OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Akhir kisahku


__ADS_3

Hari ini adalah hari kamis,entah kenapa perasaanku ada yang aneh.Bawa buku pelajaran pun lupa.Akhirnya aku dihukum sama Bu guru.Aku disuruh duduk didepan kelas sampai jam mata pelajarannya usai.


Aku duduk sambil tersenyum sendiri.Mengingat malam itu, malam yang sangat romantis bagiku.Tiba tiba hpku bergetar segera ku cek hpku.Ternyata ada whatssap dari om Fathir.


Sepulang sekolah nanti,temui om ditempat yang kemarin


Om,tunggu ya sayang..


See you......


Aku menutup hpku dan senyum senyum sendiri.Setelah dua jam mata pelajaran Bu Susi sudah usai.Dan aku dipersilahkan masuk kembali.Bu Susi mengumumkan kepada kami semua bahwa hari ini sekolah memulangkan kita lebih awal sebab para guru akan mengadakan rapat untuk ujian nasional tahun ini.Semua pada senang karena hari ini pulang lebih awal.Apalagi aku malah begitu senang sekali.


Aku langsung saja menghubungi om Fathir mengabari bahwa aku pulang lebih awal.Tapi aku pulang kerumah terlebih dahulu untuk berganti pakaian.Gak mungkin juga aku ketemu harus pakai seragam sekolah.


Ketika sampai dirumah aku langsung menuju kamarku.Ku mandi terlebih dahulu,gunakan sabun yang wangi.Setelah mandi akupun berganti pakaian.Aku lihat wajahku dikaca sambil senyum senyum sendiri lagi.Begitu cantik dan manisnya diriku.Didepan kaca aku bicara sendiri.


"Apa sih yang om sukai dari aku?wajahku juga gak begitu cantik dan cowok sekarang kan sukanya yang sexy .Lah aku mana ada sexynya malah imut seperti marmut.


Aku pun segera beranjak pergi.Ku pakai tas selempang kecilku.Tiba tiba aku fokus ke jari manisku,cincin putih yang melingkar begitu indah.Tak lama memandangi cincin itu aku segera berangkat menuju tempat kemarin.


Tak lama kemudian akupun sampai ketempat itu.Kulihat disana tidak ada apapun,sepi tak seperti malam itu.


Kukira om mau kasih kejutan lagi buatku.Tapi aku semakin bingung, tak ada orang pun disini dan om Fathir juga tak ada disini.Ku hubungi teleponnya juga gak aktif.Padahal dua jam yang lalu masih aktif.Aku semakin bingung dan panik.Sudah hampir empat jam aku nungguin om Fathir ditempat ini.Tapi ia sama sekali tak muncul.Aku begitu sangat marah sama dia.Lalu kuputuskan untuk pulang dari tempat itu.Tapi ditengah perjalanan aku lihat ada mobil polisi dan kulihat didalamnya ada seorang laki laki yang mirip dengan om Fathir.


Perasaanku tiba tiba gak enak,akhirnya aku suruh sopir untuk putar balik mengikuti mobil polisi tersebut.Setelah kuikuti mobil polisi tersebut mengarah ketempat yang aku kunjungi tadi.Tempat om Fathir mengajakku untuk bertemu dengannya.Entah kenapa aku beranikan diri untuk keluar dari mobil dan kulihat ada seorang lelaki yang diborgol oleh polisi dan polisi itu membuka borgolnya.


Kuberanikan melangkah kesana secara perlahan lahan.Laki laki itu berbicara dengan seorang polisi.


"Berikan aku waktu sepuluh menit lagi pak!


Dan kudengar suara itu mirip dengan suara om Fathir.Kuberanikan lagi untuk mendekat tapi kali ini kupercepat langkahku.Dari situ aku lihat dengan jelas laki laki itu adalah om Fathir.Aku memanggilnya dan menuju kearahnya.Dia pun menoleh ke arahku ketika aku panggil. Ku peluk om Fathir dengan sangat erat dan sambil berkata.


