OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Rahasia


__ADS_3

Pagi ini adalah hari ketiga aku berada dirumah sakit setelah aku operasi usus buntu.Hari ini juga aku sudah boleh pulang sama dokter.Kebetulan hari ini mama belum kembali ke Bandung ia ingin merawatku di Jakarta sampai aku sembuh.


Ohh ya,hari ini om Fathir tak mengantarku pulang sebab ia ada urusan sama pekerjaannya.Jadi aku pulang bersama mama tercinta.


Sesampainya aku dirumah,aku kaget dengan keberadaan Bagas yang secara tiba tiba sudah menunggu diteras rumah depan.Aku melihatnya dari mobil, kukira bukan Bagas ternyata beneran dia.Aku segera turun dengan menaiki kursi roda dibantu sama mama dan Bagas nyamperin aku untuk membantuku menaiki kursi roda.


"Biar saya saja tante yang dorong (sapa Bagas kepada mama.)


Ia membawaku dengan mendorong kursi roda nya dengan pelan pelan.Ia juga yang membukakan pintu untukku padahal ada bibi lho.


"Bagas, sejak kapan kamu ada disini? (tanyaku pada dia.)


"Baru saja,aku dengar kalau kamu hari ini mau pulang jadi aku nungguin dirumah saja.( jawab Bagas dengan nada yang santai.)


"Kamu siapa ya?kok Tante gak pernah lihat kamu ( tanya mama heran pada Bagas.)


"Saya temannya Meera tante .)Perkenalkan saya Bagas (ia mengulurkan tangannya .)


Mama pun menjabat tangan Bagas .Lalu Bagas bercerita bahwa ialah yang menyebabkan anaknya masuk rumah sakit soalnya ia yang mengajak Meera untuk makan yang pedas .Tapi sebenarnya tidak itu semua hanya kesalahnku.


"Maafkan saya tante,sebenarnya sayalah yang menyebabkan anak tante sakit (ia tertunduk dengan wajah yang menyesal.)


"Ohh,. udah gak apa kok!itu karena memang anak tante suka makanan pedas.Jadi ya mungkin kerasanya baru sekarang.Gak usah merasa bersalah (kata mamaku .)


"Iya Bagas.Buat apa sih nyalahin diri kamu sendiri? omongan om aku kemarin gak usah diambil hati ( ujarku pada Bagas.)


"Iya.. (jawabnya dengan singkat .)


"Ya udah,sayang sekarang kamu istirahat dulu ya.Nak Bagas tolong ya bantuin Meera naik keatas (ujar mama )


"Iya Tante ..

__ADS_1


Bagas menggendongku untuk naik ke kamarku yang ada diatas dengan menaiki tangga.Kulingkarkan tanganku ke pundaknya.Jalannya sangat pelan pelan sekali.Tampaknya ia sangat berhati hati takut kalau terjadi sesuatu kepadaku.


Sesampainya didalam kamar ia menurunkanku dengan sangat hati hati.Ketika aku hendak ingin duduk di kasur kakiku tergelincir dengan sigap Bagas menangkap badanku dan kita berdua jatuh di kasur bersama.Kami saling berpandangan tapi hanya selang beberapa menit kami berdua sadar.Bagas pun bangun dari tempat tidurku.


Ia langsung bergegas pergi tanpa mengucapkan apapun kepadaku.Mungkin saja dia malu .


Sementara itu,saat Bagas menutup pintu kamarku.Ia berkata dalam hati .


Kenapa jantungku berdebar ya?


Tiba tiba begini


Ahh, apa ia aku mulai suka,Ahh gak mungkin aku disini hanya bekerja bukan untuk suka sama anak bos aku.


Lalu ia menuju kebawah dan melihat mama yang masih diruang tamu yang sedang duduk sambil mengutak atik handphonenya.Ia memberanikan diri untuk bicara ke mama tentang siapakah om Fathir sebenarnya.


"Tante ....(tanya Bagas.)


"Ehhh, Meera udah istirahat kan dikamarnya (tanya mama .)


"Baguslah kalau begitu.Tante mau bilang terima kasih ya sudah bantuin tante.Soalnya disini gak ada orang laki laki .Omnya juga tadi gak bisa mengantar pulang sebab lagi ada pekerjaan ( kata mama )


"Emmmm,maaf tante.Apakah papanya Meera sudah mengetahui keadaan Meera sekarang? (tanya Bagas .)


Mama tiba tiba diam ketika Bagas menanyakan hal itu.Dan ia mencoba menjawabnya dengan santai .


"Iya sudah saya hubungi papanya (jawab mama dengan santai.)


"Kalau boleh saya tau.Om yang biasa sama Meera itu adik kandung tante (tanya Bagas dengan hati hati .)


"Maksud kamu apa bertanya seperti itu? (dengan nada yang sinis pada Bagas.)

__ADS_1


"Saya hanya tanya saja tante.Maafkan jika saya salah menanyakan hal itu (terbata bata .)


Sejenak mama terdiam lama.Dan pada saat itu juga Bagas mau berpamitan pada mama.Tapi mama ingin mengatakan sesuatu pada Bagas


"Sebenarnya Fathir itu bukanlah adik kandung saya.Dia hanya anak angkat yang diasuh oleh mama saya sejak ia berumur 10 tahun.Dia anak dari sahabat mama saya.Sahabat mama saya meninggal akibat kecelakaan pesawat.Dan Fathir dititipkan sama mama saya jadi semenjak itu aku dan keluarga sudah menganggap dia sebagai adik kandung (mama menjelaskan dengan santai tapi jelas.)


"Apakah suami da Meera tahu ? (kata Bagas)


"Papanya tahu tapi Meera belum tau hal ini (kata mama .)


"Kenapa tante gak mencoba menceritakan ke Meera?


"Buat apa juga saya ceritakan ini saya Meera?.Sebab dia udah anggap Meera keponakan nya begitupun Meera juga menganggap nya sebagai om.Jadi tak perlu dikhawatirkan (ujar mama .)


"Apa tante gak takut bila Meera jatuh cinta sama omnya sendiri? (kata Bagas sambil menatap mama .)


"Maksud kamu?.Tak mungkinlah mereka saling jatuh cinta (ujar mama dengan santai sembari melihat lihat handphone.)


"Ya mungkin saja,soalnya mereka begitu dekat sekali tante .


"Ya ,mudah mudahan itu gak terjadi sebab kalau itu terjadi papanya Meera gak setuju (ujar mama.)


"Kenapa bisa begitu tante?


"Ya mungkin papanya gak suka sama dia karena dulu ketika Fathir masih kerja di perusahaan papanya disini sebelum pindah ke Korea,mereka berdebat tentang sistem kerja.Dan akhirnya sejak saat itu mereka tak lagi bertemu dan Fathir keluar dari perusahaan.Dan ia memilih bekerja diluar negeri tepatnya di Jepang sana (kata mama menjelaskan dengan panjang sekali .)


"Ohh begitu ya tante.Maaf ya tante kalau aku banyak sekali bertanya yang seharusnya tak aku tanyakan (ucap Bagas .)


"Santai saja (ucap mama.)


"Kalau begitu saya mau ijin pulang dulu ya tante!

__ADS_1


"Ohh, iya terima kasih sudah mau bantuin Meera (mama berdiri dari sofa .)


Bagas pun berpamitan pulang.Lalu ia mengendarai mobilnya .Waktu ia melihat kaca spion mobilnya ia melihat ada mobil om Fathir yang menuju kerumah Meera .Secepatnya ia bergegas mengendarai mobil dengan melajukan mobilnya.Ketika itu juga om Fathir mengetahui adanya mobil warna putih milik Bagas yang melintas.


__ADS_2