
POV Lursl
"Ini mungkin yang terbaik aku harus menjauhi Nihlyi setidaknya dia tak akan terganggu karena keberadaan ku tak apa jika aku yang merasa sakit tak apa jika aku harus mengorbankan hatiku ini untuk Nihlyi asal dia bahagia,"
POV Reio
"Entah kenapa aku merasa hidup ku tidak akan lama lagi dan aku berniat untuk menitipkan cintaku pada Lursl aku tau Lursl pasti pergi hari itu karena Nihlyi karena sedari dulu aku tahu dia mencintai Nihlyi melebihi cintaku,"
POV Nihlyi
"Aku tak tau rasa cinta ini untuk siapa aku ga mau kehilangan Reio tapi aku juga ga mau Lusrl ninggalin aku saat di rumah sakit itu kali pertama Lursl mengacuhkan aku ingin rasanya menangis tapi apa alasan aku menangis apakah aku mencintainya tapi jelas-jelas aku mengatakan cinta pada Reio,"
Hari ini aku sudah bisa pulang bahagia rasanya bisa beraktivitas dan pergi ke sekolah untuk bertemu sahabatku Chen dan juga Yuzu.Setibanya dirumah aku di sambut senyuman hangat bibi Sovy.
"Nona sudah sehat ya?"
"Iya bi aku udah sehat makanya langsung pulang,"
"Ya sudah bi aku mau ke kamar mau istirahat,"
"Iya nona," .Pagi menjelang aku sudah bersiap berangkat ke sekolah dengan menggunakan Baju hitam ketat Rok mini berwarna hijau kotak hitam dan juga Pita senada dengan Rok sepatu Pansus berwarna hitam dan juga Tote bag yang lumayan besar berwarna hitam.Setibanya di sekolah aku di tatap bingung oleh semua siswa-siswi terutama Kakak kelas karena sedari dulu aku selalu Home Schooling namun Chen dan juga Yuzu selalu saja memberi tahu semua kegiatan yang terjadi di sekolah.
"Yi sini,"
"Iya Che sebentar," ucap ku berlari kecil menghampiri nya
"Kangen banget akhirnya sekolah juga kamu Yi ini yang pertama ya masuk sekolah?"
"Iya deg degan Che gugup,"
"Ga usah takut cantik ayo kita ke kelas bentar lagi masuk,"
"Che aku bener gugup gimana ya kira-kira aku takut nanti ga ada yang suka sama aku,"
"Ga usah gugup cantik kan ada aku Yuzu penyelamat mu,"
"Eh gaya loh,"
"Eh Yuzu aku juga kangen,"
"Aku juga sayang ku," ucapnya memelukku
"Tenang aja ya cantik gapapa ayo," ucap Yuzu menarik tanganku menuju kelas.Saat akan masuk kelas ada siswi yang berlari dan menabrak ku hingga jatuh.
"Maaf banget ya sengaja ups hahahah,
"Eh maksud nya apa ha jangan mentang-mentang Kakak kelas sok belagu," ucap Chen tak terima lalu membantu ku berdiri
"Dasar penyakitan ini juga cewek miskin sok belagu juga loh banci miskin dekil sok-sokan" ucapnya menunjuk ku Chen dan juga Yuzu bergantian sontak kami pun jadi pusat perhatian
"Maaf ya Kak aku ga kenal siapa kamu terus apa juga salah aku?"
"Diem loh cewek penyakitan sok cantik,"
"Iya aku emang penyakitan terus apa hubungannya sama kamu,"
"Udah Yi ga usah dengerin orang gila kayak dia," ajak Chen masuk kelas setelah jam pelajaran selesai aku dan Chen pergi ke kantin sekalian minum obat.
"Mau makan apa cantik?"
__ADS_1
"Makan apa Zuu asal jangan batu,"
"Kamu makan apa manis ku?"
"Samain aja Zuu apa aja,"
"Oke tunggu ya aku kesana dulu,"
"Iya Zuu cepet Yi mau minum obat ni," cukup lama aku dan Che menunggu Yuzu namun belum juga kembali namun yang terlihat hanya segerombolan siswa-siswi berkerumun entah apa yang dilihat mereka.
"Yi kesana yuk penasaran apa yang mereka lihat,"
"Udahlah Che ga usah ngurusin hidup orang lain,"
"Udah lah ayo Yi penasaran nih," aku yang tak bisa menolak Chen hanya mengikuti langkahnya hingga terlihatlah sosok laki-laki yang tengah di buly siapa lagi kalau bukan Yuzu gegas ku hampiri Yuzu yang sudah basah akibat di tumpahi minuman dan tak jauh dari tempat Yuzu aku melihat Lusrl dan juga sahabatnya yang tengah tertawa.
"Stop kalian ini apaan sih apa salahnya Yuzu hiks hiks," ucapku menghampiri Yuzu dan memeluknya di ikuti Chen yang juga menangis melihat keaadan Yuzu yang cukup memprihatinkan.
"Aduh cewek penyakitan si miskin dan satu lagi cowok banci cupu hahaha,"
"Udah ya cukup apa sih salah Yuzu sampe kalian gini?"
"Ga usah teriak-teriak dasar penyakitan pergi sana," ucapnya mendorong ku hingga terjatuh semua yang berada di kantin hanya tertawa tanpa berniat membantu aku menatap semuanya satu persatu hingga mataku melihat Lusrl yang sibuk dengan ponselnya tanpa ada niat sedikit pun membantu.
"Dasar cewek gila sini kamu," ucap Chen menyerang Rinrin mendorong dan langsung menjambak rambutnya hingga jatuh tersungkur sontak kantin jadi heboh karena ulahnya tak terkecuali Lursl yang langsung melihat kearahku yang memeluk tubuh Yuzu yang ketakutan pasti ini bukan yang pertama Yuzu juga Chen dibully.
