Oh My Man

Oh My Man
Perhatian Devan


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Devan telah memasuki pekarangan rumah papa Kendra , keadaan rumah sangat sepi karena papa Kendra dan mama Sita sedang kembali mengecek pekerjaannya yang sengaja mereka tinggalkan untuk melihat keadaan putrinya .


Devan membantu Jiandra untuk masuk kedalam rumah , untung saja Jiandra selalu membawa kunci rumah cadangannya . Dibantu oleh Devan akhirnya pintu rumah Jia terbuka , Devan segera membawa Jia masuk kedalam kamarnya .


Devan merebahkan Jia dikasur kamar Jia ,


“Akhirnya pulangg “ ucap Jia lega


“No place like home “ ucap Jia memperlihatkan barisan giginya .


Devan terkekeh


“Iya no place like home , tapi rumahku itu kamu jadi tak ada tempat yang seperti kamu “ goda Devan


Jiandra mencebik perkataan Devan


“Buaya darat kang gombal “


“Hahahahahaha “ Devandra tertawa terbahak-bahak


Jiandra tersenyum melihat Devan yang tertawa bahagia .


“Maafin aku yah kak , aku selalu merepotkanmu “ ucap Jia disela-sela tawa Devan


Devan mendekati Jia dan duduk dipinggir kasur Jiandra, Devan mengambil dan menggenggam tangan Jiandra erat .


“Tak ada yang direpotkan , kamu tanggung jawabku “ ucap Devan tersenyum


“Terimakasih banyak sudah mencintaiku begitu besar “ ucap Jia terharu


Devan menarik Jia kedalam pelukannya


“Cepatlah lulus , agar kita bisa segera menikah . Akan aku perlihatkan padamu sebesar apa cintaku padamu “ ucap Devan


Jia terkekeh didalam pelukan Devan


“Magang hari pertama saja sudah ada insiden , gimana mau cepat lulus “ ucap Jia tertawa kecut


Devan melepas pelukan Jiandra , ia membelai lembut rambut panjang Jia


“Kamu pasti bisa , lulus atau belum lulus kamu . Cintaku akan tetap sama besarnya , aku akan perlihatkan padamu “ ucap Devan sangat manis membuat wajah Jia memerah .


Jiandra masuk kedalam pelukan Devan , ia memeluk Devan erat agar Devan tak melihat wajahnya yang berubah merah merona karena malu .


Devan membelai lembut rambut Jiandra dan mencium pucuk kepala Jia .


Devan melepas pelukan Jiandra ,


“Beristirahatlah “ ucap Devan


Jia mengangguk


“Kamu akan pergi ? “ tanya Jia

__ADS_1


Devan menggeleng dan tersenyum


“Tidak , aku akan disini menemanimu “ ucap Devan lembut


Jia mengangguk , senyumnya memancarkan betapa bahagia dirinya .


“Terimakasih “ ucap Jiandra


Jiandra baru saja hendak merebahkan badannya , namun dering ponsel Devan berbunyi dengan nyaring .


Devan meminta izin pada Jia untuk mengankat ponselnya dan Jia mengizinkan .


Devan segera berjalan keluar kamar Jia


“Ponsel gue “ gumam Jia merutuki kebodohannya


“Hasihhh ketinggalan dimeja kerja “ desah Jiandra .


Devan masuk kedalam kamar Jiandra , diikuti oleh Rendy dibelakangnya .


Jiandra memincingkan matanya , melihat Devan membawa tasnya .


“Sore nona Jia , apa kau sudah membaik ? “ taya Rendy


“Hai Rendy , terimakasih kau sudah menjengukku . Aku sudah jauh lebih baik “ ucap Jiandra


Rendy mengangguk


“Syukurlah “ ucap Rendy


“Iya nona , saya yang membawakan tasmu kemari . Sinta menitipkannya padaku “ ucap Rendy


Jia manggut-manggut mengerti


“Kak , tolong carikan ponselku didalam “ pinta Jia kepada Devan yang sudah menaruh tas Jia di meja belajar Jia


Devan mengangguk dan segera mengambilkan ponsel Jiandra .


