Oh My Man

Oh My Man
Perdebatan kecil


__ADS_3

Rasa lega menyelimuti hati Jiandra meski harus menahan sedikit malu akibat menjadi bahan olok-olokan oleh Keluarga Mahes, namun setidaknya sekertaris baru Devan adalah Rendi seorang Pria .


Didalam mobil Devan tak berhenti menggoda Jiandra , Devan tengah mengantarkan Jia untuk kembali pulang karena waktu juga sudah semakin sore ditambah akan ada banyak rancangan yang akan ia Devan dan Rendi diskusikan .


“Bagaimana sexy kan Sekertaris baruku ? “ goda Devan


Jiandra mendengus kesal , otak jahilnya mulai berfungsi .


“Uhmm sangat sexy dan tampan , uhmm akan bagus untuk mataku mendapat pemandangan seperti kak Rendi setiap hari “ ucap Jia sembari menerawang


“Aku balas kau kak , lihat wajahmu ? Kau cemburu bukan ? “ batin Jia cekikikan


Devan membelalakan matanya , wajahnya berubah menjadi datar


“Jangan membayangkan pria lain apalagi membicarakannya didepanku ! “ ucap Devan ketus


Senyum Jia tersungging tipis


“Hahaha cemburu kannnn “ batinnya bersorak


“Apa aku boleh datang ke kantor kak sewaktu-waktu ? “ tanya Jia kembali memancing Devan


“Atau nanti saat magang aku akan magang dikantormu saja bagaimana ? “ sambung Jia dengan wajah berbinar yang ia sengaja buat


“Mau apa heh ? “ Devan masih dengan nada ketusnya


“Untuk mencari ilmu lah kak apasih ih , sekalian cuci mata juga biar gak mumet nih otak “ ucap Jia


“Cuci Mata ? “ ucap Devan melirik Jia sekilas , ia masih harus fokus mengendarai mobilnya


“Iya cuci mata , melihat kak Rendi setiap hari bukankah baik untuk kesehatan ? . Kau tau kak ? Ada peneliti yang mengatakan jika sering melihat pria tampan dapat membuat wanita semakin sehat “ ucap Jia lantang dan girang


Devan yang geram dan tersulut cemburu pun segera membanting stir mobilnya untuk kepinggir jalan , hal itu membuat Jiandra terkejut karena ia sedikit terhuyung .


“Kakkk apasihhh “ kesal Jia


Devan menarik tuas rem tangan mobilnya , melepas kopling dibawah kakinya dan menetralkan gigi mobil lalu berdalih menekan tombol mati pada mobilnya .


Devan menarik nafasnya kasar


Sedangkan Jia yang kesal pun memasang wajah cemberutnya .

__ADS_1


“Apa Maksudmu berbicara seperti itu “ ucap Devan tegas sembari menatap Jia


Jia yang mendengar ucapan Devan pun menoleh dan menatap Devan juga .


“Ya seperti itu , kenapa ? “ ketus Jia


“KAMU SADAR TIDAK APA YANG KAMU UCAPKAN “ bentak Devan membuat Jia tersentak kaget


Jia menatap Devan yang wajahnya mulai memerah akibat marah , Jia menggigit bibir bawahnya dan menahan air matanya agar tidak jatuh .


“Apa kau semarah ini hanya karena aku berkata seperti itu ? Apa kakak tak sadar jika itu adalah sebuah gurauan “ balas Jia dengan sedikit terbata-bata , ia harus menahan air matanya agar tak jatuh


“Aku tak bisa membayangkan bagaimana jika aku melakukan kesalahan besar , bisa saja kau akan lebih marah padaku atau main tangan ? Hahahaha “ ucap Jia dengan sedikit tawa yang ia buat-buat . Mencoba menahan air matanya untuk tak jatuh pun sia-sia , air matanya jatuh mengalir membasahi pipinya .


Jia hanya tak menyangka Devan akan membentaknya seperti itu hanya untuk sebuah candaan , apa Devan tak sadar jika Jia pun sama dengannya hanya menggoda .


Melihat Jia yang menangis membuat Devan tersadar .


