
Devan tengah bersiap sembari berkaca di meja rias besar dikamarnya . Ia merapikan dasinya , Devan sangat bersemangat untuk menghadiri kelulusan Anak-anak didiknya . Sejenak ia menghela nafasnya pelan “3 tahun mengajar rasanya cepat sekali “ gumamnya .
Devan turun untuk sarapan bersama Papa Mahes dan Mama Devya . Kedua orang tua Devan melihat Devan kali ini sangat tampan dan berwibawa . Meski Devan terlihat tampan setiap hari namun kali ini terasa berbeda .
“Wahh calon bapak CEO sangat tampan pagi ini “ goda papa Mahes membuat Devan mendengus kesal
“Ayolah pah, Devan selalu tampan setiap hari “
“Iya anak mama kan memang sangat tampan “ sahut mama Devya yang pusing mendengar celotehan suami dan anaknya dipagi hari .
Papa Mahes cekikikan mendengar ucapan istrinya , Papa Mahes sangat tau jika istrinya sengaja mengatakan itu agar Devan dan papanya berhenti berceloteh
“Devan , papa beri kamu waktu istirahat 2 hari , lepas itu mulailah bekerja ke Perusahaan “ ucap papa Mahes
Devan mengernyitkan keningnya “ Tumben banget ni babe ngasi gue dispensasi “ batinnya . Devan pun mengambil handphonenya di kantong celana , dilihatnya besok adalah hari Sabtu dan hari berikutnya adalah Minggu. Devan melirik papa Mahes tajam dan papa Mahes melihat Devan dengan wajah bingungnya
Devan menghela nafas kasarnya “ Besok Sabtu dan besoknya lagi Minggu , kantor memang tutup pah” kesal devan
Mama Devya dan papa Mahes pun tertawa terbahak-bahak
“Hahahaha masih fokus juga kamu van , papa pikir kamu akan gagal fokus karena sudah tua , ayo lah van bawa pulang calon menantu papa, Jia sudah lulus bukan ? “
“Sabarlah pah,nanti aku ajak Jia pulang kalau sudah waktunya “
“Kasian sekali kamu nak , karatan sudah adikmu “ goda papa Devan membuat mama Devya memukul bahu papa Mahes pelan
“Sudah , kalian ini bicara apa pagi-pagi , cepat makan agar tak telat berangkat kerja “ ucap mama Devya Tegas membuat mereka berdua berhenti berceloteh lalu melanjutkan sarapannya
...****************...
Disekolah , Jia,Tya,dan juga Dara berjalan memasuki Aula Sekolah , seluruh adik kelas memperhatikan mereka bertiga
“Ini nih kakak kelas kece badai ,” goda adik kelas
Jia,Tya dan Dara mendengar itu hanya tersenyum .
__ADS_1
“Jiaaa “ panggil seseorang dari belakang
Jia pun menoleh kebelakang , dilihatnya Bryan melambaikan tangan dan membawa sebucket bunga mawar merah yang besar
Jia melihat itupun tersenyum lali melambaikan tanganya pada Bryan , Bryan menghampiri Jia
“Happy Graduation Jia , “ ucap Bryan “ini hadiah dariku untukmu ,semoga kamu suka “ Bryan menyerahkan bunga mawar merah kepada Jia .
“Terimakasih Bryan , happy graduation too ,semoga kamu sukses “ ucap Jia .
“Terimakasih Jia “
“Sama-sama , ayo kita jalan ke Aula berbarengan “
Bryan mengangguk tersenyum . Tya sangat bahagia melihat mereka berdua , meski pacaran mereka masih sedikit kaku , namun Tya bersyukur karena Tya pikir Jia sudah move on dari Devan berbeda dengan Dara , Dara menampilkan senyum terpaksanya
“Menyebalkan “ batin Dara
Mereka ber-4 berjalan menuju Aula dimana acara Kelulusan akan diselenggarakan .
“Perhatian anak-anak semua , acara akan dimulai 5 menit lagi , diharapkan agar anak-anak mematikan sejenak telepon selularnya dan saya mohon untuk mengikuti acara dengan tertib “ ucap Panitia penyelenggara Graduation
Pintu Aula terbuka , seluruh guru dan panitia berjalan beriringan hendak duduk dikursi yang disediakan
Ada Devan dibarisan kedua , Devan menunduk lalu tersenyum , Jia melihat itu memegang jantungnya yang berdegup “ Sampai kapan perasaan ini berakhir , mungkin setelah ini aku akan move on dan mulai bisa menyukai bryan , entahlah “ batin Jia
Murid-murid wanita berbisik memuji Devan , bagaimana tidak , Devan terlihat sangat tampan Devan terlihat mencolok karena memang Devanlah guru tertampan .
