
Antara ada harapan atau tidak, tenaga yang Jarrel keluarkan sudah melewati batas wajar. Di antara sekarang, dua berita buruk datang secara bersamaan. Tidak sadarnya Jarrel sekarang membuat para mahkluk jahat yang mengincar semakin melakukan aksi mereka sekarang.
Peperangan yang tidak pernah di ketahui, karena bagi para mahkluk itu membuang waktu jika harus menyerang masyarakat, tujuan mereka adalah mengambil kekuatan dari pangeran ke dua dan jangan lupakan mengambil tahta di sana, mengambil alih kerajaan dengan kekuatan hitam.
Tidak ada kalimat yang lain, berita buruk terus terjadi. Zellen terus di amankan karena dia masih terlalu kecil untuk melihat semua ini, hampir 2 hari lamanya Jarrel tidak sadarkan diri. Entah untuk apa dia tidur selama itu sampai tidak bangun.
Zellen berada di ruangan rahasia di Kerajaan itu bersama sang ratu di sana agar semuanya aman, beberapa maid yang banyak itu, dan juga para wanita di amankan di tempat yang aman lumayan jauh dari kastil.
Penyerangan terjadi saat tepat di malam hari, ketika matahari terbit tidak bisa karena gerbang emas yang Jarrel pasang sebelumnya membuat cahaya puluhan kali lipat memberikan cahaya dan panasnya matahari ke para mahkluk jahat itu. Entah bagaimana bisa Jarrel mengetahui semua kelemahan mahkluk itu?
Tidak penting informasi itu datang dari mana, walaupun dia tidak dalam keadaan baik-baik saja dia tetap saja membantu. Jarrel memasang banyak titik pusat di mana gerbang itu berada, tidak ada yang tahu di mana titik utamanya.
Saat ini Zellen hanya duduk di atas kursi, menunggu Xander datang dalam keadaan baik-baik saja. Tepat di depan pintu dia menunggu, anak itu tiada henti menunggu. Seperti apa yang gadis kecil itu janjikan sebelumnya jika dia akan tetap berada di sana. Menjaga sang ibu di sana dan memastikan semuanya akan dalam keadaan baik-baik saja.
Xander juga sudah berjanji akan kembali dalam keadaan baik-baik saja tanpa luka sedikit pun, Zellen harap juga begitu. Gadis itu tidak tahu apa yang sudah terjadi di luar sana, karena sudah 2 hari yang lalu juga tiba-tiba saja dia di bawa ke ruangan rahasia itu oleh Xander.
"Ibu, apakah kakak baik-baik saja di luar? Apa yang sudah terjadi di sana?" Wanita itu tidak tahu apa yang sudah terjadi, anak pertamanya sudah mengatakan jika semua bisa dia tangani.
"Ibu tidak tahu, tapi kita harus berdoa demi keselamatan kakakmu dan juga yang lain juga. Zellen harus mendengarkan apa kata kakak, jangan-"
__ADS_1
"Jangan meninggalkan tempat ini sampai kakak perintah."
"Anak pintar, tetap ingat itu ya." Zellen mengangguk saja, dia menurut tapi di sisi lain ia ingin tahu di mana Jarrel berada.
Ayahnya dan juga kakak keduanya, tidak di bawa ke tempat yang sama. Xander bilang ada tempat lain untuk orang-orang yang terluka, maka dia akan berusaha menyembuhkan kakak dan ayah juga. Entah lah, tapi Zellen percaya dengan ucapan Xander.
...•••...
Xander tengah-tengah peperangan ini, ia berusaha mempertahankan kastil agar tetap dalam keadaan baik-baik saja. Malam ini memang malam yang sangat amat panjang untuk dirinya, harus terus melewati peperangan ini demi pertahanan kerajaan.
Ia harus bagaimana setelah itu? Tidak bisa di biarkan jika mereka semua harus terus seperti itu. Gerbang yang Jarrel pasang memang berguna saat di mana matahari muncul, di malam hari gerbang emas itu hanya bisa menahan mahkluk itu tetap berada di luar kawasan kastil. Tidak membiarkan satu pun masuk, walaupun bentuknya hanya sekedar asap saja.