“Sayang “ ucap Devan lembut kepada Jia yang tengah menunduk menangis


“Maafkan aku , aku tak bermaksud seperti itu “ sambunga


Devan menarik tangan Jia dengan cepat , lalu menghujani tangan Jia dengan ciuman


Jia hanya membuang wajahnya kejendela samping mobil tempatnya terduduk , membiarkan air matanya jatuh sampai habis .


“Sayang “ panggil Devan lagi


Jia segera menarik tangannya dari genggaman Devan , Jia segera menghapus air matanya .


“Aku ingin pulang , bawa aku pulang “ ucapnya datar matanya menatap lurus jalanan tanpa menoleh kearah Devan


“Aku takkan mengantarkanmu jika kamu tak mau memaafkanku “ ancam Devan


“Oke , aku akan pulang sendiri “ ucap Jia sembari memasukan handphonenya kedalam tasnya , tangan Jia hendak membuka handle pintu mobil Devan.


Devan terkejut , dengan sigap tangannya menarik tangan Jia .


Jia menoleh Devan dengan tatapan tajam yang tak pernah Devan lihat sebelumnya , Devan segera menarik tengkuknya Jia dan mendekatkan wajah Jia dan Wajahnya


Cup

__ADS_1


Devan ******* bibir Jia sedikit kasar , mata Jia membelalak terkejut . Jia mencoba melepaskan ciuman itu namun tangan kekar Devan malah semakin menekan dan menahan tengkuk Jia . Jia memukul-mukil dada Devan meminta Devan untuk berhenti menciumnya .


Devan tak menghiraukan itu , sadar jika dirinya mencium Jia dengan kasar . Devan beralih mencium Jia dengan lembut agar Jia merasa nyaman , dan benar saja pukulan Jia seketika melemah bahkan Jia mulai membalas ciuman Devan .


3 Menit saling mel*mat Devan menyudahi pagutan bibirnya , nafas Jia tersengal-sengal .Devan segera menarik Jia kepelukannya


“Maafkan aku , aku tak bermaksud seperti itu . Aku hanya sedang banyak pikiran . Maafkan aku sayang sungguh maafkan aku “ ucap Devan dengan penuh penyesalan .


Jiandra terisak dalam pelukan Devan .


“Hiksss , maafkan aku juga kak . Aku tak bermaksud seperti itu , a-aku hanya bercanda denganmu a-aku hanya ingin membalas kejahilanmu sebelumnya . T-api responmu hiksss “ Jia menangis sesegukan dalam pelukan Devan dan itu membuat Devan merasa sangat bersalah


Devan melepaskan pelukan mereka , Devan membelai wajah Jia , menghapus air mata Jia yang jatuh membasahi wajah cantik Jia .


“Aku cemburu “ ucap Devan


“Jadi aku tak bisa berpikir jernih , aku bersalah maafkan aku kau bisa pukul aku sesukamu “ sambungnya


Jiandra menatap wajah sendu Devan yang penuh penyesalan .


Jia membelai wajah Devan pelan


“Aku pun sama cemburu denganmu , mendengarmu akan memiliki sekertaris sexy membuatku memanas namun aku tak berani menentangmu “ ucap Jia sendu menatap manik mata Devan


“Harusnya aku tak membentakmu untuk hal sekecil itu , maafkan aku Jiandra , sungguh “ sesal Devan memohon maaf berkali-kali


“Aku memaafkanmu , mungkin kamu sedang banyak pikiran . Tapi aku mohon jangan ulangi lagi “ pinta Jia dengan suara lembutnya membuat hati Devan terenyuh dan tenang


“Terimakasih sayang , aku janji . Sungguh aku janji” balas Devan lalu memeluk Jia dan mencium pucuk kepala Jia .


Devan melepaskan pelukannya “ Kita pulang sekarang ? “ tanya-nya pada Jia


Jia mengangguk dan tersenyum


“Aku ingin pulang sekarang “


“Baiklah “


Devan pun segera menghidupkan kembali mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .


...----------------...

__ADS_1


...Selamat membaca !!! ...


...Jangan lupa beri likenya dong kakak-kakak yang baik 🥺🙏🏼🙏🏼...


__ADS_2