Oh My Man

Oh My Man
Cemburu


__ADS_3

Waktu berlalu dengan sangat cepat , hari demi hari , pagi menuju malam sangatlag cepat . Jiandra telah menyelesaikan magangnya dengan sangat cepat , bahkan dihari terakhirnya magang bertepatan dengan hari ulang tahun MHS’Company .


Bertepatan dengan itu , Jiandra dan beberapa karyawan dipersilahkan untuk tidak bekerja alias cuti serentak dan akan bertemu malam nanti di Salah satu hotel besar tempat acara Party akan diadakan .


Selama sebulan menjalani magang , Jiandra tak luput dari perhatian Devan . Mereka sering makan siang bersama diruangan Devan , meski kadang terlewatkan karena Devan harus bertemu klien dan makan bersama dengan klien .


Ibu Rania juga semakin baik , meski terkesan cuek namun ia tak pernah bertingkah aneh . Mungkin karena ancaman Devan dan kejadian yang menimpa Jia karena ulahnya membuat Rania tak ingin lagi bermain-main dengan Jiandra .


Sinta juga semakin dekat dengan Jia , ia mengajarkan Jia banyak hal mengenai Marketing . Namun ada keanehan dengan Agus , Agus semakin sering memberikan Jiandra perhatian secara intens dan itu membuat Jia risih . Jia sengaja tak memberi tau Devan karena Jia tau Devan pasti akan cemburu .


Jia merebahkan badannya dikasur miliknya dikamar .


“Akhirnya selesai juga magang , seharian rebahan gini enak ya . Makan , tidur , main hp “ gumam Jia cengengesan .


Ia baru saja sarapan bersama dengan Papa Kendra dan Mama Sita , lepas sarapan ia memilih untuk kembali merebahkan badannya dan memainkan ponselnya .


“Enaknya konsep skripsi gue apa ya ? “ gumam Jia yang mulai berpikir menentukan tema skripsi yang akan ia tulis . Mengingat magang-nya telah usai , ditambah Jia berhasil mengambil program percepatan semester . Ia kini harus menyusun skripsi .


Jia mendesah lelah , memikirkan tema skripsi membuatnya pening


“Kisah Cinta dengan CEO “ gumamnya cekikikan


“Langsung diusir gue dari ruang sidang hihihi” sambungnya


“Minta solusi sama ayang beb sajalah nanti “ gumam Jia


Jiandra segera mencari kontak telepon Devan , ia hendak menelpon Devan


“Hallo Sayang “ sapa pria diseberang sana yang tengah sibuk melihat-lihat dekorasi untuk acara besar malam nanti


“Hallo sayang , kamu dimana ? “ tanya Jia


“Aku sedang di Abraham’ Hotels mengecek kesiapan untuk malam nanti , kamu sudah makan pagi ? “


“Ohh , sudah aku sudah sarapan . Ini aku sedang rebahan , yasudah kamu semangat ya sayang . Sampai ketemu malam nanti “


“Awas gendut lho habis makan langsung rebahan , yasudah terimakasih sayang . Nanti aku jemput ya “


“Biarin aku gendut kamu yang punya , jangan lupa makan yangg “


“Hahahaha baiklahh sayangku , love youu byee “


“Love you too sayang bye bye “

__ADS_1


Jiandra mematikan sambungan teleponnya , ia tersenyum menatap layar ponselnya .


Jia berdalih melihat paper bag besar hadiah darinya untuk Devan yang belum sempat Jiandra beri pada Devan .


Jia tersenyum senang


“Dari pada gue bosen gini-gini mulu rebahan kagak jelas , mending aku susul kak Devan sambil ngasi hadiah ini “ gumam Jia dengan wajah merakahnya .


Jia segera bangkit dari kasurnya , ia segera membersihkan dirinya di toilet dan bersiap untuk menyusul Devan .


