
Dengan menggunakan Rok mini berwarna putih juga Kemeja panjang berwarna putih Rompi rajut berwarna peach Sepatu pansus putih Kaos kaki panjang putih dan Rambut ku biarkan tergerai bergelombang.
"Che gimana aku udah rapi belum sih?"
"Udah kok udah cantik banget iya kan Zuu,"
"Iya cantik kamu makin sempurna deh," tak lama kemudian Lursl juga anak-anak Alrasthor datang aku melihat Lursl nampak banyak luka gores di wajahnya juga perban di tangannya dengan perasaan berkecamuk aku menghampiri nya.
"Kak Lursl kenapa sakit?" ucap ku mengelus wajahnya pelan tak di hiraukan nya bahkan melihat pun enggan sembari melangkah meninggalkan ku tak menyerah aku terus mengikuti nya dari belakang semua pasang mata memperhatikan ku tak sedikit di antara mereka yang bergosip buruk tentang ku.
"Kak Lursl tunggu,"
"Kak Nihlyi capek tunggu Kak,"
"Kakak Nihlyi capek Kak pelan-pelan," ucapku berlari mengejar langkahnya yang lebar anak-anak Alrasthor yang sedari tadi mengikuti Lursl sesekali melihat ke arahku di sini di lorong ujung sekolah tempat dimana anak-anak Alrasthor berkumpul ku lihat di sini sangat nyaman sejuk dan entah sejak kapan ada ruangan di sini karena sebelumnya aku tak tau aku lihat Lursl duduk di sofa paling ujung menghadap tembok.
"Kak Nihlyi mau ngomong boleh?"
"Hm,"
"Terus ini temen Kakak suruh pergi dulu aja," mendengar ucapan ku anak-anak Al ingin beranjak pergi namun suara bariton itu menghentikan langkah mereka.
"Jangan ada yang pergi jika ada yang pergi di sini itu dia," tunjuknya kearahku sakit memang tak pernah sebelumnya Lursl menyebut ku dengan kata Dia bagaimana dengan kata-kata kasar yang selama ini aku ucapkan sedangkan mendengar satu kata ini saja sudah membuatku hati ini ngilu.
"Kakak ga pernah marah kan sama Nihlyi," rayuku duduk di pangkuan nya dan menempelkan wajahku di dada bidangnya jujur aku malu bahkan sangat malu melakukan ini namun demi Lursl aku rela.
"Kak Nihlyi minta maaf ya," ucapku mendongakkan wajahku ke arahnya yang sama sekali tak bereaksi namun mengingat Lursl sering mencium ku aku beranikan diri mencium rahangnya yang tegas.
Cup
Cup
__ADS_1
Cup
"Kak Nihlyi udah cium Kakak kan biasanya Kakak suka cium Nihlyi," bujuk ku memeluk tubuhnya erat
"Aku tau aku salah aku juga tau kalo Kakak selama ini cinta sama Nihlyi hiks hiks,"
"Nihlyi jug_"
"Pergi saya capek! ketusnya mendorong tubuhku hingga jatuh ke lantai tak ku hiraukan rasa sakit di bongkong ku aku berdiri dan kembali duduk di pangkuan nya sembari memeluk erat tubuhnya.
"Kakak capek Nihlyi pijat ya," ucapku memijatnya bahu nya cukup keras namun sekali lagi tubuh ku terhempas akibat dorongan nya sakit hingga aku mengeluarkan air mata namun aku belum juga menyerah sebelum dapat maaf dari Lursl.
"Nihlyi minta maaf Kak Luu Nihlyi janji ini yang terakhir kalinya Nihlyi ganggu Kakak," ucap ku beranjak pergi tak tahan lagi aku langsung berlari ke arah toilet dan menangis sejadi-jadinya disana menumpahkan semua rasa sesak di dada.Sementara di sisi lain anak-anak Al sedang tertawa terbahak-bahak karena akting Lursl.
"Dimana Nihlyi sekarang?"
"Sekarang aja di cari tadi ga mau,"
"Udah Luu cari aja Nihlyi kasihan dia pasti sakit hatinya kamu gituin mana tadi juga kamu dorong sampe jatuh dua kali lagi hahahah," gegas Lursl mencari keberadaan Nihlyi namun tak di temukan nya semua anak-anak Al mencari ke semua penjuru sekolah nihil tak ada satu pun di antara mereka yang melihat Nihlyi.sementara Nihlyi masih terus mengurung diri di toilet sembari menangis terisak-isak hingga kedua belah matanya sembab dan memerah begitupun dengan hidungnya yang terus saja mengeluarkan air ingus dirasa sudah cukup Nihlyi keluar dari toilet.
"Huhhh udahlah mungkin Kak Lursl udah ga cinta lagi sama aku," batinku sembari duduk di bangku di bawah rindangnya pohon
"Sesak oh Tuhan sesak kenapa sesakit ini?" tanyaku pada diri sendiri dan terus memukul dadaku pelan
"Aku berharap Kak Lursl dateng terus peluk aku pasti bahagia banget ah udalah ga mungkin," lirihku pelan sambil menendangi rerumputan hijau di bawah kaki ku.
"Sayang," sontak aku menoleh kebelakang dan ku dapati Lursl tengah tertawa
"Ah mungkin ini cuma bayangan aja karena terlalu menginginkan Lursl di sini," lirihku lesu
"Katanya mau dipeluk sini," ajaknya sembari merentangkan kedua tangannya aku yang masih tak percaya hanya mengucek-ucek mataku pelan dan berharap ini bukan hayalan belaka.
__ADS_1
"Sayang ayo,"
"Kakak," ucapku berhambur kepelukannya bahagia ia aku sangat bahagia hari ini
"Maaf ya sayang mana yang sakit?"
"Engga Kak Nihlyi yang salah," jawabku mendongakkan wajahku menatap matanya yang tengah menatapku detik berikutnya aku kembali menangis namun ini bukan tangis pilu melainkan tangisan bahagia.
"Udah jangan nangis lagi,"
"Nihlyi ga nangis kok lihat,"
"Terus kenapa matanya gini," ucapnya mencium lembut kedua mataku bergantian
"Ga Kak mungkin Nihlyi makin berisi deh jadi gini,"
"Orang kurus gini sayang," ucapnya meremas bongk*ngku cukup keras hingga aku meringis di buatnya
"Aaah Kak sakit," ucapku mengerucutkan bibirku
"Sakit ya sayang," ucapnya mengelus-elus lembut bongk*ngku
"Udah Kak malu," ucapku menyembunyikan wajahku di dada bidangnya bagaimana tak malu karena sedari tadi kegiatan kami tak luput dari pandangan semua orang.
"Ga usah malu sayang," ucapnya mengecup bibirku lembut aku yang mulai terlena karena perlakuannya itu langsung membalas tak kalah panasnya entah sadar atau tidaknya kami berdua sudah tak perduli ini dimana hingga ku rasakan tangan Lursl mulai bergerilya ke bagian dadaku aku yang mulai sadar menahan laju tangan nya itu.
"Sayang," ucapnya menahan tangannya di bagian depan tubuhku seolah tak mengizinkan jika aku melepasnya
"Kak ini di sekolah ingat itu,"
"Eh iya hehehe lupa," ucapnya cengengesan.Setelah semuanya membaik aku juga Lursl kembali ke kelas masing-masing dalam keadaaan hati berbunga-bunga.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys