OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Dilampu merah


__ADS_3

Hari telah berganti,luka operasi ku alhamdulilah sudah mulai membaik.Dan aku sudah bisa bersekolah seperti biasanya.Hanya beberapa hari lagi hari ulang tahunku.Sebenarnya aku tak ingin merayakan hari itu tapi entahlah sepertinya mama punya rencana untuk membuat pesta.


Tapi akhir akhir ini,ada yang sedikit beda dari semua orang.Terutama om Fathir ia sekarang jarang sekali menemui ku sejak kejadian itu.Aku juga jadi takut untuk menghubunginya.


Hari ini setelah pulang sekolah,aku menyempatkan diri untuk pergi ke restaurant tempat favoritku untuk makan.Baru saja membuka pintu restaurant aku sudah melihat pemandangan yang tak begitu indah.Kulihat disana ada om sama wanita itu.Tampaknya ia sedang makan bersama disana.Akupun berbalik dan kembali dan tak jadi makan disana.


Dalam perjalanan pulang aku bertemu Bagas.Ia sepertinya sedang menelpon seseorang dan akupun menghampirinya .


"Bagas, ngapain kamu disini? (sapaku .)


"Hei,,apa kabar Meer?.(sapanya yang masih memegang handphone dan kemudian ia mengantongi hpnya kesaku celananya.)


"Baik kok!. (ujarku.)


"Nanti malam kamu ada acara!.Ohh ya apa luka operasimu sudah sembuh?.(tanya Bagas.)

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah sembuh cuman ya masih gak boleh makan yang pedas dan gak boleh angkat berat dulu.Emm nanti malam aku sama sekali tak ada acara kok (kataku.)


"Kalau begitu aku jemput kamu malam ini ya!.Apakah dirumah ada mama kamu?(kata Bagas.)


"Kebetulan hari ini mama pulang ke Bandung untuk lihat restaurant.Mungkin dua hari lagi balik .


"Pasti ada acara pesta ulang tahunmu kan!(kata Bagas.)


"Kok kamu tahu!. Sebetulnya gak dirayakan juga tak apa sih, soalnya aku kan baru sembuh maunya sih syukuran aja tapi ya sudahlah (kataku dengan pasrah.)


Bagas membukakan pintu mobil tanpa permintaanku.Aku pun masuk saja kedalam mobil karena aku juga tak mau capek juga.Karena hari ini pak Jupri sopirku lagi ijin ada keperluan maka dari itu aku naik Grab saja.Aku duduk didepan samping Bagas.Pas lampu merah mobil semua berhenti .Entah sengaja atau tidak Bagas menyuruhku untuk menoleh kearah jendela.Awalnya aku bingung kok disuruh noleh ke jendela.Dan kuperhatikan dari seberang sana ada mobil om Fathir ia sedang menyetir disebelahnya ada Feby .Kulihat disana Feby mencium om Fathir dan om hanya diam saja .Seketika itu wajahku yang sudah sedih melihat yang direstaurant,sekarang harus melihat yang lebih menyedihkan lagi.Aku tahu sekarang om beberapa hari ini sudah jarang menemui ku.Mungkin karena wanita itu yang harus dia bahagiakan bukan aku. Tak kurasa air mata menetes kepipiku.Bagas hanya melihatku sebentar dan ia tetap fokus menyetir.


Sesampainya dirumah, didalam mobil aku masih terlihat menangis tapi Bagas tak mencoba untuk menegurku.Ia langsung turun dari mobil dan ia menggendongku untuk turun dari mobil.Seketika itu akupun tersadar dan melepaskan gendongannya.


"Maaf ya Bagas!.(kataku sambil mengelap air mata yang masih menempel dipipiku.)

__ADS_1


"Iya santai saja.Aku tahu kok perasaanmu sekarang!.


"Ya udah,terima kasih ya sudah mengantarkan kerumah (kataku.)


"Seharusnya aku tak memperlihatkan mu kejadian itu dan lihat sekarang kamu jadi menangis (Bagas menyesal dengan menundukkan kepalanya.)


"Aku tak apa kok Bagas,aku baik baik saja kok!.Sekali lagi terima kasih ya sudah mengantar,ohh ya nanti malam aku tunggu kamu dirumah ya( kataku dengan pura pura melempar senyuman pada Bagas.)


Aku pun masuk kedalam.Bagas pun pergi meninggalkanku melaju cepat dengan mobilnya.


Didalam kamar aku masih menangis.Kuingat ingat kejadian dilampu merah itu.Dia hanya diam saja ketika dicium oleh Feby tapi disaat ku cium.Dia (om) malah menghindari ku dan sepertinya tak menyukai apa yang aku lakukan itu.


Apakah aku harus mengatakan perasaanku sebelum semua terlambat aku harus mengatakannya.


Entah jawaban apa yang akan kutrima ,itu urusan nanti.Yang terpenting ku ungkapkan perasaanku padanya

__ADS_1


Dihari ulang tahunku nanti.


__ADS_2