OM AKU MENCINTAIMU

OM AKU MENCINTAIMU
Pelajaran berharga


__ADS_3

Keesokan harinya, masih seperti biasanya.


Berangkat kesekolah, bertemu dengan teman dan ketemu lagi sama buku buku pelajaranku.


Mataku rasanya berat dan kantuk mulai menyerang. Akhirnya aku kekamar mandi sekolah, ku cuci muka dan rasanya segar lagi deh!.


Saat mau balik ke kelas, aku melihat sekelibatan bayangan hitam yang melintas didepanku dan mengarah ke pojokan toilet cowok. Aku samperin ke sana dengan jalan perlahan lahan. Kucoba membuka pintu kamar mandi ternyata tidak ada siapapun disana. Mungkin hanya halusinasiku saja dan kuputuskan untuk balik kekelas.


Sampai didalam kelas ku buka hp ternyata ada pesan dari Bagas. Dia bilang kalau pulang sekolah nanti dijemput sama dia.Aku tak


membalas pesannya, dan kulanjutkan mengejarkan makalah study tour.


Bel jam pelajaran sudah usai, semua anak anak pada senang karena waktunya pulang. Begitupun aku, pengen tidur lagi soalnya masih capek habis study tour kemarin.


Pas mau jalan ke gerbang, eh Bagas sudah ada didepan gerbang dengan melambaikan tangannya padaku.


"Nekat juga ya kamu!( ujarku)


"Iya dong, kalau gak nekat kayak gini gak bisa dekatin kamu. Ayo naik ke mobil! ( diapun membukakan pintu mobil .)


Akupun masuk kedalam mobil.Dalam perjalanan kita ngobrol banyak banget. Disela sela obrolan kita. Bagas bertanya kepadaku.


"Meer, itu om kamu apa bukan sih? (tanya Bagas.)


"Ya iyalah, itu om aku. Dia adik kandung dari mama (jawabku dengan nada sedikit lantang.)


"Tapi kok gak ada mirip miripnya ya sama kamu?. Coba deh kamu bandingkan sama foto mama kamu, mirip gak? ( kata Bagas)


"Ya, mirip lah. Masa iya tak mirip ( ujarku dengan tegas.)

__ADS_1


"Oke.. oke,, iya itu om kamu.Aku mau ajak kamu sesuatu tempat .


Bagas memutar balik kemudinya. Entah dia mengajakku kemana aku tak tau. Seperti biasa didalam mobil aku tertidur sangat pulas mungkin efek kecapekan yang masih berlanjut. Sampailah ditempat itu akupun terbangun dan kulihat sekelilingku banyak sekali kapal kapal seperti Pelabuhan. Ternyata Bagas mengajakku ke pelabuhan. Buat apa dia siang siang ngajak aku kesini.


Akupun turun dan menghampirinya. Kulihat dia sedang duduk dipinggiran tempat kapal kapal bersandar.


" Bagas, ngapain kita kesini?.Panas tau kita balik y?. Cari tempat yang agak adem jangan disini (pintaku dengan menutupi wajahku dari sinar matahari .)


Bagas tak menghiraukanku, dia lngsung menarikku untuk duduk disebelahnya.


"Kita disini sampai matahari tenggelam ya. ( ujar Bagas)


"Buat apa disini?. Mending cari tempat yang lain saja.


"Ini pakai topi (dia memakaikan topi kepadaku.)


Kupakailah topi itu, entah dia bawa topi itu dari mana.


"Memang kenapa?.


"Ya, karena tempat ini bisa nenangin hati kita yang sedang kalut. Entah itu lagi susah, senang pokoknya tempat ini bisa nyelesaikan masalah kamu. Ya meskipun banyak suara bising disini, ya taulah ini pelabuhan. Setidaknya bisa mengobati rasa sedih kita dengan melihat kapal kapal yang bersandar. Dari sini kamu bisa tau. ( ujar Bagas)


"Maksudnya? ( tanyaku heran.)


"Ya, bahwa disini tuh banyak berbagai macam orang. Tuh lihat banyak kan orang yang angkat angkat barang kasihan gak sih lihatnya!. (kata Bagas)


"Ya, juga sih. Apalagi tadi ada yang udah tua.


"Mereka begitu karena harus menghidupi keluarga mereka.Jadi harus tanggung jawab sama keluarga. Ada juga yang jauh jauh dari pelosok desa kesini hanya untuk mencari sesuap nasi dan bisa menyambung hidup. Mereka bekerja seperti itu bukan untuk menimbun kekayaan melainkan bisa bertahan hidup dan dapat terpenuhi kebutuhan keluarganya. Itu kalau menurut pandanganku.

__ADS_1


Namanya juga hidup dijalani saja jodoh, rezeki dan maut sudah ada yang menentukan.


Aku mau bila jodohku suatu saat nanti adalah kamu. (menoleh kearahku dengan tersenyum.)


Mendengar perkataan Bagas aku jadi terkejut. Tak terasa waktu sudah sore. Kulihat jam di handphone sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Wahh, lama juga ya ngobrol sama Bagas sampai kita habis beberapa botol air mineral dan snack ringan. Kita tunggu sampai matahari terbenam. Dan akhirnya matahari pun sudah mulai terbenam. Dari siang sudah berganti malam.


Bagas mengantarkanku pulang. Dan aku mengucapkan terima kasih sudah memberikan pelajaran yang berharga buatku. Disitu aku paham kenapa aku diajaknya ke pelabuhan.


Kedua orang tuaku bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Terkadang aku masih merasa mengeluh karena disini aku hanya tinggal berdua dengan mama. Sedangkan papa jauh disana meskipun aku tak tau papa kerja apa disana. Tapi sebagai seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tua.


Pa... Ma..


Maafin Meera, masih menyusahkan mama dan papa


Suatu saat kalau Meera sudah bekerja, Meera janji akan bahagiakan mama dan papa


Tak perlu lagi papa harus bekerja dinegeri orang


Aku sayang papa dan mama


Sementara itu Bagas pulang. Ia menerima panggilan telepon dari seseorang. Nomornya dari luar negeri. Bagaspun mengangkat teleponnya. Dia mengucapkan sesuatu.


Hallo, om.. Annyeong Haseyo


Sudah, om saya sudah bertemu dengannya dan sudah saya kasihkan tadi


Iya om sama sama. Jaga diri disana baik baik ya om.


Bagas menutup teleponnya.Dan mulai fokus menyetir.

__ADS_1


Didalam kamar, aku lupa belum mengembalikan topinya Bagas. Kulihat lihat topinya keren juga ku perhatikan ada ukiran di topinya .Yang bertuliskan Ammera Alfathunnisa itu kan namaku. Aku tampak terkejut dan heran dari mana dia bisa tau nama lengkapku.


__ADS_2