Nihlyi Si Gadis Mungil

Nihlyi Si Gadis Mungil
Nihlyi pingsan


__ADS_3

Saat sudah merasa lebih tenang Chen menceritakan semua yang terjadi di UKS hingga membuat Nihlyi semakin pusing di buatnya.


"Maaf ya Yi selama ini aku sering ikutin kamu,"


"Gapapa Che aku juga minta maaf sama kalian berdua ga pernah mau cerita,"


"Emang kamu udah move on dari Reio cantik?"


"Engga tau juga Zuu kadang masih mikirin Reio sampe nangis-nangis ga jelas juga sampe ga bisa tidur habis nginget Lursl yang selalu jaga aku tapi sekarang aku harus lupain mereka berdua aku juga mau lihat mereka bahagia," ucapku tersenyum hambar melihat ke arah mereka bergantian lalu kami bertiga berjalan menuju kelas namun di tengah-tengah lapangan aku merasa kepalaku pusing detik berikutnya aku tak merasakan apapun hingga tersadar aku sudah di UKS saat pertama kali bangun aku melihat Lursl di dekat pintu juga Chen dan Yuzu yang menjaga ku di sisi ranjang.


"Che haus,"


"Eh iya Yi," jawabnya menyodorkan segelas air kearahku langsung ku teguk hingga kandas tak tersisa


"Kamu gapapa kan sayang?" tanya Lursl yang tiba-tiba memelukku dan mulai menangis aku tak merespon untuk membalas pelukannya namun aku juga tak melepaskan pelukannya.


"Aku minta maaf ga ngerti perasaan kamu selama ini ya sayang aku minta maaf," ucapnya semakin erat memelukku dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leherku


"Lepas jangan kurang ajar!"


"Sayang maaf aku tad_"


"Pergi!" ucapku mengalihkan pandanganku


"Sayang aku ma_"


"Pergi ga!" bukan nya pergi Lursl justru kembali memeluk erat tubuhku menenggelamkan wajahnya di dadaku


"Anda ini kenapa dasar pria brengsek ga tau diri!" maki ku mendorong tubuhnya agar menjauh bukan nya menjauh Lursl semakin mendekap tubuh ku erat hingga aku malas di buatnya aku melihat Chen juga Yuzu tak di biarkan masuk oleh anggota Al yang berjaga di depan pintu UKS.


"Iya aku brengsek aku ga tau diri pria bodoh hiks hiks," ucapnya menangis terisak-isak hingga basah baju ku di buatnya jujur aku ingin memeluk nya namun mengingat aku tak lagi ingin melihatnya mengurungkan niat.


"Aku brengsek aku brengsek," ucapnya semakin terisak-isak saat melihat ke bawah aku melihat darah di lantai hingga aku semakin jelas melihat darah yang mengalir karena luka di punggung tangannya yang banyak serpihan kaca juga membengkak aku yang khawatir reflek berdiri mencari kotak obat setelah menemukan nya aku kembali duduk dimana Lursl berada aku lihat matanya memerah sembari terus terisak-isak aku luluh di buatnya hingga aku juga menangis sambil memegang tangannya dan mulai mengobati lukanya.


"Udah sayang ga usah nangis aku gapapa,"


"Gapapa kamu bilang?"


"Ini banyak serpihan kaca terus ini juga bengkak apanya yang gapapa!" teriak ku sembari terus terisak


"Sakit?" tanyaku sembari meniup lukanya pelan tak ada jawaban hingga aku mendongakkan wajah ku dan ku dapati Lursl tengah tertawa hingga aku semakin di buat geram olehnya.

__ADS_1


"Udah saya mau pergi," ucapku berlalu namun lagi-lagi Lursl memeluk tubuhku dari belakang dengan posisi duduk menenggelamkan wajahnya di pinggang ku aku melihat seluruh anggota Al tertawa karena ulahnya itu.


"Sayang sakit," rengeknya


"Saya mau ke kelas jadi tolong lepas,"


"Sayang perih ini lukanya perih,"


"Iya lepas dulu makanya,"


"No aku ga mau," tiba-tiba Fanyu masuk ke UKS menerobos anggota Al yang berjaga di depan pintu ingin pergi hanya saja Lursl tak kunjung melepas pelukannya justru semakin mempererat ku lihat Fanyu seperti menahan amarah hingga mukanya memerah bukannya merasa tak enak tunangannya melihat Lursl justru semakin merengek hingga aku malu di buatnya.


"Sayang sakit,"


"Udah lepas ga!"


"Cium baru aku lepas,"


"Dasar brengsek!"


"Iya brengsek tapi kamu sayang kan buktinya aja sampe nangis segala tadi kamu cemburu ya sayang maaf ya," karena perkataan nya itu sukses membuat wajahku memerah menahan malu.


"Udah lepas!"


"Jahat kamu Lursl!"


"Sayang pengen bobo berisik banget di sini," seolah tak mendengar teriakkan Fanyu Lursl terus saja mengecup leherku hingga aku geli dibuatnya


"Lursl!"


"Luii suruh dia keluar dan jangan biarkan dia kembali masuk,"


"Kurang ajar kamu Lursl!"


"Sayang kamu wangi aku suka,"


"Lepas anda ini kenapa?"


"Jangan pegang-pegang saya saya juga bisa keluar sendiri!" teriak Fanyu saat Luii menghampiri dan ingin menarik nya keluar.


"Lepas saya mau pergi anda jangan kurang ajar das_" ucapan terhenti saat bibir tipis Lursl menyatu dengan bibirku membuatku melotot kan mata seketika

__ADS_1


"Emphh emphh," ucapku memukul-mukul dadanya lumayan keras namun seolah tak merasakan apa-apa Lursl terus saja melanjutkan aksinya tiba-tiba Lursl mengigit bibirku cukup keras hingga membuatku membuka bibirku langsung saja Lursl mengabsen seluruh rongga mulutku


"Emphh emphh," karena kehabisan nafas aku segera mengigit bibirnya keras hingga berdarah


"Ah sayang kok di gigit sih," sungutnya memegang bibirnya yang berdarah seolah terlepas aku langsung berlari kearah pintu namun sayang seribu sayang ternyata pintunya di kunci dari luar hingga ku berbalik betapa terkejutnya aku karena Lursl sudah berada di depan ku sembari tersenyum hal itu sukses membuat ku bergetar ketakutan karena belum pernah aku melihat Lursl seperti ini.


"Mau keluar ya sayang?"


"Suruh buka pintu ini!"


"Cium dulu baru aku suruh buka,"


"Dasar brengsek mesum,"


"Suruh buka!"


"Ga mau,"


"Suruh buka ga!"


"Ga mau,"


"Cium dulu habis itu pintunya pasti ke buka,"


"Mimpi!"


"Ya udah seharian aja disini terus ga usah keluar," seolah tak ada pilihan lain ku beranikan menciumnya baru aja ciuman pertama di ambil terus ini juga yang pertama aku cium laki-laki selain papi juga Kakak apes-apes.


Cup


"Bukan di pipi tapi ini," ucapnya menunjuk bibirnya


"Mesummmm huwaaa papiiiiii tolong Nihlyi pi," aktingku semoga aja berhasil


"Iya-iya di buka ga usah nangis berisik,"


"Luii buka pintunya,"


Ceklek pintu terbuka menampakkan seluruh anggota Al yang berjaga diluar UKS aku di buat heran kenapa mereka begitu menghormati pria brengsek ini langsung saja aku berjalan menuju kelas tak kusadari Lursl juga seluruh anggota Alrasthor mengikuti langkahku sontak aku jadi pusat perhatian semua siswa-siswi bagaimana tidak seluruh anggota Alrasthor mengantar seorang wanita ke kelas ini tidak pernah terjadi sebelumnya tak ku hiraukan pandangan semua orang aku terus berjalan hingga sampai di depan kelas.


"Belajar yang rajin ya sayang," ucapnya mengecup keningku sebelum akhirnya berlalu pergi di ikuti anggotanya sontak semua yang melihat kejadian ini heboh seketika.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys


__ADS_2