
Semalaman Zellen di temani oleh kakaknya, ia sangat senang karena itu. Jarang-jarang ia bisa tidur bersama kakaknya dalam waktu yang lama, tadi pagi juga Jarrel tidak pindah sama sekali dan tetap tidur di samping adik perempuannya tanpa beranjak sama sekali.
Acara sarapan juga sudah di mulai, bersama dengan keluarga kerajaan yang juga mengisi tenaga untuk melakukan aktifitas selama seharian nanti.
Menjadi keluarga kerajaan bukanlah hal yang menyenangkan, harus bekerja selama seharian tanpa henti dan memikirkan banyak hal sebuah cobaan yang besar. Mau tidak mau memang harus seperti itu, bahkan keluarga kerajaan tidak luput dari bahaya juga.
Apa lagi posisi sekarang, anak-anak mereka juga dalam masalah itu bisa saja terjadi. Mereka adalah generasi penerus yang tentu saja tidak akan bisa bernafas dengan tenang, karena bahaya akan datang kapan saja.
Xander yang menjabat sebagai putra mahkota juga harus selalu mendapatkan penjagaan yang lebih dari apa pun, dia adalah raja di masa depan. Jarrel juga akan mendapatkan posisi juga akan itu, hanya saja Jarrel menolak menjadi seorang penguasa dengan alasan menjadi raja itu merepotkan.
Dia akan memilih mengumpulkan kekuatannya untuk beberapa waktu, dia hanya mau kebebasan atas keputusannya. Melindungi kerajaan adalah tanggung jawabnya, ia tidak mengelak akan semua itu. Tapi menjadi raja bukanlah sebuah kewajibannya, ada Xander yang akan menduduki tahta itu. Jika ada kakaknya kenapa harus dirinya?
Sedangkan Zellen, dia belum tahu apa yang akan dia lakukan ke depannya. Dia masih terlalu kecil untuk tahu semuanya.
"Zellen tetap di dalam kamar, jangan keluar dulu untuk sementara. Tetap dalam pengawasan kedua kakak mu, Xander dan Jarrel. Penuhi tanggung jawab mu untuk menjaga adikmu, jangan ceroboh."
"Baiklah ayah." Pria itu beranjak dari tempat duduknya dan entah akan pergi ke mana nantinya. Mungkin karena memang adik mereka masih terlalu kecil, dia tidak paham dengan keadaan.
Gadis kecil itu berusaha turun dari kursinya dan akan mengejar ayahnya tapi di cegah oleh sang ibu yang terlebih dahulu menggendong putrinya itu, wanita itu tidak mau sesuatu terjadi kepada putri kecilnya jika saja dia ikut dengan ayahnya.
Jarrel hanya diam di bangkunya, memikirkan banyak hal sampai di mana ia pun beranjak dan kemudian pergi begitu saja. Dia tidak mendengarkan teriakan ibunya dan kakak pertamanya, dia benar-benar akan pergi menyusul ayahnya.
__ADS_1
Di mana ia akan memastikan jika ayahnya akan pulang dalam keadaan baik-baik saja nantinya walaupun ia tahu semua ini mengandung resiko yang besar, beberapa prajurit menghalanginya. Tapi rasanya percuma saja karena Jarrel memang tidak pernah mendengarkan perkataan siapa pun. Pemuda itu mengambil jubahnya, dia melihat ayahnya pergi bersama banyaknya prajurit yang dia bawa untuk menemani perjalanannya.
Dengan bermodal nekat, Jarrel mengikuti ayahnya pergi. Sedangkan di dalam istana, Xander awalnya dia mau mengejar Jarrel tapi ia berpikir jika saja ia pergi juga. Siapa yang akan menjaga ibu dan adiknya di istana? Jarrel memiliki kekuatan besar, yang tentu saja dia bisa melindungi kerajaannya meskipun dia harus seorang diri.
