
Setelah lama merengkuh Jia dalam pelukannya , Devan membelai lembut rambut Jia yang tengah terbaring , senyum jia tersungging melihat bagaimana Devan memperlakukan dirinya begitu manis .
“Kapan pulang ? “ tanya Jia
“Perasaan kamu harusnya pulang besok “ sambungnya
Devan menghela nafasnya , menatap manik hitam pekat milik Jia .
“Aku mempercepat semua pekerjaanku hari ini , entahlah perasaanku tak enak dan gelisah . Ternyata ini jawaban dari semua kegelisahanku “ ucap Devan sendu
Senyum Jia melebar
“Unchhh kau terlalu mencintaiku sayang “ ucap Jia seraya menggoda Devan .
Devan menggelengkan kepalanya , senyum-nya tersunggih di bibir manisnya . Devan mencubit pelan hidung Jia
“Bisa-bisanya kamu bercanda dalam keadaan seperti ini “
Jia tertawa lepass
“Hahahahhaha “
Namun sedetik kemudian , Jia mengaduh dan memegangi perutnya
“Aduhh “ ucap Jia sembari memegang perutnya
Devan sontak panik , terlihat dari guratan wajahnya sangat panik
“Ada apa ? Mana yang sakit ? Akan aku panggilkan dokter untukmu “ ucap Devan tanpa jeda lalu ingin beranjak pergi
Jia dengan sigap mencekal tangan Devan ,
“Tak ada yang sakit , aku hanya lapar “ cengir Jia
Devan terkejut .
“Apa kau belum makan siang ? “
Jiandra menggelengkan kepalanya “ Bahkan sarapan pun aku tak sempat tadi “ ucap
Devan menghembuskan nafasnya
“Aku keluar dulu untuk membelikanmu makanan , aku juga sudah menghubungi mama Sita dan papa Kendra dan juga orang tuaku . Sepertinya sebentar lagi mereka akan tiba “
Jia mengangguk
“Apa kau tak apa aku tinggal dulu ? “ sambung Devan
Jiandra tersenyum “ Tak apa , pergilah kak belilah sesuatu untuk dirimu juga ,aku yakin kau belum makan siang “
Devan mengangguk ,lalu berdalih mencium kening Jia sebelum ia pergi meninggalkan Jia sendiri diruang rawat.
“Aku pergi sebentar “ ucap Devan
Jiandra mengangguk dan melambaikan tangannya .
...----------------...
Setelah kepergian Devan , Jiandra menghela nafasnya . Ia menerawang mengingat kejadian tadi yang menimpa dirinya .
Masih ia ingat dalam benaknya , bagaimana pengendara motor itu seperti sengaja ingin menyakitinya .
“Siapa dia ? “ gumam Jia memikirkan siapa seseorang dibalik pengendara motor itu .
“Apa dia orang suruhan si nenek lampir ? “ tanya-nya menerka dalam hatinya
__ADS_1
“Ahh tidak-tidak , aku tidak boleh menuduh sembarangan sebelum ada bukti “ sambungnya sembari menggelengkan kepalanya .
Sejujurnya ada perasaan takut dihati Jia , takut ada seseorang yang ingin menyakiti dirinya . Namun Jia mencoba untuk menghiraukan rasa takutnya dan tak menceritakan kepada siapapun , cukup dirinya saja yang tau Jia tak ingin mengkhawatirkan semua orang .
Pintu Ruang Rawat Jia terbuka ..
Jia segera menoleh untuk melihat siapa yang datang , ternyata Mama dan Papanya datang dengan wajah khawatir .
“Jiaaaa “ teriak mama Devya berlari menghampiri Jia yang tengah terbaring
“Hayyy “ ucap Jia melambaikan tangannya dan tersenyum .
“Hikss anak nakalll , bisa-bisanya kamu Hay Hay seperti itu “ ucap Mama Devya menangis tersedu-sedu
Mendapati kabar jika Jia tengah berada diRumah Sakit, karena menjadi korban tabrak lari sudah membuat kaki Mama Sita melemas meski Devan mengatakan jika Jia baik-baik saja tak membuat mama Sita tenang . Mama Sita terus menangis tersedu-sedu selama diperjalanan , Papa Kendra mencoba menenangkan namun papa Kendra sendiri mendapatkan semprot tajam dari Mama Sita .
“Aku baik-baik saja mah “ ucap Jiandra
“Aku sudah bilang , anak kita itu kuat dan tangguh seperti papanya jadi kamu jangan menangis terus “ ucap papa Kendra
Mama Sita menoleh tajam kepada Papa Kendra , mama Sita memukul bahu papa Kendra sangat keras hingga papa Kendra mengaduh .
“Apa kau gila Ken ? kau lihat luka anakmu ? Kaki , tangan , kepala ? Aku ini seorang Ibu , aku yang melahirkannya , aku yang memberinya Asi dan merawatnya . Tentu saja hatiku akan sangat sedih dan sakit melihat putriku dalam keadaan yang tidak baik . Sekuat-kuatnya Jia , setangguh-tangguhnya Jia , Jia tetap putri kecilku “ ucap Mama Sita dengan tangisnya
Papa Kendra menggaruk tengkuknya yang tak gatal , papa Kendra sebenarnya juga sangat mengkhawatirkan Jia namun tak mungkin jika ia juga memperlihatkan rasa Khawatirnya sebagai seorang suami ia ingin menenangkan istrinya apalagi Devan memberi kabar jika Jia baik-baik saja .
Namun cara penyampaian papa Kendra mungkin salah , hingga tak diterima oleh mama Sita .
