
30 Menit diperjalanan dengan mata tertutup saput tangan Devan membuat Jiandra dibuat kesal karena penasaran . Jia terus merengek kepada Devan agar penutup mata dilepaskan , namun Devan dengan sabarnya mengatakan “ Tidak , nanti dulu kalau dibuka sekarang bukan kejutan namanya “ ucap Devan lembut sembari mencium tangan sang kekasih .
Disini mereka sekarang , disebuah taman yang indah nan luas tentunya sudah dihias sedemikian rupa agar terlihat lebih cantik . Semua ini adalah design Devan iya Devan , Devan mengurus dekorasi ini semua .
Devan menuntut sang calon tunangan agar mendekati podium yang sudah dihias cantik tempat mereka akan bertunangan . Banyak undangan yang menghadiri undangan dua sejoli ini , terlihat Papa Mahes , Mama Devya , Papa Kendra dan Mama Sita yang duduk paling depan, Menyaksikan putra dan putrinya melangkah kedepan , senyum dan air mata kedua orang tua itu jatuh menjadi satu “ Kebahagiaan “ itulah perasaan mereka saat ini . Banyak wartawan juga yang datang untuk menghadiri undangan pengusaha muda terkenal ini karena, bertepatan dengan hari bahagia Devan dan Jiandra , Devan ingin meresmikan Taman milik MHS’group yang pernah Jia kunjungi pertama kali .
Ini adalah ide Devan, agar semua mampu merasakan kebahagiaanya saat ini .
“Kakkk , ini dimana buka aja yaa penutup mataku “ rengek Jia yang dituntun oleh Jia , tangannya aktif memaksa membuka kaitan penutup mata dibelakang kepalanya .
“Tunggu sebentar sayang , sebentar lagi kita sampai “ bisik Devan lembut
Jiandra hanya mendengus kesal , membuat semua undangan menahan tawanya . Para Wartawan yang diundang pun tak mau kehilangan kesempatan untuk mengabadikan momen manis ini , mereka yakin ini adalah kabar bahagia yang akan menjadi trending topic .
Devan dan Jia telah ada didepan , didepan para undangan . Tak lupa sahabat-sabahat Jia, Tya tentunya datang diacara bahagia Jia dan Dara yang juga bahagia datang keacara sang sahabat dengan membawa perutnya yang mulai terlihat melendung Dara ditemani sang suami Bryan . Mereka semua menatap haru pasangan yang telah ada didepan mereka .
“Sudah sampai “ bisik Devan membuat Jia sumringah
“Benarkah ? “ tanya Jia heboh , tangannya tak sabar ingin membuka kaitan penutup mata namun dengan cepat Devan menahannya .
“Sabar dong sayang , biar aku bukakan “ bisik Devan , tangannya mulai melepas perlahan kaitan penutup mata Jia .
Kaitan penutup mata Jia telah terlepas , Jia mulai membuka matanya perlahan hal pertama yang ia libat adalah senyum manis Devan yang selalu membuat jantungnya berdebar . Jia tersenyum manis dan memfokuskan dirinya menatap Devan , Devan yang merasa gemas pun segera mendekatkan wajahnya ke wajah Jia dan mengecup bibir Jia lembut .
Cupp
Jia dengan senang hati menerima ciuman Devan dan memejamkan matanya . Para Undangan sontak dibuat heboh karena ulah dua sejoli ini .
Mereka bertepuk tangan dan bersorak bahagia
__ADS_1
Prok prok prok prok
“Huuuuu “
Kehebohan seluruh undangan membuat Jia terkejut , Jia segera membuka matanya dan mendorong Devan pelan menyudahi ciuman mereka . Jia menatap sekelilingnya dan terkejut kedua tangannya sudah menempel menutupi bibirnya karena Jia benar-benar terkejut dan Malu . Devan hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal , Devan selalu saja lepas kontrol jika sudah bersitatap dengan Jia .
