Om Duda Untuk Nona Kecil

Om Duda Untuk Nona Kecil
11. Bertemu


__ADS_3

Gemuruh mobil terdengar jelas memasuki pekarangan rumah, dan nampak Alfredo yang baru saja pulang bekerja turun dari mobil miliknya itu.


"Silahkan, Tuan," ucap sang supir membuka pintu mobil


Alfredo mengangguk, dan setelah itu ia segera berjalan masuk menuju rumah. Yang mana saat masuk Alfredo segera mendengar suara seorang wanita menyapa.


"Siang Al!" Sapa seorang wanita di ruang tamu nampak tengah duduk menyantap teh hangat


"Bunda? Kapan datang?" Tanya Alfredo menaikan alisnya


"Yah, sudah dari kemarin. Cuma kebetulan aja sekarang baru ke rumah," jawab Megan menatap Alfredo


Sembari menyerahkan tas kantornya pada seorang pelayan, Alfredo segera berjalan menghampiri wanita yang tengah duduk di sofa tersebut.


"Bagaimana pekerjaan mu, hm?" Tanya Megan menaikan alisnya


"Cukup bagus, pasar saham kita sedang naik. Terlebih beberapa omset kita juga meningkat!" Jelas Alfredo sembari melepas dasi di lehernya


Di tengah obrolan ibu dan anak itu, seorang pelayan datang membawakan segelas kopi kesukaan Alfredo.

__ADS_1


"Bunda sendiri bagaimana? Apa sudah bertemu dengan Kevin?" Ucap Alfredo menanyakan kakak pertamanya


"Yah sudah, kebetulan dia juga lagi menjalankan bisnis rumah makannya di sana.." jawab Megan menumpuk kaki kirinya di atas kaki kanan


"Bisnis rumah makan? Pada akhirnya dia melakukan bisnis. Padahal dulu dia saja seharusnya yang meneruskan perusahaan ini."


"Kevin punya alasannya sendiri menyuruh kamu untuk meneruskan perusahaan. Terlebih dia bilang sama bunda, katanya kamu lebih baik dari pada dia."


Mendengarnya Alfredo hanya menghela nafasnya. Ia sendiri tau jika kakak laki-lakinya itu cukup pintar untuk mengelola sebuah perusahaan.


Hanya saja hal yang membuat ia menyerahkan semuanya pada Alfredo karena tak ingin terlalu repot, dan hal itu pula lah yang membuatnya hanya menjalankan bisnis rumah makan.


Namun di tengah memikirkan hal itu, pandangan Alfredo seketika teralihkan pada punggung seorang wanita yang berada di area samping rumah.


Melihatnya entah mengapa membuat Alfredo merasa familiar meski ia sendiri tak tau siapa. Namun tetap saja Alfredo merasa pernah melihatnya


Hingga beberapa saat kemudian sosok wanita tersebut memutar badannya kearah Alfredo, yang mana saat Airin melihat Alfredo yang nampak duduk di sofa.


"Halo!" Bisik Airin melambaikan tangannya sembari tersenyum

__ADS_1


"Uhuk-uhuk!" Seketika hal itu membuat Alfredo terbatuk-batuk saat tengah meminum kopi panas.


"Al! Pelan-pelan!" Pekik Megan yang nampak khawatir dan memanggil beberapa pelayan untuk membawa sebuah kain


Sementara itu Airin yang melihat hal itu segera kembali membalikkan badannya, dan bersikap sibuk kembali dengan pekerjaannya dengan perasaan tak enak.


"Al, kamu kenapa sayang?" Tanya Megan mengelap bekas tumpahan kopi di leher Alfredo


"Ti- tidak. Cuma tadi Al minumnya terburu-buru.." jawab Alfredo berbohong sambil menghela nafasnya


'Dia lagi? Kenapa aku selalu bertemu dengan wanita itu lagi?' bingung Alfredo sembari memijat pelan pelipis matanya


***


"Mas Al baik-baik saja kan?" Tanya Airin dalam benaknya sembari merapikan dan merawat bunga di hadapannya


"Tapi kenapa dia ada di sini? Apa dia temanya Bu Megan?" Tanya Airin kembali yang merasa bingung melihat Alfredo di sana.


Namun dibandingkan pusing memikirkan itu Airin segera kembali fokus dengan pekerjaannya. Toh bukan urusan dia juga sebenarnya mau Alfredo di mana pun.

__ADS_1


Sementara itu dari balik kaca Alfredo hanya memandang sekilas Airin yang tengah bekerja, di pikirkan keduanya nampak bingung mengapa keadaan selalu mempertemukan mereka seperti ini.


__ADS_2