Jiandra memoles wajahnya tipis dan hanya mengenakan lipgloss pada bibirnya , ia mengenakan kaos hitam panjang dan rok bermotif . Rambutnya ia ikat biasa saja terkesan berantakan namun Jia terlihat sangat cantik


Jia segera mengenakan flatshoes dan mengambil tasnya .



“Sudahhh “ gumam Jia tersenyum didepan cermin .


Jia segera meraih kunci mobilnya dinakas samping tempat tidurnya .


Jiandra berjalan menuju garase mobil , tak lupa ia menenteng paper bag yang akan ia berikan untuk Devan .


Saat hendak menutup pintu rumah , ia melihat kang Asep yang duduk sembari membaca koran


“Disuruh pulang non , biar gak bosen katanya . Non Jia mau pergi ta? “ tanya kang Asep


Jia mengangguk


“Saya mau pergi kang , tapi bawa mobil sendiri ya “ ucap Jia sembari berjalan menuju Mobil kesayangannya .


Kang Asep menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia bingung mengingat pesan Devan agar Jia tidak diperbolehkan mengendarai mobilnya sendiri .


“Saya anter saja ya non , takut dimarahi bos besar “ ucap Kang Asep berdiri di samping mobil Jia


“Udah tenang aja kang , saya ini mau pergi cari bos besarnya kang Asep “ ucap Jia tersenyum dari dalam mobil


“Begitu ya? Yasudah sok atuh neng .. Hati-hati neng Jia “


“Siap kang , udah istirahat saja dulu .. Ini kang “ ucap Jia memberikan 3 lembar uang berwarna merah


“Pake makan siang nanti “ sambungnya


Kang Asep menerima uang itu dengan penuh rasa syukur

__ADS_1


“Terimakasih non Jia , “ ucapnya sopan


“Sipp , pergi dulu yaaa byee “ ucap Jia sembari menancapkan gas mobilnya .


“Beruntung tenan saya kerja sama orang-orang baik “ batin kang Asep


...----------------...


Dibantu Gmap akhirnya Jia sampai di Abraham’Hotels.


Jia menempuh waktu hampir 1 setengah jam perjalanan , mengingat Jia tak tau tempat , macet , dan juga ia sempat singgah di restaurant langganan Devan untuk membelikan Devan makan siang .


Jiandra memasuki parkiran mobil , ia tersenyum kala melihat mobil Devan terparkir disana ..


“Ketemuu akhirnya “ gumamnya tersenyum


Jia memakirkan mobilnya persis disamping mobil Devan , kebetulan sekali parkiran samping mobil Devan sepi .


Jia tak memberi tahu Devan jika ia sedang menyusul Devan , karena Jia ingin memberikan Devan kejutannn .


Senyum Jia mengembang dari dalam mobilnya , memikirkan bagaimana reaksi Devan nanti ketika tau Jia menyusul dirinya .


Jia melirik arloji yang melingkar ditangannya


“Pukul 11 Siang , bukankah sebentar lagi akan malam siang ? Jadi aku tunggu sajalah “ gumam Jia sembari mengganti lagu dimobilnya .


30 Menit penantian


Jia melihat Devan yang mulai keluar dari dalam gedung hotel , Jia memincingkan matanya ketika ia melihat Devan berjalan bersama wanita yang ia tak kenal .


Terlihat juga ada Rendy berjalan dibelakang Devan yang , meski terlihat Devan berbincang serius dengan wanita itu , namun tak bisa dipungkiri jika Jia melihat gerak-gerik mencurigakan dari wanita itu .


Insting wanita


Terlihat wanita itu sesekali menggoda Devan dan mencari perhatian lebih kepada Devan .


Jia yang geram-pun segera turun dari dalam mobilnya , ia berjalan kearah Devan yang tengah asik mengobrol


“Sayanggg “ sapa Jia


Devan sontak terkejut ,begitupula dengan Rendy, ia juga tak kalah terkejut ketika mendengar suara Jia


“Yanggg , kamu disiniii ? “ girang Devan

__ADS_1


Jia mengangguk lalu bergelayut manja dilengan Devan


__ADS_2