
Devan mengantarkan Jia kekamarnya …
Jia yang pertama kali masuk kedalam Devan dibuat terhipnotis , wangi maskulin Devan menyeruak di area kamarnya . Kamar yang bernuansa cream dan abu itu sangat rapi , bersih dan luas .
Devan menutup pintu kamarnya membuat Jia yang sebelumnya melihat sekeliling kamar menjadi berbalik kearah Devan .
“Kok ditutup pintunya kak ? “ tanya Jia
“Mau hidupin AC panes banget “ ucap Devan langsung mengambil remote AC dinakas samping bednya
Jia memincingkan matanya , menatap Devan curiga
“Apa sih yangg ? “ tanya Devan yang merasa ditatap mengintimidasi oleh Jia
“Jangan macam-macam ya “ ucap Jia penuh penekanan membuat Devan tertawa terbahak-bahak
“Hahahaha apasihh macem-macem apaaa “ ucap Devan berjalan maju kearah Jia membuat Jia spontan mundur ketakutan .
Dughh
Jia sudah kehabisan ruang untuk berjalan mundur , Jia bersandar pada tembok kamar Devan , sementara jarak Devan sudah sangat dekat dengan wajah Jia .
“Ka-k jangan macem-macem ih “ ucap Jia dengan nada gugup
Devan menghiraukan perkataan Jia , Devan terlalu fokus menatap lekat wajah wanita yang membuatnya tergila-gila .
Jia yang ditatap seintens itu oleh Devan menjadi salah tingkah , Jia reflek memejamkan matanya dan itu membuat Devan tersenyum geli .
CUP
Devan mencium kening Jia , mencium dengan lembut dan penuh cinta .
Devan membawa Jia kedalam pelukannya setelah satu menit lamanya mencium kening Jia diiringi doa dan rasa syukur dalam hatinya karena telah didatangkan wanita seperti Jia .
“Aku takka macam-macam padamu sampai waktunya tiba “ ucap Devan lembut membuat Jia merasa aman dan Jia mengangguk .
“DEVANNN JANGAN KAU APA-APAKAN MENANTUKU , CEPAT AJAK JIA MEMILIH BAJU “ teriak Mama Devya diluar pintu kamar Devan membuat Devan dan Jia terkejut dan spontan melepas pelukan mereka masing-masing
“I-iya mahhh “ teriak Devan gugup
Devan segera menarik tangan Jia , mengantarkan Jia ke walk in closet yang ada didalam kamarnya .
Devan membuka satu lemari besar yang baru ia lihat pasalnya tadi pagi saat ia hendak mengambil pakaian untuk pergi kekantor lemari ini belum ada .
“Aku rasa mama mempersiapkan semua dengan baik “ ucap Devan sebelum membuka lemari itu
“Tadi pagi lemari ini belum ada disini “ ucap Devan membuat Jia terkejut dan penasaran
“Benarkah ? “ tanya Jia memastikan
__ADS_1
Devan mengangguk dan segera membuka lemari baru itu .
Jia menutup bibirnya terkejut melihat isi lemari itu , sedangkan Devan hanya menggelengkan kepalanya pelan memikirkan tingkah laku sang mama .
Lemari itu penuh dengan baju wanita seukuran Jia , mulai dari Gaun, Celana , Baju Kaos , bahkan Baju Haram pun tersedia disana , semua itu tentu dari merek-merek terkenal dan baru .
“Kak ini ? “ tanya Jia kepada Devan
“Aku bahkan belum berpikir sampai kesini , mama benar-benar tak sabar ingin menjadikanmu menantunya “ kekeh Devan
“Aku benar-benar tak enak kepada mama , aku belum pantas kak, aku malu “ ucap Jia
“Mamaku akan menjadi mamamu juga mama menganggapmu seperti putrinya sendiri , terimalah pemberian mama ia pasti akan senang . Sekarang pilihlah baju untuk kita pergi jangan biarkan mama menunggu lama “ ucap Devan sembari merangkul bahu Jia .
Jia mengangguk dan segera memilih pakaian untuk dirinya , sementara Devan juga membuka lemari pakaiannua dan segera mengambil satu pakaian untuk dirinya dan bergegas Devan pergi ke toilet lebih dulu untuk berganti pakaian .
Jia segera memilih satu gaun putih dengan renda brokat , ia rasa ini akan lebih nyaman dan simple .
Saat ia merasa Devan telah keluar dari toilet , Jia segera berlari kecil ketoilet tanpa melirik Devan yabg tengah menyisir rambutnya didepan kaca besar miliknya .
