
Hayalan yang semakin hari membuatku jadi sakit. Waktu pulang ke Indonesia aku masih sempat ketempat kerjamu tapi apa kamu tak tau kalau aku ada disana kamu malah sengaja mengacuhkanku. Dan malah asyik mengobrol sama teman teman kamu. Tak terkecuali lelaki itu, lelaki yang membuat kamu melupakanku dan mengingkari janji kita. (Raut wajahnya benar benar sangat marah dengan mulai perlahan lahan meneteskan air mata)
Si Feby hanya bisa menangis mendengar ucapan Fathir tanpa mengatakan apapun. Dan om Fathir pun beranjak dari pantai tersebut dan pergi meninggalkan Feby. Tapi tiba tiba Feby berlari dan memeluk om Fathir dari belakang sambil menangis dan ia mengatakan sesuatu.
"Maafkan aku Tir, aku tau aku salah. Aku khilaf karena pada saat itu kondisiku lagi tak sadarkan diri alias mabuk. Jadi emosiku tidak terkontrol dan aku melakukan itu. Kamu tak tahu apa yang aku alami disini. Aku diancam sama Roni kalau aku ikut sama kamu ke sana dia akan menyebarkan video itu. Apa kamu tega sama aku Fathir?. ( menangis tersedu sedu )
Om Fathir tidak menghiraukan Feby dia langsung melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkannya. Dan si Feby masih menangis sambil memangil manggil nama om Fathir.
Akupun segera lari supaya om tidak mengetahui kalau aku sedang mengikutinya. Pada saat om Fathir menuju kamarnya aku
lihat dibalik pintu kamarku matanya merah dan sesekali ia memegangi hidungnya yang keluar ingus karena habis menangis.
Kamarku berhadapan dengannya jadi aku bisa tau dan aku mengintip dengan membuka sedikit pintu kamarku.
Didalam kamar aku merasa gelisah karena ok habis menangis tapi aku tak tau apa yang ia tangisi?.
Aku mencoba mengirimi ia pesan whatsapp
Om, sudah tidur. 😊
Om, lagi ngapain sekarang?
Tak ada balasan sama sekali dari om ,aku semakin gelisah takut terjadi sesuatu sama om. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengetuk kamarnya
__ADS_1
Tok.. tok tok.... tanganku mengetuk pintu kamarnya. Tapi tak ada jawaban aku coba mengetuk lagi tak lama kemudian om membukakan pintu kamarnya.
"Meera, ada apa? (matanya masih sembab.)
Kok kamu belum tidur?. Ayo masuk
(mempersilahkanku masuk)
Dan om menutup kembali pintu kamarnya.
"Om, kenapa gak balas whatsapp aku(tanyaku sambil memegang handphone.)
"Ohh maaf, tadi om habis dari kamar mandi jadi gak tau kalau kamu whatsapp om (pegang handpone dan mengecek whatsapp dari aku.)
Om hanya diam sesekali dia menengok kearahku. Dan akupun diam juga takut om salah paham denganku.
Tiba tiba saja dia duduk disampingku yang ketika itu aku duduk dikursi didalam kamarnya yang ada dua kursi. Sejenak ia terdiam sambil menghela napas. Dan berbicara sesuatu kepadaku.
"Kamu masih terlalu kecil untuk tau semuanya ( katanya dengan nada lirih)
"Ihh, om aku kan udah dewasa kok masih dibilang masih kecil (raut mukaku jadi kesal ketika om bilang begitu dan aku memalingkan mukaku.)
"Gitu aja marah, ayo sini ! jangan memalingkan muka ketika ada orang yang sedang mengajakmu bicara ( pinta om Fathir kepadaku dengan lembut.)
__ADS_1
Dan akupun berbalik, dan akupun jadi malu. Lalu tiba tiba om memegang tanganku dan lagi dan lagi jantungku mulai bereaksi lagi. Ohh ya tuhan ada apa lagi ini?. Ia menatapku dan membelai wajahku.
Dan jantungku malah semakin berdegup kencang. Dan keringatpun mulai menetes perlahan ke pelipis mataku .Dan alangkah kagetnya om mengusap keringatku.
"Kamu kenapa?.. kok keringetan
Apa panas dikamar om? padahal ac nya nyala lho, bentar bentar om atur dulu ya..!
Aku pun hanya terdiam dan langsung pergi meninggalkan om. Dan berlari menuju kamarku. Dan om melihatku keluar dari kamar dan dia hanya menggelengkan kepalanya saja .
"Kenapa dengan Meera? kok sikapnya berbeda. ( dia berbicara sendiri)
Sementara itu aku didalam kamar masih termenung dengan apa yang aku rasakan entah aku harus senang atau tidak.
Sambil kupegangi dadaku aku masih merasakan dag dig dug. Akhirnya aku mengambil handphone mengirimi pesan untuk om untuk segera kembali kejakarta besok pagi dan membatalkan jalan jalan ke pantai. Jadi hari minggu besok kita langsung pulang ke Jakarta dan mampir dulu ke apartemen mama.
*Om, besok pagi kita langsung pulang saja ya om. Badanku kelihatannya capek banget. Ohh ya sekalian mampir ke apartemen mama y om sebelum pulang.
Good night om..... 😉
Good night juga....
Oke*..
__ADS_1