
"Bagaimana Tuan?" Tanya Leo mengenai usulan rencana yang Leo berikan
"Em ... Akan ku coba!" Tegas Alfredo nampak begitu yakin dengan rencana kali ini
Flashback On
"Leo!" Panggil Alfredo yang nampak begitu serius di kursi kerjanya
"Ada apa, Tuan?"
"Jadi bagaimana rencana selanjutnya? Aku benar-benar ingin terbebas dari rasa takut ini!"
Leo kembali diam memikirkan sebuah rencana yang menurutnya cocok untuk masalah Alfredo kali ini.
"Begini saja, Tuan. Bagaimana jika Anda berjalan-jalan di sekitar taman? Mungkin dengan begitu akan membantu Anda sedikit. Tak perlu berkenalan dengan orang-orang, cukup jalan santai dan nikmati waktu Anda saja!" Usul Leo
"Hm! Baiklah. Kalau begitu atur rencananya dan sewa sebuah taman untuk ku!" Tita Alfredo
"Tidak, anda tidak perlu menyewa hal itu Tuan. Bukankah akan lebih bagus jika natural?" Jawab Leo penuh keyakinan
Flashback off
***
"Apa hal ini memang harus?" Tanya Alfredo yang nampak ragu ketika sudah berada di taman yang begitu ramai
__ADS_1
"Ayolah, anda sudah terlihat seperti warga biasa. Lagipula tidak ada yang akan mengenali Anda Tuan. Terlebih hal ini memang harus, jika memang anda mau sembuh!" Jawab Leo menaikan alisnya
Alfredo kembali memikirkan apa yang Leo katakan, karena sepertinya hal itu ada benarnya juga. Apalagi dengan penampilan Alfredo saat ini yang hanya menggunakan hodie dan celana jeans panjang, ditambah dengan topi yang membuat penampilannya semakin tertutup.
"Lantas, jika sudah berada di taman. Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Alfredo sebelum beranjak keluar
"Hm, mungkin duduk dan jalan-jalan. Tidak ada salahnya melakukan hal itu!" Jawab Leo penuh keyakinan
"Cih! Baiklah akan ku lakukan!"
Dengan setelan biasa seperti itu Alfredo segera berjalan keluar meninggalkan mobilnya. Sembari merapikan topi yang ia kenakan dengan santainya Alfredo berjalan di sekitar taman tersebut.
'Seperti ini saja?' remeh Alfredo dalam benaknya
Tanpa aba-aba dan negosiasi, tiba-tiba seorang bocah kecil berlari kencang yang tanpa sadar menabrak Alfredo hingga terjungkal kedepan.
"Aduh!" Pekik anak tersebut
"Sial!" Kesal Alfredo
"Dafa! Jangan lari-lari!" Panggil suara yang nampak tidak asing di telinga Alfredo
Dengan cepat dan malu Alfredo segera berdiri dan mengibaskan bajunya yang kotor oleh debu. Sementara itu Dafa segera berdiri sambil di bantu oleh Airin.
"Dafa ... Cepat minta maaf, tuh kakaknya sampai jatuh!" Tegur Airin sambil menyentil pelan pundak Dafa
__ADS_1
"Kak, maaf ya ... Dafa tidak sengaja..." Ucap Dafa pada Alfredo dengan ekspresi sayu serta merasa bersalah
"Ah, em ... Ya..." Jawab Alfredo yang memang tak pernah berinteraksi dengan anak-anak
"Tuan yang waktu itu?" Airin menunjuk kearah Alfredo yang nampak merapikan topinya
"Kamu..." Jawab Alfredo yang tak kalah terkejut sambil menunjuk wajah Airin
Namun pandangan Airin tiba-tiba teralihkan pada tangan milik Alfredo. Yang mana tangan Alfredo terlihat luka akibat terjungkal sebelumnya tanpa sengaja.
"Ya ampun! Apa ini sakit?" Tanya Airin tanpa kompromi langsung menyentuh tangan Alfredo melihat luka kecil
Mendapatkan perlakuan seperti tentu saja membuat Alfredo seketika panik bukan main, ditambah tangan Alfredo seketika menjadi dingin dengan wajah pucat.
"Tidak! Ti tidak apa-apa!" Jawab Alfredo menarik cepat tangannya
"Dafa ... Tolong belikan obat Betadine sama tisu ya?" Tawar Airin yang tak memperdulikan ucapan Alfredo
"Baik!" Jawab Dafa pergi
"Bukankah kubilang aku tidak apa-apa?" Ucap Alfredo hendak pergi
Namun dengan sangat cepat Airin menarik lengan baju Alfredo hingga membuatnya seketika mundur.
"Tunggu, tuan luka karena adik saya! Jadi biarkan saya tanggung jawab dulu. Terlebih tuan terlihat pucat karena kehilangan darah?" Ucap Airin menatap Alfredo yang memang pucat seperti ikan asin
__ADS_1