Nihlyi Si Gadis Mungil

Nihlyi Si Gadis Mungil
Semakin di buat sakit


__ADS_3

"Sayang ayo siap-siap,"


"Mau kemana mi Yi capek pengen tidur,"


"Ayo papi udah nunggu di bawah nak kita pergi ke pestanya bibi Miru ga enak loh nolak,"


"Emang di rumah bunda kenapa ada pesta mi?"


"Ulang tahun perusahaan Yi dan katanya juga sih acara pertunangan Lursl juga Fanyu anak dari Tn.Firu juga Ny.Firaah,"


Deg


Seolah tak bisa bernafas dadaku tiba-tiba sesak kenapa ini lebih sakit dari pada di acuhkan entah ada apa dengan perasaan ku ini.Dengan menggunakan Mini dres selutut berwarna hitam ketat lengan panjang Rambut di ikat rendah anting Rubi panjang sedikit polesan make up dan juga Hils yang tidak terlalu tinggi.Saat sampai di pesta kami di sambut hangat oleh semua tamu juga bunda dan ayah.


"Sayang akhirnya kamu sampai juga,"


"Iya bunda,ayah mana?"


"Cantik kapan datang?"


"Ayah apa kabar?"


"Sehat cantik kamu sendiri gimana?"


"Sehat juga yah,"


"Bibi paman kapan datang?"


"Baru saja son selamat ya atas pertunangannya," ucap papi menjabat tangan Lursl


"Kakak Adief sama Aldof ga ikut?"


"Iya nanti mereka nyusul," ucap papi.Lusrl berlalu tanpa melirik ke arahku sakit rasanya diacuhkan saat perasaan kita semakin menjadi.Saat acara hampir di mulai Kak Adief dan Kak Aldof baru sampai bersama mbak Sye dan juga mbak Sii mereka tampak serasi.Saat semua sibuk berbincang di depan semua tamu tampak sibuk bergerumun melihat kedatangan Fanyu dan kedua orang tua nya semua tamu memuji kecantikan gadis itu seolah tak habis-habisnya kata.Aku lebih memilih menepi dengan pergi ke taman samping gedung dimana pesta di langsungkan.Ingin menangis namun apa yang perlu ku tangisi aku tak berhak melakukannya Lursl bukan kekasihku atau pun siapa-siapa ku hingga harus ku tangisi karena selama ini dia hanya mengganggap ku hanya adik nya saja begitupun sebaliknya.


"Kenapa dadaku ini?"ucapku memukul dada ku yang sesak pelan


"Aku harus masuk nanti papi juga mami cari aku," ucapku masuk kembali ke pesta yang tampak semua tamu sudah menyantap hidangan yang tersaji entah sudah berapa lama aku di taman.Tiba-tiba saja aku menambrak tubuh seseorang hingga aku hampir terjatuh saat aku mendongak ternyata yang ku tabrak adalah Fanyu yang berdiri di samping Lursl dengan senyuman seolah tak pernah lepas di bibirnya.


"Maaf mohon maaf kan saya," ucapku membungkukkan badanku


"Saya gapapa kok ga usah minta maaf," ucapnya lembut sambil mengulurkan tangannya kearahku


"Fanyu aliryah,"


"Nihlyi lingLinyi," jawabku membalas jabatan tangan nya


"Cantik sama seperti yang sering saya dengar," ucapnya tersenyum penuh arti yang entah apa artinya itu


"Terimakasih,sekali lagi saya minta maaf ya permisi," ucapku membungkukkan badan ku sebelum berlalu Lursl dan juga teman-temannya saling melirik seolah bertanya kenapa aku sampai melakukannya.Di kejauhan aku melihat Lursl yang tampak bahagia bersama Fanyu senyum di bibirnya tak pernah pudar seolah tak tahan aku mengalihkan pandanganku ke sembarang arah dan menghapus air mata yang tanpa di minta keluar dengan sendirinya.


"Yi kenapa?kamu nangis nak?"


"Eh bunda ga kok Yi ga nangis ini cuma kelilipan aja,"


"Kamu ga bisa bohong sama bunda coba kenapa kamu nangis?"


"Engga bunda Yi ga nangis Yi cuma mau ke toilet permisi bunda," ucapku berlalu ke toilet disana aku menangis hingga membuat kedua belah mata ku memerah dan sedikit membengkak cukup lama hingga akhirnya aku keluar dan ingin segera pulang ke rumah jujur aku tak tahan di sini.Saat akan keluar toilet aku menabrak Lursl yang hendak masuk ke toilet tak ku hiraukan aku berjalan sambil kembali menyeka air mataku namun Lursl kembali menarik tanganku masuk ke toilet.


"Kamu nangis kenapa?"

__ADS_1


"Ga aku gapapa," ucap ku tanpa mau melihatnya


"Lihat aku kenapa kamu nangis," ucapnya memengang kedua pipi ku aku tak menanggapinya dan langsung berjalan keluar namun lagi-lagi lenganku kembali di tariknya menuju toilet.


"Jawab aku kenapa kamu nangis?"


"Nangis siapa yang nangis hahah," ucapku tertawa pelan namun mata ku tak bisa berbohong terus saja mengeluarkan air mata.


"Nihlyi aku tanya sekali lagi kenapa kamu nangis!".Terkejut ya aku sangat terkejut ini pertama kalinya Lusrl berteriak ke arahku ku lepas tangannya kasar dan langsung keluar.Tanpa memberitahu siapa-siapa aku pulang menggunakan taxi saat tiba dirumah aku langsung masuk ke kamar setelah membersihkan diri aku menenggelamkan seluruh tubuhku sambil menangis terisak-isak hingga tertidur.Hari ini aku sudah kembali lagi kesekolah


"Sayang kamu semalam pulang duluan kok ga bilang mami?"


