
Rasa lega menyelimuti hati Jiandra meski harus menahan sedikit malu akibat menjadi bahan olok-olokan oleh Keluarga Mahes, namun setidaknya sekertaris baru Devan adalah Rendi seorang Pria .
Didalam mobil Devan tak berhenti menggoda Jiandra , Devan tengah mengantarkan Jia untuk kembali pulang karena waktu juga sudah semakin sore ditambah akan ada banyak rancangan yang akan ia Devan dan Rendi diskusikan .
“Bagaimana sexy kan Sekertaris baruku ? “ goda Devan
Jiandra mendengus kesal , otak jahilnya mulai berfungsi .
“Uhmm sangat sexy dan tampan , uhmm akan bagus untuk mataku mendapat pemandangan seperti kak Rendi setiap hari “ ucap Jia sembari menerawang
“Aku balas kau kak , lihat wajahmu ? Kau cemburu bukan ? “ batin Jia cekikikan
Devan membelalakan matanya , wajahnya berubah menjadi datar
“Jangan membayangkan pria lain apalagi membicarakannya didepanku ! “ ucap Devan ketus
Senyum Jia tersungging tipis
“Hahaha cemburu kannnn “ batinnya bersorak
“Apa aku boleh datang ke kantor kak sewaktu-waktu ? “ tanya Jia kembali memancing Devan
“Atau nanti saat magang aku akan magang dikantormu saja bagaimana ? “ sambung Jia dengan wajah berbinar yang ia sengaja buat
“Mau apa heh ? “ Devan masih dengan nada ketusnya
“Untuk mencari ilmu lah kak apasih ih , sekalian cuci mata juga biar gak mumet nih otak “ ucap Jia
“Cuci Mata ? “ ucap Devan melirik Jia sekilas , ia masih harus fokus mengendarai mobilnya
“Iya cuci mata , melihat kak Rendi setiap hari bukankah baik untuk kesehatan ? . Kau tau kak ? Ada peneliti yang mengatakan jika sering melihat pria tampan dapat membuat wanita semakin sehat “ ucap Jia lantang dan girang
Devan yang geram dan tersulut cemburu pun segera membanting stir mobilnya untuk kepinggir jalan , hal itu membuat Jiandra terkejut karena ia sedikit terhuyung .
“Kakkk apasihhh “ kesal Jia
Devan menarik tuas rem tangan mobilnya , melepas kopling dibawah kakinya dan menetralkan gigi mobil lalu berdalih menekan tombol mati pada mobilnya .
Devan menarik nafasnya kasar
Sedangkan Jia yang kesal pun memasang wajah cemberutnya .
__ADS_1
“Apa Maksudmu berbicara seperti itu “ ucap Devan tegas sembari menatap Jia
Jia yang mendengar ucapan Devan pun menoleh dan menatap Devan juga .
“Ya seperti itu , kenapa ? “ ketus Jia
“KAMU SADAR TIDAK APA YANG KAMU UCAPKAN “ bentak Devan membuat Jia tersentak kaget
Jia menatap Devan yang wajahnya mulai memerah akibat marah , Jia menggigit bibir bawahnya dan menahan air matanya agar tidak jatuh .
“Apa kau semarah ini hanya karena aku berkata seperti itu ? Apa kakak tak sadar jika itu adalah sebuah gurauan “ balas Jia dengan sedikit terbata-bata , ia harus menahan air matanya agar tak jatuh
“Aku tak bisa membayangkan bagaimana jika aku melakukan kesalahan besar , bisa saja kau akan lebih marah padaku atau main tangan ? Hahahaha “ ucap Jia dengan sedikit tawa yang ia buat-buat . Mencoba menahan air matanya untuk tak jatuh pun sia-sia , air matanya jatuh mengalir membasahi pipinya .
Jia hanya tak menyangka Devan akan membentaknya seperti itu hanya untuk sebuah candaan , apa Devan tak sadar jika Jia pun sama dengannya hanya menggoda .
Melihat Jia yang menangis membuat Devan tersadar .
“Sayang “ ucap Devan lembut kepada Jia yang tengah menunduk menangis
“Maafkan aku , aku tak bermaksud seperti itu “ sambunga
Devan menarik tangan Jia dengan cepat , lalu menghujani tangan Jia dengan ciuman
Jia hanya membuang wajahnya kejendela samping mobil tempatnya terduduk , membiarkan air matanya jatuh sampai habis .
“Sayang “ panggil Devan lagi
Jia segera menarik tangannya dari genggaman Devan , Jia segera menghapus air matanya .
“Aku ingin pulang , bawa aku pulang “ ucapnya datar matanya menatap lurus jalanan tanpa menoleh kearah Devan
“Aku takkan mengantarkanmu jika kamu tak mau memaafkanku “ ancam Devan
“Oke , aku akan pulang sendiri “ ucap Jia sembari memasukan handphonenya kedalam tasnya , tangan Jia hendak membuka handle pintu mobil Devan.
Devan terkejut , dengan sigap tangannya menarik tangan Jia .
Jia menoleh Devan dengan tatapan tajam yang tak pernah Devan lihat sebelumnya , Devan segera menarik tengkuknya Jia dan mendekatkan wajah Jia dan Wajahnya
Cup
__ADS_1
Devan ******* bibir Jia sedikit kasar , mata Jia membelalak terkejut . Jia mencoba melepaskan ciuman itu namun tangan kekar Devan malah semakin menekan dan menahan tengkuk Jia . Jia memukul-mukil dada Devan meminta Devan untuk berhenti menciumnya .
Devan tak menghiraukan itu , sadar jika dirinya mencium Jia dengan kasar . Devan beralih mencium Jia dengan lembut agar Jia merasa nyaman , dan benar saja pukulan Jia seketika melemah bahkan Jia mulai membalas ciuman Devan .
3 Menit saling mel*mat Devan menyudahi pagutan bibirnya , nafas Jia tersengal-sengal .Devan segera menarik Jia kepelukannya
“Maafkan aku , aku tak bermaksud seperti itu . Aku hanya sedang banyak pikiran . Maafkan aku sayang sungguh maafkan aku “ ucap Devan dengan penuh penyesalan .
Jiandra terisak dalam pelukan Devan .
“Hiksss , maafkan aku juga kak . Aku tak bermaksud seperti itu , a-aku hanya bercanda denganmu a-aku hanya ingin membalas kejahilanmu sebelumnya . T-api responmu hiksss “ Jia menangis sesegukan dalam pelukan Devan dan itu membuat Devan merasa sangat bersalah
Devan melepaskan pelukan mereka , Devan membelai wajah Jia , menghapus air mata Jia yang jatuh membasahi wajah cantik Jia .
“Aku cemburu “ ucap Devan
“Jadi aku tak bisa berpikir jernih , aku bersalah maafkan aku kau bisa pukul aku sesukamu “ sambungnya
Jiandra menatap wajah sendu Devan yang penuh penyesalan .
Jia membelai wajah Devan pelan
“Aku pun sama cemburu denganmu , mendengarmu akan memiliki sekertaris sexy membuatku memanas namun aku tak berani menentangmu “ ucap Jia sendu menatap manik mata Devan
“Harusnya aku tak membentakmu untuk hal sekecil itu , maafkan aku Jiandra , sungguh “ sesal Devan memohon maaf berkali-kali
“Aku memaafkanmu , mungkin kamu sedang banyak pikiran . Tapi aku mohon jangan ulangi lagi “ pinta Jia dengan suara lembutnya membuat hati Devan terenyuh dan tenang
“Terimakasih sayang , aku janji . Sungguh aku janji” balas Devan lalu memeluk Jia dan mencium pucuk kepala Jia .
Devan melepaskan pelukannya “ Kita pulang sekarang ? “ tanya-nya pada Jia
Jia mengangguk dan tersenyum
“Aku ingin pulang sekarang “
“Baiklah “
Devan pun segera menghidupkan kembali mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .
...----------------...
__ADS_1
...Selamat membaca !!! ...
...Jangan lupa beri likenya dong kakak-kakak yang baik 🥺🙏🏼🙏🏼...