
Kita masih berada di pelabuhan berdua.Disana kami duduk dipinggiran dekat kapal yang sedang berlabuh.Kusandarkan kepalaku ke bahu om Fathir,tangannya melingkar ke leherku sesekali ia mengelus elus rambutku.Aku begitu sangat menikmati suasana yang seperti ini. Menyaksikan banyaknya kapal yang berlabuh sekaligus melihat terbenamnya matahari.Betapa indah ciptaan yang maha kuasa.
Tiba tiba aku teringat akan suatu hal bahwa aku dan om adalah saudara.Seketika itu aku melepaskan tangan om Fathir yang melingkar di leherku.Dan wajahku tiba tiba menjadi murung.
"Heii,kenapa sayang? (tanya om .)
"Aku sampai melupakan sesuatu om (jawabku.)
"Melupakan apa? (tanya om heran.)
"Kamu adalah om ku dan adik mama kan.Apa jadinya kalau kita pacaran terus kita dianggap orang orang memiliki hubungan terlarang (jawabku cemas.)
"Memang gak boleh kita berdua pacaran.Kan sah sah saja.Yang namanya cinta mau sama siapa saja kalau kitanya sudah merasa nyaman,ya ayukk lanjut saja (jawab om santai.)
"Kok om jawabnya santai banget.Apa om gak takut digosipin sama orang orang (ujarku.)
"Sama sekali gak takut,lagian ketika om jalan sama kamu mana ada yang tau kalau kamu tuh pacar nya om (ujar om sembari tertawa kecil.)
Aku nampak masih bingung.Tapi setelah kupikir pikir benar juga omongan om Fathir.
"Iya juga ya om. Mereka kan taunya kita ponakan sama omnya kan yak (ujarku tertawa kecil.)
"Yuk,kita balik matahari juga udah terbenam.Lagian kalau malam malam disini jadi horor (kata om sembari menakutiku.)
"Uda deh jangan horor (kataku sembari menggandeng tangannya.)
__ADS_1
Kita berdua pergi dari pelabuhan itu dan memutuskan untuk pulang kerumah.Ketika sampai dirumah kulihat ada mobil Bagas.Sempat terpikir dalam benakku,aku seharusnya berterima kasih sama dia karena sudah menunjukkan semuanya tentang papa tapi kenapa aku kemari malah pergi begitu saja.Aku pun turun dari mobil tapi hanya sendiri,om Fathir balik duluan ke apartemennya.Jadi dia gak sempat mengantar aku untuk pulang jadinya aku naik taxi online .
Kubuka pintu, kulihat diruang tamu ada Bagas,mama dan papa .Sebenarnya aku masih sangat kecewa dan marah sama papa.Tetapi aku teringat kata kata mama,meskipun dia seperti itu tapi ia tetap orang tuaku.Kucoba untuk menyapa papa meskipun hati ini masih kecewa.
"Hai,mama....hai Pa (sapaku pada mereka.)
"Hai sayang, sini duduk (jawab mama sembari menyuruh ku untuk duduk)
"Apa kabar Meera? (sapa Bagas.)
"Baik (jawabku datar.)
"Sayang,papa kesini mau pamitan sama kamu sekaligus ada yang ingin ia bicarakan sama kamu (ujar mama dengan lembut.)
"Meera,maafkan semua kesalahan papa selama ini ya! Mungkin kesalahan papa tak bisa kamu maafkan dan papa sangat menyesali perbuatan papa yang telah papa perbuat kepada kamu dan juga mama .Papa bukanlah orang tua yang baik dan tak bertanggung jawab (ujar papa sambil menangis mengusap air matanya.)
"Makasih ya Nak!papa hanya bisa berharap suatu saat nanti kamu bisa mendapatkan seorang laki laki/pendamping hidup yang bisa mencintaimu setulus hati dan bertanggung jawab kepadamu (ujar papa )
"Iya pa,Meera mengerti kok (jawabku.)
"Kalau papa boleh tau kamu sudah punya pacar?(tanya papa.)
"Sudah . (jawabku singkat .)
"Siapa nak?
__ADS_1
Semuanya penasaran siapa pacarku sebenarnya tetapi aku masih merahasiakannya.Dan akhirnya ku jawab apa yang ingin aku katakan untuk papa.
"Pacarku ya papa lah! (jawabku sembari tersenyum.)
"Kok papa, jangan bohong lho (ujar mama .)
"Pa, Cinta pertamanya seorang anak perempuan adalah ayahnya .Jadi papa dong pacar aku sekarang (ujarku sambil tersenyum.)
"Bisa begitu ya! (jawab Bagas heran.)
"Ya sudah,papa akan segera berangkat ke Korea.Jaga diri kamu dan mama ya nak!.(ujar papa sembari berdiri dari sofa.)
"Iya papa.Aku bakalan jaga diriku dan mama juga.Hati hati disana,salam juga buat adikku yang di Korea (jawabku )
"Jaga diri kalian baik baik. Bagas jaga mereka berdua dengan baik (ujar papa sembari menepuk bahu Bagas.)
Dan papa menuju mobil,sembari melambaikan tangannya kepadaku dan mama dan ia mengusap air matanya.Aku dan mama hanya bisa memandangi papa dari depan pintu rumah kita.Mobilnya sudah keluar dari gerbang rumahku dan tak terlihat lagi mobil papa.Seketika itu air mataku tak bisa kutahan lagi dan kutumpahkan semuanya kedalam pelukan mama.Ku menangis sejadi jadinya dan mama hanya bisa memelukku saja tanpa berkata apapun bahkan mama tak menangisi sama sekali kepergian papa ke Korea bersama istri dan anaknya.
Tak ada kata mantan untuk kedua orang tua kita
Tak ada kata mantan anak
Yang ada hanya mantan pacar dan mantan suami
Meskipun tak lagi bersama sama lagi bukan berarti seorang anak tak ada hubungan lagi dengan orang tuanya
__ADS_1
Melainkan tetaplah menjadi anak kita karena ada darah yang mengalir ditubuh kita