Oh My Man

Oh My Man
Menemanimu


__ADS_3

Setelah lama merengkuh Jia dalam pelukannya , Devan membelai lembut rambut Jia yang tengah terbaring , senyum jia tersungging melihat bagaimana Devan memperlakukan dirinya begitu manis .


“Kapan pulang ? “ tanya Jia


“Perasaan kamu harusnya pulang besok “ sambungnya


Devan menghela nafasnya , menatap manik hitam pekat milik Jia .


“Aku mempercepat semua pekerjaanku hari ini , entahlah perasaanku tak enak dan gelisah . Ternyata ini jawaban dari semua kegelisahanku “ ucap Devan sendu


Senyum Jia melebar


“Unchhh kau terlalu mencintaiku sayang “ ucap Jia seraya menggoda Devan .


Devan menggelengkan kepalanya , senyum-nya tersunggih di bibir manisnya . Devan mencubit pelan hidung Jia


“Bisa-bisanya kamu bercanda dalam keadaan seperti ini “


Jia tertawa lepass


“Hahahahhaha “


Namun sedetik kemudian , Jia mengaduh dan memegangi perutnya


“Aduhh “ ucap Jia sembari memegang perutnya


Devan sontak panik , terlihat dari guratan wajahnya sangat panik


“Ada apa ? Mana yang sakit ? Akan aku panggilkan dokter untukmu “ ucap Devan tanpa jeda lalu ingin beranjak pergi


Jia dengan sigap mencekal tangan Devan ,


“Tak ada yang sakit , aku hanya lapar “ cengir Jia


Devan terkejut .


“Apa kau belum makan siang ? “


Jiandra menggelengkan kepalanya “ Bahkan sarapan pun aku tak sempat tadi “ ucap


Devan menghembuskan nafasnya


“Aku keluar dulu untuk membelikanmu makanan , aku juga sudah menghubungi mama Sita dan papa Kendra dan juga orang tuaku . Sepertinya sebentar lagi mereka akan tiba “


Jia mengangguk


“Apa kau tak apa aku tinggal dulu ? “ sambung Devan


Jiandra tersenyum “ Tak apa , pergilah kak belilah sesuatu untuk dirimu juga ,aku yakin kau belum makan siang “


Devan mengangguk ,lalu berdalih mencium kening Jia sebelum ia pergi meninggalkan Jia sendiri diruang rawat.


“Aku pergi sebentar “ ucap Devan


Jiandra mengangguk dan melambaikan tangannya .


...----------------...


Setelah kepergian Devan , Jiandra menghela nafasnya . Ia menerawang mengingat kejadian tadi yang menimpa dirinya .


Masih ia ingat dalam benaknya , bagaimana pengendara motor itu seperti sengaja ingin menyakitinya .


“Siapa dia ? “ gumam Jia memikirkan siapa seseorang dibalik pengendara motor itu .


“Apa dia orang suruhan si nenek lampir ? “ tanya-nya menerka dalam hatinya

__ADS_1


“Ahh tidak-tidak , aku tidak boleh menuduh sembarangan sebelum ada bukti “ sambungnya sembari menggelengkan kepalanya .


Sejujurnya ada perasaan takut dihati Jia , takut ada seseorang yang ingin menyakiti dirinya . Namun Jia mencoba untuk menghiraukan rasa takutnya dan tak menceritakan kepada siapapun , cukup dirinya saja yang tau Jia tak ingin mengkhawatirkan semua orang .


Pintu Ruang Rawat Jia terbuka ..


Jia segera menoleh untuk melihat siapa yang datang , ternyata Mama dan Papanya datang dengan wajah khawatir .


“Jiaaaa “ teriak mama Devya berlari menghampiri Jia yang tengah terbaring


“Hayyy “ ucap Jia melambaikan tangannya dan tersenyum .


“Hikss anak nakalll , bisa-bisanya kamu Hay Hay seperti itu “ ucap Mama Devya menangis tersedu-sedu


Mendapati kabar jika Jia tengah berada diRumah Sakit, karena menjadi korban tabrak lari sudah membuat kaki Mama Sita melemas meski Devan mengatakan jika Jia baik-baik saja tak membuat mama Sita tenang . Mama Sita terus menangis tersedu-sedu selama diperjalanan , Papa Kendra mencoba menenangkan namun papa Kendra sendiri mendapatkan semprot tajam dari Mama Sita .


“Aku baik-baik saja mah “ ucap Jiandra


“Aku sudah bilang , anak kita itu kuat dan tangguh seperti papanya jadi kamu jangan menangis terus “ ucap papa Kendra


Mama Sita menoleh tajam kepada Papa Kendra , mama Sita memukul bahu papa Kendra sangat keras hingga papa Kendra mengaduh .


“Apa kau gila Ken ? kau lihat luka anakmu ? Kaki , tangan , kepala ? Aku ini seorang Ibu , aku yang melahirkannya , aku yang memberinya Asi dan merawatnya . Tentu saja hatiku akan sangat sedih dan sakit melihat putriku dalam keadaan yang tidak baik . Sekuat-kuatnya Jia , setangguh-tangguhnya Jia , Jia tetap putri kecilku “ ucap Mama Sita dengan tangisnya


Papa Kendra menggaruk tengkuknya yang tak gatal , papa Kendra sebenarnya juga sangat mengkhawatirkan Jia namun tak mungkin jika ia juga memperlihatkan rasa Khawatirnya sebagai seorang suami ia ingin menenangkan istrinya apalagi Devan memberi kabar jika Jia baik-baik saja .


Namun cara penyampaian papa Kendra mungkin salah , hingga tak diterima oleh mama Sita .