Devan menyunggingkan senyumnya melihat gadisnya berjalan mengendap-endap
“Apa dia pikir aku sedang tak memakai baju ? “ gumam Devan
Devan pun memilih duduk di sofa kamarnya sembari mengecek beberapa email di ponselnya dan menunggu Jia selesai berganti pakaian .
Cklek
“Bagaimana kak ? “ tanya Jia kepada Devan tentang penampilannya
Deva tersenyum dan segera berbisik kearah Jia
“Luar biasa cantik calon istriku “ ucap Devan lembut membuat pipi Jia merona .
“Terimakasih “ ucap Jia kikuk
“Aku akan keluar lebih dulu , berduaan bersamamu dikamar seperti ini membuatku tak bisa berpikir jernih “ sambung Devan berbisik meminta izin kepada Jia membuat Jia terkejut melongo
Devan segera pergi keluar kamar meninggalkan Jia yang bersiap memoles wajahnya natural dengan buru-buru
Bisik-bisik ae bang Devan 😁
Jia yang telah selesai bersiap puj segera menyusul Devan keluar kamar . Jia sedikit kebingungang mencari keberadaan Devan .
“Siang non, ada yang bisa saya bantu “ seorang pelayan menghampiri Jia membuat Jia sedikit terkejut .
“Astaga “ ucap Jia sembari mengelus dadanya
__ADS_1
“Maaf mbak , saya kaget “ sambung Jia kikuk
“Tak apa nona , maafkan saya juga membuat non kaget “ pelayan itu menunduk takut
“Tak mengapa mbak , saya baik-baik saja … uhmm Devan dan Mama dimana ya mbak ? saya bingung mencaringa “ ucap Jia polos membuat pelayan itu mendongakkan kepalanya
“Aku pikir nona ini akan memarahiku , dia sangat baik dan lugu” batin Pelayan itu
“Nyonya , Tuan dan Den Devan sedang di ruang tengah non mereka menunggu nona disana “ ucap sang pelayan
“Benarkah ? Yaampun aku jadi tidak enak membuat menunggu lama , tolong antarkan aku kesana ya mbak , aku lupa jalannya dimana “ ucap Jia polos sembari membungkukkan badannya memohon
“Tentu nona , mari saya antarkan “ ucap sang pelayan lalu berjalan lebih dulu membiarkan Jia mengikutinya .
Jia telah sampai di ruang tengah , terlihat disana Devan , Papa Mahes dan Mama Devya yang berbincang sembara tertawa lepas ..
“Maaf mah , pah , membuat kalian menunggu terlalu lama , aku lupa jalan “ ucap Jia sembari membungkukkan badannya hormat .
Mama Devya langsung mendelik menatap Devan tajam dan itu membuat Devan bingung
Mama Devya segera berdiri lalu menghampiri Jia ,
“Tak apa nak , ini ulah anak mama yang tak peka . Devan harusnya kamu tungguin Jia dulu “ ucap Mama Devya merangkul Jia dan memarahi Devan .
Devan memutar bola matanya malas ia pasrah harus diomeli mamanya
“Iya Maafkan aku ma , maaf ya sayang “ ucapnya lesu sedangkan papa Mahes hanya terkikik pelan
“Kalau aku didalam kamar terlalu lama bersmaa Jia akan sangat berbahaya mah , bisa-bisa aku ngadon “ batinnya berteriak
“Yasudah Jia , yuk kita pergi .. “ ajak mama Devya merangkul Jia dan hendak berjalan keluar
Mama Devya seketika menghentikan langkahnya
“Pah , mama jalan dulu yaaa . Kamu devan “ pamit mama Devya dan tunjuknya kepada Devan
“Kamu bawa mobilnya ya , jangan pakai sopir kasian Mang Jarwo kecapean “ ucap Mama Devya lalu melanjutkan langkahnya merangkul Jia yang menahan tawa .
“Apa mama tak berpikir kalau aku juga lelah bekerja “ keluh Devan kepada papa Mahes
Papa Mahes tertawa jenaka mengejek nasib sang putra
“Sudah turuti saja nyonya besar itu , pergilah hahahaha “ ucap Papa Mahes
Devan tersungut kesal , ia segera bangun dari duduknya dan berjalan menyusul Mama Devya dan Jiandra
...----------------...
...Semoga sore nanti bisa up 1 eps lagi ya ...
__ADS_1
...Jangan lupa beri dukungan donggg …. ...
...Like , comment , beri hadiah seiklasnya ya biar aku tambah semangat nulis💙💙...