Nihlyi Si Gadis Mungil

Nihlyi Si Gadis Mungil
Kenapa sesakit ini?


__ADS_3

Hari ini aku pergi seorang diri ke makam Reio yang jelas aku kabur dari rumah karena jika aku meminta izin pastinya papi juga mami tak akan mengizinkan apalagi kedua Kakak ku itu.Disini aku berdiri di depan makan cinta pertamaku dan mungkin juga jadi yang terakhir.


"Hai Kak aku ke sini lagi maaf ya Kak baru sekarang aku nyamperin Kakak,"


"Kakak tau ga aku ke sini sendiri aku udah berani kan sekarang aku juga udah kuat ga suka nangis-nangis lagi,"


"Kakak di sana pasti udah bahagia ya lihat kucing kecil Kakak ini udah sehat,"


"Kakak juga harus tau Yi udah mulai sekolah lagi Kak jadi ga usah Home Schooling terus-terusan kayak dulu,"


"Aku udah sehat terus udah kuat sekarang katanya dulu kalo aku udah sehat Kakak mau ngajak aku jalan-jalan ayo Kak kita jalan Yi janji ga akan minta yang aneh-aneh cukup Kakak Yoo nganter aku ke taman aja aku udah bahagia Kak ayo Kak sekarang bangun biar kita cepet pergi ke taman ntar kalo udah siang tambah panas Kak,Kakak ga mau kan kulit aku jadi item,"


"Hiks hiks Kak Nihlyi ngucapin makasih banyak ke Kakak tapi kenapa harus dengan cara ini Kakak pergi tapi gapapa Kak Nihlyi udah kuat sekarang kan ada jantungnya Kakak Yoo ditubuhnya Nihlyi,"


"Ya udah aku pamit ya Kak aku harus pulang takut nanti papi cari aku," ucapku berlalu menyusuri jalanan yang lumayan sepi namun sejuk.Dan tiba-tiba ada seorang anak kecil dan juga ibunya di dorong-dorong oleh pria bertampang sangar.Gegas ku hampiri mereka.


"Maaf pak kenapa ya main dorong aja?"


"Ini siapa lagi anak kecil sok-sokan mau jadi pahlawan loh!"


"Bukan gitu pak saya cuma mau tanya kenapa bapak sampe dorong ibu dan anaknya ini,"


"Mau tau loh ha!"


"Ibu ini sama anaknya pinjam duit ke kita tapi ga di bayar-bayar jadi terpaksa deh kita dorong hahahahha,"


"Emang hutang ibu ini berapa pak?"


"10 yuan gimana kamu mau bayar hutangnya!"


"Iya pak saya akan bayar ini ambil ATM saya di dalam nya ada 15 yuan lebih tapi jangan bapak ganggu ibu sama anaknya lagi,"


"Begini dong dari tadi hahaha,"


"Ayo pergi," setelah para pria itu pergi kini tinggal lah aku dan juga ibu dan anaknya setelah ku perhatikan ibu ini juga tengah mengandung.


"Terimakasih ya nak nanti akan ibu usahakan untuk mengembalikan uang yang kamu berikan pada rentenir tadi,"


"Gapapa bu ga usah,"


"Ibu mau kemana?"


"Ibu mau cari kerja nak tapi ga tahu mau dimana mana ibu tengah mengandung dan juga anak saya masih kecil jadi ga ada yang mau nerima ibu kerja,"


"Ibu mau ikut saya?"


"Ga usah nak ibu takut merepotkan,"


"Ga kok bu Nihlyi ga repot,"


"Oh ya nama aku Nihlyi bu,"


"Nama saya Luliey nak ini anak saya Luxu,"


"Hai tampan mau ikut mbak ga?"

__ADS_1


"Mau mbak Luxu mau ikut mbak soalnya aku sama ibu ga tahu mau kemana kan kita ga punya rumah,".Oh Tuhan anak se kecil ini sudah tahu arti ada dan tidak adanya rumah.Setelah sampai dirumah semua orang terkejut lantaran aku membawa orang asing.


"Nihlyi kamu dari mana aja sayang?terus ini siapa?"


"Mi ini bibi Lulu dan juga si tampan Luxu tadi Yi lihat mereka di dorong-dorong sama orang jahat yang katanya mereka punya hutang jadi Nihlyi kasih ATM nya Yi terus mereka Yi ajak ke sini katanya lucu mereka ga punya rumah mi,"


"Boleh ya mi bibi Lulu sana Luxu tinggal di sini?"