“Ya maafkan papa ma, papa salah “ ucap Papa Kendra


Jia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mama dan papanya .


“Sudahlah mah , aku baik-baik saja kata dokter aku hanya perlu istirahat dan menginap sehari disini . Besok aku sudah bisa pulang “ ucap Jia


Mama Sita mengangguk lalu menghapus air mata dipipinya .


Mama Sita yang baru menyadari jika Jia sendiri mulai mengedarkan pandangannya menyapu ruang rawat Jia .


“Kak Devan sedang keluar membelikan aku makanan pah , aku lapar sekali “ ucap Jia cengengesan .


Papa Kendra menggelengkan kepalanya dan tersenyum .


“Apa ini sakit nak ? “ tanya mama Sita menunjuk luka-luka yang ada pada tubuh Jia


“Sedikit mah, jangan khawatir Jia kan kuat dan tangguh seperti kata papa . Ya kan pah ? “ ucap Jia menaikan satu alisnya kepada sang papa , untuk meminta pengakuan kepada papa Kendra jika dirnya memang kuat dan tangguh .


Papa Kendra menatap anaknya dengan bangga , papa Ken mengangguk semangat


“Tentu saja , anak papa Jiandra Drabia Devaki sangat kuat dan tangguh “ ucap papa Kendra sembari memperagakan kata Kuat lewat gerakan tangannya .


Jiandra cekikikan bersamaan dengan papanya , sedangkan Mama Sita mendengus kesal


“Anak sama papa sama saja , tak bisa dikhawatirkan “ ucap mama Sita sedih


Jiandra tertegun mendengar ucapan mamanya


“Aku hanya tak ingin mama bersedih , keadaanku baik-baik saja . Jangan khawatir berlebihan mah “


Mama sita mengelus lembut rambut sang anak,


“Kamu anak mama yang kuat dan tangguh .”


Jiandra tersenyum mengangguk, begitupula dengan papa Kendra .


Pintu Ruangan Jia terbuka ..

__ADS_1


Devan baru saja kembali dari Restaurant yang ada didepan Rumah sakit , bertepatan dengan itu ia bertemu Mama Devya dan papa Mahes yang hendak mengunjungi Jia .


“Mah , pah “ sapa Devan


“Ken , Sita , Jiandra “ ucap mama Devya berlari ingin melihat keadaan Jiandra .


Devan berjalan beriringan bersama papa Mahes , papa Mahes dan papa Kendra saling berpelukan . Sementara mama Devya ingin melihat keadaan calon menantunya lebih dulu .


“Apa kamu baik-baik saja nak ? “ tanya mama Devya


“Aku baik-baik saja mah , terimakasih sudah menjengukku “


“Aku sangat khawatir dan langsung kemari setelah mendapat kabar jika jia kecelakaan ta “ ucap mama Devya kepada mama Sita


“Terimakasih sudah mengkhawatirkan anakku dev “ balas mama Sita


“Untuk apa kau berterimakasih seperti itu , Jia putriku juga “


Mama Sita tersenyum dan mengangguk .


Jiandra terharu , semua orang sangat menyayangi dirinya .


“Maaf aku mengkhawatirkan kalian semua “ ucap Jia .


“Semua kejadian hari ini adalah takdir , namun tetap saja harus kita usut sampai tuntas !! “ ucap papa Mahes tegas .


“Ken, Sita , dan Istriku , aku ingin berbicara dengan kalian semua . Kita bisa keluar dulu sebentar ? Biarkan Devan menjaga Jia disini “ ucap papa Mahes dengan wajah yang sangat serius .


Papa Mahes yang sudah lebih dulu mendapat kabar dari Devan dan Rendy tentang kejadian hari ini , Devan meminta tolong agar papanya mengurus ini semua karena ia ingin menjaga Jiandra lebih dulu .


Papa Kendra mengernyitkan keningnya , ia sangat mengenal sahabatnya ini . Dari raut wajah papa Mahes , papa Kendra sudah bisa membaca jika ada sesuatu yang tidak beres .


Papa Kendra mengangguk dan menyetuji papa Mahes , para Istri tentu saja meng-iyakan juga .


“Jia , kami tinggalkan sebentar . Nanti papa akan kembali “ ucap papa Mahes kepada calon menantunya .


Jia mengangguk dan tersenyum .


“Mama dan papa tinggal dulu ya sayang “ ucap mama Sita


“Mama akan kembali lagi “ ucap mama Devya


Jia mengangguk dan tersenyum


“Pergilah ,jangan khawatir . Ada kak Devan yang menjagaku disini “


Para Orang Tua mengangguk dan meninggalkan Jia bersama dengan Devan diruang rawat .


Papa Kendra dan mama Sita menitipkan anaknya kepada Devan , Devan tentu saja dengan senang hati menemani tunangannya .


Akhirnya hanya tersisa Jia dan Devan diruang rawat .


“Kira-kira mereka akan pergi kemana kak ? “ tanya Jia yang penasaran


“Entahlah , biarkan saja urusan orang tua . Kamu makan dulu ya biar aku suapi . Hari ini aku akan menemanimu “ ucap Devan lembut


Jia tersenyum , dan menganggukan kepalanya mantap


“Terimakasih sayangku “ ucap Jia


Devandra pun menyuapi Jia dengan telaten ,sesekali ia pun menyuapi dirinya sendiri yang saat itu juga tengah lapar ..


...----------------...


...Biarkan para orang tua yang mengurus kejadian Ini …. 🥺🥺...

__ADS_1


...Papa Mahes mulai ambil tangannn ….Jangan lupa likeeee 🙏🏼🙏🏼...


__ADS_2