"Kenapa dengan om?(tanyaku heran .)


"Om hanya ingin ketemu sama kamu Meera (kata om dengan nada sedih.)

__ADS_1


"Terus kalau ketemu sama aku,kenapa harus bawa bawa polisi seperti ini om? (ujarku yang masih heran dan bingung.)


"Ya biar sedikit berbeda dari yang kemarin (ujar om dengan menahan air mata yang mulai keluar .)


"Om kok nangis, sebenarnya ini ada apa om?.Jelaskan sama Meera,ini bukan kejutan kan om atau lelucon bagiku (ujarku yang ingin marah.)


"Baik,om akan jelaskan semuanya.Hanya sepuluh menit saja karena waktu om sudah hampir habis (ujar om sambil menangis.)


"Waktu apa om! jangan bikin Meera jadi bingung seperti ini! (ujarku dengan marah sambil memegangi tangan om.)


"Om telah melakukan kesalahan dan perbuatan om tak bisa dimaafkan olehmu.Bahkan om juga telah melakukan dosa besar dan menjerumuskan orang untuk memakai barang ini (narkoba).


Tiba tiba aku memotong pembicaraannya.


"Jadi om jualan narkoba (kataku dengan syok.)


"Mungkin bisa dibilang seperti itu tapi om lah yang mendistribusikan semua itu untuk dipasok ke negara negara lain terutama Indonesia (kata om dengan jelas masih sambil menangis juga.)


Aku pun jatuh lemas mendengar semua apa yang diucapkan om Fathir.Aku tak bisa menerima keadaan dimana aku harus melihat orang yang aku sayangi melakukan perbuatan sekotor ini.Apalagi itu kekasihku sendiri yang aku tanamkan sebuah harapan besar untuknya.Suatu saat nanti dialah yang akan jadi ayah untuk anak anakku kelak.Tapi mengapa takdir berkata lain untukku.


"Kenapa om tega bohongin Meera?Apa salah Meera om?Meera menaruh harapan besar untuk om tapi mengapa om merusaknya?Apa om hanya memanfaatkan rasaku ini saja.Jawab om !( kataku membentak bentak om dengan marah.)


"Itu semua tidak benar Meera,om tulus menyayangimu dan mencintaimu itu semua jujur dalam hati om tanpa kebohongan sekalipun.Maafkanlah cara om yang seperti ini.Suatu saat nanti kamu akan bisa mendapat kan seorang laki laki yang begitu amat tulus menyayangimu.Percayalah sama om (ujar om Fathir sambil ia mengusap air mataku .)


"Tapi aku gak bisa jauh dari om.Bila aku butuh apapun aku harus minta tolong sama siapa om?huhuhuhuhu (ujarku yang menangis tersedu sedu.)


"Kamu kan pernah bilang sama om,jika om tak ada kamu bisa minta bantuan bibi,mama dan teman kamu kan.Teman dekat kamu juga banyak jadi gak perlu takut bila om tak ada.Kamu harus mandiri jaga diri kamu (kata om Fathir seraya ia memelukku.)


"Om lihat cincin putih ini.Ini akan ku pakai terus om.Sampai om keluar dari penjara.Meskipun nanti rambut om memutih Meera akan tetap mencintai om Fathir (ujarku lembut yang masih menangis.)


"Kalau begitu kamu jangan menangis lagi ya!.Usap air matamu ini sayang (ujar om sambil mengusap air mataku.)


"Tapi om janji ya,kalau om keluar dari penjara kita akan bertemu disini lagi ya om (ujarku sedih.)


"Om tak bisa janji sama kamu.Hanya waktu yang akan menjawab semuanya .Jadi kamu harus kuat ya sayang.Belajar untuk ikhlas suatu saat kamu akan mendapatkan buah dari keikhlasanmu (ucap om.)

__ADS_1


Aku tak menjawab perkataan om sama sekali.Itu seperti pertanda kalau ia tak akan bisa bertemu denganku lagi.


"Waktu kamu sudah habis,ikut kami sekarang! (ujar pak polisi yang hendak membawa om.)


"Baik pak ! jaga dirimu baik baik ya.Ingat pesan om yang tadi (ujar om )


Sebelum ia pergi ia sempat mencium keningku dengan sangat lembut.Ia peluk tubuhku dengan begitu lembut aku pun membalas pelukannya juga.Ia menyerahkan dirinya ke polisi,tangannya diborgol.Lalu ia dibawa masuk kedalam mobil.Ia sempat tersenyum kepadaku dan melambaikan kedua tangannya dalam kondisi terborgol.


Begitu mobil polisi sudah melaju dan sudah jauh dari penglihatan ku.Tiba tiba mama datang menghampiriku dan memelukku dengan sangat erat.Disitu aku pun menangis sekeras kerasnya.Sampai aku jatuh pingsan dan tak sadarkan diri selama beberapa hari.


Dua bulan berlalu,keadaanku masih belum membaik . Beberapa kali aku bolak balik dirawat dirumah sakit karena kondisiku. Dokter bilang aku mengalami depresi,stress berat karena kehilangan seseorang yang menjadi penyemangat hidupnya.Tapi ini bisa sembuh asalkan aku perlahan lahan mencoba membuka diri dan melepaskan ini semua.


Hari ini tepat dua bulan dimana kondisiku masih belum membaik.Aku menyelinap pergi dari rumah saat itu mama dirumah menemaniku.Ia tak kembali lagi ke Bandung,ia ingin menemaniku disini.


Aku pergi ketempat dimana terakhir kali aku bertemu dengan om.Baru dua bulan tapi tempat itu sudah banyak yang berubah.Sebenarnya tempat ini hanyalah sebuah pantai kecil yang tak banyak dikunjungi orang.


Tapi kali ini tempat ini sudah banyak yang mengunjungi sebab banyak sekali sampah dibibir pantai bahkan ada bekas botol air mineral dan bungkus snack makanan ringan.


Semilir angin berhembus sepoi sepoi yang menyibak rambut hitamku.Langkah kaki berpijak dibibir pantai.Sambil kupandangi sekitar pantai tersebut.Tiba tiba telingaku mendengar suara langkah kaki yang menuju ke arahku.


Aku memejamkan mataku dan tangan itu memegang pundakku.Tapi aku masih tak mau membuka mataku.Kudengar suara langkah kaki dan desahan nafasnya seperti berada tepat di depanku.Ku buka perlahan lahan mataku yang kulihat adalah laki laki yang pernah aku jumpai yang setelah sekian lama tak bertemu dengannya sejak malam itu.Dia adalah Bagas temanku dia juga termasuk orang kepercayaan papa.


Kita berdua lalu duduk dibibir pantai itu meskipun bajuku sudah agak basah karena tersapu ombak yang menuju ke arahku.


Bagas telah menceritakan semuanya tentang om Fathir.Tapi aku pura pura tak mengetahui kalau ia sedang bercerita tentang om.Setelah ia menceritakan semua itu.Dia memegang tanganku dan berkata


"Ada kalanya kita melupakan masa lalu dan melaju untuk membawa masa depan yang lebih baik.


Dan belajar untuk ikhlas agar kita bisa mendapatkan buah dari keikhlasan kita nanti


Ketika Bagas mengatakan hal itu aku teringat lagi akan ucapan om Fathir padaku.Entah kenapa wajahku yang tadi sendu sekarang mulai sedikit tersenyum.Dan aku menoleh ke arah Bagas sambil berkata


Terima kasih,ya Bagas...


Bagas hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum kearah ku.Dan kita berdua melihat pantai yang begitu indah saat itu.Ku mencoba untuk mengikhlaskan kepergian om Fathir dan mulai saat ini juga aku mulai hidupku yang baru.

__ADS_1


__ADS_2