
"Yi kemarin itu beneran kamu sama Kak Lursl?"
"Ya iya terus siapa?"
"Ya iya sih tapi ah gajadi deh,"
"Gimana sih,"
"Nihlyi boleh ngomong sebentar?" tanya Fanyu berjalan kearah ku
"Eh iya mbak boleh," jawabku beranjak mengikuti langkah Fanyu ke lorong sekolah.
"Kamu tau rasanya mencintai?"
"Maksudnya apa ya mbak?"
"Kamu tau rasanya ga pernah di anggap ada?"
"Sebenarnya apa sih ga jelas," ucap Chen menimpali ternyata dia juga ikut aku kesini
"Che kok kamu kesini juga?"
"Aku jaga kamu aku ga mau kamu kenapa-kenapa,"
"Ga aku gapapa kok,"
"Nihlyi jangan keras kepala deh,"
"Chen aku mau ngomong sama Nihlyi berdua aja aku gabakal ngapa-ngapain Nihlyi percaya sama aku,"
"Gimana mau percaya orang kalian bertiga Nihlyi sendiri,"
"Lun Lin pergi aja aku mau ngomong sama Nihlyi berdua,"
"Eh tapi,"
"Udah pergi aja,"
"Ya udah iya ayo Chen kamu juga harus pergi,"
"Yi aku tunggu kamu di depan sana kalo kamu butuh bantuan teriak aja," tunjuk Chen ke arah bangku sekolah
"Iya-iya aku pasti panggil kamu," dirasa mereka bertiga sudah pergi Fanyu mulai melanjutkan omongannya.
"Nilhyi kamu tau aku sama Lursl itu gimana?"
"Ga tau mbak," jawabku sembari tersenyum hambar sebenarnya aku tau kemana arah pembicaraan Fanyu.
"Aku cinta sama Lursl dari semenjak dulu waktu kita masih SMP,jadi aku harap kamu mau jauhin Lursl aku mohon sama kamu," ucapnya memohon
"Aku tau kalo Lursl ga akan pernah pergi atau jauh-jauh dari kamu tapi kalo kamu yang ngejauh mungkin dia ga akan pernah ngejar kamu,aku punya kangker otak umur aku mungkin ga bakal lama lagi jadi disaat hidup aku yang terakhir aku mau Lursl berada disamping aku," lanjutnya
"Selama ini Kak Lursl udah aku suruh jauh-jauh dari aku mbak terus aku juga udah ngejauh tapi ya itu ga mudah mbak,"
"Aku mohon Nihlyi tolong bantu aku,"
"Iya mbak tapi aku ga janji,"
"Kamu harus usaha Nihlyi aku mohon,"
"Ya udah aku ke kelas ya mbak kalo masalah ini mbak tenang aja," ucapku berlalu ke kelas,sedangkan Fanyu merasa bangga dengan apa yang di ucapkan nya sembari tersenyum kemenangan
"Kangker hahahha, Nihlyi Nihlyi bodoh,"
"Ayo Che,"
"Udah ngomong apa dia?"
"Ga ngomong apa-apa ya udah ayo masuk," saat berjalan ke kelas tiba-tiba ada siswa yang memanggil ku
__ADS_1
"Nihlyi,"
"Eh iya kenapa?"
"Itu Lursl pingsan,"
"Ha pingsan?"
"Iya,"
"Dimana?"
"Itu di lapangan," gegas aku berlari menghampiri lapangan saat sampai aku melihat Lursl memang benar pingsan aku yang di landa khawatir langsung berlari menghampiri.
"Kak bangun," ucapku menepuk-nepuk pelan pipinya
"Kak,"
"Tolong ini kenapa semua pada diem tolong bawa ke UKS!" teriak ku bukannya mambantu mereka semua tengah menahan tawa saat aku menoleh ke arah belakang ternyata Lursl berdiri sembari memegang sebuket mawar putih.
"Nihlyi lingLinyi aku Lursl lingZhi hari ini ingin meminta mu menjadi yang pertama dan terakhir di hidupku,"
"Mau jadi ratuku?" lanjutnya sembari tersenyum lebar kearahku dan entah kenapa aku tidak bahagia bayang-bayang Reio masih saja melintas ditambah kejadian di lorong sekolah tentang kondisi Fanyu mungkin inilah kesempatan ku untuk membuat Lursl benar-benar menjauh dariku.
Plak
"Lucu!"
"Anda kira lucu mempermainkan saya seperti ini!"
"Kucing kecilk_"
"Berhenti berbicara," selaku mengambil sebuket mawar putih yang berada di tangannya
"Anda mau saya jadi apa yang pertama juga terakhir iya hahhaha, Lursl Lursl bodoh anda kira saya mau dengan pria seperti anda ini haisss mimpi!" ucapku membuang bunga mawar putih itu ke sembarang arah hingga berhamburan
"Dan saya ingatkan sudah berapa kali saya berbicara ini dengan anda tolong jauh-jauh dari hidup saya,dan yah satu lagi jangan pernah bermimpi ingin mengantikan Reio di hidup saya!" ucapku berlalu
"Lepas kan tangan anda dari tubuh saya!"