"Iya gapapa sayang ayo mari bi,"


"Terimakasih banyak nyonya saya juga bisa bekerja untuk membayar hutang saya,"


"Ga usah di pikirkan bi yang penting bibi Lulu istirahat aja dulu ajak Luxu biar bibi Sovy yang antar kalian ke kamar," setelah bibi Lulu pergi ke kamar di antar oleh bibi Sovy aku dan juga mami langsung ke kamar ku.


"Kamu keluar ga bilang-bilang Yi?"


"Maaf mi habisnya kalo Yi izin pasti ga di kasih,"


"Mi jangan usir bi Lulu ya Yi kasihan deh mana bibi lagi hamil mi Luxu juga masih kecil,"


"Maaf juga ya mi uang Yi habis Yi kasih semua sama orang jahat tadi,"


"Iya gapapa Yi,".Malam tiba dan semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan.


"Pi Kak aku mau bicara boleh?"


"Iya sayang bicara aja,"


"Bibi Lulu sama Luxu boleh kan tinggal di sini?"


"Siapa mereka?".Lalu ku ceritakan dari awal hingga akhir sampai saat tiba di rumah ini.


"Boleh ya pi,"


"Iya sayang boleh,"


"Terimakasih tuan saya bisa bekerja apa saja untuk melunasi hutang saya,"


"Bi Luxu mana dia udah makan?"


"Sudah nak Luxu sudah makan tadi sekarang dia tengah tidur,"


"Mi aku mau ke mall besok ajak bibi Lulu sama Luxu boleh ya mau beli baju sama mainan,"


"Iya pergi aja,"


"Pi,"


"Iya nanti papi kasih uangnya udah sekarang kamu minum susunya habis itu tidur,"


"Makasih papi," ucapku mencium pipi nya.Lalu naik ke kamarku dan tidur.


Esoknya aku bibi Lulu Chen Yuzu dan juga Luxu pergi ke mall membeli baju dan juga mainan untuk Luxu dia sangat senang karena ini pertama kalinya dia pergi ke mall.


"Makan dulu yuk,"

__ADS_1


"Iya ni laper banget,"


"Bi Lulu sama luxu mau makan apa?"


"Apa aja nak,"


"Iya mbak apa aja yang penting enak,"


"Zuu samain aja ya,"


"Iya aku ke sana dulu ya,"


"Bi suami bibi kemana?"


"Suami bibi udah meninggal dua tahun yang lalu karena kecelakaan,"


"Maaf ya bi,"


"Gapapa nak,"


"Bi panggil Nihlyi bi,"


"Iya Yi,"


"Nah gitu kan enak dengernya,"


"Terus Luxu sekolah dimana?"


"Luxu ga sekolah mbak ga punya uang kata ibu,"


"Terus Luxu mau sekolah?"


"Iya mbak mau,"


"Nanti ya mbak minta sama papi,"


"Yeyyy sekolah," ucapnya girang.Setelah itu kami semua langsung makan dan pulang saat di parkiran aku melihat Lursl dan juga sahabatnya namun masih sama saat aku melihat dia seolah tak melihat ke arah ku.


"Yi itu ada Kak Lusrl tu lihat," ucapnya menunjuk ke arah Lursl yang tengah sibuk bercanda.


"Udah ayo pulang ga penting juga," ucapku berjalan namun tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang ke arah Luxu sontak aku langsung berteriak meminta Luxu menghindar.


"Luxuuuu awas," teriak ku berlari kearah Luxu namun kalah cepat dengan Lursl yang sangat cepat menghampiri Luxu aku pun bernafas lega dan segera menghampiri nya di ikuti bI Lulu Chen dan juga Yuzu.


"Ibu aku takut,"


"Iya gapapa nak gapapa," ucap bi Lulu menenangkan Luxu yang masih gemetar karena ketakutan


"Lain kali hati-hati bahaya," ucap Lursl sebelum berlalu tanpa mau melihat ke arah ku sakit kenapa se sakit ini rasanya di acuhkan.


"Terimakasih sudah menyelamatkan anak saya," tanpa menjawab Lursl berjalan dengan angkuhnya melewati kami.


"Ayo pulang,".Setelah mengantar Chen juga Yuzu kami langsung pulang kerumah dan segera saja aku mandi dan istirahat hingga mami membangunkan ku untuk ikut ke pesta ulang tahun perusahaan paman San dan juga bibi Miru.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys

__ADS_1


__ADS_2