OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Baper


__ADS_3

Didalam kamar akupun masih menangis dan tertidur pulas.


Keesokan harinya aku mulai aktivitas belajarku lagi, berangkat kesekolah. Hal yang kemarin mudah mudahan sudah terlupakan dengan aku belajar dan memulai pelajaranku disekolah dan bertemu dengan teman teman tapi Akira pasti menanyakan soal kemarin mengapa aku meninggalkan dia sendirian di mall kemarin. Hemmm pasti dia akan kepo terus sama aku nantinya. Harus ekstra hati hati jawab pertanyaannya.


Ketika aku mau menuju pintu rumah, pas aku buka ada om Fathir tepat didepan pintu ,sontak aku kaget. Aku hanya menatanya saja dan ku ingat lagi kejadian hari minggu sore di mall. Langsung aku pasang muka cemberut.


"Kamu mau berangkat kan, hayo berangkat bareng om!... ( ajak om Fathir yang hendak menggandeng tanganku tapi aku menolak ajakannya.)


"Hari ini aku diantar sama pak Jupri aj om. (pasang muka cemberut.)


"Lhoo, kok tumben ...biasanya kan diantar sama om! (tanya om heran.)


" Gak apa apa kok om!, pengen diantar sama pak Jupri saja biasnya kan selalu diantar pak Jupri kalau kesekolah sebelum om pulang ke Indonesia.


"Kamu sepertinya lagi kesal ya!. Emang ada masalah apa? (mencoba menanyakannya kepadaku dengan suara pelan. )Cerita sama om, siapa tau om bisa bantu masalah kamu?.

__ADS_1


" Gak ada masalah kok! .Udah ya om, Meera mau berangkat sekolah dulu ntar telat .


Aku meninggalkan om Fathir sendirian dan la menuju mobil. Sedangkan pak jupri juga sudah mulai memanasi mobilnya tadi dan akhirnya aku berangkat.


Om Fathir mungkin merasa aneh dengan sikapku ini. Tapi memang ini yang kurasakan kecewa,cemburu dan sebagainya.


Sesampainya disekolah Akira langsung menghampiriku dan tanpa basi basi lagi dia menanyakan perihal di mall kemarin.


" Heeee, kenapa kamu tinggalin aku? lari gitu aja gak ngomong ,aku panggil gak jawab.Sebenarnya ada apa sih kemarin itu?


( dengan perkataan yang terbata bata akupun menjawabnya) "Kemarin ak.. ak.. aku,,


"Aku apa! (kata Akira sedikit membentak.)


"Kemarin mama aku whatsapp kalau dia ada dirumah jadi aku langsung bergegas pulang begitu. ( berbohong deh jadinya.)

__ADS_1


"Bukannya hari sabtu kemarin sudah ketemu di Bandung kan ya?, kok ke Jakarta lagi (tanya Akira heran.)


"Ya,, mungkin mama masih kangen sama aku.


"Emm, masuk akal sih tapi anehnya tuh pas aku tunjukin kalau ada om kamu dimall kemarin sama wanita kamu langsung lari kan! Dan pastinya kamu juga tau dong, kalo itu om Fathir atau jangan jangan kamu cemburu ya liat om kamu jalan sama wanita lain?... hayoo ngaku (Akira mulai menggodaku sambil memajukan mukanya kehadapanku.)


"Ya enggaklah,,.. dia kan omku, mana mungkin aku cemburu sama om sendiri?. (agak gelisah .)


"Ya mungkin saja soalnya dinovel yang pernah aku baca ada lho, keponakan yang suka sama omnya. Malahan ada yang menikah lho!. (cerita Akira.)


Mendengar cerita Akira membuatku berpikiran aneh aneh. Apa mungkin diriku suka dengan om Fathir?


Tapi yang diceritakan temanku hanyalah sebuah novel bukan kenyataan. Om Fathir adalah omku adiknya mama jadi aku gak boleh suka ataupun Cinta sama dia. Perasaan ini hanya lewat saja, mungkin saking sayangnya aku sam om kali ya makanya aku jadi sedikit agak baper.


Aku jadi kasihan sama om yang aku cuekin tadi pagi. Sepulang sekolah nanti aku akan minta maaf sama dia.

__ADS_1


__ADS_2