
Hari itu hari Minggu seharusnya aku dan om masih liburan di Bandung tapi karena aku tak bisa mengendalikan perasaan yang aneh dalam diriku dari pada terjadi sesuatu lebih baik kita pulang.
Sesampainya dirumah aku langsung masuk rumah dan berpamitan ke om.
Didalam kamar aku masih merenungkan perasaanku yang aneh itu. Setelah itu aku coba mengotak ngatik hp untuk menghilangkan perasaan yang aneh dalam hatiku.
Tapi masih terbayang bayang terus kejadian pas saat main flying fox dan dikamar penginapan itu.
Aku berusaha untuk melupakan dengan membaca baca buku, mencoba menulis sesuatu dan lain sebagainya tapi masih terbayang terus. Aku sampai pusing dan aku memutuskan untuk menelpon Akira dan mengajaknya jalan jalan ke mall.
Akhirnya aku dan Akira sampai di mall. Kami masih berjalan jalan. Dan melihat lihat sekitarnya agar rasaku hilang.
"Senang banget akhirnya bisa jalan ke mall bareng lagi (kataku sambil berjalan jalan melihat sekeliling mall.)
"Haaa,, apa aku gak salah dengar?. Perasaan kita sering deh ke mall bareng (Akira sampai heran dengan apa yang aku katakan.)
"Emmmm..,, iya ya lupa aku. ( tertawa malu)
__ADS_1
"Ohhh ya, kemarin katanya kamu habis liburan ke Bandung ya sama om kamu?
"Emmm iya,, Akira... (kataku dengan sedikit terbata bata.)
"Kenapa kamu gak ngajak aku sih? tau gitu aku kan bisa ikut liburan sama kamu.
"Liburan dadakan kok itu, sekalian aku ke tempat kerja mama dibandung ya sekalian liburan (kataku kepada Akira)
"Pasti senang dong liburan sama om sendiri berasa lagi kencan sama pacar.. hahaha ( Akira tertawa terbahak bahak sambil menggodaku. )
Akupun jadi malu dan aku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan Akira dengan mengajaknya untuk menuju ke alat alat make up yang ada disalah satu mall disana.
"Akira, kamu gak sekalian beli nih ada masker yang kamu cari. Ada banyak nih?.. (kataku sambil menunjukkan masker wajah itu.)
" Aku udah beli, minggu lalu banyak malahan. (sambil main handphone dan sesekali melihat sekitar.)
"Ohhh.. oke, kalau gitu aku bayar dulu ya ke kasir (aku berjalan menuju tempat kasir dan membayar kosmetik yang aku ambil tadi.)
__ADS_1
Sementara itu aku sedang membayar dikasir dan tiba tiba Akira memanggilku dengan suara yang agak keras. Terus akupun menoleh kepadanya dan bilang.
"Apaan sih?. huffs pelan pelan dong, jangan keras keras ( menuju kearah Akira dengan membawa kresek yang berisi kosmetik yang ku beli .)
Akira menunjukkan kearah salah satu sudut mall.
" Bukankah itu om kamu ya...
Akupun langsung melihat kearah tempat yang ditunjuk Akira. Dan aku melihat kearah sana ternyata itu om Fathir lagi bersama seorang wanita. Tapi bukan si Feby melainkan wanita lain. Tiba tiba aku langsung beranjak pergi dan marah melihat om bersama wanita itu.
Si Akira tampak kebingungan melihat aku tiba tiba lari begitu saja. Dan diapun mengejarku dengan memanggil namaku. Tapi aku tak menghiraukan aku langsung pulang diantar sama sopirku. Yang kebetulan pada saat itu aku berlari aku langsung menghubungi pak Jupri sopir pribadi rumahku.
Didalam mobil entah kenapa air mata mengalir membasahi pipiku.Ada rasa kecewa, patah hati dan rasanya campur aduk dalam hatiku. Ada apa denganku?.
Ada apa dengan perasaanku?. Mengapa
perasaanku seperti ini?. Aku hanya bisa menangis merasakan dan melihat om ku bersama wanita lain.
__ADS_1
Pak Jupri sesekali melihatku dari kaca spion yang ada didalam mobil. Tapi hanya melihat tanpa berkata apapun.
Sesampainya dirumah aku langsung masuk kamar.Bi Sariyem melihatku dengan heran sempat ia menyapaku tapi melihatku menangis ia hanya melihatku dengan heran, yang pada saat itu sedang membersihkan lantai.