Oh My Man

Oh My Man
Persiapan Kondangan


__ADS_3

2 Hari berlalu , hari ini adalah hari dimana Jia akan melaksanakan ujian semesternya. Bertepatan dengan itu ia juga akan memenuhi undangan pernikahan Dara dan Bryan malam nanti .


Tya dan Jia baru saja menyelesaikan ujian mereka, sembari menunggu jemputan dari Devan karena mereka akan pergi untuk memilih gaun Jia dan Tya memilih untuk berbincang di Kantin kampusnya .


“Gimana ujian lu lancar ? “ tanya Jia sembari menyedot Es jeruk yang ia pesan


Tya mengangguk sembari memakan bakso pedas kesukaannya .


“Sepertinya Dara dan Bryan tidak hadir “ ucap Jia


Tya mengambil tissue dan mengelap dahinya yang bercucuran keringat akibat kepedasan dan mengibas-ibaskan tangannya .


“Gak mungkin lah mereka datang , sibuk mereka menyiapkan acara nikahan “ ucap Tya sembari menahan pedasnya bakso


Jia hanya terkekeh geli melihat Tya .


“Lu tuangin sambel berapa sendok ? “ tanya Jia


“Gak ngitung gue, pusing gue sama ujian belum lagi pusing mikirin sahabat gue hamidun mendadak “ ucapnya Ceplas-ceplos


“Husss mulutlu tuh “ ucap Jia


Tya menghiraukan Jia , ia fokus dengan baksonya membuat Jia tersenyum geli .


Dering ponsel Jia berbunyi, sepertinya yang ditunggu-tunggu sudah sampai .


“Hallo Sayang “ sapa pria diseberang sana


“Iya sayang “ ucap Jia berbinar membuat Tya menoleh


“Uwekkk “ Tya berekspresi seakan ingin muntah membuat Jia menatap Tya tajam


“Aku sudah sampai didepan kampus , kamu keluar ya .. Aku nunggu didepan “


Jia mengerutkan keningnya “Mengapa tak masuk kedalam saja “ batinnya


“Baiklah aku keluar sekarang “ ucap Jia lalu mematikan ponselnya


Ia bergegas hendak pergi


“Tya , gue duluan ya udah dijemput Kak Devan mau cari Gaun pakai nanti malam “


“Sialan lu , ya udah hati-hati gue mau lanjut makan “ ucapnya masih mengaduk-adukan kuah baksonya


“Mau ikut gak lu ? Udah ada gaun ? “ tanya Jia memastikan Tya


“Ogah gue jadi obat nyamuk kalian . Udah pergi aja lu sana , gue udah ada “ ucap Tya mengunyah baksonya


Jia terkekeh melihat ekspresi Tya yang kepedasan , namun apa boleh buat bakso pedas adalah makanan kesukaan Tya . Tya seakan lupa dunia jika sudah berperang dengan bakso pedas


“Yayyaa , gue pergi .. Hati-hati lu pulang nanti “ ucap Jia

__ADS_1


Tya hanya melambaikan tangannya , namun mata dan tangannya fokus kepada bihun pada baksonya .


Jia berlari kecil menuju tempat yang Devan katakan . Ketika sudah sampai di gerbang kampus , matanya menyapu kanan dan kiri


“Mana mobil kak Devan “ gumamnya


Pasalnya pagi tadi Devan mengantarkannya ke kampus menggunakan mobil sedannya .


Lalu Jia melihat mobil Alphard hitam , sudah jelas terlihat jika itu adalah mobil papa Mahes karena plat mobilnya “ B 4 MHS “


Melihat itu Jia segera berlari menuju mobil mewah itu , melihat dikaca mobil memastikan apakah ini benar mobil papa Mahes


Devan yang melihat Jia clingak-clinguk kebingungan di luar mobil hanya tersenyum geli . Devan segera membuka kaca mobilnya


“Cari apaa ? “ ucap Devan lembut


Jia terkejut “ Astaga yanggg “ ucap Jiaa merenggut kesal


“Hahaha , ayuk masuk “ ucap Devan


Jia segera membuka pintu mobil itu dan duduk disamping Devan


“Aku bingung nyariin ih , kenapa gak masuk aja sih ? Ini juga mobilnya beda bikin aku tambah bingung “ kesal Jia membuat Devan tertawa


“Hahaha maaf ya sayang “ ucap Devan lalu meraih tangan Jia dan menciumnya ..


“Papa mendadak datang ke kantor bersama mama untuk mengecek keadaan kantor . Tiba-tiba mereka ingin berkencan jadi Papa menukarkan mobil” ucap Devan menjelaskan .


