
Setelah perdebatan kecil Devan dan Jiandra sebelumnya , kini mobil Devan telah memasuki pekarangan rumah Jiandra .
Mereka tak melihat mobil papa Kendra terparkir digarase , artinya papa Kendra dan mama Sita belum pulang dari Restaurant .
“Apa kamu mau mampir sebentar ? “ tanya Jia yang tengah melepas seatbelt mobilnya
Devan menggeleng “ Aku langsung pulang sayang,ada banyak pekerjaan yang akan aku kerjakan bersama Rendi dirumah “ ucap Devan lembut
Jia mengangguk dan mengerti jika Devan memang akan memiliki kesibukan yang lebih beberapa hari kedepan
“Baiklah , jangan lupa untuk makan uhmm hati-hatilah berkendara . Kabari aku jika kamu punya waktu luang “ ucap Jia
“Tentu sayang “ Devan sembari membelai lembut rambut sang kekasih .
“Kalau begitu aku akan masuk kedalam “ ucap Jia lalu hendak membuka handle pintu mobil Devan
“Tunggu ! “ ucap Devan membuat Jia mengurungkan niatnya membuka pintu mobil , Jia segera menoleh kearah Devan
“Ada apa sayang ? “ tanya Jia lembut
Devan meraih sesuatu dibawah pintu mobilnya , sebuah kota berwarna maroon dan warna gold yang menghiasi kotak itu terlihat sangat cantik .
Devan membuka kotak cantik itu perlahan , Jia hanya memperhatikan gerakan Devan . Jia tak mau berpikir terlalu jauh yang mengira jika Devan memberikannya hadiah .
Kalung dengan ruby merah berbentuk bulat kecil dan disekitar ruby itu ada berlian yang mengitari .
“Sangat cantik “ ucap Jia spontan ketika melihat kalung itu didalam kotak yang baru saja Devan buka
“Mendekatlah “ ucap Devan
Jia mengerutkan keningnya .
“Untukku ? “ tanya Jia bingung
Devan mengangguk tersenyum membenarkan ucapkan Jia
Jia segera mendekatkan badanya dan sedikit memajukan kepalanya, agar Devan lebih mudah memasangkan kalung itu dileher Jia .
Kalung cantik itu terpasang dengan baik dan terlihat cantik saat Jia gunakan .
Jia tersenyum memandangi kalung cantik itu .
“Ini adalah hadiah pertunangan dari Abraham’company , beliau menitipkannya kepada Rendi saat berkunjung ke Perusahaan Cabang Jerman”
Jia terkejut
“Benarkah ? Mengapa hanya aku yang diberikan hadiah ? “ tanyanya bingung
__ADS_1
“Aku belum pernah bertemu dengannya “ sambung Jia
“Bagaimana caraku berterimakasih padanya kak ? “ ucap Jia lagi
Devan terkekeh geli melihat ekspresi Jia yang panik .
“Pak Abraham sangat baik ,aku bahkan tak berpikir sejauh itu . Jia dengarkan aku “ ucap Devan serius membuat Jia mengangguk cepat
“Jangan pernah kamu lepaskan kalung ini sampai kapanpun mengerti ? “
“Mengapa ? Apa ini sangat spesial ? “ tanya Jia bingung .
Devan mengangguk serius , terlihat dari tatapan matanya yang tak seperti biasa
“Ini adalah kalung khusus yang dirancang oleh pak Abraham untukmu , lihat ini “ ucap Devan membalikan dan menunjuk belakang liontin cantik kalung tersebut
“Aku bisa melacak keberadaanmu lewat kalung ini , dan kamu bisa menekan di belakang liontin ini jika kamu sedang dalam berbahaya “ jelas Devan membuat Jia terkejut
Jia menutup bibirnya dengan kedua tanganyaa
“Benarkah ? Sehebat itu ? “ bisik Jia kepada Devan dengan wajah shocknya
Devan tersenyum tipis , melihat ekspresi jia yang tengah terkejut dan serius memang selalu menjadi moodbooster untuknya
Devan mengangguk “Benar , jadi ketika kamu menekan itu , alarm di ponselku akan berbunyi dan akan langsung menunjukan dimana lokasimu berada” Devan kembali menjelaskan
“Aku akan menyampaikan ucapan terimakasihmu kepadanya “ ucap Devan
Jia mengangguk ,
“Katakan terimakasih kepadanya , aku harap bisa bertemu dengan beliau “
Devan tersenyum
“Tentu , nanti kamu akan bertemu dengannya “
“Baiklah , jika sudah begini kakak pulanglah Si Sexy Rendy sudah menunggu “ ucap Jia sedikit jenaka
Devan terkekeh geli
“Hihi , baiklah kamu berhati-hatilah dirumah oke ? “ ucap Devan
Jia mengangguk
Devan segera mencium kening Jia penuh cinta .
