OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Jalan ke Mall


__ADS_3

Pagi ini cuacanya tak bersahabat. Nampaknya sang matahari lagi sembunyi dibalik awan. Tak mau memunculkan dirinya tuk menyinari alam ini. Begitupun denganku aku tak mau keluar rumah, padahal hari ini adalah hari minggu .Sangat cocok untuk jalan ke mall ,tamasya gitu tapi aku malu untuk keluar. Apalagi setelah aku menceritakan masalahku kepada orang lain yang seharusnya kupendam sendiri. Uhhhh,,, kenapa harus katakan sama orang itu?.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.


" Ada apa bi? (ku buka pintu kamar.)


"Ada yang nyariin nona, namanya Bagas (kata bibi.)


"Ya udah, bi.Nanti saya turun kebawah (ujarku). Ngapain lagi sih dia kesini)?,jadi malu ketemu Bagas.


Akupun turun dan nyamperin bagas ke bawah.


" Tumben hari minggu kesini (ujarku pada Bagas sambil turun dari tangga pelan pelan.)


"Ya tak apa apa, cuman mau main aja kerumah. (jawab Bagas)


"Memang kamu gak ada acara hari minggu ini?.Mungkin kencan sama pacar (tanyaku sembari duduk disofa.)

__ADS_1


"Nggak punya pacar kok!. Orang yang kucari juga ada disini (ujar Bagas sambil tersenyum melirikku.)


"Canda terus deh kamu!.Ohh ya soal kemarin tolong dirahasiakan ya? masalahnya aku cuman cerita sama kamu gak pernah cerita sama yang lainnya. (pintaku pada Bagas)


"Iya, akan ku rahasiakan .Tenang saja.


"Syukurlah kalau begitu,jadi tenang hatiku (merasa lega).


"Kenapa gak kamu ungkapin saja perasaanmu pada laki laki itu. Apa kamu takut? ( ujar Bagas padaku.)


"Kenapa harus malu?. Ungkapin perasaan kok malu.


"Ya, ngerasa salah menyukai om sendiri. Kalau dipandang orang malu saja (ujarku begitu padanya.)


"Katakan saja dari pada dipendam. Apa susahnya buat ungkapin perasaan. Toh tak ada hukuman atau denda bila menyukai om sendiri. Memang ada hukumnya? ( ujar Bagas menasehatiku.)


Disitu aku mulai berfikir dan masih bertanya dalam hati. Apa aku harus ungkapin perasaanku atau malah ku simpan begini terus.

__ADS_1


"Apa yang kamu pikirkan? ( tanya Bagas.) Dari pada kamu memikirkan itu terus lebih baik kita jalan jalan saja .Bagaimana? (ajak Bagas padaku.)


Setelah kupikir pikir dari pada aku stress dan bingung mikirin itu lebih baik ku ikut Bagas saja. Ketika aku hendak berdiri tiba tiba kakiku tersandung sesuatu dibawah sofa dan Bagas menolongku. Diboponglah badanku agar tidak terjatuh. Mata dia dan mataku saling bertatap tatapan selama beberapa menit dan kita tersadar.


"Kamu baik baik saja kan!. ( tanya Bagas yang masih memegangku.)


"Ya, aku baik baik saja kok. Aku mau ke atas dulu ambil tas.


"Buat apa? (tanyanya padaku setengah heran.)


"Katanya mau ajak aku jalan. Jadi apa enggak nih?..


" Ohhh ya,, ya udah ambil tas kamu dulu


Sementara itu aku menaiki tangga untuk mengambil tas. Dan setelah mengambil tas lanjut jalan jalan sama Bagas. Aku tuh paling suka nge mall meski gak beli apapun hanya sekedar jalan atau cuci mata, aku udah senang sekali. Makanya setiap kali ada teman atau siapa saja yang ngajak aku ke mall pasti aku langsung ikut saja.


Letak mall nya, gak jauh sih dari rumah. Hanya beberapa menit saja sudah sampai. Tadinya Bagas ingin mengajakku ke tempat yang agak jauh tapi aku gak mau. Soalnya lebih dekat saja jarak dari rumah ke mall jadi gak jauh jauh.

__ADS_1


__ADS_2