
Devan dan Jiandra telah berada dipesawat . Devan memilih First Class seat dipesawat itu . Bukan untuk gaya-gayaan namun untuk kenyamanan , ia juga perlu bekerja selama dipesawat sementara Jia terkadang harus mengecek email-email pesanan yang masuk di storenya .
Mereka duduk bersebelahan sembari merebahkan badannya . Perjalanan menuju Germany membutuhkan waktu 16 jam
“Bia kau membutuhkan sesuatu? “
Suara lembut Devan membuat Jia kelimpungan . Pasalnya semenjak di Bandara dan saat Devan memegang tangannya jantungnya benar-benar berdegup kencang .
Bohong jika Jia sudah tak memiliki rasa pada Devan . Apalagi dipupuk seiring berjalannya waktu , Jia sangat yakin jika ia akan mencintai Devan lagi
Sebisa mungkin Jia menggubris perasaan itu ! Ia benar-benar takut jatuh cinta lagi
“Ah iya kak, sepertinya aku belum butuh sesuatu “
“Baiklah , kau beristirahatlah , perjalanan kita cukup panjang jadi aku tidak mau kamu kelelahan “
“Baiklah kak “
Jia memutuskan untuk memejamkan matanya ,sebenarnya juga ada rasa takut dalam hatinya menaiki pesawat . Meski bukan pertama kali , namun ini adalah perjalanan yang paling panjang dalam sejarahnya menaiki pesawat
Jia yang sedikit gemetar dan risau membuat Devan mengernyitkan keningnya , ia bingung
“Bia , kamu kenapa ? “ tanya Devan
Jia yang memejamkan matanya pun harus membuka mata
Devan menatap Jia lekat membuat Jia ikut menatap Devan
“Biaa “ Devan melambaikan tangannya di depan mata Jiandra
“Ehh kak “ Jia terkejut
“Iya kamu kenapa ?”
__ADS_1
Jia cengngengesan
“Ehmm sebenarnya ini perjalanan terpanjang aku naik pesawat kak “
“Lalu ? “ tanya devan bingung
“Jadi aku sedikit takut “
Ahh ya , Devan tau dan mengerti .
“Tak perlu takut , ada aku disini “ ucap Devan sebagai pahlawan kesiangan untuk Jia
Devan memegang tangan Jia .
“Tak perlu takut , sekarang tidurlah , aku akan memegang tanganmu seperti ini , selama diperjalanan “
Jantung jia berdegup kencang , begitu pula dengan Devan
Akhirnya Jia terlelap dalam genggaman tangan Devan
Devan melihat Jia tertidur dalam genggaman tangannya sangat bahagia .
Ia menatap Jia tertidur disampingnya
“Aku berharap aku selalu ada disampingmu saat kamu tidur dan bangun dari tidurmu “ gumam Devan lalu merapikan rambut Jia dan menyelipkan ditelinganya
Frankfurt Airport Germany
Pesawat yang ditumpangi Jiandra dan Devan telah landing dengan selamat . Jia yang tadi tertidur lebih dulu pun bangun lebih dulu dari Devan .
Ia melihat tanganya masih digenggam erat oleh Devan , melihat Devan yang tertidur disampingnya entah ia merasa nyaman ,
Jia membelai lembut wajah Devandra yang tengah tertidur ( cuma akal-akalan Devan )
__ADS_1
“Tampan “ ucap Jia
Devan yang pura-pura tertidur pun jadi berbunga-bunga
“Dia bilang aku tampan “ batinnya jingkrak-jingkrak
Mereka berdua berjalan keluar pesawat tak saling menggenggam , keduanya sibuk menarik koper mereka masing - masing
Sopir yang akan mengantar Devan dan Jia sudah menunggu .
“Selamat Malam tuan muda dan nona muda “ tunduknya kepada sang majikan
“Selamat malam rendi , apa kabarmu ? “ Devan memeluk Rendi . Mereka berdua sangat akrab . Rendi adalah orang kepercayaan keluarga Mahes untuk mengurus Rumah dan tentunya perusahaan MHScompany yang berada di Jerman . Devan tentunya sangat akrab dengan Rendi , karena beberapa kali mereka sering bertemu . Namanya juga anak buah dan atasan .
Tapi disini Devandra memang selalu bisa membuat bawahannya merasa nyaman . Dia memang tidak sombong .
“Saya baik tuan “ ucap Rendi sembari memasukkan koper Jiandra dan Devan kedalam Mobil
“Apa kita langsung pulang atau tuan dan nona ingin pergi kesuatu tempat ? “ tanya Rendi
Devan menatap Jiandra sekilas , Jiandra nampak kusut dan kelelahan .
“Kami pulang saja dulu rendi , kita sangat lelah “
“Baiklah tuan “ Rendi membukakan pintu mobilnya . Disusul masuk oleh Jiandra dan Devan .
......................
...Perjalanan 16 jam memang sangat melelahlan , jadi lebih baik kita istirahat dulu 😀...
...jumpa sore nanti ...
...jangan lupa vote,like, dan beri hadiah yah🤗🤗...
__ADS_1