“Ya maafkan papa ma, papa salah “ ucap Papa Kendra
Jia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mama dan papanya .
“Sudahlah mah , aku baik-baik saja kata dokter aku hanya perlu istirahat dan menginap sehari disini . Besok aku sudah bisa pulang “ ucap Jia
Mama Sita mengangguk lalu menghapus air mata dipipinya .
Mama Sita yang baru menyadari jika Jia sendiri mulai mengedarkan pandangannya menyapu ruang rawat Jia .
“Kak Devan sedang keluar membelikan aku makanan pah , aku lapar sekali “ ucap Jia cengengesan .
Papa Kendra menggelengkan kepalanya dan tersenyum .
“Apa ini sakit nak ? “ tanya mama Sita menunjuk luka-luka yang ada pada tubuh Jia
“Sedikit mah, jangan khawatir Jia kan kuat dan tangguh seperti kata papa . Ya kan pah ? “ ucap Jia menaikan satu alisnya kepada sang papa , untuk meminta pengakuan kepada papa Kendra jika dirnya memang kuat dan tangguh .
Papa Kendra menatap anaknya dengan bangga , papa Ken mengangguk semangat
“Tentu saja , anak papa Jiandra Drabia Devaki sangat kuat dan tangguh “ ucap papa Kendra sembari memperagakan kata Kuat lewat gerakan tangannya .
Jiandra cekikikan bersamaan dengan papanya , sedangkan Mama Sita mendengus kesal
“Anak sama papa sama saja , tak bisa dikhawatirkan “ ucap mama Sita sedih
Jiandra tertegun mendengar ucapan mamanya
“Aku hanya tak ingin mama bersedih , keadaanku baik-baik saja . Jangan khawatir berlebihan mah “
Mama sita mengelus lembut rambut sang anak,
“Kamu anak mama yang kuat dan tangguh .”
Jiandra tersenyum mengangguk, begitupula dengan papa Kendra .
Pintu Ruangan Jia terbuka ..
__ADS_1
Devan baru saja kembali dari Restaurant yang ada didepan Rumah sakit , bertepatan dengan itu ia bertemu Mama Devya dan papa Mahes yang hendak mengunjungi Jia .
“Mah , pah “ sapa Devan
“Ken , Sita , Jiandra “ ucap mama Devya berlari ingin melihat keadaan Jiandra .
Devan berjalan beriringan bersama papa Mahes , papa Mahes dan papa Kendra saling berpelukan . Sementara mama Devya ingin melihat keadaan calon menantunya lebih dulu .
“Apa kamu baik-baik saja nak ? “ tanya mama Devya
“Aku baik-baik saja mah , terimakasih sudah menjengukku “
“Aku sangat khawatir dan langsung kemari setelah mendapat kabar jika jia kecelakaan ta “ ucap mama Devya kepada mama Sita
“Terimakasih sudah mengkhawatirkan anakku dev “ balas mama Sita
“Untuk apa kau berterimakasih seperti itu , Jia putriku juga “
Mama Sita tersenyum dan mengangguk .
Jiandra terharu , semua orang sangat menyayangi dirinya .
“Maaf aku mengkhawatirkan kalian semua “ ucap Jia .
“Semua kejadian hari ini adalah takdir , namun tetap saja harus kita usut sampai tuntas !! “ ucap papa Mahes tegas .
“Ken, Sita , dan Istriku , aku ingin berbicara dengan kalian semua . Kita bisa keluar dulu sebentar ? Biarkan Devan menjaga Jia disini “ ucap papa Mahes dengan wajah yang sangat serius .
Papa Mahes yang sudah lebih dulu mendapat kabar dari Devan dan Rendy tentang kejadian hari ini , Devan meminta tolong agar papanya mengurus ini semua karena ia ingin menjaga Jiandra lebih dulu .
Papa Kendra mengernyitkan keningnya , ia sangat mengenal sahabatnya ini . Dari raut wajah papa Mahes , papa Kendra sudah bisa membaca jika ada sesuatu yang tidak beres .
Papa Kendra mengangguk dan menyetuji papa Mahes , para Istri tentu saja meng-iyakan juga .
“Jia , kami tinggalkan sebentar . Nanti papa akan kembali “ ucap papa Mahes kepada calon menantunya .
Jia mengangguk dan tersenyum .
“Mama dan papa tinggal dulu ya sayang “ ucap mama Sita
“Mama akan kembali lagi “ ucap mama Devya
Jia mengangguk dan tersenyum
“Pergilah ,jangan khawatir . Ada kak Devan yang menjagaku disini “
Para Orang Tua mengangguk dan meninggalkan Jia bersama dengan Devan diruang rawat .
Papa Kendra dan mama Sita menitipkan anaknya kepada Devan , Devan tentu saja dengan senang hati menemani tunangannya .
Akhirnya hanya tersisa Jia dan Devan diruang rawat .
“Kira-kira mereka akan pergi kemana kak ? “ tanya Jia yang penasaran
“Entahlah , biarkan saja urusan orang tua . Kamu makan dulu ya biar aku suapi . Hari ini aku akan menemanimu “ ucap Devan lembut
Jia tersenyum , dan menganggukan kepalanya mantap
“Terimakasih sayangku “ ucap Jia
Devandra pun menyuapi Jia dengan telaten ,sesekali ia pun menyuapi dirinya sendiri yang saat itu juga tengah lapar ..
...----------------...
...Biarkan para orang tua yang mengurus kejadian Ini …. 🥺🥺...
__ADS_1
...Papa Mahes mulai ambil tangannn ….Jangan lupa likeeee 🙏🏼🙏🏼...