“Kenapa ? “ tanya Devan bingung dengan ekspresi Jia yang tiba-tiba tertawa pelan


“Aku hanya membayangkan papa dan mama berkencan “ ucap Jia nyengir


Devan menyentil pelan hidung Jia


“Nakal “ ucap Devan


“Maaf juga bikin kamu jalan jauh , aku sengaja tidak memasuki area kampus . Kalau masuk pasti akan heboh , aku sedang malas untuk berbincang dengan penjilat “ ucap Devan


Jia menganggukan kepalanya , mengerti maksud dari Devan . Sebagai pemilik saham terbesar di Universitasnya , tentu saja banyak orang hendak mencari muka terhadap Devan .


“Kalau mereka tau aku berpacaran denganmu , mungkin saja aku akan memiliki banyak haters “ ucap Jia tertawa


Devan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis .


Mobil yang disopiri-sopir papa Mahes sudah berlaju sedang , menuju butik langganan Mama Devya . Sebelumnya Devan memberi tau mama Devya jika ia dan Jia hendak pergi keacara pernikahan teman Jia dan Mama Devya memberi usul untuk mengajak Jia pergi membeli gaun di tempat langganannya . Tak lupa mama Devya memberi tau sang sopir untuk mengantar Jia dan Devan ke Butik tersebut .


“Ujian tadi gimana ? “ ucap Devan disela-sela keheningan mereka


“Lancar hehe “ kekeh Jia


“Baguslah “ ucap Devan lalu mengacak-acak lembut rambut Jia .

__ADS_1


20 Menit membelah jalanan macet ibu kota , panas mentari dan polusi menjadi satu . Untung saja mereka ada didalam keademan AC mobil jadi tak merasakan panas. Mereka telah sampai di Butik langganan mama Devyan .


Kebetulan sekali pemilik butik tersebut sudah mengenal Devan , dan sebelumnya juga mama Devya sudah menghubungi sang pemilik butik jika anak dan menantunya akan datang untuk mencari gaun kondangan . Mama Devya mengatur semuanya dengan baik demi sang menantu tercinta ..


“Silahkan nak Devan dan nona Jia “ ucap sang pemilik butik


Jia terkejut sang pemilik butik mengetahui namanya .


“Devya telah menghubungiku jika anaknya dan menantunya Jia akan datang untuk mencari gaun “ kekeh sang pemilik butik melihat ekspresi Jia


“Oh , seperti itu , terimakasih bu “ ucap Jia sopan membungkukan badannya


“Sama-sama , silahkan kamu pilih dulu ya “ ucap samg pemilik butik lalu meninggalkan Jia dan Devan.


Devan memilih untuk duduk disofa yang tersedia, matanya menatap lekat jia yang kesana kemari mencari gaun yang cocok untuknya . Devan mengambil ponsel di sakunya lalu mengambil beberapa foto Jia yang kebingungan .


“Lucu banget sih “ ucap Devan terkekeh geli melihat gambar yang telah ia bidik .


Karena matanya terlalu fokus pada ponselnya ia tak tau jika Jia telah hilang dari pandangannya .


Devan menyapi seluruh ruangan namun Jia tak ditemukan .


Ia panik dan bergegas berdiri berjalan kesana kemari mencari keberadaan Jia .


“Jiaa “ panggil Devan yang kebingungan


Devan sangat panik ..


Tiba-tiba seorang wanita baru saja keluar dari ruangan untuk mencoba baju


Wanita itu mengerutkan keningnya melihat Devan yang berjalan kesana kemari .


“Kak Devan “ ucap Jia


Devan segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara . Yah , jia baru saja mencoba gaun terlihat ditangannya telah ada gaun biru yang ia pegang


“Jiaa “ Devan segera berlari kearah Jia


“Kenapa sih ka? “ tanya Jia bingung


“Aku panik , aku kira kamu menghilang “ ucap Devan dengan wajah khawatirnya membuat Jia tertawa terbahak-bahak


“Hahahhaa , kakak ada-ada saja ihh . Aku lagi coba gaunn nihh “ tunjuk Jia kepada gaunnya .


Devan sangat malu , ia hanya nyengir mendengar penjelasan Jia .


“Kamu coba gaun kok gak kasi tau aku ? Aku kan pingin lihat gimana bajunya “ Devan merajuk


“Kejutann “ ucap Jia tersenyum manis kepadanya


Devan dan Jia pun segera membayar gaun yang telah Jia pilih . Gaun itu dibayar oleh Devan , meski Jia menolak keras namun Devan dengan kerasnya juga memaksa Jia agar Jia mau dibelikan gaun . Jia akhirnya pasrah dari pada terjadi keributan adu mulut antara dirinya dan Devan di butik itu ..

__ADS_1


Devan dan Jia pun kembali hendak pulang .. Devan mengantarkan Jia sebelumnya kerumah lalu berbelok ke rumahnya untuk beristirahat sebelum pergi kondangan malam nanti …


__ADS_2