OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Sakit


__ADS_3

Ditengah perjalanan menuju tempat yang Bagas ingin tuju. Tiba tiba perutku sakit, rasanya perih dan kayak ditusuk tusuk. Aku meminta Bagas untuk membawaku pulang kerumah


"Bagas, anterin aku pulang ya (sambil memegangi perutku dan merintih kesakitan.)


"Kamu kenapa? ( tanya Bagas panik)


"Tiba tiba perut ku sakit, (masih memegangi perut, menahan sakit)


"Aku antar kerumah sakit ya!.


"Gak usah, anterin aku pulang kerumah saja (pintaku pada Bagas yang menahan sakit.)


Bagas langsung memutar balik arah menuju kembali ke arah rumah. Didalam mobil aku menahan sakit yang amat luar biasa. Tak seperti biasanya perutku sakit seperti ini. Tanpa sengaja tanganku memegang tangan Bagas dengan sangat erat, dan Bagas pun menggengam erat tanganku juga.


"Bagas, tolong ambil handphone ku. Tolong telepon om Fathir suruh dia kerumah sekarang (masih menahan sakit dengan ucapannya yang terbata bata.)


Tanpa bicara apapun, ia langsung mengambil hpku dan menelepon Fathir.


Hallo, ini saya temannya Meera


Meera menyuruh anda untuk datang segera kerumah secepatnya.


Bagas langsung menutup telepon tanpa mengucapkan salam pada om.


Sesampainya dirumah, Bagas langsung membawaku masuk kedalam rumah. Secara langsung dia membopongku keatas.


"Bagas, tolong ambilkan air putih dibawah (pintaku pada Bagas)


Ketika Bagas hendak keluar dari kamarku. Tiba tiba om Fathir datang dan langsung masuk menemuiku. Bagas pun hanya melihat saja.

__ADS_1


"Kamu kenapa Meer? (tanya om Fathir yang tampak khawatir)


"Perutku sakit om! sakit banget (memegangi perutku)


"Kita kerumah sakit aja ya!.


Tanpa menyadari kehadiran Bagas, om Fathir langsung membopongku kerumah sakit. Om hanya melirik pada Bagas dengan tatapan sinis. Beberapa menit tak sampai satu jam om sudah sampai dirumah sakit dan membawaku ke UGD. Aku masuk didalam ruangan UGD sendirian tanpa ditemani om.


Setelah beberapa jam, aku keluar dan dipindahkan keruang perawatan. Dan om menemui dokter yang memeriksaku tadi.


"Bagaimana dok? (tanya om Fathir yang khawatir)


"Dia mengalami usus buntu. Apakah sebelumnya dia punya penyakit lambung? (tanya dokter)


"Dia punya magh dok.


" Baik dokter, apakah operasinya bisa dimulai sekarang (pinta om Fathir yang begitu khawatir padaku.)


"Tidak bisa sekarang, biarkan obatnya merasuk dulu. Baru besok pagi bisa langsung kita operasi.


"Baik dok, lakukan yang terbaik buat keponakanku (pinta om dengan nada seperti memohon.)


Aku harus menginap dirumah sakit alias opname. Om Fathir menemuiku, wajahnya lesu, khawatir begitu melihatku yang terbaring dirumah sakit. Dia memegangi tanganku dan membelai rambutku.


"Besok kamu akan dioperasi, jadi kamu harus minum obatnya.


"Sudah kok om!. Om jangan sedih ini kan hanya operasi (kataku dengan nada yang lirih)


"Kamu tadi makan apa? kok sampek bisa seperti ini.Kamu makan makanan pedas ya? (mulai menginterogasi)

__ADS_1


"Iya, om maaf, habisnya lagi pengen. Kan makanan pedas bisa menghilangkan stress om.


"Kata siapa? tak ada didunia kedokteran makanan pedas bisa menghilangkan stress adanya malah bikin sakit perut (nada bicara mulai agak kesal.) Siapa cwok yang tadi dirumah?


"Dia Bagas, yang waktu itu ketemu om. Yang aku habis pulang dari study tour.


"Ohhh, jadi dia pacar kamu (nadanya masih agak kesal.)


"Bukan om, dia temanku (ujarku.)


"Mulai sekarang kamu jangan dekat sama dia. Jalan sama dia malah bikin kamu sakit (sembari pegang tanganku dan memperingatknku. )


" Iya om. (kataku dengan lirih.)


Diluar aku lihat, Bagas sedang berdiri disana.


Tampaknya dia khawatir akan keadaanku. Tapi apa boleh buat om Fathir masih disini.


"Om akan jagain kamu disini. Tadi om gak bilang sama mama kamu, takutnya nanti khawatir (kata om Fathir.)


"Iya om, aku juga gak pengen mama khawatir dengan keadaanku. Makasih ya om. ( memegang tangan om dan ia pun memegang tanganku dengan erat.)


"Kamu istirahat ya,cepat tidur biar besok operasinya lancar tanpa ada kendala apapun.


Om Fathir masih memegangi tanganku sembari mataku udah mulai menutup rapat.Dan aku mulai tertidur lelap dalam genggaman tangannya.Tak terasa entah benar adanya yang kurasakan,sepertinya ada sentuhan bibir yang lembut menyentuh keningku.Tapi aku gak tau bibir siapakah yang menyentuh keningku.


Aku hanya berharap operasi besok lancar.


Amin.

__ADS_1


__ADS_2