Di sisi lain, seseorang berjubah berada di tempat di mana seharusnya dia tidak ketahui. Titik gerbang emas itu di temukan, tangannya mengeluarkan asap hitam dengan cipratan api panas dan membakar inti gerbang emas itu.
"Pangeran! Anda-"
"Ada apa di luar sana?" Para tabib itu tidak bisa menjawab karena memang itu adalah perintah dari Xander, menjawab pertanyaan yang Jarrel tanyakan adalah sebuah bencana.
Tapi mata biru itu jelas mereka lihat dengan jelas, tatapan mata itu mereka tidak pernah melihat yang seperti itu. Mata itu sempat mereka lihat ketika lahir anak ketiga dari sang ratu, tebak siapa?
__ADS_1
Jarrel beranjak dari sana seolah tidak ada yang terjadi kepadanya, luka bakarnya memang masih ada tapi itu hanya bekas luka yang hampir memudar. Selama 2 hari dia hanya menutup mata bukan berarti dia harus mati, dia hanya tengah mengumpulkan kekuatannya saja. Setelah semuanya cukup ia pikir semua akan baik-baik saja. Tapi kenyataan yang tidak sama sekali, tidak ada yang baik-baik saja di sini.
Tiba-tiba saja ia merasakan jika satu titik gerbang ia rasakan sudah di hancurkan, gerbang emas itu adalah separuh dari kekuatannya yang dia bentuk menjadi perisai atau segel di kastil, dia buat untuk melindungi kastil dari mahkluk jahat yang memiliki kekuatan yang gelap atau musuhnya.
Dan kekuatan itu bisa ia rasakan, membangunkan dirinya dalam tidur membuatnya harus benar-benar terbangun. Jarrel berjalan ke arah jendela, di mana ia melihat banyak mahkluk yang sudah berhasil masuk ke dalam kastil. Sampai di mana tatapannya tepat ke arah Xander yang sudah melemas.
"Tidak! Xander!" Jarrel langsung melompat dari jendela dan bukan hanya itu yang membuat tabib terkejut, ketika mereka panik melihat pangeran kedua terjun. Mereka melihat ke bawah jendela dan tidak ada siapa pun.
Tidak ada siapa pun, itu sungguhan. Keberadaan Jarrel sudah berada tepat di dekat Xander, membuat saudaranya itu terkejut akan keberadaannya yang tiba-tiba dan kekuatan besar yang ia rasakan sekarang.
"Apa yang kau lakukan di sini?!"
"Jangan terlalu percaya diri, aku kemari karena segelnya lepas." Jarrel menyerang hampir sekitar belasan vampir di sana. Kecepatan yang tidak bisa di lihat dengan mata telanjang, bahkan Xander tidak bisa melihat keberadaan saudaranya.
Yang ia lihat adalah kepala-kepala musuhnya lepas seketika, dalam keadaan membeku karena kekuatan yang Jarrel keluarkan sekarang. Hanya kilatan berwarna biru yang muncul, tepat di mana kilatan itu mulai menjauh dan mendekat ke arah musuh-musuh yang akan menerobos masuk.
Seketika mereka mati, dalam keadaan kepala mereka lepas dari badan dan membeku di sana. Cukup mudah menjelaskan mengapa Jarrel memilih membekukan ketimbang membakar mereka sampai hangus, membekukan mereka dalam jangka waktu yang lama, energi mereka bisa Jarrel serap.
Jarrel kembali ke pusat kunci, di mana titik gerbang atau segel itu berada. Baru saja dia akan mengunci segel itu lagi, tapi sebuah anak panah menyerang ke arahnya.
__ADS_1
Tusukan itu membuat pemuda itu terbatuk, mengeluarkan darah dari mulutnya. Xander berteriak kencang ketika ia melihat apa yang seharusnya tidak dia lihat. Jarrel berdiri di sana dalam keadaan tertusuk banyaknya anak panah.
"Tidak! Jarrel!!!"