Om Duda Untuk Nona Kecil

Om Duda Untuk Nona Kecil
6. Luka Kecil


__ADS_3

"Em, tidak perlu. Bukankah sudah kubilang aku baik-baik saja." Jawab Alfredo berusaha menarik kembali tangannya


"Tuan! Apa Anda malu karena kejadian kemarin?" Tanya Airin dengan menatap lekat wajah Alfredo


"Ti tidak! Mana mungkin!" Jawab Alfredo berbohong dengan gelagapan


Namun di tengah adu mulut itu, tiba-tiba Dafa datang dengan sebuah tisu dan obat Betadine tetes yang akan digunakan mengobati luka Alfredo.


"Kak ini," Dafa memberikan apa yang Airin minta


"Terimakasih!" Jawab Airin tersenyum


"Kak, Dafa main lagi ya..." Ucap Dafa kembali meminta izin


"Boleh, tapi jangan lari-lari lagi ya ... Nanti bisa kejadian seperti tadi lagi," Airin memperingati


Dafa mengangguk dengan wajah tersenyum bahagia, dan setelah itu ia berjalan pergi untuk menuntaskan keinginan bermainnya.


Sementara itu Alfredo nampak diam membisu dengan wajah semakin pucat karena saat ini tangannya yang berada di genggaman kuat Airin.


"Ups maaf!" Kejut Airin yang baru sadar menggenggam erat tangan Alfredo


"Aku baik-" belum sempat Alfredo menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Airin kembali menarik tangannya dan meneteskan obat Betadine


"Auw!" Pekik Alfredo yang merasakan perih di telapak tangannya


"Tahan, cuma luka kecil seperti ini," jawab Airin dengan mulut manyun


"Tapi ini sakit!" Pekik Alfredo

__ADS_1


"Begini? Sakit?" Tanya Airin yang mengangkat alisnya


Bagaimana tidak Airin bertanya hal itu, padahal jika dilihat lebih jelas luka yang Alfredo alami hanya luka goresan kecil saja yang seharusnya orang dewasa mampu menahannya.


"Em ... Tidak, aku bercanda!" Jawab Alfredo yang malu jika terlihat lemah


"Hm ... Kalau malu bilang aja, aku tidak akan mengejek." Jawab Airin mengusap luka Alfredo dengan tisu


Setelah merasa sudah memberikan obat dan membersihkan luka goresan di tangan Alfredo, Airin segera menempelkan sebuah plester kecil untuk menutupi luka tersebut dengan bergambarkan Doraemon.


Alfredo yang mendapati perlakuan seperti itu sebenarnya merasakan panas dingin, terlebih hal ini membuatnya kembali teringat dengan kejadian masa lalu yang membuatnya kembali takut dan segera menarik cepat tangannya.


"Sama-sama..." Ucap Airin menghela nafasnya


"Em, terimakasih." Alfredo gelagapan


"Tidak perlu memanggilku Tuan, aku bukan majikan mu!" Jawab Alfredo datar


"Owh maaf, kalau begitu Mas sedang apa di sini?" Tanya Airin tersenyum sembari memiringkan kepalanya


Woshh!


Angin lembut tiba-tiba datang menerpa wajah cantik dan rambut panjang Airin. Pemandangan tersebut seketika dapat Alfredo saksikan secara langsung, bukti jika ciptaan Tuhan itu memang indah.


Apalagi saat Airin mengusap pelan rambutnya dan menaruhnya di daun telinga, hal itu seketika menjadi pemandangan segara yang dapat Alfredo lihat secara nyata.


"Cantik..." Lirih Alfredo tanpa sadar


"Terimakasih!" Jawab Airin tersenyum

__ADS_1


"Ah! Ti tidak, Bu bukan itu maksud ku!" Alfredo gelagapan


"Hm?" Airin memiringkan kepalanya


"Ah, i itu!"


Tak bisa menjawab Alfredo segera pergi meninggalkan Airin seorang diri, bahkan Alfredo berjalan tanpa memandang Airin sama sekali karena malu dengan tingkahnya sendiri.


"Dia kenapa?" Tanya Airin bingung melihat tingkah Alfredo yang nampak aneh


***


Bruk!


Alfredo dengan cepat memasuki mobil yang membuat Leo nampak terkejut setelah sibuk memainkan ponselnya, menonton live para wanita dengan pakaian berbahan kurang.


"Tuan!" Kejut Leo segera mematikan ponselnya


"Kita pulang, aku sudah selesai!" Jawab Alfredo sembari mengusap keringatnya


"Benarkah?" Tanya Leo


"Jangan banyak tanya! Atau kuberi tau sifat mu pada istri mu!" Ancam Alfredo dengan mata tajam


"Ah! Baik kita pulang!" Semangat Leo segera mengemudikan mobil pergi


...****************...


...Tinggalkan Like dan Komentarnya dong kak biar semangat up nya!😇...

__ADS_1


__ADS_2