Acara telah dimulai , satu persatu guru-guru memberikan arahan dan tentunya motivasi kepada calon alumni SMA Nusa Bangsa .
Kini giliran Devan untuk menyampaikan pesan dan kesan
“Selamat pagi anak-anak semua “ sapa Devan menggema .
“SELAMAT PAGI PAK DEVAN “ sapa semua peserta graduation dengan amat semangat
__ADS_1
“Wah , semangat sekali kalian ya , sebegitu bahagianya kalian akan meninggalkan saya disini “ ucap Devan menyelipkan candaan membuat seluruh peserta graduation tertawa terbahak-bahak
“Saya ucapkan selamat kepada kalian karena, kalian telah lulus 100% dan tentunya ini mengharumkan nama baik sekolah , tak banyak kata yang bisa saya ucapkan , semoga kalian sukses kedepannya . Terimakasih telah mengajarkan saya menjadi orang yang lebih sabar , sebagai seorang guru , saya sangat bangga dengan perjuangan kalian , semoga kalian sukses anak-anakku , dan jangan lupakan kami “ Devan menundukan badannya sebagai tanda hormat , sontak Devan mendapatkan tepuk tangan yang meriah .
Nasehat Devan ini membuat banyak siswa menangis tersedih . Mengingat bagaimana moment mereka selama 3 tahun di Sekolah , ada juga sedih karena akan berpisah dengan pak Devan . Jiapun sama menangis karena sampai sekarang cintanya tak terbalas Devan, mengingat bagaimana Jia menyatakan cintanya pada Devan membuat Jia sangat sedih menanggung malu karena ditolak .
Acara selanjutnya adalah acara memakaikan kalung untuk seluruh peserta Graduation . ( acara graduation zaman sekarang memang sangat modern “ . Selain acara memakaikan kalung , langsung disambung acara saliman antara Guru dan Peserta Graduation .
Satu persatu siswa dan siswi dipakaikan kalung dan bersaliman kepada Guru-guru .
Kini giliran Jia, jia mencium tangan gurunya satu persatu , dan sekarang giliran dihadapan devan .
“Happy Graduation Bia , “ ucap Devan tulus , Devan tertegun melihat jia yang sangat cantik . Matanya terus menatap Jia
“Terimakasih pak Devan “ ucap Jia lembut lalu mencium tangan devan dan tersenyum ,
Devan merasakan tangan Jia dingin , Devan tau jika Jia sedang grogi hal itu membuat Devan terkekeh geli , Devan memajukan wajahnya lalu membisikikan sesuatu
“Kamu sangat cantik bia “ bisik Devan membuat Jia merasa malu , wajah Jia memerah .
“Terimakasih pak “ ucap Jia lalu bergegas untuk menyalimi guru yang lainnya . Jantung Jia berdebar sangat cepat jia takut akan jadi salah tingkah , maka dari itu Jia bergegas bergeser menyalimi guru yang lain .
Melihat itu devan menghela nafas kasarnya
“Aku akan datang kepadamu diwaktu yang tepat,seperti janjiku kepada papamu , biar aku simpan ini,seiring berjalannya waktu cinta ini akan semakin besar untukmu . Ini adalah hari terakhirku bertemu denganmu disekolah ini semoga kita bertemu kembali dalam ikatan cinta . Siswaku calon Istiriku” batin Devan
Bak cinta mati , cinta Devan untuk Bianya tak pernah lekang oleh waktu , semakin hari semakin ingin Devan menyatakan cintanya kepada Jia , ingin rasanya Devan mengatakan bahwa “ Bia , kaulah takdirku sejak kecil aku mencintaimu “
Tak jauh dari Jia , Bryan merasa cemburu melihat Devan membisikkan sesuatu pada Jia , Bryan juga bukan lelaki bodoh yang tak bisa melihat jika ada tatapan cinta dimata Devan untuk Jia
“Tak bisa kubiarkan , untung saja sudah lulus , aku bisa menjauhlan Pak Devan dari Jia “
Belum tau aja si Bryan kalau Devan malah lebih leluasa mendekati Jia lewat Papa Kendra hihihi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...*Happy Graduation **❤️❤️*...