
Devan tengah bersiap sembari menatap dirinya dicermin besar dikamarnya , senyum-nya mengembang ketika ia mengenakan pemberian Jiandra .
“Pass sekali ditubuhku , apa Jia mengukur tubuhku sebelum membelikanku satu setel pakaian ini ? “ gumamnya cengengesan sembari menggelengkan kepalanya pelan .
“Perfect “ gumam Devan
Pintu kamar Devan terketuk
“Sudah siap van ? “ tanya mama Devya menyembulkan kepalanya untuk melihat persiapan anaknya
“Sudah mah “ ucap Devan melirik kearah mamanya sembari memasangkan kancing jasnya
“Wahhhh , anak mama sangat tampan “ puji Mama Devya
Devan tersenyum bangga
“Apa jas ini cocok denganku ? “
Mama Devya mengangguk
“Sangat cocok , kamu baru beli lagi ya ? Jangan sampai papamu tau . Dia akan kesal jika kamu tak membelikan satu untuk dirinya “
Devan memutar bola matanya malas
“Ini pemberian Jia mah , hadiah dari Jia “
Mama Devya berbinar
“Benarkahh ? Wahhhh selera Jia bagus juga ya , kerennn … Ahhh Mama rindu menantu mama “ ucap mama Devya girang
“Siapa yang memberi dan pemberian apa ? “ tanya papa Mahes yang sedikit mendengar percakapan mereka , papa Mahes berjalan mendekati putranya
“Wahhh van , Pak CEO sangat tampan “ puji papa Mahes sembari memegang kedua bahu anaknya
“Nurun dari papa “ ucap Devan tersenyum
“Jas baru van ? “ tanya papa Mahes penasaran
Devan mendengus
“Ini pemberian dari Jia pa , keren ya ? Seleranya Jia mantap “ ucap mama Devya bangga terhadap Jia
Papa Mahes menelisik wajah Devan yang tersenyum didepan cermin
“Apa papa tak diberikan hadiah oleh menantu ? “ tanya papa Mahes
Devan mengus kesal
“Nanti kubelikan satu untukmu pa “ ucap Devan
Papa Mahes mengancungkan jempolnya
“Mama tak kau belikan van ? “ tanya mama Devya
“Uang mama lebih banyak dari pada uangku , mama pegang 5 kartu debit platinum unlimited , aku hanya pegang 3. Jadi belilah dengan uang mama “ ucap Devan cengengesan
“Kau ini !! “ kesal mama Devya
“Tapi Devan benar mah , kau pegang 5 semua dengan kartuku . Sedangkan aku hanya kau beri 1 itupun debit Gold “ ucap papa Mahes membela Devan diselingi dengan sindiran
“Jika kau pegang banyak takkan baik , nanti malah macem-macem lagi kamu diluar sana “ kesal mama Devya langsung meninggalkan dua laki-laki menyebalkan menurut versinya .
Devan tertawa terbahak-bahak
“Mama itu takut papa cari sugar baby “ ejek Devan
__ADS_1
“Ckkk mana mungkin papa mencari kesenangan yang tak masuk akal diluar sana , punya mama-mu dalam hidup papa adalah berkah . Dan papa Senang jika mama-mu senang , jangankan 5 kartu debit platinum unlimited seluruh hidup akan papa berikan untuk mama-mu agar dia selalu bahagia . Karena semua yang papa miliki saat ini adalah berkat dari dukungannya , jadi mama-mu berhak atas semua “ ucap papa Mahes sembari menerawang mengingat bagaimana kisah susah-nya dulu namun mama Devya tak pernah berhenti mendorong dan mendukung dirinya
Devan tersenyum mendengar ucapan papa Mahes .
Mama Devya yang kebetulan hendak kembali untuk mengomeli dua pria pengisi rumah agar cepat bersiap , tak sengaja mendengar ucapan suaminya membuatnya berbunga
“Terimakasih hes , kau selalu memberikanku yang terbaik “ batin mama Devya berbahagia .
“Terimakasih van , kamu membawa pengaruh yang baik selama memimpin perusahaan . Terimakasih telah membawa warna yang baru untuk perusahaan “ ucap papa Mahes sembari merapikan Jas yang dikenakan putranya .
Devan memeluk papa Mahes erat
“Terimakasih telah berjuang sampai saat ini pah , maafkan Devan belum menjadi seperti yang papa mau . Dukung dan doakan selalu Devan agar menjadi seperti yang mama dan papa minta “ ucap Devan
Papa Mahes mengelus pundak sang anak lembut
“Kamu putra kami yang terbaik , kebanggaan kami , kamu sudah sangat menjadi putra yang kami mau “ ucap mama Devya memasuki kamar Devan , setelah menguping tadi ia terharu melihat putra dan suaminya yang saling memeluk .
Mama Devya datang sembari menahan air matanya agar tak jatuh kepipi-nya .
“Mahh “ ucap Devan langsung melepas pelukan sang papa
Devan berdalih memeluk mama-nya
“Terimakasih mah , terimakasih untuk semua . Terimakasih telah menjadi ibu dan istri yang luar biasa untuk kami , dua pria menyebalkan dirumah ini “ ucap Devan
Mama Devya terkekeh , air matanya pun turun membasahi pipinya
“Kalian sangat menyebalkan , namun mama sangat menyayangi kalian “ ucap mama Devya memeluk Devan .
