
Pagi hari menjelang salju sudah tidak turun lagi namun, sisa-sisa salju masih berbekas dihalaman mansion Devan .
Jia membuka mata dari tidurnya, ia tersenyum senang saat membuka matanya ia melihat Devan yang tertidur pulas sambil memeluknya .
Cuaca yang masih dingin membuat Jia ikut enggan untuk bangun . Menghiraukan pelayan yang mulai ketar-ketir mengerjakan pekerjaanya menyiapkan sarapan .
Jia memeluk erat Devan ,
Cup
Jia mencium kening devan lembut
“Good Morning kak “ bisiknya pelan kepada Devan .
Jia hendak segera bangun namun baru akan membuka selimut Devan sudah menarik tangan Jiandra
“Mau kemana kamu ? “
Jia terpinjat kaget saat Devan menarik ia kembali kedalam pelukannya .
“Kak kau sudah bangun ? “ tanya Jia
Devan mengangguk dan tersenyum
“Kau harusnya cium aku disini, disini dan disini lagi “ Ucap Devan sembari menunjuk pipi kiri , kanan dan bibirnya
Jia memukul pelan dada Devan , ia sangat malu
“Kak apa sih ih , udah aku mau bangun “ tolak Jia hendak bangun namun Devan segera mencekalnya
“Yah jangan gitu dong , cepet kalau tidak aku takkan membiarkanmu bangun “ ancam Devan
“Yasudah aku takkan bangun , aku akan tetap seperti ini tiduran disini “ Jia mulai merajuk dan menampilkan wajah kesalnya
“Yasudah begini saja enak , dingin-dingin tiduran sambil meluk kamu “ Devan bukannya takut Jia merajut malah menggodanya kembali .
“Isshh kakakkk “ kesal Jia membuat Devan tertawa
“Hahahhaa makanya sini cium dulu “
Cup cup cup
Jia mencium pipi kanan, kiri dan bibir Devan kilat
“Udah kan “ ucap Jia kesal
“Terimakasih sayang , good morning cintaku “ Devan mencium kening Jia membuat Jia merasa terbang karena dicintai oleh pria seperti Devan .
“Kakak kerja hari ini ? “
__ADS_1
“Enaknya gimana ya ? “ tanya Devan
“Ishh kok nanya aku ? Aku kan sudah nanya kakak “ kesal Jia
“Jia sebaiknya kamu harus terbiasa memanggilku dengan sebutan lain , aku bukan kakakmu “
“Ih kok gitu ? Terus aku panggil apa dong ? “ tanya Jia
Devan sedikit berpikir “Coba kamu panggil aku sayang “ ucap Devan sembari tersenyum menaik turunkan alisnya
“Hah sayang ? Enggak ah kak aku malu “ rona wajah Jia sudah memerah
“Mengapa harus malu aku kan kekasihmu , coba dong ini wajib demi kelangsungan hubungan kita kedepannya .”
“Begitu ya ? “ tanya Jia bingung
Devan mengangguk dan tersenyum
“Yaudah deh iya sayang aku panggil kamu sayang . Seperti itu ? “ tanya Jia
Devan segera memeluk Jia kembali “ Nurutnyaaa , kalau gini aku gak kerja deh mau ajak kamu jalan-jalan gimana ? “
Mata Jia berbinar “ Benarkah sayang ?? Terimakasih “ Jia kegirangan dan segera mencium pipi Devan
Devan mencubit pipi Jia “ Kalau ada maunya bisa-bisa nyosor “ goda Devan membuat Jia nyengir .
Mereka berdua asik tiduran sambil berpelukan diatas sofa enggan rasanya untuk bangun . Pagi yang hangat untuk mereka berdua .
Jia juga segera bangun dan melipat selimut yang mereka kenakan sebelumnya .
“APAAA ? “ teriak Devan saat mengangkat panggilan dari ponselnya membuat jia terkejut
“Astaga “ kejut Jia sembari mengelus dadanya
“Baiklah aku akan segera pulang “ ucap Devan membuat Jia yang mendengar itu kebingungang
Devan mengakhiri panggilan pada ponselnya dan segera berjalan menuju Jia yang mematung .
“Sayang , maafkan aku kita akan lanjutkan jalan-jalannya diindonesia nanti kamu tak apa kan ? “
“Ada apa sayang ? “ tanya Jia sedikit berhati-hati dan juga sedikit ragu dengan panggilan barunya untuk sang kekasih
“Perusahaan di Indonesia sedang ada sedikit masalah , jadi kita harus pulang hari ini . Maafkan aku , maafkan aku “ ucap Devan sembari memegang erat tangan Jia memohon
Jia tersenyum manis “ Ayo kita pulang , aku tak apa-apa , kita bisa melanjutkan kencan kita saat di Indonesia . Tapi aku mohon kamu jangan sampai kelelahan apalagi emosi seperti tadi aku tak suka mendengarnya “ ucap Jia
Devan segera menarik jia kedalam dekapannya .
“Maafkan aku yah , aku hanya kaget tadi “ Devan mencium pucuk kepala Jia
__ADS_1
Jia mengelus punggung Devan pelan
“Tak apa , kamu semangat ya “ ucap Jia membuat Devan tersenyum
“Terimakasih sayang “ ucap Devan
Jia segera melepas pelukan mereka “ Ayo kita bersiap untuk pulang “
Devan menganggukan kepalanya dan tersenyum .
Merekapun bersiap untuk kepulangan yang mendadak ke Indonesia .
...----------------...
Di Bandara International Frankfrut
Ditemani oleh Rendi yang akan melepaskan kepergian bosnya
“Ren aku titip semua kepadamu “ucap Devan menepuk pundak rendi
“Terimakasih Bos dan Nona Jia . Semoga perjalanan kalian menyenangkan dan, jangan lupa kembali datang ke Germany “
“Tentu saja Rendi , terimakasih untuk semua “ Jia menundukan kepalanya kepada Rendi
Devan tersenyum senang melihat prilaku Jia yang sangat sopan dan baik .
Rendi melambaikan tanganya kepada Tuan dan Nonanya .
Didalam pesawat
Jia duduk disamping Devan , seperti biasa Devan memilih untuk menggunakan fasilitas First Class Seat untuk kenyamanan mereka karena perjalanan ini akan memakan waktu yang cukup lama
Jia terus memandang kearah jendela pesawat yang ada di seatnya, membuat Devan merasa bersalah.
Devan mengambil dan menggenggam tangan Jia erat membuat Jia menatap ke arah Devan
“Maafin aku ya belum sepenuhnya ajak kamu jalan-jalan di Germany . Tapi aku janji saat kita menikah nanti aku akan mengajakmu bulan madu disini . “ ucap Devan dengan wajah memelasnya
Wajah Jia memerah mendengar Devan akan mengajaknya bulan madu di Germany nanti .
Jia mengelus tangan Devan
“Pekerjaanmu lebih penting kali ini . Suatu saat nanti aku akan menagih hutang bulan madu yang kau janjikan “ ucap Jia tersenyum membuat Devan ikut tersenyum
“Sekarang kamu beristirahatlah yang nyaman , perjalanan kita cukup jauh aku tidak mau sampai kamu kelelahan “ ucap Devan
“Iya sayangku “
Devan segera menarik Jia kedalam pelukannya menikmati perjalanan kembali ke Indonesia . Anggap saja kali ini mereka berkencan diatas awan 🤗🤗
__ADS_1
See u Indonesia . Pasangan Baru akan segera tiba