
Hai readers tercinta , ini adalah episode setelah
( Jebakan )
Karena awal-nya ditolak jd aku revisi sedikit
...----------------...
Jiandra masih berjuang untuk hidupnya , tangan Agus yang masih mencek*k keras Jia membuat Jia ingin menyerah namun ia sekuat tenaga melawan agus , tangan Jia mencekal tangan Agus yang dengan gemasnya mencekik Jiandra tanpa ampun ..
“T-tolonggg “ ucap Jia melemah
“Kamu harus mati Jia , harus mati “ ucap Agus dengan wajah garangnya
BRAKKK
Pintu Kamar hotel terbuka lebar , Devan membukanya dengan sangat kasar
Devan, Rendy , dan beberapa pengawal membuka pintu kayu kamar dengan kunci Master yang mereka dapatkan dari Receptionist .
Agus sontak megalihkan pandangannya kepada Devan dan Rendy yang masuk kedalam kamar .
“JIAAAANDRA “ teriak Devan terkejut ketika ia melihat Jia yang terbaring dikasur dan Agus diatasnya mencekik Jiandra .
Agus sontak terkejut ketika melihat Devan diambang pintu , ia reflek melemahkan tangannya dari cengkrama leher Jia
Devandra berlari mendekati Jiandra , Devan langsung menendang Agus hingga ia terpental kebawah kasur .
“B*AJINGAN APA YANG KAU LAKUKAN “ ucap Devan membabi buta Agus
Rendy meminta pengawal untuk masuk kedalam , Rendy melerai Devan yang menghajar Agus habis-habisan
“Devan cukup , lindungilah Jia “ pinta Rendy menenangkan Devan .
Devan yang hendak menonjokan satu pukulan kewajah Agus sontak terdiam , ia beralih menatap Jia yang terbaring tak sadarkan diri .
“JIANDRA “ teriak Devan panik , Devan segera berdiri dan naik keatas kasur . Devan menatap wajah Jia yang lebam , disudut bibirnya ada darah yang mengering . Leher Jia juga sedikit berbekas karena cekikan Agus .
“Rendy , amankan bede*bah ini , hubungi dokter Arga agar segera kemari “ perintah Devan tegas
Rendy mengangguk dan segera membawa Agus yang wajahnya sudah babak belur , Rendy segera memberikan Agus kepada para pengawal Rendy memerintahkan agar pengawal mengamankan Agus ditempat yang aman . Rendy segera menelpon dokter Arga agar segera tiba . Ia menutup pintu hotel itu kembali dan segera mengikuti pengawal yang membawa Agus .
“Jia sayang , bangun sayanggg “ ucap Devan menangis .
Devan membawa kepala Jia kepangkuannya , ia menatap wajah wanitanya yang penuh dengan lebam . Hati-nya teriris , ia merutuki kebodohannya .
“Maafkan aku sayang , aku tak bisa menjagamu dengan baik , maafkan aku “ isak Devan sembari mencium pucuk kepala Jia . Devan membawa Jiandra kedekapannya .
“Jangan tinggalkan aku sayang , tolong bangunlah sayang “ pinta Devan menangis sesegukan
Jia mengerjap-erjapkan matanya , melihat dada dan tangisan dari pria yang ia cintai membuat Jiandra ikut menangis .
“Kakkkkkkk “ teriak Jia histeris sembari mengeratkan pelukan Devan
Devan yang mendengar Jia teriak sontak terkejut , Devan menjauhkan pelukan Jia
__ADS_1
“Sayang kamu sudah sadar ? “ tanya Devan khawatir
Jiandra tak menjawab , ia kembali memeluk Devan erat
“Tolong aku kak , tolong akuuu “ isak Jia
“Kamu aman sayang , kamu aman bersamaku .. Maafkan aku Jiandra “
“Panassss sekaliiiii , badanku sangat panas kak Ahhh “ ucap Jia frustasi , obat perangsang itu mulai berekasi kembali .
Jiandra mendongakkan kepalanya , Jia mel*mat kasar bibir Devan .
Devan sontak membulatkan matanya , ia terkejut .
Devan melepas ciuman brutal Jia dengan kas*r
“Sayang , apa yang terjadi padamu ? “ tanya Devan bingung
“Tolong aku , shh ahhh. Aku sangat panas sayang “ ucap Jia dengan nada sensual-nya
Devandra sontak merinding , sebagai seorang pria tentu saja hasratnya bangkit ..
“Apa yang terjadi padamu ? “ tanya Devan menelisik wajah Jia , kedua tangan Devan memegang bahu Jia erat .
Wajah Jia memerah , obat perangsang itu bereaksi dengan baik .
“Touch me please “ ucap Jiandra sendu , tangannya membelai dada Devan dibalik kemeja dan jas yang Devan gunakan
“Apa Agus memasukkan obat perangsang kepadamu ? “ tanya Devan membulatkan matanya
“AKU TIDAK TAUUUU , TOLONG BANTU AKU .. AKU SUDAH TIDAK TAHAN “ teriak Jia , Jiandra mulai terisak . Obat perangsang itu benar-benar merusak batinnya dan mengkaluti pikirannya dengan hasrat .
