Office Girl Itu Kekasihku

Office Girl Itu Kekasihku
20


__ADS_3

Bab 20


"Apa ini Geffen?" tanya mama Ana menatap wajah Geffen.


"Tante, di layar ponsel itu sudah sangat jelas terlihat bahwa saat itu Nirma sedang asik berkencan dengan pria lain, dan pria itu bukan lah Geffen." jawab Geffen memberitahukan semaunya.


Kedua orang tua Nirma itu saling menatap satu sama lain, papa Wisnu pun terlihat sangat marah hingga ia memutuskan untuk menghubungi Nirma, di saat Nirma sedang berbicara pada mama Lita, saat itulah ponselnya berdering dan ia harus menghentikan obrolan untuk mengangkat telpon dari papanya.


Setelah telpon mereka tersambung, dengan tegas papa Wisnu meminta Nirma untuk segera pulang, karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan padanya, setelah meminta Nirma pulang, papa Wisnu segera mematikan ponselnya dan membiarkan Nirma penasaran dengan permintaannya. Saat itu mama Lita menyadarkan Nirma yang sedang bingung, ia ingin tahu apa yang dikatakan oleh papa Wisnu.


"Nirma, apa kata papa Wisnu, kenapa telpon nya sangat singkat sekali?" tanya mama Lita penasaran.


"Nggak tahu Tante, papa hanya meminta Nirma pulang sekarang juga," ucap Nirma dengan tatapan bingung.


"Ya sudah kalau begitu, pulang saja dulu, mungkin ada hal penting yang harus dibahas oleh papa kamu, dan itu mengenai dirimu sendiri." jelas mama Lita pada Nirma.


Nirma akhirnya menganggukkan kepala pelan, mau tidak mau ia harus mengakhiri pembicaraan dengan mama Lita, ia keluar dari rumah tersebut dengan di antar oleh mama Lita.


Tibanya di rumah, Nirma nampak mengenali mobil yang saat ini terparkir di depan rumahnya. Ia mengamati mobil tersebut dan ia pun meyakinkan diri bahwa mobil yang ia lihat saat ini adalah mobil Geffen, dengan cepat Nirma masuk ke rumah dan apa yang ia lihat? Geffen tengah duduk bersama dengan mama papanya di ruang keluarga. Perlahan Nirma mendekati mereka dan tatapan mereka pun mengarah pada Nirma yang memasang wajah berubah.


"Kamu ngapain di sini, Mas? Bukannya tadi kamu masih sibuk di kantor?" tanya Nirma yang tidak menginginkan kehadiran Geffen.

__ADS_1


"Aku datang ke sini karena aku ada perlu, dan kalau pun aku tidak ada perlu dengan kedua orang tuamu, kalau pun tidak ada perlu, tidak mungkin aku datang ke rumah ini," ucap Geffen dengan lantang.


"Untuk apa kamu bertemu dengan kedua orang tuaku, apa yang kau bicarakan?" tanya Nirma panas dingin.


"Nirma, apa kau tidak bisa duduk dulu dan bicara pada Geffen dengan sedikit sopan, kenapa kau bersikap seolah kedatangan Geffen adalah pengganggu," omel papa Wisnu yang menatap kesal.


"Benar kata papa kamu Nirma, coba lah untuk duduk sebentar di sini, agar kami bisa membicarakan ini segera padamu." jelas mama Ana yang saat itu juga meminta Nirma untuk duduk.


Nirma pun akhirnya mengikuti permintaan orang tuanya, meskipun dengan perasaan yang tidak karuan namun Nirma harus tetap duduk dan tenang di sana.


Setelah beberapa saat kemudian barulah papa Wisnu bicara, dengan menunjukkan bukti foto kemesraan dirinya dengan pria lain yang dibawa oleh Geffen, membuat Nirma bingung dan takut harus mengatakan apa.


"Bicara lah Nirma, dan jelaskan siapa pria yang kau cium dengan mesra ini?" tanya mama Ana yang meminta Nirma untuk segera berbicara.


"Kenapa hanya aku yang harus bicara Mas? Bukannya kau sendiri juga punya simpanan lain kan, di kantor kau berhubungan dengan office girl rendahan, dan kau juga punya kekasih yang kau bangga kan, jadi bedanya kita apa?" sergah Nirma dengan tatapan tajam, dan penuh amarah.


