
Saat semua orang menyalahkan Nihlyi atas kejadian hari ini di sekolah aku pergi ke perpustakaan melihat ada dan tidak adanya bukti yang bisa mengembalikan nama baik Nihlyi hingga akhirnya aku melihat adanya Cctv gegas aku berlari menuju ruang Cctv.
"Pak saya mau lihat rekaman Cctv di perpustakaan pukul 08.23 pagi tadi boleh,"
"Tentang kejadian tadi pagi?"
"Iya pak itu,"
"Sebenarnya tadi sudah ada yang meminta saya masalah Cctv it-"
"Terus bapak kasih?" tanyaku putus asa
"Ya makanya jangan di potong dulu saya belum selesai ini,"
"Iya pak lanjut kan," ucapku terkekeh
"Ga saya kasih soalnya pas tadi saya mau masuk ke ruangan ini saya tak sengaja mendengar perempuan berdua itu mau maksa saya buat hapus rekaman itu kalau tidak mereka mau sakiti keluarga saya,untung saya mendengar ya akhirnya saya bohongi saja mereka saya bilang Cctv di perpustakaan rusak jadi tidak berfungsi sewaktu kejadian,"
"Terus sekarang rekaman nya dimana pak?"
"Ayo sini ikut bapak," cukup lama hingga akhirnya menemukan rekaman dari awal hingga akhir kejadian
"Ini sedikit untuk bapak anggap saja ucapan terimakasih saya untuk bapak,"
"Ga usah bapak tulus bantuin kamu karena bapak lihat kamu memang benar-benar mencintai gadis itu,"
"Anggap saja ini rezeki buat anak-anak bapak,"
"Ya sudah terimakasih banyak kalo gitu bapak terima," ucapnya berlalu menjauh
"Aku tau kamu ga akan pernah berbuat jahat kucing kecil," batin ku tak sabar rasanya segera memberi tahu kabar ini pada paman Andre gegas aku mengeluarkan ponsel ku untuk menghubungi paman Andre
"Hallo paman,"
"Iya son kenapa ada apa?"
"Ini aku udah ketemu bukti nya juga aku mau ke kantor polisi buat ngurus semuanya,"
"Syukurlah ya sudah paman jalan kesana,".Cukup lama menunggu hingga akhirnya semua masalah terselesaikan keluarga Fanyu sudah meminta maaf juga Fanyu mengakui semuanya di ikuti Lin juga Lun yang memfitnah Nihlyi.
"Son makasih banyak udah sejauh ini bantu Nihlyi,"
"Paman ini belum seberapa,"
__ADS_1
"Paman yakin kamu bisa jaga Nihlyi suatu saat,"
"Akan aku tunggu kapan itu paman,"
"Nilhyi beruntung punya kamu Lursl,"
"Lursl yang beruntung bisa jaga Nihlyi,"
"Ya sudah ayo kerumah,"
"Maaf paman Lursl masih banyak yang harus di selesaikan, Lursl juga masih harus kembali kerumah sakit melihat Fanyu bagaimana pun kami adalah sahabat,"
"Ya sudah paman duluan kamu hati-hati,".Saat paman Andre sudah tak terlihat aku kembali kerumah sakit dimana Fanyu di rawat sesampainya disana aku dikejutkan oleh penuturan dokter yang menyatakan bahwa Fanyu mengalami gangguan kejiwaan.
"Lursl paman bisa bicara?"
"Iya paman kenapa?"
"Paman mau minta tolong sama kamu buat jaga Fanyu dan tolong bantu Fanyu buat sembuh,"
"Iya paman saya janji buat tolong Fanyu supaya cepat sembuh,"
"Satu lagi,paman minta kamu buat nikah sama Fanyu,"
"Maaf paman kalau yang itu saya ga bisa karena saya sangat mencintai Nihlyi,"
"Maaf paman sekali lagi iya saya mau kalau menolong Fanyu sembuh tapi bukan dengan saya menikah dengan nya," ucap ku berbalik
"Lursl ingat jika kamu tidak mau menikahi Fanyu saya tidak akan jamin keselamatan Nihlyi!" tak ku hiraukan gegas aku berlari menuju parkiran segera ku pacu mobil ku ke rumah Nihlyi rasanya tidak sabar ingin bertemu kucing kecilku itu,cukup lama hingga akhirnya aku sampai di sana.
"Uni sovy Nihlyi ada,"
"Eh Lursl nona Nihlyi sudah pergi satu jam yang lalu,"
"Pergi?"
"Iya pergi,"
"Kemana?"
"Maaf Lursl uni tidak tau," jawab uni tanpa mau melihat kearah ku
"Uni Nihlyi kemana?"
__ADS_1
"Maaf Lursl uni bener-bener ga tau," ucapnya berlalu ke dapur tak hilang harapan aku terus mencari Nihlyi di sekeliling rumah namun nihil tak ada jejak yang ku lihat hanya sebuket bunga mawar putih yang ku yakin bunga di hari itu,Seolah hilang harapan aku kembali kerumah dengan langkah gontai,teringat kejadian di sekolah dimana Nihlyi di teriaki dengan kata yang buruk hingga akhirnya tatapan kami beradu seolah tak perduli aku menatapnya dengan tatapan jijik karena aku tidak mau banyak kata-kata buruk lainnya yang keluar dari mulut semua orang karena aku membela nya kali ini biarlah urusan ini aku saja yang akan mengurus nya tanpa melibatkan siapa pun.
POV Nihlyi
Saat papi pulang dia langsung memberi tahu semuanya aku sangat bersyukur karena masih ada orang baik yang menolong ku.
"Siapa pi yang bantu Nihlyi?"
"Lursl sayang,"
"Lursl kenapa harus dia bukan nya hari ini dia seolah jijik menatapku," batin ku
"Terus Kak Luu ada dimana pi di bawah?"
"Ga sayang Lursl sekarang jenguk Fanyu katanya dirumah sakit kamu kesana aja samperin,"
"Ya udah Nihlyi kesana tapi siap-siap dulu,"
"Ya udah mami sama papi keluar ya,"
Dengan menggunakan celana jeans pendek berwarna biru muda juga kaos ketat berwarna putih aku meminta pak Sizi mengantarkan kerumah sakit saat sampai disana aku tak sengaja mendegar seluruh yang di ucapkan dokter juga permintaan ayahnya Fanyu.
"Aku harus pergi aku ga mau bikin mbak Fanyu tambah sakit hati,tapi gimana sama hati aku sendiri," batinku berlalu di perjalanan pulang aku sudah memutuskan untuk pergi ke Jepang melanjutkan sekolah ku disana tanpa harus memberi tau siapa-siapa,semoga Lursl bahagia,aku cinta sama Lursl tapi aku juga harus sadar karena selama ini aku gapernah anggap Lursl ada.
"Kamu yakin nak?"
"Iya mi Nihlyi yakin,"
"Ya udah ayo udah siap semua kan,"
"Iya mi ayo,".Cukup lama hingga akhirnya aku sudah di sini di apartemen Kak Adief aku bahagia disini dan aku yakin aku bisa.
"Hallo,"
"Nona tadi Lursl datang kerumah mencari nona," ucap uni Sovy di sebrang sana
"Terus uni kasih tau?"
"Ga uni ga kasih tau,"
"Makasih ya uni maaf Nihlyi selalu bikin repot uni,"
"Ga sayang uni ga repot malah uni seneng bisa bantu Nihlyi,ya udah uni mau lanjutin kerja lagi" jawabnya tertawa pelan
__ADS_1
"Ah iya uni,"
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys