
Makanan yang kita pesanpun sudah datang .Dan kitapun menikmati makanan tersebut dan memakan dengan lahap. Tiba tiba pas waktu kita makan ada seorang perempuan yang menghampiri kita.Dan tanpa basa basi ia langsung menarik tangan om Fathir dan seketika itu om pun kaget. Dan ia menghentikan makannya.
Aku hanya menatap perempuan itu dan perempuan itupun menatap balik dengan tatapan penuh amarah. Entah apa yang ia pikirkan?
"Ikut aku!. (sambil menarik pergelangan tangan om Fathir.)
Tapi om Fathir menghempaskan tangan si perempuan itu.
"Apa apaan sih? (seketika om kaget dan memandang perempuan itu.)
Mereka berdua masih saling berpandangan. Wajah si perempuan itu kelihatan sangat marah sedangkan om wajahnya tampak seperti kebingungan. Dan akupun membuyarkan tatapan mereka berdua.
"Om, siapa perempuan itu?... (kataku sembari memegang pundaknya.)
"Dia...!!! (nada bicaranya masih terbata bata.)
Dan perempuan itu yang akhirnya menjawabnya.
"Aku Feby aku adalah pacarnya Fathir (dia memperkenalkan dirinya kepadaku.) Kamu pasti keponakannya kan?. Fathir sering cerita sama aku kalau dia punya keponakan yang sering ia ajak main waktu masih kecil, ternyata sekarang kamu sudah besar ya, cantik juga.
" Ohhhh...,, kakak ini pacarnya om Fathir. Perkenalkan namaku Meera (mengulurkan tanganku untuk memperkenalkan diri dan ia pun menjabat tanganku.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu gak bilang? kalau kamu ke Bandung (perempuan itu mulai duduk disamping om Fathir dan memegang tangannya yang aku lihat didepan mataku.)
" Ya, maaf sebenarnya aku hanya ingin ajak Meera untuk liburan ke Bandung sekalian ia ingin ketemu sama mamanya (kata om Fathir yang sedikit terbata bata. )
"Bener Meera (perempuan itu menatap aku dengan curiga.)
Aku hanya menganggukkan kepala saja. Ada ada saja buat apa dia harus menatapku seperti itu. Aku kan hanya keponakan mana mungkin aku dan om macam macam. Astaga kok jadi aku yang berpikiran negatif.
Setelah drama drama dari si perempuan itu. Aku akhirnya diantar sama om Fathir ke tempat penginapan. Kalian pasti merasa aneh kan, kok tidak ikut mama saja untuk kita istirahatnya sebab apartemen mama sangat jauh dari lokasi wisata.Sedangkan besok kita rencananya mau jalan jalan lagi kepantai .Jadi aku dan om menginap disekitar tempat pantainya tersebut.
Aku kira si perempuan itu juga udah pulang tapi ternyata dia satu tempat denganku meskipun beda kamar. Aku kira dia nginap di tempat berbeda tapi dia malah satu tempat penginapan denganku dan om.
Aku udah mulai aneh sejak jantungku udah mulai berdegup kencang sejak main flying fox sama om. Entah kenapa aku mencoba mengikuti om dengan si Feby yang pada saat itu yang habis mengantarkanku kembali kekamar .
Sementara dibibir pantai tersebut.
"Fathir, aku rindu suasana romantis seperti ini!.. ( si feby mengatakannya dengan sangat lembut.)
Tapi Fathir hanya diam saja sambil memandangi pemandangan pantai dengan hawa angin malam yang semilir mengusik dan membuat rambutnya ikut melambai.
"Kok kamu gak ada respon (kata si Feby)
__ADS_1
"Terus aku harus bilang apa?.. (menoleh kearah feby dengan tatapan agak sinis.)
" Ya, bilang sesuatu yang romantis juga gitu. Kan biasanya kamu tuh suka kan pemandangan pantai yang seperti ini apalagi pas dimalam hari.
"Itu dulu sekarang udah enggak lagi. Sekarang suasananya sudah berbeda tak lagi seperti yang dahulu. (nada bicanya kelihatan kecewa dan lesu)
"Apa kamu gak bisa maafin aku fathir?
"Aku sudah maafkan kamu sejak dari dulu.
Dan akupun sudah melupakan kejadian beberapa tahun itu. Lagian buat apa kamu kesini? " Dan kamu tahu dari mana aku ada di Indonesia. ( masih dengan wajah yang tampak kesal )
"Aku tahu dari bos kamu yang ada di luar negeri sana. Makanya aku langsung cari tahu kamu dan aku cobak tanya sama teman teman kamu yang ada disini. Apa aku salah?
(nadanya sedikit lirih)
"Kamu gak salah, tapi kenapa kamu harus bilang sama Meera kalau kamu pacar aku? (sedikit marah kepada si feby itu )
"Memangnya gak boleh? kamu kan pacar aku, kita masih pacaran kan! Dan kita juga tak ada kata putus kan... (feby menegaskan omongannya)
"Kita sudah tak ada hubungan lagi, selama 5 tahun kamu tak pernah menghubungiku apalagi setelah kejadian itu kamu tak pernah menganggapku ada. Aku disana selalu menantimu berharap kamu akan ikut aku kesana dan kita akan bekerja disana bareng.
__ADS_1
Dan setelah 5 tahun kita akan pulang ke Indonesia dan merencanakan untuk pernikahan kita, tapi semua itu hanya hayalan saja.
Bersambung part 4