"Aku melakukan itu karena aku telah melihat sendiri perbuatan mu Nirma, dan karena aku tidak punya bukti, akhirnya aku melakukan cara itu, agar kamu merasakan bagaimana sakitnya di khianati, tapi ternyata kau bukan mempertimbangkan semuanya, kau malah meneruskan berpacaran dengan pria itu sampai sekarang." jelas Geffen yang tak ingin kalah dari Nirma.


Saat itu Nirma terdiam seketika, saat mendengar ucapan Geffen yang cukup jelas dan gamblang saat membicarakan tentang dirinya, kedua orang tua Nirma pun saat itu hanya bisa menggelengkan kepala dan kecewa dengan tingkah putrinya.


"Kita akan mengadakan pertemuan segera pada kedua orang tua mu Geffen, untuk membicarakan masalah ini," ucap papa Wisnu dengan tegas.

__ADS_1


"Geffen setuju kok Om, karena hal ini sepertinya memang perlu di bicarakan. Kalau begitu Geffen pamit pulang dulu." jawab Geffen yang menyetujui permintaan papa Wisnu.


Papa Wisnu dan mama Ana pun mengantarkan kepergian Geffen. Dan setelah itu mereka kembali ke ruang keluhannya untuk menginterogasi Nirma. Nirma tidak bisa berkata apa-apa saat itu, ketika kedua orang tuanya menyerang dengan kemarahan yang bertambah setelah Geffen tiada.


"Dengar Nirma, kenapa kau justru melakukan kesalahan disaat Papa dan mama sangat berharap kalau kamu bisa menjadi jalan bagi kamu untuk berbesanan dengan keluarga Danu Kusuma, kenapa kamu justru melakukan kesalahan dengan selingkuh seperti ini!" marah papa Wisnu yang saat itu tidak bisa terkendalikan lagi


"Pa, Nirma melakukan ini karena Nirma merasa kesepian. Selama ini Geffen selalu sibuk dengan pekerjaannya dan dia sama sekali tidak punya waktu untukku, sebab itu aku melakukan hal ini," ucap Nirma membela diri.


"Tapi harusnya kau bisa menahan diri dulu Nirma, sampai kau benar-benar sah menjadi suami Geffen, kalau seperti bagaimana mungkin kita bisa ada di hati mereka. Mereka akan menganggap bahwa kami adalah orang tua yang gagal mendidik anak nya." jelas papa Wisnu menatap penuh kecewa.


Nirma tidak berkutik, entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu ia pun tidak mengerti. Kepalanya terasa sangat pusing dan ia hilang arah, sampai ia akhirnya memutuskan pergi dari tempat itu dan masuk ke kamarnya.


***


Malam ini adalah malam pertemuan antara keluarga Wisnu dan Danu, di sebuah restoran. Saat itu Geffen sudah sangat siap untuk menghadiri undangan tersebut. Beberapa menit sebelum mereka pergi Geffen menghubungi Naira, ia ingin membagikan semua ceritanya pada Naira, dan di balik telpon itu Naira menjadi pendengar yang sangat setia. Ia mendukung dan memberikan semangat pada Geffen yang telah berhasil membuat Nirma terdiam.


"Selamat atas rasa sakit yang akan segera terobati ya Pak, aku sangat senang mendengar keberhasilan mu," ucap Naira di balik telpon itu.


"Terima kasih banyak Naira, tapi malam ini adalah malam final nya, aku akan meminta orang tuaku untuk benar-benar membatalkan perjodohan ini, mana mungkin aku dengan wanita yang doyan selingkuh," seru Geffen yang merasa geli ketika mendengar kata perselingkuhan.


"Doaku tentunya yang terbaik untukmu Pak, semoga saja malam ini kau mendapatkan kabar yang sangat menyenangkan. Aku ada untuk mendukung mu, percaya lah." jelas Naira melempar senyum, memberikan semangat pada Geffen.

__ADS_1


Geffen tersenyum, ia mengucapkan terima kasih pada Naira sebelum akhirnya ponsel itu ditutup, entah mengapa ia merasa lega karena telah berbagi cerita pada Naira, dan ia pun keluar dari kamar dengan rasa semangat yang membara.


__ADS_2