
Hari , dan Bulan berjalan dengan sangat cepat . Tak terasa Jia sudah akan memulai program magangnya di Kampus .
Jia sejak awak memang berniat untuk melakukan program percepatan semester , dan dengan ketekukan dan kecerdasannya ia mampu menempuh itu semua .
Sebelumnya Jia sudah meminta izin kepada pihak HRD MHS’company untuk mengikuti program Magang , pihak HRD tentu saja dengan senang hati menerima Jia terlebih status Jia adalah seorang calon Mantu tuan Mahes dan Nyonya Devya .
Hubungan Jia dan Devan juga semakin romantis setiap harinya tak terasa mereka sudah hampir satu tahun menjalin hubungan, Devan selalu mengerti kesibukan Jia begitupun sebaliknya Jia selalu mengerti kesibukan Devan . Mereka menjaga hati mereka dengan baik agar tak ada penghuni yang masuk .
Hari ini adalah hari pertama Jia untuk mengikuti program magang di Perusahaan Devan , Jia sudah mempersiapkan dirinya dari grooming maupun bawaan tasnya yang isinya perlengkapan untuk bekerja.
Jia menghubungi Devan terlebih dulu sebelum ia berangkat ke Perusahaan Devan .
“Hallo Sayang “ sapa pria diseberang sana meneri panggilan Jia
“Hallo sayang , aku akan berangkat ke kantor sekarang , aku bawa mobil ya yang “ ucap Jia sembari masuk kedalam mobilnya
Devan nampak tak bersuara
“Kamu diantar sopir saja ya “ ucap Devan
Jia mendengus kesal , terdengar dari ponsel Devan .
“Aku rindu mengendara kak , aku bawa mobil sendiri saja , kasian pak Asep juga dia terlihat tak enak badan “ Jia mencoba memberi alasan kepada Devan
Devan menghela nafasnya kasar , ia juga bingung harus bagaimana sementara ia tak bisa menjemput Jia karena tengah berada di Luar Kota .
Sebenarnya semenjak pak Abraham memberikan Jia hadiah sebuah kalung , Devan tersadar akan banyak saingan bisnis yang berbuat nekat untuk menjatuhkannya . Namun Devan bersyukur karena sampai saat ini semua masih baik-baik saja , namun ia juga harus lebih berhati-hati.
“Baiklahh , berhati-hatilah sayang jika ada apa-apa segera hubungi aku atau papa . Ingat jangan lepas kalung ya sayang . Maafkan aku tak bisa menjemputmu “
Jiandra terkekeh
“Iya sayang , kenapa sihhh ? Takut banget aku pasti baik-baik saja percaya deh . Yasudah aku jalan ya sebelum terlambat . Kamu cepat pulanggg sayang janga lupa sarapan . I love you “
“Hati-hati sayang , aku harap semua selesai dengan baik agar aku cepat pulang . I love you too “
Sambungan ponsel mereka berakhir .
Jiandra segera menghidupkan deru mobilnya, dan mulai mengendarai mobil kesayangannya .
Devan sendiri kalut dalam ketakutan dan kekhawatiran , dirinya tak berani berkata atau memberi alasan yang pasti mengapa Jia sering tak ia perbolehkan untuk berkendara . Devan takut jika Jua tau alasannya sebenarnya mengapa itu akan membuat Jia terbelenggu dalam ketakutan .
Devan menghela nafas panjangnya , ia segera menghubungi Rendi yang saat itu ikut dengannya namun Rendi sedang berada dikamar hotel sebelah Devan .
“Hallo Rendy , bantu aku untuk memajukan semua schedule hari ini . Aku ingin pulang hari ini juga ! “ ucap Devan
Rendy yang masih tertidur pun melebarkan matanya
__ADS_1
“Mengapa ? Bukannya semua akan selesai besok ? “
“Sudah laksanakan saja , aku khawatir dengan keadaan Jia . Tolong urus semua agar kegiatan hari ini dan besok selesai hari ini juga “
“Baiklah boss “ Pasrah Rendy .
Rendy pun segera mempersiapkan dirinya untuk menghubungi rekan bisnis yang akan Devan dan Rendy temui besok agar mereka bisa mengulang schedule untuk bertemu hari ini .
...----------------...
Disisi lain , Jiandra baru saja sampai di gedung tinggi menjulang milik MHS’group .
Jia memakirkan mobilnya menuju basemant , setelah mobil terparkir dengan baik Jia segera pergi menuju lift untuk membawanya ke Lobby .
