Nihlyi Si Gadis Mungil

Nihlyi Si Gadis Mungil
Ada apa dengan hati ku?


__ADS_3

"Yi gimana ceritanya sih kemarin bisa gitu?"


"Udahlah Che ga usah di bahas lagi,"


"Udah Che Yi kan ga mau stop jangan di tanya mulu,"


"Iya Zuu,".Saat jam istirahat siswa-siswi memenuhi halaman depan sekolah entah apa yang mereka lihat karena rasa penasaran kami bertiga mengahampiri anak-anak yang berkerumun ternyata ada siswi baru kelas XII dan itu adalah Fanyu lalu mataku tertuju dengan keberadaan Lursl di sana ingin rasanya aku menarik dan meneriaki nya karena aku tidak suka melihat nya bersama Fanyu tapi kenapa ada apa lagi dengan hati ku tak tahan aku melihat kedekatan Lursl juga Fanyu aku lebih memilih pergi meninggalkan kerumunan.


"Yi mau kemana?"


"Cantik juga ternyata siswi baru itu iya kan Yi?"


"Iya cantik," jawab ku sembari tersenyum hambar ke arah mereka berdua.


"Yi kamu kenapa?"


"Engga aku gapapa,"


"Udah ya aku ke toilet dulu kalian duluan aja," di toilet aku kembali menangis sakit rasanya namun mengingat Lursl juga Fanyu sudah bertunangan apa yang harus aku perbuat kecuali berdiam diri saat ingin kembali ke kelas aku melihat anak-anak Al yang tengah main basket entah kenapa Lursl sangat tampan langsung saja aku buru-buru ke kelas tak ku hiraukan panggilan anak-anak Al.


"Che aku mau pulang deh,"


"Kenapa kamu sakit lagi?" tanya nya meletakkan punggung tangannya dikeningku


"Iya Che pusing banget,"


"Ya udah pulang aja cantik nanti biar aku yang kasih tau ibu Yuyu,"


"Udah lah ga jadi Zuu aku ga pengen pulang pasti di rumah bosen,"


"Ya udah kita ke UKS aja ya biar nanti kamu istirahat kita temenin,"


"Iya Yi ayo," saat kami berjalan ke UKS aku kembali melihat Fanyu yang tengah tertawa bersama Lursl dan sesekali ku lihat Fanyu mengelap keringat Lursl menggunakan sapu tangannya masih sama tak ku hiraukan keberadaan mereka seolah-olah aku tak melihat nya entah kapan datangnya tiba-tiba Lursl sudah berada di depan ku dan ku lihat Chen juga Yuzu sudah tak ada di samping ku.


"Kamu kenapa hm?" tak ku hiraukan aku kembali menuju UKS namun tetap saja Lursl mengikuti ku hingga aku malas di buatnya


"Yi kamu kenapa?" ucapnya menarik lenganku hingga langkah ku terhenti karena nya.


"Kamu sakit?" lanjutnya sembari meletakkan punggung tangannya dikeningku namun langsung ku tepis aku tak ingin dia memegang ku


"Permisi saya mau lewat!" ucapku memutar tubuhku ke arah kelas ku urungkan niat ku untuk istirahat di UKS masih saja Lursl mengikuti kemana kaki ku melangkah


"Stop jangan ikuti saya,saya mohon sama anda untuk jauh-jauh dari saya,"


"Saya minta tolong jangan ganggu saya,saya tidak mau menimbulkan kesalahpahaman di antara anda dan juga tunangan anda!" ucapku mengatupkan kedua tangan ku di depan dada


"Saya sangat ber terimakasih karena anda membantu saya dan juga Luxu kemarin tapi saya minta tolong sekali lagi tolong jangan dekat-dekat saya," ucapku berlalu pergi meninggalkannya dan sesekali menyeka air mataku yang entah sejak kapan turun ku lihat ternyata Lursl masih saja di tempat tadi


"Iya kalau itu mau kamu aku ga akan ganggu kamu lagi Yi akan aku lakukan apapun yang akan buat kamu bahagia walau harus mengakhiri hidupku aku sanggup," batin Lursl berlalu.


"Aku ga mau kamu jauh dari aku tapi aku juga ga mau sakit hati suatu saat nanti saat kamu menikah sama Fanyu dan di saat itu perasaan yang aku rasakan ini memang benar kalau aku mencintai kamu Lursl," batinku sembari menangis pelan saat pulang sekolah aku langsung pulang di jemput pak Sizi di perjalanan aku melihat mobil Lursl di depan kafe dan ku lihat banyak sekali motor yang mungkin aku tau semua anggota Al berada di sana saat sampai di rumah aku melihat bunda datang gegas ku hampiri mereka.


"Eh udah pulang ya cantik,"


"Iya bunda baru aja,"


"Oh ya Yi bunda mau ajak kamu ke rumah mau?,"


"Ga deh bunda lain kali aja Yi capek pengen istirahat,"

__ADS_1


"Yah,"


"Lain kali aja deh bunda nanti Yi ke sana bareng mami iya kan mi?"


"Iya nanti nya kapan?"


"Kapan-kapan dong bunda," ucapku berlalu ke kamar setelah membersihkan diri aku merebahkan tubuhku di atas kasur sembari membuka ponsel ku saat pertama buka Instagram aku melihat postingan Lursl beberapa menit yang lalu menampilkan potonya yang tersenyum semakin menambah kadar ketampanan nya di sebelah Lursl ternyata juga ada Fanyu yang juga tengah tertawa langsung saja ku tutup ponsel ku dan tidur.


"Dek mau ikut Kakak ga?"


"Eughh kemana Kak?"


"Ke kontrakan nya Seyeil juga Seira,"


"Ikut Kak tapi aku mandi dulu ya sebentar," ucapku masuk ke kamar mandi


"Kakak tunggu di bawah jangan lama-lama kalo lama Kakak tinggal ya," teriak nya


"Iya kak," dengan menggunakan baju kaos putih ketat juga celana pendek berwarna cream rambut ku biarkan tergerai serta memakai sandal jepit berwarna putih aku segera turun menghampiri Kak Adief di ruang tamu yang tengah memainkan ponsel nya.


"Ayo Kak aku udah siap,"


"Ayo,"


"Kak Doof ga ikut Kak?"


"Ikut cuma dianya udah duluan,"


"Oh itu," saat sampai di kontrakan mbak Sye juga mba Sii aku melihat mereka tengah pesta BBQ di halaman bawah pohon sejuk memang disini kontrakan nya memang ga mewah tapi nyaman.


"Hei cantik ayo sini,"


"Yi gimana sekolahnya dek?"


"Ya gitulah mbak harus banyak belajar,"


"Terus kamu nanti mau jadi apa?"


"Ga mau jadi apa-apa mbak kan Kakak Deey sama Kak Doof udah banyak uang tuh tinggal minta aja," jawabku cengengesan


"Enak aja orang kerja capek kamu tu nanti harus kuliah yang bener terus kerja biar banyak uang,"


"Dasar kikir,"


"Biarin,"


"Mbak Sii ga usah ya nikah sama Kak Doof nikah aja sama cowok lain yang lebih kaya terus ganteng,"


"Eh eh anak kecil jangan sok tau kamu,"


"Udah lah Kak jangan ganggu Nihlyi terus,"


"Iya-iya maaf,"


"Terus kamu sama Lursl gimana Yi?"


"Aku sama Lursl emang kenapa mbak?"


"Jangan aneh-aneh deh mbak Sye,"

__ADS_1


"Kalian ga pacaran Yi?"


"Ini juga mbak Sii ikut-ikutan aja nih,"


"Menurut mbak ya Lursl itu suka sama kamu Yi,"


"Udalah mbak Lursl itu udah tunangan jadi ga usah aneh-aneh ya,"


"Tunangan sama siapa?"


"Fanyu mbak tapi ga tau juga ya,"


"Udah ayo makan ngomong aja dari tadi,"


"Siap komandan," setelah makan kami langsung pulang saat sampai di rumah aku melihat mobil Lursl terparkir di halaman depan rumah.


"Udah pulang juga kalian habis dari mana?"


"Kerumah mbak Sye sama mbak Sii pi," ucapku tersenyum kearah papi


"Sapa dulu dong bunda nya Yi,"


"Udah tadi mi kan waktu Yi pulanh sekolah,"


"Eh itu mah tadi lama-lama gila juga punya adik kayak dia,"


"Siapa juga yang mau punya Kakak jelek kayak kamu wekk," ucapku menjulurkan lidah kearahnya


"Udah-udah mami capek denger kalian ribut,"


"Udah ya mi Yi mau ke kamar dulu mau istirahat capek,"


"Yi ga boleh gitu nak ga sopan,"


"Udah mi Nihlyi capek itu pengen istirahat biarin aja,"


"Deey kamu juga satu ga sopan," tanpa menjawab aku juga Kak Adief berlalu naik ke atas ke kamar masing-masing.


"Lursl maaf ya kalo Nihlyi gitu,"


"Gapapa bi udah biasa,"


"Nihlyi sering yah gitu ke kamu?"


"Ga bi mungkin Nihlyi lagi marah aja sekarang,"


"Marah kenapa?"


"Ga tau juga Lursl bi Nihlyi minta Lursl jauhin dia katanya ga enak sama Fanyu,"


"Paman sih bilang aku udah tunangan segala,"


"Ya maaf son paman mau tau aja gimana reaksi nya Nihlyi ternyata udah sejauh ini hahah,"


"Orang cuma sahabatan doang sama Fanyu iya kan bunda,"


"Iya kamu ini ada-ada aja ndre,"


"Maaf Ru habisnya Nihlyi sih udah tau suka masih aja ngeles hahah,".Sedangkan di kamar aku masih berdiri di balkon menikmati semilir angin malam yang lumayan kencang entah kenapa di hati ini seolah nama Reio udah terhapus dan terganti nama Lursl aku juga tak terlalu memikirkan tentang Reio sekarang ini apa aku udah beneran jatuh cinta sama Lursl tapi ga mungkin saat melihat kebawah ternyata Lursl sudah ingin pulang bertepatan dengan itu Lursl juga melihat kearahku cepat-cepat aku masuk dan mengunci pintu balkon namun masih saja aku mengintip di antara gorden jendela hingga mobil Lursl benar-benar pergi menjauh dari perkaranggan rumah.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys


__ADS_2