“Kak Rendy , maaf ya aku tak bisa mengambilkanmu minuman . Kau bisa pergi ke dapur jika kau haus “ ucap Jiandra sembari mengambil ponselnya ditangan Devan


Devan memincingkan matanya , menatap Jia tajam .


“Baiklah nona Jia , kalau begitu saya izin keluar sebentar untuk membeli makanan yang tuan Devan pinta sebelumnya “ ucap Rendy beralih menatap Devan .


Devan mengangguk mempersilahkan Rendy untuk pergi .


“Baiklah , terimakasih kak Rendy berhati-hatilah dijalan “ ucap Jia penuh perhatian .


Rendy segera melangkahkan kaki menuju pintu kamar Jiandra dan segera keluar kamar Jia .


“Kau begitu perhatian pada Rendy “ ucap Devan datar membuat Jia yang baru saja akan membalas pesan Tya terhenti


Jiandra menelisik wajah Devan yang berdiri disampingnya

__ADS_1


“Kau cemburu “ tanya Jia menyeringai jenaka


Devan tak menjawab , ia termenung dengan wajah datarnya .


Jia tertawa terbahak-bahak


“Hahahahhaa “


Lalu menarik tangan Devan agar duduk disampingnya .


Mereka berdua saling berhadapan ,


“Apa kau cemburu “ tanya Jia kembali sembari menatap lekat wajah Devan yang berubah jutek dan terlihat jelas jika Devan kesal .


Devan mendengus kesal


“Jelas saja aku cembu— “ ucap Devan terpotong


CUP


Jia mencium bibir Devan singkat saat Devan belum selesai berbicara


“Jangan cemburu , dihatiku cuma ada kamu untuk cintaku “ ucap Jiandra


“Tak mungkin aku megacuhkan seorang tamu , lagi pula kak Rendy sangat baik . “ sambung Jiandra


Pipi Devan merona , mendadak dicium oleh Jia membuatnya malu .


“Aku hanya takut kau berpaling dariku “ ucap Devan


Jiandra berdecih pelan dan menatap wajah Devan dengan tatapan mengejek


“Cikhhh , untuk apa aku berpaling ? Jika aku sudah punya seseorang yang sempurna untuk mendampingi aku “ ucap Jia tersenyum


Devan segera menarik tengkuk Jia dan mencium bibir Jia dalam , Devan mel*mat bibir Jia dengan sangat lembut dan Jia membalas setiap l*matan Devan . Mata mereka saling terpejam , saling menikmati sentuhan bibir yang membuat mereka terbang ke awan .


“Shitt “ batin Devan kesal , ia tak mampu menahan gejolak hasrat dalam dirinya .


Devan segera mengakhiri ciuman mereka , Devan takut tak bisa menahan diri .


Nafas Jiandra tersengal-sengal , mata mereka saling mengunci .


“Aku akan keluar sebentar untuk mengambil minum , berduaan bersamamu didalam kamar seperti ini membuat sisi lain dari diriku terbangun “ bisik Devan kepada Jia . Devan segera bangun dari duduknya dan meninggalkan Jiandra yang membeku .


Mendengar perkataan Devan membuat Jiandra tersadar jika mereka tengah berada berdua didalam kamar bahkan dirumah .


Mata Jiandra membulat , tangannya menutup bibirnya sendiri .


Jiandra baru saja mengerti arti dari bisikan Devan


“KAK DEVAN MESUMMM “ teriak Jia dari dalam kamarnya membuat Devan yang berada diluar kamar terbahak-bahak


“Untung saja imanku kuat “ gumam Devan lalu berlenggang berjalan menuju dapur untuk membasahi tenggorokannya yang haus .

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE YA 😉😉


__ADS_2