orang dokter Bian aja ga ngelarang,"
"Iya boleh tapi harus sama Kakak,"
"Iya pi,"
"Ya udah ayo Kak," dengan masih menggunakan baju rumah sakit sembari memegang tiang infus aku berjalan ke arah ruang rawat mbak Sii.
"Nihlyiiiiiiiiii sini ayo duduk di samping mbak," ucap Seira antusias
"Nihlyi samping mbak Sye aja sini dek," aku dibuat bingung mau duduk dimana sementara Kak Deey sama Kak Doof udah duduk di sofa sudut ruangan.
"Kak Yi harus duduk dimana?"
"Sini duduk di samping mbak aja ya sayang,"
__ADS_1
"Ga lah Nihlyi pasti mau samping mbak Sii ya kan dek?"
"Yi duduk di tengah Kakak Deey sama Kak Doof aja ya mbak biar mbak ga berantem," ucapku berjalan kearah sofa.
"Yi kamu udah sehat dek?"
"Iya mbak Yi sehat karena udah ketemu mbak Sye sama mbak Sii jadi ga sakit lagi,"
"Uhhh manisnya," ucap Seyeil menghampiri dan mencubit pipiku gemas
"Mbak Yi pengen tidur sama mbak boleh ga?"
"Boleh dong sini sayang," ajak Seira aku langsung berdiri dan menarik tangan mbak Sye menuju tempat tidur mbak Sii
"Nihlyi aja ya yang tidur bareng Seira kalau mbak ikutan bisa rubuh tempat tidurnya hahaha,"
"Ga mbak kalau tempat tidurnya rubuh suruh Kakak Deey sama Kak Doof yang perbaiki iya kan Kak," ucap ku melirik Kak Adief dan Aldof yang nampak bosan
"Iya apasih yang engga buat para princes ini,"
"Cie Kak Doof ngegoda mbak Sii cie," ucapku di sambut tawa semua orang
"Ih apaan sih dek ga boleh gitu ya,"
"Mbak Sii mah ga seru ya kan Kak,"
"Iya ga seru tapi Aldof cinta ya kan Yi,"
"Iya mbak Sye yang terbaik hahaha,"
"Udah ya kalian berdua ini,"
"Mbak nanti kalau mbak berdua udah nikah sama Kakak tinggal di rumah aja ya ga usah pergi-pergi lagi biar aku ada yang jaga mami sama papi kan pada sibuk," ucapku memeluk tubuh mbak Sye dan mbak Sii duduk sembari mengelus rambutku pelan entah kenapa mereka berdua bisa membuatku sangat nyaman.
"Yi ga boleh gitu ya dek tante sama om kan cari uang buat siapa tetep buat Yi kan jadi ga boleh gitu lagi ya cantik," ucap mbak Seyeil mencium pipiku lembut
"Iya sayang kan belum tentu juga mbak nikah sama Kakak kamu," ucap mbak Seira tersenyum kearahku
"Atau mbak yang ga mau,"
"Bukan gitu sayang Yi tahu kasta kan?"
"Iya mbak Yi tahu kenapa emang?"
"Mbak sama Kakak kamu ga satu kasta sayang jadi ga boleh,masa iya tentara sama dokter nikah sama yang cuma pegawai restoran biasa kan ga mungkin cantik,"
"Sii kamu kenapa sih ga usah ngomong ga jelas," ucap Aldof menghampiri kami
"Ga jelas apa sih Kak?"
"Kamu tu yah ga berubah-rubah dari dulu ngomong nya gitu aja ga pantes lah ga cocok,"
"Iya cantik ga satu kasta jadi ga boleh ya dek nanti kamu pasti dapat mbak yang lebih baik cantik dan yang paling penting sama kayak keluarga kamu,"
"Kamu kenapa juga Sye ikut-ikutan aja,"
"Deey kamu sama Aldof itu sempurna malah lebih dari kata itu jadi ga akan sulit dapat perempuan,"
"Iya perempuan emang banyak tapi yang aku cinta cuma kamu!" teriak Adief membuat kaget semuanya
"Iya aku juga cinta banget sama kamu Sii dari dulu,"
"Yeahhhhh hore," ucapku turun dang langsung berlari menuju pintu
"Bilang sama mami ah kalau Kakak sama mbak udah pacaran," ucapku berlari menuju ruanf rawatku,Saat sampai di sana aku dikagetkan oleh dua bunda super baik ku sontak aku berlari dan memeluk mereka satu persatu.
"Bunda ku yang paling cantik dan manis,"
"Iya putriku yang kecil," ucap Ny.Miru
"Cantik dari mana ni?" tanya Ny.Adeline
__ADS_1
"Dari ruang rawat mbak Seyeil sama mbak Seira bunda," jawabku sembari duduk di atas ranjang
"Kakak Luu sama Kakak Yoo dimana bunda kok ga kelihatan?"
"Kalau Lursl lagi ke toilet sayang ga tahu deh kalau Reio,"
"Reio masih di perjalanan katanya mau kesini sayang,"
"Mami tau ga,"
"Ga tau kan belum di kasih tau,"
"Ihh mami Yi belum selesai ngomong,"
"Iya-iya sayang kenapa?"
"Tadi kan di ruang rawat mbak Sii Kakak Deey sama Kak Doof ngomong cinta sama mbak Sye sama mbak Sii aku seneng banget mi bentar lagi punya mbak dua sekaligus,"
"Wah bagus tu sebentar lagi punya cucu dong mami,"
"Iya mi tapi kata mbak Sii mbak sama Kakak ga satu kasta mi jadi ga bisa deh,"
"Engga sayang itu ga bener nanti kita cobe bilang papi ya,"
"Bunda aku sebentar lagi punya mbak,"
"Iya sayang selamat ya," saat sednag asik bercanda tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata Kak Reio yang datang.
"Kucing kecil gimana?"
"Apa nya Kak yang gimana?"
"Keadaan kamu gimana?"
"Udah sehat kok Kak kata dokter Bian besok udah boleh pulang,"
"Jadi kalau udah pulang mau jalan kemana,"
"Kehatimuuuu," ucapku disambut tawa semua orang kecuali bibi Miru yang hanya tersenyum kecil saat semua tengah tertawa pintu terbuka menampakkan Lursl yang nampak menyembunyikan sesuatu yang entah apa itu aku tak mengerti namun saat aku hendak menyapa Lursl terlebih dahulu berbicara tanpa mau melihat ke arahku ini pertama kalinya dia tak menyapa ku apa aku melakukan kesalahan atau apa itu yang entahlah aku tak mengerti.
"Bunda aku tunggu di bawah jika sudah selesai turunlah,"
"Lursl nak sini kemari kenapa hanya berdiri saja di sana,"
"Tidak bibi Lursl masih ada yang harus di kerjakan,"
"Ya sudah Ny.Nila saya dan Lursl harus pergi permisi,"
"Bunda kok udah pulang aja?Kakak Luu juga baru nyampe udah pulang aja?" tanyaku melihat kearahnya jangankan untuk menjawab melihat pun Lursl tak mau dan entah kenapa dada ku sesak melihatnya mengacuhkan ku hingga rasanya ingin menangis.
"Bunda harus pulang sayang,"
"Kenapa bunda?"
"Ayo bunda,Lursl permisi semuanya,"
"Luu mau kemana?"
"Kak aku mau pulang,"
"Tolong jaga kucing kecilku itu aku akan terus mencintainya," ucap Lursl berbisik lalu memeluk tubuh kekar Adief
"Luu mau kemana pamit segala,"
"Kak aku pulang,"
"Oh ya sudah,"
"Semuanya kami pamit,"
"Bibi juga pergi emang mau kemana bi?".Tanpa menjawab Ny.Miru dan juga Lursl langsung keluar meninggalkan semuanya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys