Oh My Man

Oh My Man
Museumsufer


__ADS_3

Mobil mewah Devan yang dikendarai Rendi telah sampai di Mansion mewah keluarga Mahes .


Devan dan Jia segera berlari memasuki Mansion agar mereka tak diguyur salju .


“Bia , kamu pergilah kekamar , aku akan membersihka diri terlebih dahulu ,kalau kamu merasa masih lelah , beristirahatlah “ ucap Devan lembut


Jia mengangguk


“Baiklah kak , terimakasih “


Devan berjalan melenggang kearah kamarnya , sementara Jia telah menutup pintu kamarnya untuk berbersih diri .


Devan tak berhenti tersenyum , ia membuka Dasinya sembari bercermin . Wajah tampannya sangat sempurna ditambah senyum manisnya membuatnya sangat tampan .


“Sepertinya aku takkan pernah berhenti tersenyum kalau didekat Jia seperti ini ,”


“Terimakasih papa Ken , sudah mengizinkan Jia ikut denganku “ Devan cekikikan .


Devan segera membersihkan badannya sembari berendam air hangat di bathup agar lebih relax , Dinginya germany mebuatnya merasa sangat nyaman untuk berlama-lama berendam didalam bathup


Selesai membersihkan badannya , Devan memilih untuk pergi ke meja makan . Ia merasa sangat lapar , Devan baru ingat dirinya dan Jia melupakan makan siang mereka


“ASTAGA “ gumam Devan terkaget .


Ia bergegas mengetuk pintu Jia namun tidak ada jawaban .


Tok tok tok


“Jiaa , Jiaaa “ teriak Devan .


Yang di panggil malah datang dari belakang Devan .


“Iya kakk “ suara lembut Jia membuat bulu kuduk Devan merinding . Devan segera menghadap kebelakang , dilihatnya Jia tengah membawa Cup berisikan coklat hangat .


“Dari mana saja kamu ? “ tanya Devan


“Habis dari kitchen kak , aku laper banget , jadi untuk mengganjak perut aku buat coklat hangat saja”


“Astaga Jia kau bisa minta tolong pada pelayan untuk membuat makanan”


Jia cengengesan menampilkan barisan gigi putihnya


“Aku tak enak kak “


“Oh Jia , tugas mereka memang bekerja , yasudah sini , kamu ikut aku , kita makan sama-sama “ ajak Devan lalu menggandeng tangan Jia menuju meja makan


Jia menggeser satu kursi untuk Jia


“Duduklah “ pinta Devan


Jiandra terduduk dan tersenyum


“Terimakasih kak “


Devan tersenyum dan mengangguk , Devan pun duduk di kursi samping Jia .


Pelayan datang menyambutnya


“Selamat Sore Tuan muda dan Nona Muda “ sang pelayan menunduk


“Siapkan kami makanan apa saja , kami sangat lapar “ ucap Devan


“Baik tuan muda “


Pelayan keluarga mahes segera menyiapkan apa yang menjadi perintah sang tuan .


“Kak apa kau tak terlalu memerintah mereka “ tanya Jia kepada Devan membuat Devan bingung


“Maksudmu ? “ devan menaikkan satu alisnya , ia benar-benar dibuat bingung okeh Jia .


“Iya itu , maksudku apa kita tidak terlalu memerintah seseorang “


Devan menghela nafas panjangnya


“Jia itu pekerjaan mereka , jika tidak begitu untuk apa aku menggajinya “


Jia mengangguk-anggukan kepalanya “ Begitu ya ? “ sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal .


“Kau harus terbiasa untuk ini “ ucap Devan


“Mengapa ? “


“Begitulahh “ goda Devan

__ADS_1


“Ishh KAK Devan dari tadi ngomongnya begitula-begitulah , aku kan penasaran “ kesal Jia


Devan tertawa terbahak-bahak lalu mencubit pipi Jia gemas


“Hahaha lucu banget sih “ Devan sembari mencubit pipi Jia


“Kak, kak , kak sakittt pipikuuu “


Devan melepas cubitan dipipi Jia , Jia mengelus pipinya


“Cikh menyebalkan sekali , pipiku pasti memerah , lihat kak memerah kan ? “ kesal Jia menunjuk pipinya


“Mana sini coba kakak liat “


Jia memajukan pipinya agar Devan lebih mudah melihatnya .


CUP


Devan mencium pipi Jia , Jia membulatkan matanya .


“KAKKKK “ teriaknyaa Jia benar-benar malu ingin rasanya ia bersembunyi dilorong meja makan . Tapi itu akan lebih memalukan .


Devan tertawa terbahak-bahak melihat Jia yang kelimpungan dan wajahnya memerah .


“Itu obat supaya pipimu tidak memerah lagi “ goda Devan


“Tapi wajahku yang memerah “ Jia menutup mulutnya lalu wajahnya . Dia keceplosan .


Devan tersenyum lalu menggelengkan kepalanya “Tak apa , kau tetap Cantik “


Jiandra tersenyum lalu membuang wajahnya tak ingin bertatapan dengan Devan . Dipuji cantik membuat rona wajah Jia semakin memerah dan Jiandra tak ingin Devan mengetahui itu . Jiandra tersenyum senang


“Masa aku cantik sih “ gumamnya


“Iya kamu cantik “ ucap Devan yang mendengar ucapan Jia sekilas .


“Ihh kakak “ kesal Jia .


Pelayan datang menghampiri Jia dan Devan yang tengah asik saling menggoda satu sama lain


“Hahaha sudah-sudah kita makan dulu katamu kau lapar tadi “ ajak Devan


“Siapa yang lapar ? “ elak Jia


“Sudahlah jangan berpura-pura , ayo kita selesaikan makan ini dengan cepat , Badai salju mulai mereda kita akan pergi jalan-jalan setelah ini “


“Benarkah kak ? “ senang Jia


Devan mengangguk “Benar , selesaikan dulu makananmu “


Jia mengangguk lalu memakan makanannya dengan lahap , Devan hanya geleng-geleng kepala melihat Jia yang makan dengan lahap .


“Bocilku memang banyak tingkahnya “ batinnya


...----------------...



Style Devan dan Jiandra dimusim dingin


Devan dan Jiandra telah menyelesaikan makan bersamanya , mereka juga telah bersiap untuk berjalan-jalan keliling Jerman .


Devan dan Jiandra pun keluar dari kamar mereka masing-masing berbarengan .


Mereka berdua saling menatap dan saling menunjuk satu sama lain .


“Hahaha kau meniruku kak “


“Bagaimana mungkin aku , bukankah kau meniruku” tawa Devan juga pecah melihat dirinya menggunakan baju yang senada dengan Jia


“Mana mungkinnn hahaha “ tawa Jia


“Mungkin kita Jodoh “ goda Devan


Jia hanya menanggapi dengan senyuman


“Sudah , ayo kita jalan “ ajak Devan


Devan menggandeng tangan Jia dan membukakan pintu mobil untuk Jia


“Rendi tidak ikut kak “ tanya Jia didalam mobil saat Devan telah memasuki mobil juga .


“Ini waktu untuk kita berdua , jadi Rendi tak ikut “

__ADS_1


“Apa kau tau jalan “ tanya Jia yang meragukan Devan


“Cikhh ,aku pernah tinggal lama disini , mana mungkin aku tak tau “


Jia mengangguk “ Ohh , beruntung kakak bisa tinggal ditempat seindah ini “


“Aku akan mengajakmu ketempat lebih indah daripada ini suatu saat nanti “ ucap Devan


Jiandra mencebik remeh omongan Devan


“Kau sangat senang menggodaku hari ini “ cebik Jia


“Kau tak percaya padaku ? “


Jia menggeleng “Tidak “ tegasnya


“Yasudah lihat saja nanti “ ucap Devan


“Iyain aja deh “ pasrah Jia , Devan hanya tersenyum


Mereka menuju tempat wisata yang terletak di daerha Frankfurt hanya memerlukan waktu 20 menit untuk sampai ditempat itu dari Mansion Devan


