
Keesoksn harinya aku sudah siap berangkat kesekolah tapi secara tiba tiba om Fathir datang kerumah.
"Om, kok tumben pagi pagi sudah disini ( tanyaku heran)
"Semalam kamu kemana saja?. Ditelepon gak diangkat di whatsap juga gk dibalas. (dengan nada yang sedikit kesal.)
"Meera gak tau kalau om telepon. Soalnya Meera lagi jalan sama teman. Jadi tak pegang hp (aku mencoba menjelaskan.)
"Jalan sama siapa?.
"Sama teman kok om!. ( jawabku dengan senyum .)
"Jangan bohong!.Om tau kok semalam kamu jalan sama siapa?.Pulang habis maghrib kan.
Siangnya juga gak ada dirumah.
"Wahhh kok om Fathir tau ya?.Dari kemarin siang aku gak ada dirumah (dalam hatiku berbicara.)
Akupun diam saja tanpa bicara sepatah kata apapun. Lalu om mendekatiku memegang pundakku dan mendekatkan wajahnya padaku. Ohh tuhan, jantungku berdebar lagi rasanya ingin... ingin...
"Kamu sudah punya pacar ya?. Katakan sama om!. Siapa lelaki yang mendekatimu saat ini (berbicara pelan pelan padaku)
"(ku jauhkan pandanganku dan ku menjauh dari om) "Aku gak punya pacar kok om?. Siapa juga yang mau dekatin aku? (ujarku padanya. )
"Ya, laki laki yang nganterin kamu itu (kata om)
Ternyata om, gak tau kalau si Bagas yang mengantarkanku pulang kemarin.
" Kalau memang, gak ada berarti yang kemarin itu setan dong, hahaha (tertawa terbahak bahak.)
"Ihhh,, om tawanya gak lucu tau (kataku begitu.)
"Om, tuh gak rela kalau kamu jalan sama cowok lain. Apalagi jalan cuman berduaan (kata om Fathir.)
__ADS_1
"Maksudnya om?..
"Ya, entahlah!. Udah beberapa hari ini om kepikiran kamu terus padahal om juga sering hubungi kamu tapi kok akhir akhir ini rasanya jauh. (om fathir mulai merasa gelisah.)
"Pikiran om aja mungkin..Ohh, ya apakah om jadi menikah dengan Feby?. ( tanyaku)
" Entahlah ,belum memikirkan kearah sana?. Pekerjaan om disini juga belum selesai.
"Apakah om yakin ingin menikahi Feby?. Apakah om mencintainya?. ( tanyaku pada om sambil memegang tangannya.)
“Mengapa kamu menanyakan hal itu? (ujar om heran.)
"Aku hanya tanya saja om?.
"Om juga bingung dengan perasaan om sendiri. Dulu memang ada tapi sekarang perlahan lahan sudah mulai hilang. (bingung sembari duduk disofa.)
"Om, misalnya ada seorang keponakan yang suka sama omnya sendiri itu, apakah boleh om? (tanyaku yang membuat om begitu sangat heran dikira aku bercanda.)
"Pertanyaan apa sih itu?. Ada aja pertanyaan yang gak masuk akal gitu (ujar om sambil tertawa.)
Dirumah, om masih heran dan memikirkan kata kataku tadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?. Apa maksud perkataan Meera tadi?. (berbicara sendiri.)
Hari itu aku tidak bersekolah alias bolos. Kusuruh pak sopir untuk kembali kerumah. Sebenarnya aku pingin nge mall. Berhubung mall belum buka jam segitu akhirnya aku ke kafe saja.
Kupesan minuman coffe capuccino kesukaanku dan tahu krispy juga. Mantap banget lahh!. Baru saja menikmati datanglah Bagas. Dia tuh tiap kali aku ada masalah selalu aja hadir padahal aku pun gak cerita tentang masalahku.
"Kamu pasti bolos ya!.( ujarnya dengan mengejekku.) Ada masalah apa lagi?.
"Gak ada masalah kok! .Emmmmhh minumannya enak banget (mencoba untuk memalingkan pembicaraan.)
"Udah, hayo cerita sama aku (kata Bagas )
__ADS_1
"Ini masalah hati Gas... (kataku sedih )
"Ada apa dengan hatimu?.
"Aku.. aku.. (terbata bata ).Sebenarnya aku malu cerita ini sama kamu,cuman aku harus cerita sama siapa lagi?.
"Tenangin dulu. Jelaskan dengan baik baik, masalahnya apa? ( Bagas mencoba menenangkan diriku.)
"Aku menyukai seseorang Gas ,tapi yang aku sukai itu adalah orang yang salah seharusnya orang itu tak aku sukai (dengan wajah yang sedih dan sedikit menangis.)
"Maksudnya apa sih? orang yang salah, aku gak ngerti Meer ( bagas heran sambil garuk kepala)
"Aku menyukai om ku sendiri Bagas.
Dari situlah aku mulai mengatakan apa yang aku alami kepada seseorang yang baru beberapa hari kukenal. Seharusnya aku tak mengatakan itu, cukup kupendam saja .Tapi sudah terlanjur kukatakan. Awalnya Bagas tampak kaget mendengar apa yang aku katakan tadi. Tetapi dia mencoba untuk menenangkanku dan ia mengatakan kalau
Tak ada yang salah dengan perasaanmu kok
Hanya saja orang yang kamu sukai tak menyadari kalau kamu menyukainya
Coba kamu cari tau apakah dia juga menyukai apa enggak
Dia hanya mengatakan itu saja. Setelah itu dia menyuruhku untuk segera kembali kerumah saja. Dan jangan bolos sekolah lagi.
Sementara itu Bagas.
Hallo, om baik kok!
Dia juga baik, om
Dia sepertinya mulai menyukai seseorang tapi yang ia sukai orang yang salah om
Ya nanti om akan tahu sendiri siapa orang yang disukai anak om
__ADS_1
Bagas pun menutup teleponnya.