
Mobil yang dikendarai Devan telah memasuki pekarangan rumah papa Kendra , keadaan rumah sangat sepi karena papa Kendra dan mama Sita sedang kembali mengecek pekerjaannya yang sengaja mereka tinggalkan untuk melihat keadaan putrinya .
Devan membantu Jiandra untuk masuk kedalam rumah , untung saja Jiandra selalu membawa kunci rumah cadangannya . Dibantu oleh Devan akhirnya pintu rumah Jia terbuka , Devan segera membawa Jia masuk kedalam kamarnya .
Devan merebahkan Jia dikasur kamar Jia ,
“Akhirnya pulangg “ ucap Jia lega
“No place like home “ ucap Jia memperlihatkan barisan giginya .
Devan terkekeh
“Iya no place like home , tapi rumahku itu kamu jadi tak ada tempat yang seperti kamu “ goda Devan
Jiandra mencebik perkataan Devan
“Buaya darat kang gombal “
“Hahahahahaha “ Devandra tertawa terbahak-bahak
Jiandra tersenyum melihat Devan yang tertawa bahagia .
“Maafin aku yah kak , aku selalu merepotkanmu “ ucap Jia disela-sela tawa Devan
Devan mendekati Jia dan duduk dipinggir kasur Jiandra, Devan mengambil dan menggenggam tangan Jiandra erat .
“Tak ada yang direpotkan , kamu tanggung jawabku “ ucap Devan tersenyum
“Terimakasih banyak sudah mencintaiku begitu besar “ ucap Jia terharu
Devan menarik Jia kedalam pelukannya
“Cepatlah lulus , agar kita bisa segera menikah . Akan aku perlihatkan padamu sebesar apa cintaku padamu “ ucap Devan
Jia terkekeh didalam pelukan Devan
“Magang hari pertama saja sudah ada insiden , gimana mau cepat lulus “ ucap Jia tertawa kecut
Devan melepas pelukan Jiandra , ia membelai lembut rambut panjang Jia
“Kamu pasti bisa , lulus atau belum lulus kamu . Cintaku akan tetap sama besarnya , aku akan perlihatkan padamu “ ucap Devan sangat manis membuat wajah Jia memerah .
Jiandra masuk kedalam pelukan Devan , ia memeluk Devan erat agar Devan tak melihat wajahnya yang berubah merah merona karena malu .
Devan membelai lembut rambut Jiandra dan mencium pucuk kepala Jia .
Devan melepas pelukan Jiandra ,
“Beristirahatlah “ ucap Devan
Jia mengangguk
“Kamu akan pergi ? “ tanya Jia
__ADS_1
Devan menggeleng dan tersenyum
“Tidak , aku akan disini menemanimu “ ucap Devan lembut
Jia mengangguk , senyumnya memancarkan betapa bahagia dirinya .
“Terimakasih “ ucap Jiandra
Jiandra baru saja hendak merebahkan badannya , namun dering ponsel Devan berbunyi dengan nyaring .
Devan meminta izin pada Jia untuk mengankat ponselnya dan Jia mengizinkan .
Devan segera berjalan keluar kamar Jia
“Ponsel gue “ gumam Jia merutuki kebodohannya
“Hasihhh ketinggalan dimeja kerja “ desah Jiandra .
Devan masuk kedalam kamar Jiandra , diikuti oleh Rendy dibelakangnya .
Jiandra memincingkan matanya , melihat Devan membawa tasnya .
“Sore nona Jia , apa kau sudah membaik ? “ taya Rendy
“Hai Rendy , terimakasih kau sudah menjengukku . Aku sudah jauh lebih baik “ ucap Jiandra
Rendy mengangguk
“Syukurlah “ ucap Rendy
“Iya nona , saya yang membawakan tasmu kemari . Sinta menitipkannya padaku “ ucap Rendy
Jia manggut-manggut mengerti
“Kak , tolong carikan ponselku didalam “ pinta Jia kepada Devan yang sudah menaruh tas Jia di meja belajar Jia
Devan mengangguk dan segera mengambilkan ponsel Jiandra .
