Oh My Man

Oh My Man
Runtuhnya Iman


__ADS_3

Hai readers tercinta , ini adalah episode setelah


( Jebakan )


Karena awal-nya ditolak jd aku revisi sedikit


...----------------...


Jiandra masih berjuang untuk hidupnya , tangan Agus yang masih mencek*k keras Jia membuat Jia ingin menyerah namun ia sekuat tenaga melawan agus , tangan Jia mencekal tangan Agus yang dengan gemasnya mencekik Jiandra tanpa ampun ..


“T-tolonggg “ ucap Jia melemah


“Kamu harus mati Jia , harus mati “ ucap Agus dengan wajah garangnya


BRAKKK


Pintu Kamar hotel terbuka lebar , Devan membukanya dengan sangat kasar


Devan, Rendy , dan beberapa pengawal membuka pintu kayu kamar dengan kunci Master yang mereka dapatkan dari Receptionist .


Agus sontak megalihkan pandangannya kepada Devan dan Rendy yang masuk kedalam kamar .


“JIAAAANDRA “ teriak Devan terkejut ketika ia melihat Jia yang terbaring dikasur dan Agus diatasnya mencekik Jiandra .


Agus sontak terkejut ketika melihat Devan diambang pintu , ia reflek melemahkan tangannya dari cengkrama leher Jia


Devandra berlari mendekati Jiandra , Devan langsung menendang Agus hingga ia terpental kebawah kasur .


“B*AJINGAN APA YANG KAU LAKUKAN “ ucap Devan membabi buta Agus


Rendy meminta pengawal untuk masuk kedalam , Rendy melerai Devan yang menghajar Agus habis-habisan


“Devan cukup , lindungilah Jia “ pinta Rendy menenangkan Devan .


Devan yang hendak menonjokan satu pukulan kewajah Agus sontak terdiam , ia beralih menatap Jia yang terbaring tak sadarkan diri .


“JIANDRA “ teriak Devan panik , Devan segera berdiri dan naik keatas kasur . Devan menatap wajah Jia yang lebam , disudut bibirnya ada darah yang mengering . Leher Jia juga sedikit berbekas karena cekikan Agus .


“Rendy , amankan bede*bah ini , hubungi dokter Arga agar segera kemari “ perintah Devan tegas


Rendy mengangguk dan segera membawa Agus yang wajahnya sudah babak belur , Rendy segera memberikan Agus kepada para pengawal Rendy memerintahkan agar pengawal mengamankan Agus ditempat yang aman . Rendy segera menelpon dokter Arga agar segera tiba . Ia menutup pintu hotel itu kembali dan segera mengikuti pengawal yang membawa Agus .


“Jia sayang , bangun sayanggg “ ucap Devan menangis .


Devan membawa kepala Jia kepangkuannya , ia menatap wajah wanitanya yang penuh dengan lebam . Hati-nya teriris , ia merutuki kebodohannya .


“Maafkan aku sayang , aku tak bisa menjagamu dengan baik , maafkan aku “ isak Devan sembari mencium pucuk kepala Jia . Devan membawa Jiandra kedekapannya .


“Jangan tinggalkan aku sayang , tolong bangunlah sayang “ pinta Devan menangis sesegukan


Jia mengerjap-erjapkan matanya , melihat dada dan tangisan dari pria yang ia cintai membuat Jiandra ikut menangis .


“Kakkkkkkk “ teriak Jia histeris sembari mengeratkan pelukan Devan


Devan yang mendengar Jia teriak sontak terkejut , Devan menjauhkan pelukan Jia

__ADS_1


“Sayang kamu sudah sadar ? “ tanya Devan khawatir


Jiandra tak menjawab , ia kembali memeluk Devan erat


“Tolong aku kak , tolong akuuu “ isak Jia


“Kamu aman sayang , kamu aman bersamaku .. Maafkan aku Jiandra “


“Panassss sekaliiiii , badanku sangat panas kak Ahhh “ ucap Jia frustasi , obat perangsang itu mulai berekasi kembali .


Jiandra mendongakkan kepalanya , Jia mel*mat kasar bibir Devan .


Devan sontak membulatkan matanya , ia terkejut .


Devan melepas ciuman brutal Jia dengan kas*r


“Sayang , apa yang terjadi padamu ? “ tanya Devan bingung


“Tolong aku , shh ahhh. Aku sangat panas sayang “ ucap Jia dengan nada sensual-nya


Devandra sontak merinding , sebagai seorang pria tentu saja hasratnya bangkit ..


“Apa yang terjadi padamu ? “ tanya Devan menelisik wajah Jia , kedua tangan Devan memegang bahu Jia erat .


Wajah Jia memerah , obat perangsang itu bereaksi dengan baik .


