OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Kuungkapkan perasaanku


__ADS_3

Selang beberapa jam aku sudah kembali kerumah diantar sama om Fathir.Baju yang kupakai pun basah kuyup dengan mataku yang sembab.Begitu aku membuka pintu,mama terkejut melihatku dengan keadaanku yang seperti itu.Ia langsung merangkul ku dan membawaku masuk kedalam.Dan aku naik keatas untuk mengganti bajuku.Setelah berapa jam akupun tak turun kebawah untuk menemui mama.


"Ada apa dengan Meera? (tanya mama ke om.)


"Sebenarnya tadi dia bertemu sama papanya (kata om.)


"Apa? (mama terkejut dan berdiri dari sofa segera naik keatas untuk menghampiriku.)


Didalam kamar aku masih menangis.Mama mengetuk pintu kamar tapi tak aku buka.


Kudengar suara mama memanggilku dari luar.


"(Tok..tokk.tokk...)Buka pintunya nak! kamu dengar mama kan.Jangan bikin mama khawatir nak.Please buka pintunya !.


Aku pun membukakan pintu.Dengan mata yang merah,sembab wajah yang tampak penuh kekecewaan.Kupeluk mama erat dan menangis didalam pelukannya .


"Nak,, sudah jangan menangis.Jelaskan sama sama.Apa yang sebenarnya terjadi? ( ujar mama padaku sambil mengelus rambutku.)


"Mama, kenapa tak beri tahu aku kalau papa dan mama sudah bercerai?( ujarku yang masih menangis sesegukan.)


"Mama gak mau bikin kamu sedih nak.Ayo sini duduk dulu! ( ujar mama.)


"Jelaskan sama aku ma! ( masih sesegukan.)


"Sebenarnya mama pengen nunggu waktu yang tepat saja untuk memberitahu hal ini.Karena mama ingin kamu fokus sama sekolah kamu.Yang terpenting bagi mama sekarang hanya kamu,kebahagiaanmu (ujar mama dengan tegar.)


"Kenapa mama sama sekali tak menangis?( tanyaku.)


"Air mata mama sudah habis nak!.Sudah tak mau keluar lagi untuk menangisi hal yang tak perlu untuk ditangisi .Masa lalu ya masa lalu,masa depan lah yang kita pikirkan saat ini .Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat dia tetap papa kamu.Meskipun dia seperti itu tapi kamu tetap harus menghormati dan saling jaga silaturrahim ya nak!(jawab mama dengan tegar tanpa menunjukkan rasa sedih.)


"Aku sayang sama mama (kupeluk mama dengan erat.)


"Mama juga sayang kamu nak.Mama bahagia jika kamu merasa bahagia dan sayangi dirimu sendiri (ujar mama )

__ADS_1


"Iya ma.


Aku mulai sudah tak menangis lagi.Perasaanku sudah menjadi sangat tenang.Begitu aku dan mama selesai berbicara,om Fathir masuk ke kamarku dan ingin bicara sama aku.


"Kalian berdua disini saja ya,mama mau kebawah dulu mau telepon teman mama (kata mama seraya bangkit dari tempat tidurku .)


"Iya kak!.( jawab om.)


Om Fathir, duduk di sebelahku .Ia sepertinya ingin mengatakan sesuatu tetapi masih ragu untuk berbicara dan sedikit canggung .Akhirnya aku yang memulai duluan untuk bertanya


"Mau ngomong sesuatu ya om!(kataku)


"Emmm..iya tapi takut kamu marah !(jawab om dengan terbata bata .)


"Enggak kok,aku gak bakalan marah sama om (ujarku )


"Apa benar yang dikatakan Bagas?(tanya om.)


"Perkataan yang mana? (jawabku yang masih bingung )


Bagas berlari mengikuti tapi aku sudah jauh pergi dari tempat dimana ia mengajakku bertemu dengan papa.Ketika ia hendak mengejar ku dan masuk kedalam mobil .Ia melihat ada mobil om Fathir yang menuju kearah dia .Ia langsung memberhentikan mobil om dan menyuruhnya untuk turun dari mobil.Awalnya om tadi marah tapi dia menurunkan egonya.Menghadapi Bagas dengan tenang.


"Ada apa tiba tiba memberhentikan ku?(jawab om santai .)


"Kejar Meera! dia berlari kearah sana sambil menangis (kata Bagas )


"Buat apa?bukankah seharusnya kamu yang kejar dia.Kamu kan yang ajak dia kesini?Seharusnya kamu yang bertanggung jawab bukan saya (jawab om dengan tegas.)


"Dia bukan tanggung jawabku,melainkan dirimu (kata Bagas )


"Maksud kamu?(tampak heran .)


"Dia sangat kecewa sangat dalam.Hanya kamu yang bisa menghibur dia saat ini.Kejarlah dia jangan sampai kamu menyesal (jawab Bagas yang begitu meyakinkan.)

__ADS_1


"Aku tak mengerti maksud kamu?(masih tampak bingung .)


"Aku bilang kejar dia sekarang juga (dengan nada marah dan menunjuk kearah jalan raya.)


Om Fathir terdiam dan hendak mengejarnya seketika itu ia melihat Kak Hendra papa Meera yang memanggil Bagas.Lalu ia segera menuju mobil dan melaju menyusul Meera.


"Apakah aku akan menyesal? (jawab om.)


"Bagas mengatakan itu? (jawabku dengan malu.)


"Iya. Apa yang dimaksud Bagas ? ( tanya om dengan menatap ke arahku .)


"Aku sebenarnya ....(masih takut untuk mengatakan.)


"Sebenarnya apa? katakan sama om Meera jangan buat om jadi takut (kata om yang penasaran.)


"Aku mencintai om..( jawabku dengan jelas.)


Om terkejut dan tak bisa mengatakan apapun kepadaku.Dia hanya memandangiku sedangkan aku hanya menundukkan kepalaku karena malu dengan perasaan yang aku miliki.Tiba tiba tangan om menyentuh tanganku dan jantungku berdegup kencang.


Tangannya memegang daguku dan mata kami saling berpandangan .Dia hanya mengatakan sesuatu .


Kamu tak usah takut dan malu untuk mengatakan perasaanmu


Om hargai perasaanmu


Perasaanmu tak salah bagi om


Karena om juga merasakan hal yang sama


Akan tetapi untuk saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk kita,mungkin kita terlambat menyadarinya sekarang


Kamu jangan khawatir om akan selalu menemanimu dan menjagamu.

__ADS_1


Setelah om mengatakan hal itu ia tak lagi mengatakan apapun.Ia langsung pergi begitu saja meninggalkanku dan anehnya dia tak mengatakan secara jelas apakah ia mencintaiku atau tidak.


__ADS_2