“Kak Rendy , maaf ya aku tak bisa mengambilkanmu minuman . Kau bisa pergi ke dapur jika kau haus “ ucap Jiandra sembari mengambil ponselnya ditangan Devan
Devan memincingkan matanya , menatap Jia tajam .
“Baiklah nona Jia , kalau begitu saya izin keluar sebentar untuk membeli makanan yang tuan Devan pinta sebelumnya “ ucap Rendy beralih menatap Devan .
Devan mengangguk mempersilahkan Rendy untuk pergi .
“Baiklah , terimakasih kak Rendy berhati-hatilah dijalan “ ucap Jia penuh perhatian .
Rendy segera melangkahkan kaki menuju pintu kamar Jiandra dan segera keluar kamar Jia .
“Kau begitu perhatian pada Rendy “ ucap Devan datar membuat Jia yang baru saja akan membalas pesan Tya terhenti
Jiandra menelisik wajah Devan yang berdiri disampingnya
__ADS_1
“Kau cemburu “ tanya Jia menyeringai jenaka
Devan tak menjawab , ia termenung dengan wajah datarnya .
Jia tertawa terbahak-bahak
“Hahahahhaa “
Lalu menarik tangan Devan agar duduk disampingnya .
Mereka berdua saling berhadapan ,
“Apa kau cemburu “ tanya Jia kembali sembari menatap lekat wajah Devan yang berubah jutek dan terlihat jelas jika Devan kesal .
Devan mendengus kesal
“Jelas saja aku cembu— “ ucap Devan terpotong
CUP
Jia mencium bibir Devan singkat saat Devan belum selesai berbicara
“Jangan cemburu , dihatiku cuma ada kamu untuk cintaku “ ucap Jiandra
“Tak mungkin aku megacuhkan seorang tamu , lagi pula kak Rendy sangat baik . “ sambung Jiandra
Pipi Devan merona , mendadak dicium oleh Jia membuatnya malu .
“Aku hanya takut kau berpaling dariku “ ucap Devan
Jiandra berdecih pelan dan menatap wajah Devan dengan tatapan mengejek
“Cikhhh , untuk apa aku berpaling ? Jika aku sudah punya seseorang yang sempurna untuk mendampingi aku “ ucap Jia tersenyum
Devan segera menarik tengkuk Jia dan mencium bibir Jia dalam , Devan mel*mat bibir Jia dengan sangat lembut dan Jia membalas setiap l*matan Devan . Mata mereka saling terpejam , saling menikmati sentuhan bibir yang membuat mereka terbang ke awan .
“Shitt “ batin Devan kesal , ia tak mampu menahan gejolak hasrat dalam dirinya .
Devan segera mengakhiri ciuman mereka , Devan takut tak bisa menahan diri .
Nafas Jiandra tersengal-sengal , mata mereka saling mengunci .
“Aku akan keluar sebentar untuk mengambil minum , berduaan bersamamu didalam kamar seperti ini membuat sisi lain dari diriku terbangun “ bisik Devan kepada Jia . Devan segera bangun dari duduknya dan meninggalkan Jiandra yang membeku .
Mendengar perkataan Devan membuat Jiandra tersadar jika mereka tengah berada berdua didalam kamar bahkan dirumah .
Mata Jiandra membulat , tangannya menutup bibirnya sendiri .
Jiandra baru saja mengerti arti dari bisikan Devan
“KAK DEVAN MESUMMM “ teriak Jia dari dalam kamarnya membuat Devan yang berada diluar kamar terbahak-bahak
“Untung saja imanku kuat “ gumam Devan lalu berlenggang berjalan menuju dapur untuk membasahi tenggorokannya yang haus .
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE YA 😉😉