OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Kejadian yang tak menentu


__ADS_3

Pukul menunjukkan di jam 10.00 pagi. Aku beserta rombongan beberapa bus lainnya sudah sampai disekolah. Ku menghubungi pak Jupri tapi gak diangkat teleponku. Saat aku hendak mau berjalan menuju jalan raya, tiba tiba ada klakson mobil menuju ke gerbang sekolah dan berhenti tepat disampingku. Sebenarnya aku tau itu mobil siapa. Ehhh ternyata salah dugaan bukan om Fathir melainkan Feby. Dia membuka kaca jendelanya yang kulihat ia pakai kacamata hitam.


"Ayoo naik!.. ( dia menyuruhku untuk naik ke mobil.)


"Mana om?. (tanyaku )


"Udah cepat masuk, bicara didalam saja.


Tanpa bertanya lagi akupun masuk mobil dan segera kupasang sabuk pengaman. Didalam mobil Feby masih diam saja sambil menyetir. Cara menyetir mobilnya lumayan oke sih tapi terkadang kalau ada lubang gak tau😆 main jalan saja tak diperhatikan sama sekali.


Kukira dia mengantarku pulang, ehh malah dia mengajakku ke restaurant. Padahal aku sudah sangat capek, pengen tidur kalau sudah sampai rumah. Tapi ya udahlah nurut saja aku.


"Mau pesan apa?.. (tanyanya dengan menawariku berbagai makanan dan minuman yang ada dimenu.)


"Terserah kak!. Yang penting makan (ujarku yang kelelahan.)


Lalu dia memesankan makanan. Setelah beberapa menit makanan sudah datang. Disaat aku mau makan, datanglah om. Kuberhentikan dan kuletakkan lagi sendoknya deh!.


"Ehhh, sayang (sapa si Feby)


"Maafin om ya!. Gak bisa jemput kamu tadi. ( kata om padaku.)


" Iya, om tak apa kok!. (ujarku yang menahan lapar dan kantuk.)


Disaat aku makan dengan lahap .Mereka berdua tampaknya tak menghiraukanku ya udah aku nikmati makananku saja. Ternyata om Fathir mulai membukakan hatinya lagi buat dia. Dengan wajah yang kesal, capek dan lapar, kuhabiskan semua makanan yang ada dimeja makan.Mereka berdua tampak terkejut melihatku makan sebanyak itu.


"Ahhhh, kamu lapar atau gak makan sampai berapa hari?.. (ujar si Feby sambil tertawa terbahak bahak.)


Aku hanya menatap dengan tatapan kesal. Akupun berdiri dari kursi, dan mengambil tasku.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?. (tanya om yang hendak mencegahnku.)


"Mau pulang om!. Capek (ujarku masih dengan raut wajah yang kesal.)


"Om antarkan pulang!.(hendak mengambil kunci mobil yang dipegang Feby.)


"Gak usah, om pesankan aku taxi online saja. Lagian om sama kak Feby biar bisa berduaan dulu mungkin ada yang kalian omongin. Mending aku pulang sendiri saja. (Raut wajah kesal.)


Pada saat aku mau melangkah tiba tiba, ada Bagas si cowok aneh itu ada di restaurant tempat aku makan. Dia nyamperin dan hendak mengantarku pulang. Tapi dicegah sama om Fathir.


"Haiii, kita ketemu lagi! (sapa Bagas dengan tersenyum.)


"Bagas,, (kataku begitu.)


"Ayo aku antar pulang! (mengulurkan tangannya kepadaku.)


"Boleh!. Ya udah ayo... (aku menerima uluran tangannya.)


"Biar saja yang antar. (ucap om dengan nada yang sedikit agak marah )


"Tapi, om dia temanku jadi tak apa kok om!.Aku kenal dia dengan baik. (ujarku meyakinkan om)


"Sayang, sudahlah biarkan keponakanmu diantar sama cowoknya. Dia kan sudah dewasa pasti sudah tau mana yang baik dan buruk( si Feby mencoba untuk menghalangi om mencegahku pulang dengannya.)


Sebenarnya aku suka dengan cara om kepadaku. Raut mukanya jadi kesal ketika ada cowok yang mau antarin aku pulang. Tapi apalah daya akhirnya om mendengarkan kata kata si Feby. Dan akupun pulang diantar sama Bagas.


Didalam mobil Bagas, aku masih kesal sama om. Kenapa dia begitu terpengaruh sama omongan si Feby dan membiarkanku pergi sama cwok lain. Padahal aku merasa senang sekali dengan sikap om yang tadi.


Tapi ya udahlah, mana mungkin juga dia akan mencegahku.

__ADS_1


Bagas fokus menyetir sesekali dia menoleh kearahku.


"Apakah itu tadi om kamu?. (tanya Bagas padaku.)


"Iya... (kataku dengan nada lirih lemas)


"Kamu capek ya!


"Iya capek sekali, rasanya pengen tidur dah gak kuat. (kataku lirih, mata sayup.)


"Ya udah kalo kamu ngantuk, tidur saja nanti aku bangunin kalau sudah sampai. Bentar lagi juga sampai rumah kamu.


Aku tak mendengarkan omongan Bagas, didalm mobilnya perlahan lahan mataku tak bisa ku buka lagi dan akhirnya tertidur .Entah tadi dia bicara apa saja ku tak tahu.


Baru saja tidur pulas dia sudah membangunkanku.


"Meera, bangun! Meer ....( Bagas mencoba membangunkanku dengan menepuk pundakku.)


"Emmmmm,,. udah sampai drumah? (mata yang setengah mengantuk coba perlahan lahan kubuka.)


Akupun turun dari mobil dengan membawa tas ranselku.


"Terima kasih ya, udah nganterin aku (ucapku untuk Bagas.)


"Ya, sama sama.. Lain kali boleh dong main kerumah? (dengan nada merayunya.) Sekalian minta nomer Wa dong?.


Dia memberikan hpnya kepadaku untuk bisa mencatat nomorku agar dia bisa menjalin pertemanan denganku. Setelah selesai tukar nomer telepon, Bagas pun pergi dan aku masuk rumah untuk istirahat.


Sungguh hari yang melelahkan. Bertemu dengan cowok aneh yang ke 3 kali, sikap om Fathir yang aneh dan keanehan lainnya. Sampai kapan aku kan memendam perasaanku. Uhhhhh. !!!!!!!

__ADS_1


Tidur dlu biar pikiran tenang dan fresh pas bangun!.


__ADS_2