“Touch me please “ ucap Jiandra sendu , tangannya membelai dada Devan dibalik kemeja dan jas yang Devan gunakan


“Apa Agus memasukkan obat perangsang kepadamu ? “ tanya Devan membulatkan matanya


“AKU TIDAK TAUUUU , TOLONG BANTU AKU .. AKU SUDAH TIDAK TAHAN “ teriak Jia , Jiandra mulai terisak . Obat perangsang itu benar-benar merusak batinnya dan mengkaluti pikirannya dengan hasrat .


Melihat Jia yang menunduk dan terisak membuat Devan bingung .


Devan sendiri juga takut jika dirinya tak bisa mengontrol diri-nya .


Devan menghela nafas kasarnya .


Devan menarik tengkuk Jia , Devan mendekatkan wajahnya ke wajah Jiandra .


Devan ******* lembut bibir Jia , Jia dengan senang hati ******* bibir Devan dengan bringasnya .


Devan membelai leher Jia membuat Jia menggelinjang .


“Apa bibirmu tidak perih ? “ tanya Devan menyudahi ciuman mereka , melihat sudut bibir Jia yang terluka membuat Devan tak tega .


“Aku akan lebih tersiksa jika kamu tak melanjutkan ini semu “ ucap Jia kembali menarik tengkuk Devan .


Jiandra mencium dan mel*mat bibir Devan dengan bringas , tangan Jiandra aktif membuka jas dan baju kemeja Jiandra .


Jiandra membelai lembut dada Devan , hasrat Devan sebagai seorang pria tentu saja meronta-ronta .


Jiandra semakin memperdalam ciuman mereka , bahkan Jiandra memilih duduk dipangkuan Devan . Sontak hal tersebut membuat Devan kelimpungan dan tak bisa berpikir jernih .


Devan mencoba menetralkan pikiran dan hasratnya , ia menekan dirinya agar tak berbuat lebih kepada Jia .

__ADS_1


Devan menyudahi ciuman Jia , Jiandra yang tak terima pun ingin menarik tengkuk Devan kembali namun Devan menahan tangan Jia .


“Aku tidak bisa , aku harus menjagamu “ ucap Devan lembut , wajah Devan dan Jia saling berhadapan dengan sangat dekat . Bahkan deru nafas tersengal mereka terdengar satu sama lain .


“Tolong aku , sentuh aku “ ucap Jia sendu


Devan kekeh menggeleng


“Tidak bisaa “ ucap Devan


“Maafkan aku “ sambungnya .


“Ahhhh , LALU AKU HARUS APAA ? AKU TIDAK BISA MENAHAN HASRAT INI “ teriak Jiandra histeris dan menangis , suaranya memenuhi kamar hotel tersebut


Devan tertegun


“Apa aku menyiksanya ? “ batin Devan


“Apa kamu tidak menyesal saat aku melakukan itu padamu ? “ tanya Devan melemah


“MENGAPA AKU MARAH ? BUKANKAH KAU AKAN MENJADI SUAMIKU NANTI ? Atau jangan-jangan kau memang tidak berniat serius padaku hahaha “ teriak Jia frustasi dan melemah


Devan terkejut dan mebulatkan matanya , ia tak pernah berpikir untuk main-main dengan Jia .


“Baik jika ini mau-mu , aku janji aku akan bertanggung jawab “ ucap Devan seraya mendekatkan bibirnya dengan bibir Jia .


Devan ******* lembut bibir Jia , Jia membalas lumayan bibir Devan.


Devan berdalih mencium leher Jia , memberi kecupan-kecupan ringan pada leher Jia .


Jia mendesah ketika Devan mencium lehernya .


“Sshhh Ahhh “


Mendengar desahan Jia membuat Devan kalut , ia juga tak bisa menahan hasratnya sebagai pria normal .


Devan membuka menurunkan resleting gaun Jia dibelakang , Devan membuka dress Jiandra hingga menampilkan bra cream yang Jia pakai . Ini adalah pertama kalinya Devan bertindak sampai sejauh ini , meski ia mencoba menahan namun godaan Jia membuat imam kuatnya menjadi cetek .


“Maafkan aku , namun aku juga tak bisa menahan “ ucap Devan kepada Jiandra ketika Devan melihat dada sintal Jia didepan matanya .


Jiandra menganggukan kepalanya , ia yang dipengaruhi obat perangsang juga tak bisa menahan hasratnya ingin disentuh


“Touch me “ desah Jia


Devandra melancarkan aksinya hingga hal terlarang itu terjadi , Devandra melakukan-nya dengan sangat lembut meski Jiandra sempat menitihkan mata karena sesuatu memasuki tubuh-nya . Namun detik kemudia Jiandra merasa seperti akan terbang keawan .


Devan menghentakkan badannya dengan sangat lembut , ia ingin memberikan kenyamanan dan kepuasan yang Jia inginkan ..


BAYANGIN SENDIRI LAGI YA


GA SANGGUP OTHOR NULIS GINIAN HAHAHHA


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKEEE

__ADS_1


DEVANNNN NIKAHIN JIAA LHOOO


Mohon baca Episode ini lebih dahulu setelah membaca cerita Jebakan 🙏🏼


__ADS_2