Melihat Jia yang menunduk dan terisak membuat Devan bingung .
Devan sendiri juga takut jika dirinya tak bisa mengontrol diri-nya .
Devan menghela nafas kasarnya .
Devan menarik tengkuk Jia , Devan mendekatkan wajahnya ke wajah Jiandra .
Devan ******* lembut bibir Jia , Jia dengan senang hati ******* bibir Devan dengan bringasnya .
Devan membelai leher Jia membuat Jia menggelinjang .
“Apa bibirmu tidak perih ? “ tanya Devan menyudahi ciuman mereka , melihat sudut bibir Jia yang terluka membuat Devan tak tega .
“Aku akan lebih tersiksa jika kamu tak melanjutkan ini semu “ ucap Jia kembali menarik tengkuk Devan .
Jiandra mencium dan mel*mat bibir Devan dengan bringas , tangan Jiandra aktif membuka jas dan baju kemeja Jiandra .
Jiandra membelai lembut dada Devan , hasrat Devan sebagai seorang pria tentu saja meronta-ronta .
Jiandra semakin memperdalam ciuman mereka , bahkan Jiandra memilih duduk dipangkuan Devan . Sontak hal tersebut membuat Devan kelimpungan dan tak bisa berpikir jernih .
Devan mencoba menetralkan pikiran dan hasratnya , ia menekan dirinya agar tak berbuat lebih kepada Jia .
__ADS_1
Devan menyudahi ciuman Jia , Jiandra yang tak terima pun ingin menarik tengkuk Devan kembali namun Devan menahan tangan Jia .
“Aku tidak bisa , aku harus menjagamu “ ucap Devan lembut , wajah Devan dan Jia saling berhadapan dengan sangat dekat . Bahkan deru nafas tersengal mereka terdengar satu sama lain .
“Tolong aku , sentuh aku “ ucap Jia sendu
Devan kekeh menggeleng
“Tidak bisaa “ ucap Devan
“Maafkan aku “ sambungnya .
“Ahhhh , LALU AKU HARUS APAA ? AKU TIDAK BISA MENAHAN HASRAT INI “ teriak Jiandra histeris dan menangis , suaranya memenuhi kamar hotel tersebut
Devan tertegun
“Apa aku menyiksanya ? “ batin Devan
“Apa kamu tidak menyesal saat aku melakukan itu padamu ? “ tanya Devan melemah
“MENGAPA AKU MARAH ? BUKANKAH KAU AKAN MENJADI SUAMIKU NANTI ? Atau jangan-jangan kau memang tidak berniat serius padaku hahaha “ teriak Jia frustasi dan melemah
Devan terkejut dan mebulatkan matanya , ia tak pernah berpikir untuk main-main dengan Jia .
“Baik jika ini mau-mu , aku janji aku akan bertanggung jawab “ ucap Devan seraya mendekatkan bibirnya dengan bibir Jia .
Devan ******* lembut bibir Jia , Jia membalas lumayan bibir Devan.
Devan berdalih mencium leher Jia , memberi kecupan-kecupan ringan pada leher Jia .
Jia mendesah ketika Devan mencium lehernya .
“Sshhh Ahhh “
Mendengar desahan Jia membuat Devan kalut , ia juga tak bisa menahan hasratnya sebagai pria normal .
Devan membuka menurunkan resleting gaun Jia dibelakang , Devan membuka dress Jiandra hingga menampilkan bra cream yang Jia pakai . Ini adalah pertama kalinya Devan bertindak sampai sejauh ini , meski ia mencoba menahan namun godaan Jia membuat imam kuatnya menjadi cetek .
“Maafkan aku , namun aku juga tak bisa menahan “ ucap Devan kepada Jiandra ketika Devan melihat dada sintal Jia didepan matanya .
Jiandra menganggukan kepalanya , ia yang dipengaruhi obat perangsang juga tak bisa menahan hasratnya ingin disentuh
“Touch me “ desah Jia
Devandra melancarkan aksinya hingga hal terlarang itu terjadi , Devandra melakukan-nya dengan sangat lembut meski Jiandra sempat menitihkan mata karena sesuatu memasuki tubuh-nya . Namun detik kemudia Jiandra merasa seperti akan terbang keawan .
Devan menghentakkan badannya dengan sangat lembut , ia ingin memberikan kenyamanan dan kepuasan yang Jia inginkan ..
BAYANGIN SENDIRI LAGI YA
GA SANGGUP OTHOR NULIS GINIAN HAHAHHA
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKEEE
__ADS_1
DEVANNNN NIKAHIN JIAA LHOOO
Mohon baca Episode ini lebih dahulu setelah membaca cerita Jebakan 🙏🏼