OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Bukan saudara kandung


__ADS_3

Sejak Bagas mengatakan hal itu aku langsung menghubungi om Fathir untuk menemuinya.Sempat terpikirkan dalam fikiranku kenapa aku tak menanyakan langsung ke mama.Kebetulan mama lagi berada di Bandung jadi mungkin saja om Fathir tahu.Ku coba untuk menghubungi tapi gak ada jawaban dari om.


Akhirnya aku samperin saja keapartemennya.


Aku coba untuk mengetuk pintu kamarnya tapi gak ada jawaban sama sekali dari dalam.


Kuhubungi lagi om Fathir,masih tak diangkat juga.


"Ihhhh,om Fathir kok gak bisa dihubungi!.Diapartemen juga gak ada (kataku dalam hati.)


Sambil menunggu telepon dari om,aku menyempatkan diri untuk beli minuman di minimarket.Pas aku lagi mau ambil minuman,ku coba perhatikan dari luar sepertinya aku lihat om Fathir.Tapi aku ragu apakah tadi benar om Fathir?.Sudahlah aku langsung bayar saja kekasir.Habis itu perhatikan lagi laki laki tadi ternyata benar tadi itu om Fathir.Aku coba memanggilnya tapi ia tak menoleh dan langsung masuk mobil.Tapi ada yang aneh,dia bersama empat orang laki laki.


Kuputuskan kembali kerumah dan anehnya ada mobil om.Langsung dong aku masuk,kubuka pintu.Benar kan ada si om tapi sendirian.


"Om,kok tiba tiba ada disini! (kataku seraya meletakkan tas disofa ruang tamu.)


"Ya,om kangen saja sama kamu pengen ketemu (ujar om sambil tersenyum tipis.)


"Gombal deh!.Oh ya om,kok tadi aku telepon gak om angkat sih,tadi juga aku ke apartemen lho!. (kataku .)


"Ngapain kamu ke apartemen? (tanya om.)


"Ya aku ingin menanyakan suatu hal yang penting sama om .


"Mau tanya perihal apa? (tanya om.)


"Masalah om sama mama (jawabku pelan.)


"Memangnya om sama mama kamu kenapa? (tanya om heran.)


Kudekatkan diriku duduk disebelah om.


"Sebenarnya om itu adik kandung mama atau bukan sih? (tanyaku .)

__ADS_1


Raut wajahnya berubah seketika. Ia tersenyum sambil menatapku dengan tatapan yang aneh.


"Kenapa om?kok aneh gitu tatapannya ke aku (tanyaku aneh .)


"Sebenarnya om mau jujur sama kamu tapi masih belum ada waktu buat ngomong sama kamu. Mama kamu juga ingin mengatakan yang sebenarnya tapi nunggu waktu yang tepat saja (jawab om berbelit belit.)


"Jangan berbelit belit lah om,aku mau intinya saja (kataku dengan cemberut.)


" Om juga mau menanyakan suatu hal sama kamu.Buat apa sih kamu menanyakan hal itu.Kamu takut dengan hubungan kita atau ada yang lain (kata om.)


"Ya udah deh,kalau om gak mau cerita juga tak apa.Meera gak maksa juga (jawabku dengan lirih dan sedikit kesal.)


"Jangan cemberut dong.Ya udah om kasih tau sama kamu .Sebenarnya om itu bukanlah adik kandung dari mama kamu .Om itu anak dari sahabat nenek kamu dulunya.Kedua orang tua om meninggal dunia karena kecelakaan pesawat.Jadi om dirawat sama nenek kamu waktu itu umur om 10 tahun.Om diangkat sebagai anak mereka.Dan dianggap sama mama kamu sebagai adik kandungnya yang paling bungsu.Wakti itu kebetulan mama kamu masih belum menikah masih kuliah.Begitu ceritanya sayang.....(cerita om.)


"Kok mama gak cerita sama aku (kataku .)


"Ya mungkin,nunggu waktu yang tepat saja (jawab om.)


"Berarti kalau kita menikah boleh dong om!.Kita kan gak ada hubungan saudara kan (kataku dengan ceria.)


"Lha kan benar om,kita bisa jalani hubungan ini tanpa ada hubungan darah kan.Jadi cinta kita bukan cinta terlarang (kataku yang meyakinkan .)


"Iya memang,tapi kok kamu sudah memikirkan hal sedalam itu.Menikah itu bukan perkara yang mudah.Banyak orang yang bilang menikah itu enak.Tapi liat pas dijalani setelah menikah banyak hal terjadi setelah menikah .Apakah kamu siap menikah muda? (kata om dengan serius.)


"Siap lha om,tapi nunggu aku lulus kuliah dulu .


"Tapi om gak bisa nunggu kamu terlalu lama (jawab om .)


"Kenapa om? Ohh ya aku tau om takut cepat tua ya..(kataku sambil menggoda .)


"Bukan itu kok om yang takutin.Om takut gak bisa temani kamu lama (jawab om sedih.)


"Kok om bilang begitu.Memangnya om gak mau nungguin Meera ya? (kataku dengan raut muka yang sendu .)Atau om sudah punya pasangan yang seumuran sama om.

__ADS_1


"Gak ada pasangan lain selain kamu yang ada di hati om .


"Terus kenapa om gak bisa lama sama Meera?(tanyaku .)


Ia berdiri dari sofa ruang tamu dan berjalan menuju jendela ruang tamu.Dengan raut wajah yang sendu dan hanya terdiam.


Lalu aku samperin om.Kupeluk ia dari belakang.Kusandarkan kepalaku kepunggung om.


"Meskipun om tak bisa menungguku lama.Aku bakalan tetap setia dan selalu berada disisi om terus (kataku dengan lirih.)


"Bukan itu masalhnya Meer (jawabnya lirih juga.)


Lalu ia berbalik dan kita berbicara saling berhadapan.


"Lalu apa om? (kataku.)


"Misalnya om,tak bisa menemanimu ketika kamu butuh.Apa yang harus kamu lakukan? (tanya dia.)


"Ya, aku kan bisa minta tolong sama orang lain.Entah itu teman atau bibi dan mama juga .


"Kalau selamanya gak bisa menemani kamu.Apa yang harus kamu lakukan? (tanya om .)


"Maksudnya ? (tanyaku heran.)


"Ya, gak bakalan bisa nemani kamu lagi .


"Jangan bicara seperti itu om,apa yang om katakan itu gak baik untuk dikatakan.Om itu bakalan ada selalu untuk aku.Begitupun aku akan selalu ada untuk om (dengan nada bicara agak keras dan emosi .)


"Udah udah,maafin om (kata om sambil memelukku untuk merendam amarahku.)


Disitu aku menangis dalam pelukannya.Ada yang aneh dari om Fathir mengapa ia berkata seperti itu.Tak biasanya ia bicara hal konyol.


Ohh tuhan sebenarnya apa yang disembunyikan darinya.Sejak ia kembali dari luar negeri dua hari yang lalu.Ia tampak berubah dari yang tampan,bersih dan gagah.Sekarang kelihatan agak lusuh,tak terawat dan sering tak bisa dihubungi bila aku butuhkan.Dan ada satu hal yang belum aku tanyakan siapa empat orang laki laki yang bersama om Fathir ketika ia memasuki mobil.

__ADS_1


Dan aku masih tetap saja menangis.Setelah tangisanku mereda om mengajakku jalan jalan keluar untuk sekedar mencairkan suasana yang tadi sedih harus riang.


__ADS_2