Jia memilih untuk berjalan menuju Receptionist lebih dulu untuk mengatakan dan memberi tau pada mereka jika Jia akan memulai magangnya hari ini .
Karyawan yang mengenal Jia sebagai calon menantu keluarga Mahes menunduk hormat pada Jia , tentu itu membuatnya merasa tak nyaman . Jia membalas mereka dengan senyum ramahnya dan membukukan badannya sedikit untuk memberikan mereka hormat juga .
“Selamat Pagi kak “ sapa Jia yang sudah berdiri didepan meja receptionist
“Eh , Selamat Pagi Nona Jia “ ucap Receptionist itu gelagapan , ia yang tak sadar Jia tengah berdiri didepannya karena sebelumnya ia tengah terduduk sembari mengecek beberapa pekerjaannya di Komputer .
“Kak jangan panggil Nona , kamu bisa memanggilku dengan nama saja . Oh iya aku mau memberi tahu jika hari ini aku akan mulai program magang di Department Sales Marketing . Karena ini hari pertama jadi aku sedikit bingung harus kemana hehe” ucap Jia sopan dan menyengir .
Receptionist itu tersenyum manis pada Jia .
Jia tersenyum mengangguk senang ,sementara Receptionist itu menelpon kebagian Sales Marketing lewat telepon kantornya .
Receptionist menyudahi percakapannya lewat telepon
“Jia , kamu bisa langsung ke lantai 3 ya disana kamu sudah ditunggu oleh SM Managernya “ ucap Reveptionist
Jia mengangguk dan tersenyum
“Baiklah , terimakasih kak “ ucap Jia menundukan badannya hormat
“Sama-sama Jia . Semangat ya !! “
Jia menampilkan jempolnya dan tersenyum .
Jia segera pergi menuju lantai 3 menggunakan lift , saat ia telah sampai dilantai 3 ia melihat seorang wanita sexy berdiri didepan Ruangan besar dan tertulis papan kecil menempel di pintu itu
“Sales Marketing Department “
Jia segera berjalan menuju wanita itu ,
“Selamat Pagi bu “ ucap Jia menundukan badannya memberi hormat dengan sangat sopan
__ADS_1
Wanita itu menelisik wajah Jia , tatapannya sinis dan sangat tajam .
“Kamu anak magang ya ? “
Jia mengangguk
“Benar bu , saya magang perhari ini “
Wanita itu mengangguk
“Oh , Ok… Perkenalkan saya Rania , Manager Sales Marketing disini , dan dibelakang ini adalah ruangan untuk staff Marketing . Kamu bisa mulai belajar bersama mereka . “
Jia mengangguk
“Oh ya , kamu tunangan pak Devan ya ? “ tanya Rania pada Jia
Jia mengangguk pelan
“Iya bu, kebetulan sekali itu benar “
Rania berdecih sombong
“Cikhh , pakai pelet apa kamu sampai Devan mau sama anak kuliahan kayak kamu ? Belum bisa kerja dan tidak punya basic skill , kamu pasti merepotkannya terus . “ ucap Rania sombong
Jia terkejut dengan perkataan Rania , ia menahan emosinya dan mencoba untuk bersabar .
“Maaf buk , saya disini untuk belajar jadi tolong jangan ibu bahas urusan pribadi saya .. Oh iya jika ibu ingin tau saya pakai pelet apa ? Saya pakai pelet cinta bu “
Terlihat amarah Rania menatap Jia tajam dan tak suka .
“Jangan berfikir kamu bisa seenaknya karena kamu tunangan CEO ! Saya akan tegas kepadamu “
Jiandra mendengus kesal
“Iya baiklah ibu , saya mengerti sekarang saya ingin belajar jadi tolong tunjukan dimana ruangannya dan tugas saya “ ucap Jia penuh penekanan .
“Ikuti saya “ ucap Rania dengan sombongnya .
Jia mengekori Rania memasuki Ruang Sales Marketing
Jia mendengus kesal dibelakang Rania
“Sombong kali manusia ini !! , Aku tidak bisa kerja ??? Apa perlu aku perlihatkan hasilku tiap bulan di store ? Dirimu masih kerja diperusahaan orang aku kerja di perusahaanku sendiriii hehhh !!!!! “ batin Jia kesal ! Tangannya mengepal menahan emosi ..
...----------------...
...Yoooo kesalnyaaaaaa ...
__ADS_1
...Jangan lupa like ya guyss 🤗🤗🤗...