Brak sontak semua terkejut dan melihat ke arah sumber suara tak terkecuali aku.
"Rinrin berhenti kamu!"
"Sayang aku sakit hiks hiks," ucapnya mengahampiri Lursl dan bergelayut manja di lengannya tak ku hiraukan aku langsung mengajak Yuzu juga Chen pergi namun sebelum itu aku mengucapkan kalimat yang membuat semuanya menatap ku.
"Maaf ya karena aku kalian berdua jadi gini,"
"Hei ini bukan salah kamu cuma Rinrin aja yang gila,"
"Iya cantik ini bukan salah kamu kok,"
"Ah aku jadi tambah sayang deh sama kalian berdua," ucapku memeluk kedua sahabat ku itu lalu menelpon papi untuk datang ke sekolah.
"Halo pi datang ya ke sekolah Yi di ganggu,"
"Di ganggu sama siapa sayang?"
"Ga tahu pi Yi itu siapa tapi papi datang ya Yi takut,"
"Iya princes papi kesana juga sama Kakak kamu,"
"Iya pi," setelah selesai telepon aku dan juga Yuzu dan Chen duduk di bangku bawah pohon sembari menunggu papi juga Kakak hingga akhirnya aku melihat mobil papi gegas ku hampiri dan diikuti Yuzu juga Chen sontak kami jadi pusat perhatian mungkin juga terkejut melihat tentara datang ke sekolah.
"Papi hiks hiks,"
"Sayang udah jangan nangis,"
"Siapa yang ganggu kamu?"
"Ga tahu pi Yi ga kenal dia sebut Yi penyakitan dia juga bilang Chen miskin pi habis itu siram Yuzu sama minuman di kantin," ucapku memeluk papi
"Yuzu Chen siapa dia ayo tunjukin ke Kakak,"
__ADS_1
"Son ga usah kita langsung ke ruang kepala sekolah aja biar jelas ini gimana," ucap papi mengajak ku sesekali menghapus air mata ku yang terus saja mengalir saat tiba diruang guru semua guru terkejut melihat papi juga Kakak.
"Tuan Linyi ada apa?"
"Iya bapak Ru saya kesini ingin menanyakan masalah apa yang telah di buat siswi bapak hingga membuat putri saya menangis seperti ini?"
"Nona Nihlyi menangis kenapa ya tuan saya ga tau,"
"Mari duduk tuan kita bicarakan masalah ini baik-baik,"setelah semuanya duduk kami langsung di tanya awal permasalahan ini.
"Nona Nihlyi apa yang terjadi?"
"Pak Ru Nihlyi ga tau siapa dia,"
"Yuzu Chen siapa mereka yang menganggu kalian bertiga sampai seperti ini?"
"Itu pak Kakak kelas Rinrin putri sekolah sama anak yayasan,"
"Oh astaga,"
"Saya minta siswi itu di panggil juga orang tuanya pak seumur-umur saya dan juga keluarga saya tidak pernah membuat adik saya menangis apalagi sampai mendorong hingga luka," ucap Kak Adief sembari menunjuk luka ku aku pun tak menyadari jika aku terluka
"Dan juga Chen dan Yuzu mereka berdua juga sudah saya anggap adik saya sendiri bagaimana bisa ada yang menghina mereka,"
"Iya tunggu sebentar tuan muda saya akan memanggil mereka sekarang," ucap pak Ru berdiri dan langsung keluar ruangan.Sudah cukup lama menunggu akhirnya pak Ru kembali membawa Rinrin dan juga ayahnya setalah mereka duduk papi mulai membuka suara.
"Mohon maaf anda ayahnya nona ini?" tanya papi menunjuk Rinrin yang sedang bergetar ketakutan
"Iiyaaa tuaaan dia anak saya," ucapnya terus menunduk
"Bagaimana cara anda mendidik putri anda ini hingga berani-beraninya menghina adik-adik saya?" ucap Kak Adief tenang namun tegas
"Maaf tuan atas nama putri saya,saya mohon maaf kan putri saya," ucapnya membungkukkan badannya menghadap papi
"Rinrin minta maaf sekarang!" bentaknya kepada putrinya
"Iya pa," ucapnya melirik kearahku untuk meminta maaf namun aku langsung memintanya untuk berhenti berbicara.
"Ga usah minta maaf sama aku tapi minta maaf sama Chen juga Yuzu,"
"Yuzu Chen saya minta maaf saya janji ga akan ngebully kalian lagi," tak ada yang bersuara diantara kami hingga suara pak Ru kembali terdengar.
"Sekali lagi atas kelakuan siswi saya,saya mohon maaf kan kami tuan,"
"Iya untuk kali ini saya maafkan tapi jika dia atau siapapun yang menghina putri dan juga sahabatnya ini saya tak akan main-main untuk memasukan nya kepenjara,"
"Iya tuan saya ingat itu," ucap ayahnya Rinrin sembari melihat ke arahku.Setelah masalah selesai aku dan Chen juga Yuzu di perbolehkan langsung pulang.Saat di parkiran aku kembali melihat Lursl dengan sahabatnya yang entah siapa-siapa saja namanya tiba-tiba dia berjalan kearah ku.
"Pi Yi tunggu di mobil ya ayo Che Zuu tunggu di mobil aja,"
"Sayang ga ngobrol dulu sama Lursl?"
"Ga usah pi,"
"Ya udah princes masuk aja ke mobil nanti Kakak nyusul,"
"Iya Kak," ucapku masuk ke mobil di ikuti Chen juga Yuzu.Sesekali aku melihat kearah luar jendela Lusrl papi juga Kakak sibuk berbincang entah apa yang mereka bicarakan.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys
__ADS_1