Jia segera turun dari dalam mobil Devan , lalu melambaikan tangannya kepada Devan
__ADS_1
“Berhati-hatilah kak “ ucap Jia
Devan mengangguk lalu melambaikan tangannya .
Mobil Devan pun meninggalkan pekarangan rumah Jia untuk kembali pulang , sedangkan Jia menutup gerbangnya lalu membuka pintu rumahnya dengan kunci cadangan yang telah ia punya .
Flashback
Saat papa Mahes lebih dulu meninggalkan ruang kerja , Rendy dan Devan tengah membicarakan hal-hal ringan didalam ruang kerja papa Mahes .
“Oh iya aku sampai lupa , Tuan Abraham menitipkan hadiah untuk nona Jia . Tunanganmu ! “ ucap Rendy lalu segera merogoh tasnya mencari titipan Tuan Abraham .
Devan mengernyitkan keningnya ,
“Mengapa dia memberikan hadiah kepada wanitaku ? “ Devan bingung
Rendy mengendikkan bahunya tak tau- menau lalu memberikan sebuah kotak persegi panjang berwarna maroon dan gold kepada Devan .
Pertunangan Devan dan Jiandra memang telah diketahui oleh banyak orang , terutama para rekan bisnis MHS’company .
Devan menerima kotak tersebut lalu membukanya , Devan mengernyitkan keningnya melihat sebuah kalung cantik didalam kotak tersebut .
“Maksudnya apa ini memberikan wanitaku ini ? “ gumamnya bingung
Rendy yang mendengar sekilas pun hanya menghiraukannya .
Saat dilanda bingung , Devan melihat sebuah kertas kecil menyelip diantara bantalan kalung itu . Devan segera mengambilnya lalu membuka kertas tersebut .
*“**Hei Devandra Putra Mahes . Congratulations for your engaged , wanitamu sangat cantik dan manis kau sangat pintar dalam memilih . Ini hadiah kecil dariku untuk wanitamu , aku tau kau pasti akan sangat bingung mengapa aku memberikan wanitamu sebuah kalung . Atau mungkin kau tengah menyombongkan dirimu jika kaupun bisa membelikannya kalung yang lebih dari ini hihihi jangan cemburu dulu . Maaf saya tak bisa datang keacara bahagiamy , namun saat pernikahan kalian akan saya usahakan untuk datang . Aku titipkan hadiah ini kepada Rendy yang tengah berbahagia karena kembali ketanah air . Devandra , saya tau kau takkan pernah berpikir jika musuh bisnis kita ada dimana-mana hingga kau mengumbar pesta pertunanganmu di seluruh media ! Saya mengancungkan jempol untuk itu , maka dari itu kau harus lebih ekstra melindungi wanitamu . Kalung ini bukan kalung biasa , kalung ini sudah saya design dengan baik agar kau bisa melacak keberadaan kekasihmu jika ia perlu bantuanmu . Meskipun begitu tentu saya ingin kalian semua dalam kondisi yang baik . Namun berjaga-jaga juga perlu . Sukses untukmu anak muda .. **
Abraham . “ ***
Surat panjang dari Tuan Abraham membuat Devan tertegun ,
“Mengapa aku tak berpikir sejauh beliau ? Haisshh “ gumam Devan mengacak rambutnya kasar .
Devan segera memperhatikan kalung pemberian pak Abraham , dan benar saja kalung itu memang memiliki rancangan khusus .
Tak heran , Abraham’group memang Rajanya Jawelry dan Elektro . Merancang hal seperti ini tentu sangat mudah bagu Abraham’group .
Dibantu oleh Rendy , Devan mulai menyeting kalung tersebut agar bisa terkoneksi dengan Ponsel Devan dan Rendy sebelum diberikan kepada Jiandra .
Setelah semua selesai Devan segera menghubungi Tuan Abraham dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada beliau , Tuan Abraham pun dengan senang dan penuh rasa syukur ketika Devan menerima hadiah darinya .
“Sungguh pak Tua yang sangat baik hati “ gumam Devan lalu segera keluar Ruang Kerja menyusul papa Mahes .
...----------------...
__ADS_1
...Jangan Lupa Likesssnya kakak-kakak Readers 🥲🙏🏼🙏🏼...