“Kak ini ??! “ ucap Jia yang masih terkejut , Malu , dan Terharu . Ini benar-benar diluar dugaan Jia , ia sangat ingat tempat ini adalah taman yang Jia kunjungi dengan Devan malam itu , ditambah para undangan yang datang adalah orang-orang yang Jia sayangi .
Devan melangkah satu persatu mendekati Jia , mengambil kedua tangan Jia dan menggenggam erat tangan Jia . Senyum bahagia Devan terpancar membius siapapun yang melihatnya , senyum ketulusan
“Kejutan untukmu , dihari yang berbahagia ini hari yang aku nantikan sejak lama , disaksikan kedua orang tua kita dan orang-orang yang kita sayangi , Aku ingin mengikatmu menjadi tunanganku dan wajib menjadi istriku saat kamu sudah siap menjadi wanita yang akan menemaniku sampai aku menua dan tak bernafas lagi . “ ucap Devan sedikit tercekat tak kuat menahan haru , matanya mulai berair
“Maukah kamu menjalin kasih denganku ? Sebagai tunanganku yang nantinya wajib dan harus menjadi istriku . Aku tak menerima penolakan , namun maafkan aku harus menjadi lelaki yang egois . “ sambung Devan menangis haru , ia tak mampu menahan air matanya agar tak jatuh membasahi pipinya .
Jia tak kalah terharu , sejak Devan berbicara air matanya sudah jatuh bercucuran membasahi wajah cantiknya .
“Apa kamu pikir aku akan menolakmu ? “ ucap Jia
“Hiksss , hiksss aku mencintaimu kakkk “ ucap Jia menangis haru sembari memeluk Devan erat .
Devan pun sama memeluk Jia erat dan menangis bahagia
“Aku juga mencintaimu Jiandra Drabia Devaki , calon istriku “ ucapnya
Para Undangan bertepuk tangan bahagia , mereka juga larut dalam keharuan kedua sejoli ini . Orang Tua Jia maupun Devan menangis terharu melihat putra dan putrinya berbahagia .
Devan melepas pelukan Jia , ia mengusap lembut air mata yang jatuh di pipi Jia
“Udah nangisnya ya ? Jelek “ godanya sedikit bercanda membuat Jia memukul pelan bahu Devan yang membuat Devan terkekeh .
__ADS_1
Devan merogoh sesuatu disaku Jasnya , ia segera berlutut dan membuka kotak merah yang ia pegang . Cincin sederhanya yang berlapis berlian itu bertengger cantik didalam kotak merah itu , sederhana designya namun harganya wahh jangan ditanya . Devan sengaja memilih cincin ini karena ia tau Jia tak sukan cincin yang mencolok .
“Ngapain berlutut begitu ? “ tanya Jia kepada Devan
“Kan memang seperti ini kalau mau melamar bukan ? “ tanya Devan balik
“Tapi aku kan sudah menerima lamaran tunanganmu kak “ kekeh Jia
Para undangan tak mampu menahan tawanya , mereka tertawa melihat tingkah Devan
“Kamu terlambat berlutut kak “ ucap Jia membuat Devan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“Yasudah ulang saja … Jiandra Drabia Devaki , maukah kamu menjadi tunanganku dan nantinya menjadi istriku ? “ ucap Devan mengulang melamar Jia
Jia terkekeh , lalu mengangguk
“Aku mau “ ucapnya tersenyum malu-malu
Devan segera memasangkan cincin ditangan Jia , lalu segera berdiri . Devan mencium kening Jia lembut .
Para Undangan bersorak kembali , mereka bahagia melihat kebahagiaan pasangan ini . Para Wartawan tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk meliput moment ini .
Devan mah bisa aja 😍
...----------------...
...Lanjot yuk langsung … ...
__ADS_1
...Eitss jangan Lupa Likeeeee supaya aku semangat nulisss 🤗...