Mama Devya meminta papa Mahes untuk mendekat , dan papa Mahes menurutinya .
Mama Devya memeluk erat suami dan putranya erat
“Suamiku , terimakasih atas cinta dan pengorbananmi selama ini “ ucap mama Devya mencium kening suaminya tulus
Mereka bertiga saling memeluk dalam suasana haru , meski mereka sering berdebat hal-hal kecil namun tak bisa dipungkiri rasa sayang dan cinta mereka sangat besar .
...----------------...
Devan tengah berkendara dengan kecepatan sedang , memecah jalanan malam menuju rumah Jia .
Setelah kejadian haru tadi , mama Devya kembali mengomeli dirinya dan papa Mahes . Mama Devya meminta kedua pria menyebalkan penghuni rumah itu untuk segera bersiap .
Alhasil Mama Devya dan papa Mahes berangkat dengan sopir , sedangkan Devan berkendara menuju rumah Jia untuk menjemput Calon Nyonya Muda Mahes .
Mobil Devan memasuki pekarangan rumah Jia .
Devan segera turun dari dalam mobilnya dan megetuk pintu rumah Jia .
Tok tok tok
Papa Kendra membuka-kan pintu rumahnya
“Vann sudah sampai ? “ sambut papa Kendra girang
“Udah disini artinya sudah sampai pah “ goda Devan
Papa Kendra memutar bola matanya malas
“Masuk , Jia sedang bersiap “ ajak papa Kendra
“Papa dan mama tidak ikut menghadiri acara ini ? Bukannya papa Mahes sudah mengundangmu . Aku secara resmi juga mengundangmu pah “ tanya Devan
Papa Kendra terkekeh
“Jiandra akan mewakili kami , papa dan mama baru saja databg dari Restaurant . Banyak bookingan hari ini dan kami merasa lelah , jadi titipkan salamku untuk Mahes dan Devya . Selamat hari jadi untuk MHS’ company , suatu kehormatan pak CEO datang kerumah saya “ goda papa Kendra
__ADS_1
Devan mendengus kesal
“Haisshhhh papa pikir aku apa? , aku ini anakmu “ ucap Devan
Papa Kendra tertawa terbahak-bahak
“Mama mana ? “ tanya Devan
“Sudah tertidur “
Devan mengangguk , mereka pun melanjutkan obrolan kecil sembari menunggu Jiandra yang belum keluar dari kamarnya
10 Menit penantian
“Sudah sampai sayang ? “ tanya Jia yang melihat Devan duduk di Ruang tamu sembari berbincang dengan papanya , Jiandra berjalan menuju lelakinya .
Mendengar suara Jia sontak membuat Devan menoleh
Devan membeku , ia tak mampu berkata ataupun bergerak .
Melihat penampilan Jia membuat Devan terpesona
Papa Kendra menyenggol lengan Devan pelan
Devan tersadar dalam lamunannya
“Jangan ditatap begitu , sudah jalan sana jangan sampai kalian terlambat . Seorang CEO tak boleh telat “ ucap papa Kendra
Devan menggaruk tengkuknya grogi
“Baiklah aku pamit pah , kami jalan dulu . Papa istirahatlah “ ucap Devan sembari menyalimi tangan calon mertua-nya
“Hati-hatii “ pesan paoa Kendra
“Jia jalan ya pa “ pamit Jia mencium tangan papanya
Papa Kendra mengangguk tersenyum
Devan segera menggenggam tangan Jia , mereka berjalan beriringan menuju garase mobil .
Papa Kendra menatap kepergian Devan dan Jia , bahagia menyelimuti hatinya .
“Semoga kalian selalu diberkati kebahagian “ batin papa Kendra berdoa untuk kebahagiaan putri dan menantunya .
Devan memasuki mobil Alphard putih milik Jia hadiah dari papa Mahes sebelumnya , Devan memilih untuk menggunakan sopir ( Kang Asep ) untuk menuju tempat acara .
“Cantik banget sih yangg “ ucap Devan yang sedari tadi menatap Jia penuh damba
“Kamu juga sangat tampan , jas ini cocok denganmu “ ucap Jia
Devan mengangguk tersenyum
“Terimakasih banyak sayang , terimakasih “ ucap Devan mencium tangan Jia lembut .
Jiandra tersenyum manis , menatap Devan yang memperlakukan-nya sangat manis
Kang Asep yang tengah berkendara dibuat gagal fokus oleh 2 pasangan bucin dibelakanganya
“Tabahkanlah hati ini ya allah . Saya jadi rindu bini “ batinnya t
Mobil yang dikendarai kang Asep melaju sedang membelah jalanan malam , menuju Abraham’Hotels tempat dimana akan diadakan acara ulang tahun Mhs’company ..
KEHANGATAN KELUARGA AKAN MEMBAWA DAMPAK YANG BAIN UNTUK KEHIDUPAN .
TO BE CONTINUE
__ADS_1
*JANGAN LUPA LIKE YA READERS **💙💙*