"Yi sakit perut mi jadi langsung pulang deh,"


"Terus kenapa mata kamu sembab gitu?kamu nangis lagi?"


"Ga mi ini cuman matanya aja yang bengkak Yi ga nangis kok,"


"Yi berangkat sekarang ya mi pi Kak,"


"Ga berangkat bareng Kakak aja?"


"Ga Kak Yi sama pak Sizi aja,"


"Ya udah hati-hati ya cantik semangat belajarnya,"


"Iya semuanya Yi berangkat ya,". Setelah sampai di sekolah aku langsung masuk kelas dan ku lihat Chen juga Yuzu sudah duduk di bangku mereka masing-masing.


"Nihlyi Chen tolong ambil buku di perpustakaan sekarang,"


"Iya pak ayo Yi,"


"Nihlyi Chen,"


"Iya pak," cukup banyak buku yang kami ambil dan lumayan berat karena pelajaran sejarah.


"Yi lihat tuh itu," tunjuk Chen menunjuk ke arah Lursl yang lagi main basket bertepatan aku melihat Lursl juga melihat ke arah ku dan beberapa detik terjadi kontak mata namun dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke sembarang arah.


"Udalah Che ayo,"


"Iya deh,"


"Tumben kamu sama Kak Luu jarang bareng sekarang?"


"Dia udah tunangan jadi ga enak lah deket-deket kayak dulu,"


"Ha tunangan?"


"Iya baru aja semalem,"


"Hm sayang banget ya,"


"Sayang kenapa Che?"


"Kan harusnya Kak Lursl itu sama kamu,".Saat jam pelajaran selesai aku Chen dan juga Yuzu pergi ke kantin sejak kejadian kemarin tidak ada yang berani ngebully Yuzu ataupun Chen setahuku Rinrin juga sudah pindah sekolah.Saat di kantin aku melihat Lursl juga teman-temannya duduk di kantin dari cerita yang aku tahu dari Yuzu juga Chen ternyata Lusrl adalah ketua dari Alastorsh yang lebih di kenal dengan sebutan Al berisikan 131 anggota mulai dari kelas X sampai XII jadi tak heran banyak yang tidak berani mengganggu mereka.


"Udah pesen sana,"


"Cantik mau apa?"

__ADS_1


"Apa aja yang penting bisa di makan," ucapku mencari tempat duduk namun tak ada yang kosong hanya tinggal satu meja itu pun di dekat Al.


"Yi duduk dimana ga ada yang kosong?"


"Ga tahu mungkin kita tunggu yang lain pada udahan,"


"Lama dong,"


"Ini pesenan nya ayo sekarang duduk dimana nih kita,"


"Itu aja tuh lihat," ucap Chen menunjuk bangku kosong di dekat Lursl karena tak ada pilihan lain aku berjalan mengikuti Chen dan juga Yuzu.


"Permisi ya Kak kita mau numpang duduk di sini soal nya ga ada lagi yang kosong,"


"Iya duduk aja," sahut Ruii dingin.Setelah mendapat izin kami langsung duduk dan mulai makan namun aku merasa risih karena sedari tadi tatapan semua anggota Al tertuju pada ku entah aku yang terlalu pd atau ah entahlah.


"Kalian anak kelas X?"


"Iya Kak kelas X,"


"Oh yang kemarin di bully kan?"


"Iya_"


"Chen Yuzu aku udah makan nya aku duluan ya," ucapku berdiri lalu berjalan menuju kelas.


"Che itu Nihlyi kenapa ga biasanya gitu?" tanya Yuzu berbisik


"Ga tahu,"


"Udahlah ayo susul," setelah kepergian Chen dan Yuzu Alastorsh riuh membicarakan pujaan hati ketuanya.


"Luu loh kenapa sama Nihlyi biasanya semangat banget kalo ketemu,"


"Iya tuh biasanya bucin abis hahaha,"


"Ga tahu juga Nihlyi akhir-akhir ini berubah dulu setiap kali aku diemin dia jadi cerewet tapi sekarang dia malah balik diemin aku,"


"Mungkin dia masih sedih karena kehilangan Reio,"


"Kehilangan Reio?"


"Iya Reio,"


"Emang kenapa Reio punya cewek lain?"


"Loh serius ga tau Reio udah meninggal sekitar dua bulan yang lalu kemana aja loh,"


"Ga gue gak tau,"


"Arghhhhh bodoh bodoh kamu Lursl kenapa sampai tak tau kalau Nihlyi sekarang lagi sedihhh," teriak Lusrl membuat seisi kantin mendadak diam


"Juga sekitar satu minggu setelah Reio meninggal Nihlyi jalani operasi pencakokkan jantung jangan bilang loh juga ga tau,"


Bugh brak bugh


"Bodoh bodoh kamu Lusrl bodoh bagaimana mungkin kamu tak tau Nihlyi merasa sakit seorang diri," ucap Lursl mengahancurkan semua barang yang berada di dekatnya serta memukul-mukul tembok.


"Luii bereskan semuanya," ucap Lusrl sebelum berlalu Luii yang tahu akan maksud Lusrl langsung mengganti rugi kerusakan yang di sebabkan Alastorsh memang segerombolan geng namun mereka tak pernah merugikan masyarakat mereka hanya mempunyai satu musuh yaitu Arbragost geng yang suka membuat onar mereka juga sering menyerang Alastorsh secara tiba-tiba.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys


__ADS_2