Tapi Xander yang memiliki kekuatan sama, tapi dia tidak bisa menggunakan kekuatannya sesuka hati karena memang ada pantangannya. Jarrel bisa menukar tenaga atau bahkan setengah nyawanya untuk digantikan dengan kekuatan yang 3 kali lipat lebih besar.
Tapi Xander tidak bisa melakukan semua itu, dia putra mahkota. Jika saja dirinya mati begitu saja, siapa yang akan menjadi raja? Jarrel? Dia anak yang keras kepala, ingat apa yang Jarrel mau? Dia tidak mau menjadi raja dan memilih mengembala menemukan kekuatan baru untuk melindungi kerajaannya.
"Kakak mau ke mana? Aku mau ikut-"
"Tidak, kamu harus tetap di sini bersama ibu. Kakak Xander akan tetap di sini, jangan pikirkan kakak Jarrel. Dia suka bertindak sendiri."
"Tapi dia baik..."
Walaupun memang benar apa katanya, Jarrel memang keras kepala dan juga tipikal orang yang kasar, tapi dia sangat menyayangi adiknya lebih dari apa pun. Jarrel pernah bersumpah dulu, jika saja nyawanya bisa di tukar untuk menyelamatkan adiknya maka akan dia lakukan dengan senang hati.
Tapi beberapa anggota kerajaan banyak yang tidak suka dengan Jarrel, mungkin karena sikapnya yang begitu menentang aturan kerajaan. Tapi jika bagi Xander, semua itu tidak masalah asalkan memang tidak berlebihan. Sebagai seorang kakak ia hanya bisa percaya dengan apa yang adiknya lakukan dan adiknya itu putuskan, jika itu memang terbaik.
Di sisi lain, seorang pangeran mengendarai kudanya dengan cepat. Bahkan dia juga membawa pedang andalannya yang biasa ia bawa, dia benar-benar dalam keadaan sendiri di dalam hutan.
"Aku harap ayah tidak akan melakukan apa pun." Ia hanya bisa berharap, selain itu benar-benar tidak bisa.
__ADS_1
Ia bahkan sudah melewati gerbang yang dia buat semalam tadi, tenaganya memang terkuras habis. Tapi bukan berarti dia tidak mampu melakukan apa pun setelah itu, anggap saja dia terlalu memaksakan diri.
•••
Tidak ada yang tahu akan tempat berbahaya itu, tidak ada yang menyangka juga raja akan memutuskan semua ini. Di tempat berbahaya itu tidak bisa ia bertingkah sesuka hati karena memang bukan wilayahnya. Kudanya berhenti ketika sampai di tempat tersebut, bahkan ia bisa melihat seseorang sudah berdiri di sana seperti menunggu akan kedatangannya.
Raja itu turun dari kudanya dan menyuruh agar prajurit mundur sejenak. Dia benar-benar menghampiri seseorang itu tanpa pengawalan dari anak buahnya sama sekali.
"Aku pikir kau tidak akan datang, Damian." Pria itu menoleh ke arah sang raja yang menghampiri dirinya, dan mata merah itu membuat prajurit melangkah maju. Tapi, lagi-lagi di halangi oleh Damian.
"Jangan melangkah maju."
"Aku pikir kau akan takut dengan ku, kau membawa prajurit sebanyak ini?"
"Katakan langsung apa tujuanmu mengundang ku ke tempat seperti ini." John tersenyum penuh dengan arti, entah apa yang berada di kepalanya.
Mungkin Damian mengira jika John tidak membawa siapa pun, maka semua itu adalah sebuah kesalahan besar karena tepat di belakang John ada tiga orang yang tidak lain adalah bawahan dari John. Mereka menggunakan jubah hitam yang sama, membuat para prajurit itu melangkah maju, berniat melindungi raja mereka tentu saja.
"Jangan khawatir, ini hanyalah mereka. Tidak perlu khawatir begitu."
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Maksud ku? Seharusnya kau mengerti, aku mengundangmu untuk datang ke tempat ini adalah, untuk membunuhmu."