Museumsufer tempat tujuan Devan mengajak Jia jalan-jalan malam ini daerah terletak di Schaumainkai . Kelap-kelip lampu indah didaerah sungai membuat Jia tercengang dan terpana


“Wahh , sangat Indah kak “ ucap Jia


“Aku senang jika kau suka , malam ini kita akan jalan-jalan sekitar sini ,”


Jia mengangguk senang


Devan segera menggenggam Jia erat menyusuri sungai sembari melihat-lihat beberapa musium terbaik yang berjajar di Germany


Jia dan Devan juga sangat beruntung , ia berkunjung bertepatan dengan hari sabtu jadi Devan dan Jia juga bisa melihat pedagang pernak pernik dan jajanan lainnya disepanjang pinggir sungai .



Keadaan Malam Sabtu .


“Kak aku sangat senang “ Jiandra bergelayut manja dilengan Devan membuat Devan tersenyum .


“Tapi aku akan lebih senang jika ada Ice Cream dalam genggamanku “ lanjutnya


Devan menyentil pelan kening Jia


“Kau ada maunya “ ucap Devan membuat Jia tersenyum cengengesan. Jia memperlihatkan wajah memelasnya membuat Devan luluh


“Baiklah kau tunggulah disini aku akan membeli ice cream disana tunjuk Devan “


Jia mengangguk “ Large ya kak , Vanilla san Strawberry saja “


Devan melongo menatap Jia , sekali lagi Jia memperlihatkan wajah memelas imutnya membuat Devan luluh kembali


“Baiklahhh “ Devan berjalan menuju pedagang Ice Cream sementara Jiandra cekikikan menatap Devan , sesekali Jia mengambil gambar Devan yang tengah mengantri membelikan dia Ice Cream .


Jia menatap cantiknya sungai Schaumainkai beberapa boat dan perahu-perahu kecil yang lewat membuat Jia tak melepas mata cantiknya untuk menatap keindahan sungai Schaumainkai


“Ini “ Devan menjulurkan Ice Cream milik Jia tiba-tiba membuat Jia terkaget


“Ehh kak Devan , sudah ? “ Jia segera mengambil Ice cream ditangan Devan


Devan mengangguk lalu duduk disamping Jia sembari menatap keindahan sungai Schaumainkai


“Kakak hanya beli satu ice cream ? “


Devan mengangguk “ Iya mengapa ? Kau mau tambah lagi ? “


Jia menggeleng cepat “ Tidak-tidak , maksudku kau tak membeli untuk dirimu sendiri ? “


Devan menggeleng “ Kakak tidak terlalu menyukai Ice Cream “


Jia terheran “ Benarkah ? Ini sangat enak kak , manis-manis dingin “


Jia menatap Devan “Aku sedang berbaik hati , kakak boleh mencoba Ice Cream milikku “ sambung Jia sembari menyodorkan ice cream milik Jia kepada Devan


Devan menatap Jia , dan tersenyum “ Aku memiliki cara lain untuk menikmati Ice Cream “ Devandra segera memajukan wajahnya dan menempelkan bibirnya dengan bibir Jia .


Jia melototkan matanya , namun sedetik kemudian jia mulai memejamkan matanya menikmati ciuman Devan . Devan yang merasa tak ada penolakan dari jia pun mel*mat bibir Jia pelan . Mereka saling berciuman diguyuri salju yang mulai berjatuhan . Jia melupakan Ice Cream yang mulai sedikit mencair .


Dinginnya salju tak membuat ice cream kuat namun membuat dua insani yang dimabuk cinta ini menjadi hangat satu sama lain .


Meski mereka lupa jika belum ada status dalam hubungan mereka NGAMBANG satu kata itu muncul dibenak Jia .


...----------------...

__ADS_1


...2 Episode hari ini , tak perlu menunggu sore tiba , Author lagi berbaik hati . Nulis Episode ini author senyum-senyum sendiri , semoga kalian juga ya . ...


...Jangan lupa bagi Like,Vote dan Hadiahnya ya supaya aku tambah semangat nulis 🤗🤗...


__ADS_2