"Ga kamu kenapa ada masalah kemarin kita baik-baik aja," tanya nya menangis sangat terasa air matanya yang panas membasahi ceruk leherku
"Lepas!" teriakku membalik badanku kearahnya dan mendorong sekuat tenaga hingga Lursl terjatuh
"Jangan pernah ganggu saya lagi saya benci anda ingat itu saya benci!" ucapku berlari kearah toilet saat di toilet aku menangis sejadi-jadinya jujur aku mau menerima Lursl tapi mengingat Fanyu yang juga membutuhkan Lursl aku ga boleh egois.Sedangkan di lapangan Lursl menangis sembari berteriak siswa-siswi yang melihat seorang Lursl seperti itu hanya terheran-heran tak sedikit diantara mereka yang membicarakan kebodohan Nihlyi.
"Lursl udah kamu liat kan sendiri Nihlyi itu ga pantes buat nerima cinta kamu,Lursl disini ada aku yang selalu cinta sama kamu,"
"Diammmmm kamu jangan pernah ucapkan kata-kata kotor itu dari mulut busuk kamu ini!
"Lursl hiks hiks aku cinta sama kamu apa kurangnya aku di banding wanita itu!"
"Pergiiiiiiii!" saat pulang sekolah aku melihat Lursl diparkiran namun ini bukan Lursl yang selalu aku kenal karena tak biasanya dia melihatku seolah tak mengenal sama sekali biasanya disaat aku marah pasti dia berusaha membuatku kembali tersenyum kearahnya
"Pak itu sampah mau di bawa kemana?" tanyaku pada petugas kebersihan yang membawa boneka jerapah juga buket bunga yang tadi sengaja ku lempar.
"Oh ini nona saya mau buang terus boneka ini mau saya berikan untuk anak saya,"
"Pak boneka ini biar saya aja yang beli ya terus juga bunganya ini uang buat bapak beli boneka untuk anak bapak,"
"Ah iya nona terimakasih kalo begitu saya permisi,"
"Iya pak sama-sama saya juga berterimakasih untuk ini," ucapku mengangkat boneka juga bunga,saat sampai dirumah bunga yang tadi sudah hancur karena diriku sendiri kembali ku tata sedemikian rupa supaya kembali enak dilihat.
"Sayang ikut yuk,"
"Mau kemana Mi?"
"Kerumah bibi Miru,ayo kamu udah janji loh,"
__ADS_1
"Ga ah mi Nihlyi capek,"
"Ya udah istirahat aja kalo capek tapi kalo mau ikut nanti nyusul aja sama pak Sizi ya,"
"Iya mi,".Disini aku tengah berdiri diatas balkon menikmati semilir angin malam yang lumayan kencang menusuk hingga ke pori-pori kulit setelah satu jam lamanya aku memutuskan untuk menyusul mami juga papi.Dengan menggunakan mini dres tali spaghetti ketat berwarna hitam diatas lutut rambut ku biarkan tergerai.
"Yi mau kemana dek?"
"Itu Kak mau nyusul mami kerumah bibi Miru,"
"Ya udah ayo Kakak anter,"
"Emang Kak Deey ga ada tugas?"
"Engga besok mau tugas lagi dek,ya udah ayo,"
"Iya Kak ayo," cukup lama diperjalanan hingga kini aku sudah berada di depan kediaman lingZhi Kak Adief sendiri langsung pulang usai mengantar ku pulang katanya mau mampir ke kontrakan mbak Sye,dengan langkah pelan aku perlahan masuk.
"Nihlyi,"
"Eh iya bunda,"
"Sini sayang duduk samping bunda,"
"Iya bunda," ucapku berjalan mengahampiri bunda ku lihat Lursl berada di samping mami sedangkan papi juga paman San duduk bersebelahan,saat aku melihat Lursl dia dengan cepat mengalihkan pandangan nya seolah enggan melihat keberadaan ku dirumah nya.
"Lusrl gimana?"
"Apanya bi?"
"Itu tuh," ucap mami sembari mengeringkan matanya kearahku dan Lursl bergantian tanpa menjawab Lursl berdiri dan langsung keatas sakit memang tapi apa yang harus aku lakukan jika bukan ini.
"Yi kamu kenapa sama Lursl nak?"
"Gapapa bunda kita gapapa,"
"Bener gapapa?"
"Iya bener bunda,"
"Malam paman bibi,eh ada Nihlyi juga,"
"Fanyu ngapain kamu kesini?" tanya bibi Miru sinis
"Eh bibi itu ak_"
"Bunda aku sama Fanyu mau makan di luar," sontak aku langsung melihat ke belakang dimana Lursl sudah rapi.
"Lursl kamu ini apa-apaan,ini ada Nihlyi masa kamu tinggalin,"
"Udah bun biarin aja Lursl pergi sama Fanyu,"
"Kamu juga satu yah kenapa juga suruh-suruh Lursl pergi sama dia,"
"Ya udah semuanya Lursl pamit,"
"Kalo kamu emang beneran mau keluar ajak Nihlyi kalo ga ya udah ga usah keluar sekalian,"
"Ga usah bunda Nihlyi mau pulang aja,"
"Ya udah Lursl sekalian anter Nihlyi pulang kalo gitu,".saat di perjalanan pulang aku hanya diam membatu hanya suara Lursl juga Fanyu yang sesekali tertawa seolah memperlihatkan keakraban mereka di depan ku,tak ku hiraukan aku lebih memilih memandang keluar jendela mobil menikmati suasana malam hingga mata ku tertuju pada pasar malam.
"Maaf tolong berhenti di sini aja,"
"Emang kamu mau kemana Nihlyi?"
"Itu mau ke sana mbak," tunjuk ku kearah pasar malam yang begitu ramai pengunjung
"Tolong berhenti," ucapku
__ADS_1
"Makasih saya duluan," ucapku membungkukkan badanku sebelum berlalu.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys