
Jantungku masih berdegup dengan kencang. Aku merasa ada yang salah denganku. Tapi apa?. Akhirnya main flying fox sudah selesai.
Om Fathir membelikan minuman karena om tahu aku dari atas tadi ketakutan sampai sekarang pun aku masih gemeteran bercampur rasa dag dig dug jantungku.
Om Fathir menghampiriku dan memberikanku sebotol minuman dingin.
"Ini minum,.. (menyodorkan minuman dingin
itu kepadaku.) " Bagaimana masih gemetaran?..
Aku sama sekali tak menjawab pertanyaan om. Aku hanya menggelengkan kepalaku saja tanpa sepatah katapun.
Setelah itu om tiba tiba memegang tanganku dan akupun kaget lagi jantungku uda mulai dag dig dug lagi. Om mengajakku untuk duduk ditepi danau buatan kecil ditempat wisata itu. Dan ia pun menyuruhku duduk disebelahnya, sambil menepuk bangku dari kayu yang ada disampingnya dan menyuruhku untuk duduk disitu.
Dia masih memandangi pemandangan disekitar danau buatan itu. Sepertinya om Fathir merasa senang hari ini terlihat dari raut mukanya kelihatan rasa galau kemarin sudah hilang.
__ADS_1
"Ahhhh,,... rasanya nyaman dan sejuk ya lihat pemandangan seindah ini. (kata om Fathir sambil tersenyum dengan melihat sekitarnya.)
Tapi aku hanya diam saja dan menundukkan kepalaku sekali kali menengok om Fathir yang ada disebelahku.
" Kok kamu diam saja, ..dari tadi om bicara kamu gak jawab sama sekali pertanyaan om (dia pun menoleh kearahku.)
" Emmmm,... ahhhh tak apa kok om, aku hanya masih ketakutan pas naik flying fox tadi masih agak terasa gemeternya. Maaf ya om!.. ( menundukkan kepalaku.)
Untuk menghilangkan rasa canggungku sama om, aku mencoba untuk mengalihkan perasaanku sendiri dengan menanyakan tentang pekerjaan om Fathir selama berada diluar negeri.
"Disana om bekerja untuk mengurus ekspor impor barang yang ada disana.
"Barang apa saja sih om? ( tanyaku pada om )
"Ya banyak, kebutuhan sehari hari kan om kerjanya diperusahaan ekspor impor jadi banyak sekali.
__ADS_1
Kami berdua masih saling mengobrol dan om masih menceritakan pekerjaan nya selama berada disana. Dan kami pun sampai lupa, waktu kalau hari sudah agak siang dan kami memutuskan untuk pergi dari tempat wisata itu. Dan mencari tempat untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan.
Sebenarnya ditempat wisata itu ada sih berbagai kuliner dan tempat buat mengisi perut tapi om ingin makan diluar wisata itu. Tepatnya di daerah Bandung juga cuman tempatnya agak jauh sih. Tempatnya lumayan bagus seperti tema persawahan.
Sesampai disana om langsung memesan makanan dan yang bikin aku kaget om Fathir memilih tempat yang langsung dekat banget sama alamnya jadi bisa lihat pemandangan secara langsung.
"Wahhh,, Indah ya om.Begitu indah ciptaan yang Maha Kuasa ( kataku sambil melihat lihat pemandangan sekitar.)
"Iya, sangat indah.. Kapan lagi bisa lihat keindahan ini? (seperti tadi masih dengan senyum yang bahagia melihat pemandangan.)
"Yukk,.. om duduk jangan berdiri terus, .
Makanan yang kita pesanpun sudah datang .Dan kitapun menikmati makanan tersebut dan memakan dengan lahap. Tiba tiba pas waktu kita makan ada seorang perempuan yang menghampiri kita.Dan tanpa basa basi ia langsung menarik tangan om Fathir dan seketika itu om pun kaget. Dan ia menghentikan makannya.
Aku hanya menatap perempuan itu dan perempuan itupun menatap balik dengan tatapan penuh amarah. Entah apa yang ia pikirkan?.
__ADS_1
Bersambung.. part 3